Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Henry's game begins


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Henry menggendong Ayara ala bridal style menuruni pesawat jet G600 miliknya ke landasan pacu untuk berpindah ke pesawat yang lebih kecil yang akan membawanya ke pulau Seychelles, Ayara melingkarkan kedua tangannya dileher Henry dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami sambil memeluk sprei sutra yang mempunyai bercak darah. Ayara tak rela meninggalkan sprei sutra yang menjadi bukti kesetiaannya pada Henry begitu saja di pesawat ia tak mau ada orang yang melihat noda itu, walaupun sebenarnya semua orang yang ada di dalam pesawat itu tau kalau mereka sedang membawa pengantin baru namun bagi Ayara hal itu adalah sesuatu yang sangat private. Oleh karena itu ia bersikeras ingin membawa sprei sutra itu bersama untuk di cuci di pulau Seychelles nanti, Henry pun mengiyakan permintaan sang istri.


"Be Careful," ucap Henry pelan saat mereka akan naik ke pesawat kedua, Ayara pun lebih mengeratkan pelukannya pada Henry karena pintu pesawat yang lebih rendah alhasil memaksa Henry menunduk sehingga Ayara mau tak mau harus mengikuti apa yang dilakukan oleh Henry.


Raul dan beberapa bodyguard lainnya tetap di Madagaskar mereka memilih tak ikut ke Seychelles, mereka beralasan ingin menunggui pesawat jet G600 milik sang tuan mengisi bahan bakar. Padahal sebenarnya tak usah ditunggu pun pesawat itu pasti akan diisi bahan bakar dengan sangat baik, karena sebelumnya Michael sudah mengurus semua perizinan terbang pesawat itu sampai mendarat di Madagaskar dengan sangat baik termasuk dengan pengisian bahan bakarnya beserta tempat beristirahat para pilot dan kru lainnya.


Namun para pria berbadan tegap itu memutuskan untuk tetap tinggal di Madagaskar bersama pilot dan co pilot karena ingin memberikan waktu kepada sang tuan untuk menikmati bulan madu berdua saja berdoa bersama sang nyonya, lagi pula pulau Seychelles pun sudah sangat aman karena Henry sudah jauh-jauh hari mensterilkan area tempatnya untuk bulan madu itu dari orang lain. Sehingga di sana hanya ada dia dan Ayara saja yang menjadi pengunjung selama satu minggu kedepan dengan kata lain ia sudah menyewa Pulau itu benar-benar hanya untuk dirinya dan Ayara saja.


"Kenapa sejak tadi kau terus tersenyum seperti itu?" tanya Ayara pelan pada Henry beberapa saat setelah pesawat take off dari bandara Ivato menuju ke pulau Seychelles.


"Aku hanya sedang senang dan bangga," jawab Henry singkat sambil menggoyangkan gelas yang berisi redwine untuk ia minum.


"Maksudnya?" tanya Ayara kembali, ia masih tak mengerti dengan arah perkataan sang suami.


"Para bodyguard itu, aku senang mereka memilih tinggal di pulau Madagaskar. Mereka sangat pengertian sekali membiarkan kita berdua menikmati pulau Seychelles sampai puas," jawab Henry lirih sambil meraba paha Ayara perlahan.


Plak


Ayara memukul tangan Henry yang sudah meraba dress yang ia pakai lebih dalam lagi dan hampir menyentuh panties yang ia pakai.


"Ini di pesawat orang, jangan macam-macam Henry," ucap Ayara ketus sambil merapatkan dress yang ia pakai.


"Ha ha aku tau sayang, aku tak mau melakukan itu di pesawat ini. Lagi pula aku masih cukup sabar untuk menunggu tiba di pulau," sahut Henry pelan sambil tersenyum penuh arti.


"Mesum!!!" sengit Ayara ketus sambil membuang muka ke arah jendela untuk melihat lautan yang ada dibawahnya.

__ADS_1


Henry hanya tersenyum mendengar perkataan sang istri, ia tau kalau istrinya itu masih belum terbiasa dengan dunia baru yang ia tunjukkan beberapa jam yang lalu. Untuk menghabiskan waktu Henry memilih untuk melihat tablet miliknya, ia membaca pesan yang masuk dari orang-orang yang ada di perusahaan termasuk pesan dari Michael yang mengabarkan kalau ia sudah sampai di tempat tujuan bersama Cecar. Senyumnya mereka saat melihat foto Michael dan Cecar sedang bermain salju, ia senang karena bisa membuat tangan kanannya itu berlibur.


Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam dari Madagaskar sampai akhirnya tiba di tempatnya bulan madu, Henry membaringkan tubuhnya di samping Ayara yang sudah terbaring terlebih dahulu sejak tadi. Berganti pesawat dan menempuh perjalanan darat sampai akhirnya tiba di resort membuat keduanya kelelahan, terutama Ayara yang badannya terasa sakit semua.


Tok


Tok


Tok


"Permisi tuan dan nyonya Luke, saya dari layanan kamar ingin memberikan minuman dan beberapa snack untuk anda berdua," ucap seorang wanita dari balik pintu beberapa saat setelah Ayara dan Henry masuk ke dalam kamar VIP mereka.


"Tunggu sebentar," jawab Henry dengan cepat, ia lalu bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu untuk membukakan jalan masuk untuk petugas resort yang ingin membawakan makanan dan minuman untuk mereka berdua.


Setelah pintu terbuka terlihat dua orang wanita membawa dua buah troli yang berisi makanan dan minuman untuk Ayara dan Henry, mereka membawa steik dan bersama dengan beberapa buah serta dessert lainnya. Kedua petugas resort itu lalu menata makanan itu di atas meja dan akhirnya keluar dari kamar Ayara dan Henry setelah hampir 10 menit menata makanan diatas meja yang ada di dalam kamar.


"Silahkan dinikmati tuan, nyonya. Kalau ada perlu apa-apa kalian bisa memanggil kami di line telepon nomor satu," ucap seorang wanita berambut blonde dengan ramah saat akan berpamitan pergi pada Henry dan Ayara.


"Kalau begitu kami permisi," sahut kedua pelayan itu kompak.


Henry pun tersenyum mendengar perkataan kedua pelayan itu, ia lalu mengantar keduanya keluar dari kamarnya. Setelah dua orang pelayan itu pergi ia kembali mengunci pintu kamarnya dan berjalan mendekati sang istri yang sudah duduk di pinggir ranjang.


"Are you hungry?" tanya Henry pelan.


"Yes I'm," jawab Ayara dengan cepat, kedua matanya berkilat menatap meja yang sudah terisi banyak makanan enak diatasnya.


"Ha ha, ya sudah makan,"ajak Henry lembut sambil mengajak Ayara untuk bangun dari ranjang besar yang sudah dihiasi banyak kelopak mawar diatasnya.


Dengan penuh cinta Henry membimbing Ayara berjalan menuju ke meja makan yang tak jauh dari ranjang, tak lama kemudian mereka makan bersama menikmati hidangan pertama resort tempat mereka akan tinggal selama satu minggu kedepan. Ayara terlihat sangat menikmati steik yang ada dihadapannya, ia bahkan sampai mengambil daging kedua yang ada di piring besar dan dipindahkan ke piringnya sendiri.

__ADS_1


"Kau benar-benar lapar sayang?" tanya Henry tak percaya ketika melihat Ayara makan steik keduanya.


"Aku kan baru makan satu kali, lagipula yang membuatku kehabisan energi adalah kau Henry. Jadi kau tak usah banyak bertanya dan pura-pura tak bersalah seperti itu," jawab Ayara ketus.


Henry tertawa mendengar perkataan sang istri, ia lalu menikmati makanannya tanpa banyak bicara. Setelah ini masih banyak kegiatan yang ia akan lakukan bersama Ayara di resort, dua puluh menit kemudian Ayara pun sudah menghabiskan makanannya. Ia terlihat sangat senang karena sudah kenyang.


"Kau sudah kenyang sayang?" tanya Henry pelan sambil menyeka mulutnya dengan sapu tangan.


"Huum," jawab Ayara pelan.


"Kalau begitu lepas dress-mu itu sekarang," sahut Henry dengan cepat sambil membuka kancing kemejanya satu demi satu.


"Henry jangan sekarang, aku tak siap... lagipula kita baru sampai," pekik Ayara dengan keras sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


Henry tertawa geli melihat apa yang dilakukan sang istri, ia lalu berjalan mendekati Ayara setalah mananggalkan kemeja dan celana panjangnya.


"Yang mau itu siapa, aku ingin mengajakmu berendam di kolam air panas yang ada di depan kamar kita. Atau jangan-jangan kau yang tak sabar dan ingin melakukan itu lagi denganku ya?" tanya Henry pelan menggoda Ayara.


"Henry stop menggodaku!!!" sahut Ayara keras dengan terbata.


Henry tertawa mendengar perkataan Ayara, ia lalu meraih tubuh Ayara dan menaikkan mini dress yang dipakai Ayara menyisakan bra dan panties saja. Ia menelan salivanya perlahan saat melihat kemolekan tubuh sang istri yang ada didepan mata.


"Henry..." Ayara mendesah pelan saat Henry mencium lehernya.


"Ayo ke kolam," bisik Henry pelan sambil meraih paha Ayara dan langsung menggendongnya kembali ala bridal style yang membuat Ayara kaget karena tak menyangka akan digendong seperti itu oleh Henry.


Dengan langkah pelan Henry berjalan menuju kolam air panas yang ada di depan kamarnya, ia menuruni anak tangga satu demi satu saat sampai di kolam dan menurunkan sang istri saat sudah ada didalam kolam. Ayara langsung menuju ke sebuah kursi dari batu yang tersedia di kolam itu menjauh dari Henry, saat batu duduk ia dikagetkan saat Henry menarik tali bra yang ia pakai dileher sehingga membuat kedua bukit indahnya terekspos jelas.


"Henry apa yang kau akhmmmpphh..

__ADS_1


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Henry sudah meraih salah satu litte pinky pie miliknya dan menyesapnya dengan kuat bak anak kecil yang sedang kehausan sehingga membuat Ayara menggila.


🌼 bersambung 🌼


__ADS_2