Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
"Kepergok"


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE.


Sudah hampir satu minggu Ayara libur kuliah, ia menghabiskan hari-harinya dengan bermain bersama Ace di kamarnya atau di kamar sang adik kesayangan. Tidak seperti gadis kebanyakan yang seusianya yang akan pergi jalan-jalan bersama teman atau shopping, Ayara justru betah di rumah bermalas-malasan sambil menjaga Ace.


"Apa yang kau pikirkan sayang sepagi ini sudah melamun," ucap Alfredo pelan sambil melingkarkan tangannya di pinggang Raisa yang sedang merias wajahnya di depan kaca.


"Yara...


"Kenapa dengan Yara?" tanya Alfredo dengan nada meninggi.


"Kapan Yara kita akan menjadi seperti gadis kebanyakan di luar sana yang menghabiskan uangnya untuk membeli barang barang kesukaannya seperti make up tas dan baju. Aku merasa tak bisa memberikan kebahagiaan sempurna padanya," jawab Raisa penuh sesal sambil menatap Alfredo melalui kaca yang ada di hadapannya.


"Apa maksudnya tak bisa memberikan kebahagiaan pada Yara?" tanya Alfredo kembali sambil mengangkat satu alisnya ke atas.


"Lihat saja sudah satu minggu dia libur kuliah tapi dia tak pergi kemana-mana, dia selalu ada di rumah bermain dengan Ace. Aku sebenarnya bahagia melihatnya ada di rumah, akan tetapi di sisi lain aku merasa takut karena Yara terlalu introvert seperti itu. Aku khawatir ia akan seperti itu selamanya sehingga tak ada laki-laki yang mau mendekatinya di masa depan," jawab Raisa dengan suara bergetar.


Alfredo terdiam mendengar perkataan istrinya, ia lalu duduk di ranjang sambil terus menatap Raisa melalui kaca.


"Jadi maksudmu kau khawatir Yara tidak mempunyai jodoh?" tanya Alfredo pelan.


"Bukan hanya itu saja, aku merasa kepekaannya kepada sosial sangat amat buruk. Aku ingin melihat Yara seperti gadis seusianya yang menikmati hidupnya bukan seperti Yara yang sekarang," jawab Raisa lirih.


"Bagaimana kalau kita jodohkan Yara saja dengan...


"Jangan...biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri, aku tak mau disalahkan jika ia tak menyukai perjodohannya. Aku ingin Yara sendiri yang memilih, aku ingin Yara menemukan cinta sejati seperti aku menemukanmu," ucap Raisa memotong perkataan Alfredo.


Deg


Deg


Detak jantung Alfredo terasa lebih cepat dari sebelumnya mendengar perkataan Raisa, wajahnya pun terasa panas.


"Aku ingin Yara...


Raisa tak bisa menyelesaikan perkataannya karena tiba-tiba Alfredo mencium bibirnya dengan cepat tanpa bisa ia hindari, Raisa merasakan kalau ciuman Alfredo kali ini terasa lebih intens dan bernafsu. Wajahnya tiba-tiba memerah saat menyadari perubahan sikap Alfredo yang agresif, ia akhirnya paham bahwa Alfredo seperti ingin melakukan itu padanya. Karena paham dengan kemauan sang suami Raisa pun akhirnya membalas ciuman suaminya, ia siap kapan saja melayani kewajibannya untuk sang suami.


Ceklek


"Mom aku...


Glek


Ayara masuk ke dalam kamar ibunya tanpa mengetuk pintu dan ia langsung terdiam saat melihat ibunya sedang berciuman dengan ayahnya, Ayara bahkan dengan jelas melihat bagaimana kedua tangan ibunya sudah dikunci diatas kepalanya oleh sang ayah.


"Tuhaaannnkuuuu....maaaff maafff.." jerit Ayara panik, wajahnya langsung memerah melihat pemandangan yang baru ia lihat. Dengan cepat Ayara berbalik dan keluar dari kamar ayah dan ibunya sambil terus menutup mata Ace yang sedang ia gendong.


Ayara terus berlari menuju kamarnya dan meletakkan sang adik dengan hati-hati diatas ranjang, tiba-tiba ia merasakan udara dikamarnya sangat panas. Dengan cepat ia meraih tas ranselnya dan berjalan kembali di ranjang dan menggendong adiknya kembali dengan penuh cinta.


"Aduh Ace kau dewasa belum saatnya ini," bisik Ayara pelan sambil mencium kening adiknya berkali-kali, Ace yang tak tau apa-apa hanya tertawa saja dicium oleh sang kakak.


"Bi tolong jaga Ace, aku ada urusan sebentar diluar," ucap Ayara ramah sambil menyerahkan Ace ke pengasuhnya dengan perlahan.


"Nona mau pergi sepagi ini?" tanya balik pengasuh baby Ace.


"Iya mau cari udara segar, ya sudah ya aku pergi. Jaga my love baik-baik, bye bye Ace," jawab Ayara singkat sambil mencium adiknya.

__ADS_1


"Bye bye kakak," sahut sang pengasuh baby Ace sambil melambaikan tangan gempal baby tampan itu ke arah Ayara.


Ayara tersenyum tipis melihat kelucuan sang adik, ia lalu berjalan cepat menuju ke garasi di mana mobil Lamborghini Aventador miliknya terparkir rapi.


"Pagi nona," sapa Owen ramah.


"Pagi Owen," jawab Ayara singkat.


"Mau pergi sepagi ini nona?" tanya Owen kembali.


"Iya aku ada urusan yang harus diselesaikan di luar, nanti kalau mommy adassy mencariku bilang saja aku ada perlu dengan Cecar," jawab Ayara berbohong sambil tersenyum.


"Baik nona saya mengerti," ucap Owen dengan cepat sambil tersenyum.


Ayara menganggukan kepalanya perlahan, ia lalu masuk ke dalam mobilnya yang sudah dibuka oleh Owen saat tadi ia memberikan kunci mobilnya pada Owen. Setelah selesai memanaskan mobil Ayara kemudian menginjak gas dan segera pergi meninggalkan rumahnya menuju ke jalan raya. Ia sebenarnya tak ada tujuan untuk pergi kali ini, ia tadi hanya menggunakan Cecar sebagai alasan saja karena bingung saat Owen menanyakan keperluannya di hari yang masih pagi seperti saat ini.


Tiba-tiba Ayara tersenyum ketika mengingat sebuah tempat yang menarik, ia lalu menginjak gas mobilnya dan memutar jalan mobilnya menuju ke Alcazar de los Reyes Cristianos. Alcazar pada jaman dulu digunakan sebagai tempat kediaman para gubernur Romawi dan juga Khalifah Moor, dan pada tahun 1328 dijadikan rumah bagi raja-raja Spanyol ketika mereka berkunjung ke Cordoba.


Alcazar dibangun secara strategis di tepi sungai Guadalquivir di barat daya Casco Antiguo ( kota tua). Ayara menyukai tempat ini karena didalam Alcazar terdapat artefak artefak peninggalan zaman Romawi, Moor dan Katolik hal ini membuatnya merasa nyaman ada di tempat yang bersejarah ini karena merasakan atmosfer yang kental dengan nilai-nilai kebaikan yang sudah ditunjukkan oleh pendahulu.


Setelah berkendara hampir tiga puluh menit Ayara akhirnya tiba di Alcazar, ia kemudian memarkirkan mobil kesayangannya menggunakan jasa valet khusus bagi pengunjung. Setelah membayar karcis Ayara kemudian masuk ke dalam Alcazar, salah satu alasannya suka mengenakan sneaker adalah ia merasa nyaman jika berkunjung ke tempat-tempat seperti ini karena ia sangat menggilai peninggalan zaman dulu yang sangat artistik itu dibandingkan pergi ke sebuah mall ataupun tempat-tempat seru lainnya yang biasa dikunjungi oleh gadis-gadis seumurannya.


"Bienvenido a Alcazar señorita " sapa seorang petugas pada Ayara, ia mengira Ayara adalah turis yang mengunjungi Alcazar.


*selamat datang di Alcazar nona.


"Gracias, soy un visitante habitual de Alcazar. Resulta que vivo en Córdoba." jawab Ayara to the point, ia tak suka ketika sedang mengunjungi tempat bersejarah ditemani seorang petugas. Ayara lebih menyukai berjalan sendiri melihat-lihat keindahan arsitektur di bangunan itu ketimbang ditemani seseorang yang justru akan terus mengajaknya bicara sehingga membuatnya merasa tak maksimal saat melihat-lihat bangunan bersejarah.


*Terima kasih, saya pengunjung tetap Alcazar. Saya juga tinggal di Cordoba.


Ayara kemudian meneruskan langkahnya masuk ke dalam Alcazar, saat sedang berjalan menyusuri kolam tiba-tiba Ayara mendengar suara beberapa orang pria yang tidak asing baginya. Mengikuti instingnya Ayara lalu menoleh ke arah sebrang kolam dan tersenyum ketika menyadari siempunya suara, nampak di seberang kolam berdiri di Dmitry Brown, Henry Luke dan Ryan Bray bersama tiga orang gadis cantik sedang berfoto bersama sambil tertawa lebar.


Henry yang sedang menghadap ke arah Ayara langsung terdiam ketika menyadari kehadiran Ayara dihadapannya, saat melihat Henry terdiam membuat Dmitry penasaran.


"Ada apa...


Dmitry Brown tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika berhasil melihat apa yang sedang Henry lihat, senyum lebarnya langsung menghilang ketika melihat Ayara sedang berdiri menatap kearah mereka sambil tersenyum cantik.


"Yara..." desis Ryan lirih ketika akhirnya melihat Ayara.


Saat menyadari bahwa tiga pria yang ia kenal itu melihat keberadaannya, Ayara kemudian menganggukkan kepalanya perlahan kearah mereka. Ia lalu meneruskan langkahnya masuk ke dalam Alcazar dengan perlahan sambil mengambil foto bangunan itu menggunakan kamera Fujifilm X-E3 kesayangannya yang dia kalungkan dilehernya, sebuah kamera digital yang praktis untuk dibawa ketika traveling karena tidak terlalu berat.


"Yara....Ayara wait..." teriak Dmitry, Henry dan Ryan hampir bersamaan memanggil Ayara sambil berlari mendekati Ayara.


"Ya ada apa?" tanya Ayara bodoh.


"Kau kesini dengan siapa?" tanya Henry dengan cepat.


"Sendiri, aku lebih menyukai pergi sendiri ketempat seperti ini. Tapi sepertinya kalian tidak bukan, lihatlah ketiga nona cantik itu menunggu kalian tuan-tuan," jawab Ayara pelan sambil menoleh ke arah tiga gadis cantik yang pergi bersama mereka sebelumnya.


"Itu bukan siapa-siapa Yara, itu adalah kekasih tuan Brown dan teman-temannya," ucap Henry terbata berusaha menjelaskan hal yang sebenarnya pada Ayara, ia nampak seperti sedang menjelaskan pada kekasihnya karena tertangkap tangan sedang selingkuh.


"Kekasih apanya...


"Baby," ucap seorang gadis cantik berambut merah menyentuh pundak Dmitry dengan perlahan sehingga membuatnya tak bisa meneruskan perkataannya.

__ADS_1


"Juliette," sahut Dmitry pelan merespon perkataan gadis yang bernama Juliette dengan perlahan.


"Siapa dia?" tanya Juliette pada Dmitry ketus sambil menunjuk Ayara dengan pandangan tak bersahabat.


"Dia adalah...


"Saya adalah putri rekan bisnis kekasih anda dan dua pria ini nona, mereka bertiga adalah pemuda yang kaya nona. Anda betiga sangat beruntung mendapatkan pria-pria ini," jawab Ayara memotong perkataan Ryan yang ingin menyebut namanya.


"Oh anak salah satu rekan bisnis rupanya, kenalkan saya Juliette kekasih Dmitry mungkin kedepannya kita akan sering bertemu nona. Oh iya ini Anastasia dan Valencia saudara sepupuku yang sudah aku jodohkan dengan tuan Bray dan tuan Luke," ucap Juliette dengan suara manja memperkenalkan kedua gadis cantik lainnya yang berdiri disamping Henry dan Ryan.


Prok


Prok


Prok


Ayara langsung bertepuk tangan dengan keras merespon perkataan Juliette.


"Wah selamat kalau begitu untuk hubungan kalian, semoga langgeng. Ya sudah nona cantik saya permisi, kalian bisa melanjutkan kegiatan kalian dan jaga baik-baik kekasih anda ini nona," ucap Ayara pelan tersenyum penuh kemenangan sambil melirik ke arah Henry dan Ryan yang nampak sangat marah saat ini.


"Ya sudah saya permisi, bye," pamit Ayara dengan cepat sambil berjalan meninggalkan Juliette yang mencengkram kuat lengan Dmitry bersama saudara sepupunya yang sejak tadi menempel pada Henry dan Ryan.


"Ya sudah ayo kita pergi dari sini Dmitry, aku merasa kepanasan dan sudah sangat haus," ucap Juliette dengan nada manja mengajak Dmitry pergi dari Alcazar.


"Aku juga Henry," imbuh Anastasia sepupu Juliette merayu Henry.


"Iya tuan aku juga sudah tak kuat ada diluar Ryan," bisik Valencia lirih pura-pura lemah.


Mendengar rengekan ketiga gadis itu membuat Dmitry, Ryan dan Henry tak nyaman karena mereka terus merengek. Mereka akhirnya mengikuti kemauan ketiga gadis cantik itu untuk segera meninggalkan Alcazar walaupun sebenarnya mereka masih ingin bicara dengan Ayara terutama Henry yang tak suka Anastasia menempel kepadanya.


Tak lama kemudian mereka akhirnya pergi meninggalkan Alcazar sementara itu Ayara berdiri di puncak castil Alcazar melihat ke arah tempat parkir VIP dimana ketiga rekan bisnis ayahnya masuk dalam mobil bersama ketiga gadis cantik tadi.


"Dasar lelaki buaya, tak pernah puas dengan satu wanita saja huff...." ucap Ayara lirih sambil menggelengkan kepalanya, ia lalu kembali fokus memfoto pemandangan dari castil tempatnya berdiri menggunakan kamera kesayangannya.


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2