Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Marahnya sang tangan kanan


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.


Terima Kasih.


Pagi itu dikediaman Alfredo hampir semua pelayan membicarakan perihal kedatangan Henry tadi malam, ada salah seorang pelayan yang tak sengaja mendengar pertengkaran Henry dan Ayara.


"Kau serius tuan Henry mengatakan itu?"


"Ya Tuhan kasian nona,"


"Kau pasti berbohong kan?"


"Mereka baru menikah lima minggu, mana mungkin tuan Henry bicara cerai semudah itu,"


"Jangan menyebarkan berita hoax,"


"Mungkin kalau seandainya tuan dan nyonya masih hidup tuan muda Henry tak mungkin bisa seberani itu pada nona,"


"Iya aku kasihan pada nona, dia gadis baik-baik. Walaupun orang tuanya kaya tapi dia tak pernah sombong dan arogan seperti gadis lainnya, kasihan sekali kalau pernikahannya berakhir dalam waktu sesingkat ini,"


Cecar yang baru selesai mandi dan akan pergi ke meja makan secara tak sengaja mendengar semua percakapan mereka, wajahnya langsung terlihat merah menahan emosi saat mendengar percakapan para pelayan yang membahas tentang Henry yang akan menceraikan Ayara. Ia tak terima nona bosnya diperlakukan seperti itu, dengan cepat Cecar berlari menuju kamar Ayara. Walau cacing dalam perutnya berdemo minta makan namun ia merasa saat ini lebih penting keadaan Ayara, ia harus memastikan semua perkataan para pelayan tadi di dapur.


Tok


Tok


Tok


"Nona ini aku, apa anda sudah bangun nona?" tanya Cecar pelan sambil mengetuk pintu kamar Ayara dengan perlahan.

__ADS_1


Tok


Tok


"Nona..."


"Masuklah Cecar," jawab Ayara pelan memotong perkataan Cecar.


Setelah mendapatkan ijin dari Ayara dengan perlahan Cecar mendorong pintu kamar Ayara dan langsung masuk, senyumnya kecutnya tersungging saat melihat Ayara sedang mengganti perban di lengan kirinya dengan perban yang baru.


"Can I help you, nona bos?" tanya Cecar pelan menawarkan bantuan.


"Will you, Alright please tie this bandage well and don't be too hard," jawab Ayara singkat sambil menyerahkan perban baru pada Cecar.


*Maukah kau? ok tolong ikat perban ini dengan baik dan jangan terlalu keras.


"Sure," ucap Cecar dengan cepat sambil meraih perban yang diberikan Ayara.


"Luka anda sudah mengering, kalau anda merawatnya dengan baik kurang dari sepuluh hari luka ini bisa sembuh nona," ucap Cecar pelan sambil merapikan baju yang dipakai Ayara untuk menutupi luka di lengannya.


"I hope so Cecar, so I want to sleep. my head was dizzy since yesterday when I got home," jawab Ayara pelan sambil membaringkan tubuhnya diatas ranjang kembali sambil memijat keningnya.


*Aku harap begitu Cecar, aku mau tidur dulu. kepalaku pusing sejak kemarin ketika aku sampai di rumah.


Mendengar perkataan Ayara membuat Cecar terdiam, ia baru menyadari kalau Ayara memang terlihat sangat pucat hari ini dan itu membuatnya khawatir apalagi ditambah dengan perkataan para pelayan sebelumnya. Melihat perubahan ekspresi Cecar membuat Ayara tersenyum ia tu kalau tangan kanannya itu khawatir kepada dirinya.


"I'm fine Cecar. I just have a headache, you don't need to worry. Maybe i sleep a few more hours the pain will disappear," ucap Ayara pelan sambil memejamkan kedua matanya.


*Aku baik-baik saja Cecar. Aku hanya sakit kepala, kau tidak perlu khawatir. Mungkin kalau aku tidur beberapa jam lagi sakitnya akan hilang.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, anda tidur saja nona. Saya keluar dan tak akan mengganggu anda lagi," jawab Cecar lirih sambil melangkah pelan menuju ke pintu keluar meninggalkan Ayara.


Ayara hanya diam dan tak menjawab ucapan Cecar, ia sudah terlalu lelah untuk berbicara. Rasa sakit di kepalanya hilang timbul dan itu membuatnya sedikit tersiksa, pasalnya selama ini ia belum pernah merasakan sakit kepala seperti ini. Pada mulanya Ayara berpikir kalau sakit kepalanya ini karena jet lah, namun setelah beristirahat semalaman nyatanya sakit kepalanya tak juga hilang. Oleh karena itu ia memutuskan untuk tidur lebih lama lagi dan berharap semoga sakit kepalanya segera pergi jika ia sudah istirahat dengan cukup, beberapa hari ini ia memang kurang istirahat apalagi ditambah dengan kejadian di Busan yang benar-benar menguras energi dan pikirannya.


Ditambah lagi dengan perkataan Henry tadi pagi yang membuatnya sangat shock, ia masih tak mengerti kenapa suaminya itu tiba-tiba mengatakan kata cerai padanya. Padahal selama beberapa hari ini mereka tak ada masalah apapun, dan selama di Busan pun Ayara melihat tak ada yang mencurigakan pada Henry. Karena kepalanya makin terasa pusing saat memikirkan hal itu Ayara memilih untuk tidur dan mencoba melupakan apa yang sudah Henry katakan padanya, tidur adalah pilihan terbaiknya. Cara terbaik untuk lari dari semua masalah yang menghampirinya, walaupun tak menyelesaikan masalah namun setidaknya dengan tidur ia akan melupakan sejenak masalah itu.


Di luar kamar Cecar masih berdiri didekat pintu kamar sang nona, hatinya sangat kacau saat ini. Ia dilema berat ketika melihat Ayara yang sangat rapuh seperti tadi, ia tau Ayara sangat sedih. Kondisi ayara seperti tadi tak pernah dilihat oleh Cecar sebelumnya selama ini, maka dari itu ia sekarang merasa sangat bersalah pada Ayara.


"Haruskan aku beritau nona kalau tuan dan nyonya masih hidup saat ini," batin Cecar dalam hati.


"Tapi kalau aku memberitaukan masalah ini apakah tak akan menambah masalah lagi untuk nona...aarrggghhh kenapa jadi serunyam ini masalahnya!!!!" ucap Cecar pelan sambil memukul tembok yang ada disebelahnya dengan keras.


Saat masih bergulat dengan hatinya Cecar dikejutkan dengan suara mobil yang berhenti dihalaman rumah, karena penasaran ia lalu berjalan menuju balkon untuk melihat siapa orang yang datang. Senyum sinisnya mengembang saat melihat orang yang datang, orang tak tau diri yang sudah membuat nonanya menderita seperti ini. Dengan langkah tegap penuh emosi Cecar menuruni anak tangga untuk memberikan sedikit pelajaran pada pria itu, Cecar tak takut pada siapapun walau pria itu adalah suami sang nona. Bagi Cecar ia hanya punya satu majikan yaitu Ayara, karena Ayara lah ia masih bisa hidup sampai saat ini dan bisa merasakan hidup yang jauh lebih baik dari saat ia masih hidup dijalanan.


Tanpa menunggu lama Cecar akhirnya sampai dilantai satu, tangannya sudah terkepal kuat dibelakang tubuhnya dan saat tamu tak diundang itu datang dengan kecepatan penuh Cecar melayangkan tinjunya tepat di wajah pria yang sangat ia benci saat ini. Cecar melayangkan pukulannya tepat diwajah Henry Luke.


"Pergi kau lelaki sampah!!" teriak Cecar penuh emosi sesaat setelah ia melayangkan tinjunya ke wajah Henry.


"Cecar kau..."


"Siapapun yang membuat nonaku terluka maka dia akan berhadapan denganku, aku rela berkorban nyawa untuk nona bos," hardik Cecar dengan suara meninggi memotong perkataan Michael.


🌼 bersambung 🌼


🍀🍀 Akankah Cecar mengatakan apa yang sudah Ayara lakukan untuk Henry selama di Busan beberapa hari yang lalu?


Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.


Jangan lupa Vote, ratting dan like.

__ADS_1


Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update


__ADS_2