
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting .
Tak lama setelah Ayara pergi dua mobil polisi nampak berhenti di tempat kejadian perkara, dua orang polisi wanita nampak langsung menolong Isabel yang menangis ketakutan disamping Henry dan Michael yang pingsan. Sedangkan polisi lainnya nampak langsung mengurus Henry dan Michael yang pingsan, mereka lalu membawa kedua orang pria yang mengalami banyak luka itu ke mobil untuk dibawa kerumah sakit bersama dengan Isabel yang sudah lebih dulu ada di mobil.
Para pembegal yang sudah tak berdaya pun langsung dibawa menggunakan mobil polisi jenis pickup, mereka langsung meluncur ke kantor polisi untuk memberikan ganjaran yang setimpal.
Sesampainya dikantor polisi para penjahat itu dikeluarkan dari mobil dan langsung dibawa keruang interogasi secara bersama-sama.
"Siapa yang buat kalian seperti ini.?" Tanya seorang polisi berpangkat Briptu pada begal yang masih sadar.
"Seorang gadis pak, tapi saya tak lihat wajahnya karena dia memakai penutup wajah." Jawab sang begal dengan tergagap.
"Gadis kau bilang!!! mana mungkin ada gadis yang bisa melukai banyak orang seperti ini, apalagi sampai membuat kalian terkapar seperti ini. Delapan pria dewasa dikalahkan seorag gadis itu pasti kau mengada-ada kan." Sahut polisi itu tak percaya.
"Benar pak demi tuhan saya tidak bohong...
__ADS_1
Brakkk
Sang polisi langsung mendebrak meja yang ada didepannya dengan keras sehingga membuat semua orang kaget.
"Mana ada seorang gadis bisa mengalahkan sembilan orang pria berbadan besar seperti kalian, apalagi luka yang ia buat bukan luka ringan kan." Pekik sang polisi penuh amarah sambil menatap memar memar ditubuh para begal yang terduduk dilantai.
"Benar Pak, yang menyerang kami adalah seorang gadis kecil kami tidak bohong Pak." Ucap beberapa anak buah si Jampang yang mulai sadar mencoba mencari perlindungan dari polisi dan meminta mereka untuk menangkap si gadis kecil yang membuat mereka terluka seperti saat ini.
"Apa kalian tahu siapa yang menjadi korban kalian kali ini, korban kalian adalah salah satu pengusaha dari Inggris yang perusahaannya sedang naik daun di Jakarta. Perusahaannya pun termasuk sebuah perusahaan besar, kali ini sudah dapat dipastikan kalian tidak akan lolos dari hukuman karena mereka pasti akan menuntut kalian dengan hukuman yang seberat-beratnya. Jadi kalian tidak usah banyak bicara dan memberikan alasan yang tidak masuk akal dengan mengatakan penyerang kalian adalah seorang gadis kecil, karena tidak masuk akal seorang gadis bisa mengalahkan sembilan orang pria berbadan besar seperti kalian yang memang sudah ahli dalam pembegalan seperti ini. Jadi simpan tenaga kalian daripada bicara omong kosong, karena kali ini saya pastikan kalian akan mendekam lebih lama di penjara." Sahut sang polisi dengan penuh amarah karena merasa dipermainkan oleh para begal yang mengaku dikalahkan seorang gadis.
Mendengar perkataan sang polisi membuat sembilan orang begal itu langsung tertunduk lesu, mereka benar-benar tak bisa memberikan alasan lagi karena perkataan mereka semua disanggah oleh polisi. Mereka akhirnya hanya bisa pasrah dan menerima hukuman yang akan menjerat mereka saat ini.
Para polisi itu pun terlihat sibuk berbicara dengan pengacara Henry, mereka terlihat mengangguk-angguk pelan ketika sang pengacara berbicara ia mengatakan ingin menuntut agar para penjahat itu dihukum yang sebesar-besarnya mengingat kerugian yang sudah di buat oleh mereka sangat besar. Selain dari merusak mobil mewah Henry mereka juga melukai fisik Henry dan Michael bahkan hampir memperkosa Isabel, para polisi itu pun berjanji akan memproses para penjahat itu sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Setelah Ayara menolong Henry secara tidak disengaja ia langsung pulang ke apartemennya dan membuka beberapa laptop miliknya dengan cepat, Ayara kemudian melakukan pencarian di internet melalui program yang ia punya untuk meretas kantor Henry. Ia ingin mencari tahu berapa banyak musuh Henry dan berapa banyak yang ingin mencelakainya, mengingat kejadian yang baru saja menimpa Henry membuat Ayara yakin kalau para penjahat itu tidak bekerja sendiri. Ia menduga kalau ada pihak-pihak tertentu yang menunggangi para penjahat kecil itu, karena tidak mungkin seorang pembegal kelas teri sampai menyerang seorang CEO penting apalagi sampai mengetahui kalau Henry hanya pergi bersama Michael.
__ADS_1
"Aku harus mencari tahu siapa otak sebenarnya dibalik penyerangan Henry tadi siang, aku tidak yakin kalau penjahat itu bekerja sendiri apalagi mengingat luka yang mereka buat ke Henry cukup parah." Ucap Ayara lirih sambil menatap database perusahaan Henry yang berhasil ia retas.
"Kalau misalkan dibalik penyerangan itu adalah Ryan tidak mungkin dia bisa santai itu pergi ke rumah sakit, wajahnya sama sekali tak menyakinkan kali dia menjadi dalang kejahatan. Dia lebih terlihat seperti orang linglung daripada seorang otak penyerangan." Imbuh Ayara pelan sambil mengingat pertemuannya dengan Ryan di rumah sakit.
Ayara mencoba menganalisa sendiri dan menebak-nebak orang-orang yang berpotensi untuk melukai Henry, nama-nama partner yang ada di dalam database yang kini dipegang Ayara tak ada satu pun yang ia kenal. Apalagi ia belum mendapatkan banyak informasi mengenai perusahaan Henry, sejak kecil Ayara sudah diajari berpikir seperti ini oleh sang kakek. Karena sang kakak yang bernama Yamashita Takeda adalah seorang pengusaha dan mantan seorang pemimpin geng Yakuza yang cukup terkenal di daerah tempat tinggalnya dulu, oleh karena itu pikiran Ayara otomatis berjalan dengan sendirinya ketika bisa kejadian seperti ini. Darah mafia Jepangnya langsung bekerja ketika ada kejadian seperti ini.
"Aku harus mencari tahu siapa orang-orang itu, Luke Corporation pasti punya aset yang cukup besar sampai Henry diincar seperti ini atau jangan-jangan permusuhan Ryan dan Henry juga ulah orang itu ya." Gumam Ayara pelan bicara sendiri.
Ayara makin penasaran dan memutuskan untuk kembali datang ke sisi Henry untuk menjadi bodyguard walau ia harus kembali tersiksa menggunakan korset yang cukup ketat dan rambut palsu yang menyebalkan.
"Ok besok aku akan datang kembali ke Henry, aku bisa mati penasaran kalau tak berhasil menguak rahasia ini." Ucap Ayara pelan sambil menatap perlengkapan penyamarannya yang ia simpan di lemari khusus.
🌸Bersambung 🌸
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting .
__ADS_1
Terima kasih kakak-kakak.
Love u all.