
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak.
Setelah menempuh perjalanan udara selama 2 jam 50 menit pesawat yang membawa Ayara dan Cecar akhirnya sampai di bandara Federico Garcia Lorca Granada dengan selamat, satu persatu penumpang pesawat turun termasuk Ayara dan Cecar yang turun paling terakhir karena dua orang pramugari meminta maaf pada mereka berdua yang sempat menjadi bahan perbincangan para penumpang lainnya dipesawat.
"Tak masalah nona, kami memang salah dalam hal ini." jawab Cecar menyela Ayara yang akan menjawab perkataan dua pramugari yang meminta maaf pada mereka.
"Sekali lagi kami meminta maaf, semoga anda berdua puas dengan pelayanan maskapai penerbangan kami tuan nona," ucap kedua orang pramugari itu kembali.
Ayara menganggukan kepalanya perlahan, ia lalu keluar dari pesawat dengan membawa tas ransel yang berisi laptop dan teropong serta beberapa pakaiannya. Mereka berdua lalu berjalan menuju lobby untuk keluar dari bandara.
"Akh senangnya sampai di Spanyol kembali." teriak Cecar dengan suara keras sambil mengeluarkan kepalanya di dalam taksi ketika mereka menuju ke sebuah hotel dipusat kota Granada.
"Cecar kau menganggu!!....
"Tak apa nona, saya tidak masalah. Saya justru senang bisa mengantar pasangan suami istri yang menyenangkan seperti Anda berdua." ucap sang supir taksi sambil tersenyum.
"Pasangan what!!!! suami istri ....dia suamiku ha ha ha ....anda bergurau pak, kami adalah saudara mana mungkin kami suami istri." jawab Ayara sambil tertawa lebar merespon perkataan sang supir taksi.
"Iya pak dia adalah kakak saya." imbuh Cecar dengan cepat, sebuah senyuman tersungging diwajah Cecar ketika Ayara menyebut dirinya sebagai adik.
Padahal jelas-jelas mereka berdua tak ada hubungan apapun selain majikan dan bawahan, akan tetapi Ayara selalu menyebut Cecar sebagai adiknya setiap ada kesempatan dan Cecar pun tak keberatan akan hal itu.
Tak lama kemudian taksi yang membawa Ayara dan Cecar pun akhirnya tiba di Apartamentos Turisticos Mauror, sebuah hotel yang memiliki pemandangan hutan Alhambra yang tak jauh dari komplek istana Alhambra. Ayara selalu suka dengan istana ini yang memiliki design dan interior megah yang bernilai seni arsitektur yang tinggi, istana Alhambra ini menjadi bukti nyata bertapa besarnya peradaban tinggi umat islam pada masa itu yang bisa membuat istana semegah ini. Istana Alhambra didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor dari Afrika Utara, Bani Ahmar adalah penguasa kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia ( Spanyol ).
"Terima kasih tuan nona." ucap sang supir taksi pada Cecar dan Ayara.
"Sama-sama pak." jawab Cecar dengan cepat, ia lalu menoleh dan sudah tak menemukan Ayara yang selalu terpesona ketika melihat istana Alhambra yang dapat dilihat dari hotel tempat Meraka akan menginap.
Karena tak mau menganggu sang bos, Cecar lalu datang ke resepsionis untuk melakukan konfirmasi kembali karena ia sudah memesan dan membayar lunas biaya mereka selama lima hari kedepan menginap di hotel seperti petunjuk yang diperintahkan Ayara.
Ayara kemudian berjalan mengikuti Cecar yang sudah memegang kunci kamar mereka yang ada di lantai 3, hotel ini hanya memiliki tiga lantai karena termasuk Hotel lama yang sudah dipermak sedemikian rupa supaya tidak menghilangkan nilai estetika nya. Setelah selesai meletakkan barang-barang yang di lemari Ayara kemudian berganti pakaian yang lebih nyaman untuk keluar karena saat ini sedang musim panas di Spanyol.
"Anda mau pergi ke mana bos?" tanya Cesar kepada Ayara yang terlihat mengalungkan kamera di lehernya.
"Istana Alhambra." jawab Ayara singkat.
"Again??!! oh God, are you not bored always come to that place every time you come to Granada?" tanya Cecar kembali.
*lagi? ya Tuhan, apa kau tidak bosan selalu datang ke tempat itu setiap kali kau datang ke Granada?
Ayara menggelengkan kepalanya perlahan merespon pertanyaan dari Cesar, ia sudah malas menjawab pertanyaan itu setiap kali datang ke Granada bersama Cesar.
"Apa kau tau Cecar apa sebenarnya alasanku sangat tergila-gila kepada bangunan itu?" tanya balik Ayara kepada sang tangan kanan.
"Sama seperti turis lainnya bukan, kau pasti pesona dengan bangunan tua yang sangat artistik itu." jawab Cecar dengan cepat.
__ADS_1
"No you're wrong." sahut Ayara singkat.
"Then what is the reason?" tanya Cecar kembali.
"I wish I could feel the atmosphere of life in that era, I really want to live there become citizens of the Alhambra At the time ." jawab Ayara jujur dengan mata berbinar-binar.
*Saya berharap saya bisa merasakan suasana kehidupan di masa itu, aku ingin sekali hidup disana menjadi warga Alhambra saat itu.
Cecar terdiam mendengar perkataan sang bos, ia tak menyangka bosnya yang dingin itu punya keinginan yang aneh seperti itu. Ayara tertawa melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Cecar, ia pun akhirnya pergi meninggalkan kamar hotel untuk menuju ke istana Alhambra yang jaraknya hanya 0,3 kilometer dari hotel tempatnya menginap saat ini.
Pada sore hari seperti ini banyak turis yang justru berdatangan ke istana Alhambra, karena memang pemandangan yang ditunjukkan pada senja menuju malam justru membuat istana itu semakin indah untuk dilihat. Istana Alhambra juga sering disebut dengan istilah merah karena bangunannya yang banyak dihiasi ubin-ubin dan bata-bata yang berwarna merah, serta penghias dinding yang berwarna kemerahan dengan keramik yang bernuansa seni islami disamping marmer marmer yang putih dan indah.
"Istana Alhambra berdiri kokoh di Bukit La Sabica, Granada Spanyol dan didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor ( Moria ) secara bertahap antara tahun 1238 M hingga 1358 M"
"Istana ini dilengkapi taman bunga yang indah nan harum, ada juga taman singa ( Hausyus Sibb ) yang dikelilingi oleh 128 tiang yang terbuat dari marmer."
"Di taman ini pula terdapat kolam air mancur yang dihiasi dengan 12 patung singa yang berbaris melingkar dan dari dalam mulut patung singa-singa tersebut keluar air yang memancar."
Suara seorang tour leader terdengar sangat jelas ditelinga Ayara ketika ia baru melangkahkan kakinya ke dalam komplek istana Alhambra, banyak sekali turis dari manca negara yang penasaran dengan istana peninggalan Islam ini. Jadi tak heran jika suara tour leader saling bersahutan memperkenalkan istana Alhambra kepada para turis yang datang sebelum mereka mulai memasuki bagian dalam istana, Ayara yang sudah sering datang ke istana ini tak pergi seorang pendamping lagi karena ia sudah hapal hampir tiap sudut dari istana ini bahkan dengan ruangan bawah tanah istana Alhambra pun Ayara tau.
"Pasti menyenangkan kalau bisa hidup di masa itu." ucap Ayara lirih sambil meraba hiasan kaligrafi yang terukir sempurna di dinding istana.
"Hasil peninggalan sejarah memang indah nona, tapi percayalah kehidupan masa itu pasti sulit. Karena banyaknya peperangan dan pertumpahan darah untuk merebutkan kekuasan antar ras, suku bangsa dan agama." sahut seorang wanita tua yang berdiri disamping Ayara tiba-tiba bicara merespon perkataan Ayara.
"Tak semua yang kita lihat indah sekarang ini didapatkan dan dibangun dengan mudah, pasti ada pengorbanan atas keindahan dan kekokohan bangunan ini. Apalagi dimasa itu adalah masa perang." imbuh wanita tua itu kembali sambil tersenyum.
"Dalila Del Rey." ucap wanita tua itu pelan sambil mengulurkan tangannya ke arah Ayara.
"Akhh saya dengan Ayara... Ayara Turner." jawab Ayara tergagap sambil meraih tangan wanita yang ada didepannya dengan sopan.
"Ayara....nama yang cantik seperti orangnya." sahut sang wanita tua yang memperkenalkan dirinya dengan nama Dalila.
"Anda bisa saya nyonya." jawab Ayara tersipu.
"Oh iya apa anda kemari sendirian?" tanya Ayara sopan.
"No, saya datang dengan beberapa rekan bisnis." jawab nyonya Dalila sambil tersenyum hangat.
"Begitu rupanya, maaf nyonya silahkan lanjutkan saya takut menganggu anda. Saya permisi." pamit Ayara pada sang nyonya yang baru saja ia temui itu.
Nyonya Dalila menganggukkan kepalanya perlahan merespon perkataan Ayara, setelah berpamitan Ayara kemudian pergi meninggalkan wanita tua yang baru ia temui. Saat sedang berjalan sendirian di lorong Ayara tiba-tiba mendengar namanya disebut oleh seorang pria, suara yang Ayara pernah dengar beberapa tahun yang lalu.
"Ayara....Yara..."
Deg
__ADS_1
Deg
Jantung Ayara berpacu dengan cepat, ia lalu menoleh ke kanan dan kiri mencoba mencari tau sosok yang memanggilnya. Indra pendengaran Ayara langsung menangkap jejak sepatu beberapa orang yang sedang berlari semakin dekat dengan tempatnya saat ini berdiri.
"Tak mungkin dia bukan!!" ucap Ayara lirih, Ayara kemudian berlari menjauh meninggalkan tempatnya berada saat ini
"Tuan tunggu tuan...."
"Tuan muda .."
Suara-suata beberapa pria berjas hitam nampak sedang mengejar seorang pria berpakaian rapi yang sedang berlari sambil memanggil nama seorang wanita yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Seorang pria tampan yang menggunakan jas mahal akhirnya sampai ketempat wanita yang tadi ia kejar, ia terlihat mengatur pernafasannya dan berjalan pelan mendekati wanita berambut panjang itu dengan jantung berdebar keras.
"Yara....." ucap pria itu pelan sambil menyentuh pundak wanita yang sedang berdiri di dinding seperti sedang bersembunyi dari seseorang.
Wanita yang disentuh pundaknya oleh pria itu langsung menoleh dengan perlahan ketika merasakan ada tangan besar dipundaknya.
"Kauuu....
🌼Bersambung 🌼
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟
Terima kasih
Nb : Istana Alhambra, Granada Spanyol
__ADS_1