Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Me now vs old me


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak. 


Terima kasih


Ayara yang sedang salah tingkah luar biasa tak bisa berbuat apa-apa saat Henry mulai membawanya naik ke lantai dua menuju kamar mereka, ia hanya bisa diam sambil mencengkram erat baju Henry yang sedang menggendongnya ala bridal style menaiki anak tangga satu demi satu.


Dengan menggunakan kakinya Henry mendorong pintu kamar dan langsung masuk ke dalam dengan cepat, setelah mengunci pintu Henry membaringkan Ayara diatas tempat tidur dengan hati-hati.


"A-aku mau kekamar mandi," ucap Ayara terbata.


"No, ceritakan semua padaku secara detail. Bagaimana kau bisa menyukai aku dua tahun yang lalu?" tanya Henry perlahan sambil duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur.


"Aku tak menyukaimu, yang aku suka Cold Prince. Dan aku tak tau kalau itu dirimu," jawab Ayara dengan cepat sambil membuang wajah ke arah lain.


"Sama saja sayang, Cold Prince adalah aku..."


"Beda, Cold Prince adalah pemuda umur dua puluh tahunan yang membuat banyak gadis menyukainya sedangkan kau adalah om-om menyebalkan tukang marah," sahut Ayara dengan cepat memotong perkataan Henry.


"Om-om..kau sebut suamimu om-om," ucap Henry pelan menahan diri agar tak langsung menyerang Ayara, ia terlihat sangat menahan dirinya agar tak langsung memakan Ayara saat ini juga.


"Memang om-om, beda usia kita saja jauh. Sedangkan Cold Prince yang aku suka usianya tak jauh berbeda dariku," jawab Ayara dengan cepat.


Henry tersenyum mendengar perkataan istrinya itu, walaupun yang dibahas oleh sang istri adalah dirinya sepuluh tahun yang lalu namun Henry sangat kesal saat dibandingkan dengan dirinya yang ada di masa lalu.

__ADS_1


Tanpa bicara lagi Henry terlihat membuka kancing bajunya satu demi satu dan langsung melepaskan kemejanya begitu saja di lantai, setelah membuka kemeja Henry pun beralih melepaskan celana panjang yang ia pakai. Ayara yang sedang melihat ke arah lain langsung shock soal melihat sang suami kini sudah tak terlindung apapun lagi, deretan otot perut yang keras terlihat dikelas oleh Ayara.


"K-kenapa kau membuka semau bajumu Henry?!" tanya Ayara panik sambil memegang ujung selimut yang dipakai untuk menutupi tubuhnya.


"Bukankah kau ingin bukti dariku," jawab Henry pelan sambil berjalan mendekati ranjang.


"Bukti, bukti apa ..aku tak bilang apa-apa Henry," ucap Ayara dengan suara meninggi.


"Bukankah tadi kau mengatakan kalau aku adalah seorang om-om yang menyebalkan," sahut Henry dengan cepat.


"Itu aku...aku..."


"awwww..."


"Cold Prince adalah sebutan yang diberikan anak buahku saat aku memimpin mereka sepuluh tahun yang lalu, saat usiaku masih 23 tahun. Dan sekarang aku suamimu sudah berusia 33 tahun, dan kau menyebutku sebagai om-om. Bukankah itu sebuah penghinaan yang memancing ya sayang," bisik Henry perlahan sambil menurunkan tangannya menuju ke kancing pakaian Ayara.


"Itu a--aku maksudnya tadi itu aku mmpphhhh,"


Henry mencium bibir Ayara dengan cepat sehingga membuat Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya, saat kedua tangannya akan mendorong Henry menjauh darinya tiba-tiba saja Henry mengunci kedua tangan Ayara diatas kepalanya menggunakan satu tangannya sehingga saat ini Ayara tak bisa bergerak leluasa karena ia benar-benar berada dalam kekuasaan Henry.


"Kalau begitu biar om-om ini menunjukkan padamu permainan orang dewasa sayang," bisik Henry pelan sambil menjulurkan lidahnya menyusuri leher Ayara yang bulu kuduknya sudah meremang.


"Henry oh stoppp...maaf mmmpphh,"

__ADS_1


Ayara tak bisa bicara dengan sempurna karena Henry kembali menciumnya, saat Henry menciumnya tangan kanannya nampak bergerilya di area dada Ayara yang sontak membuat Ayara menggila. Cengkraman dan permainan tangan Henry di dadanya membuatnya lemah seketika.


Sebuah senyum tersungging di wajah tampan Henry saat menyadari istrinya sudah kelelahan, dengan cepat ia melepaskan kedua tangan Ayara yang ia kunci diatas kepalanya. Setelah itu dengan gerakan cepat Henry membuka paksa blouse yang dipakai Ayara sehingga beberapa buah kancing yang masih terpasang langsung berhamburan seketika. Ketika blouse yang dipakai Ayara berhasil terbuka semua Henry langsung mengeluarkan sepasang bukit indah milik Ayara yang masih tersembunyi di balik bra berenda warna hitam dan tanpa menunggu lama Henry langsung melahap salah satu Little Pingky Pie kesukaannya dengan rakus sedangkan Little Pingky Pie yang lain sedang dipilin-pilin oleh Henry dengan cepat sehingga membuat Ayara menggelinjang kegelian.


"Henry...ouchh," Ayara memekik keras saat Henry membimbingnya naik ke atas tubuh Henry yang sudah bersandar di dinding ranjang dengan tubuh yang sudah menyatu.


"Tenang, aku tak akan bermain kasar..." jawab Henry pelan, nafasnya naik turun menikmati rasa luar biasa. Berrcinta dalam posisi Woman on Top benar-benar membuatnya gila.


"A-aku tak bisa Henry..." ucap Ayara pelan sambil mencengkram kuat pundak Henry yang ia gunakan sebagai pegangan.


"Baiklah kau diam biar aku yang mmmphh..."


"Akkk Hheennnryyyy...." Ayara menjerit keras saat Henry mulai menggerakkan panggulnya dari bawah tubuh Ayara.


🌼 bersambung 🌼


🍀🍀 Henry memberikan sedikit pelajaran pada istrinya lewat jalur privat tanpa ada seorangpun yang mengganggu, menikahi orang yang ia cintai membuat Ayara bahagia walaupun ia masih menyembunyikan perasaan sebenarnya dari Henry. Bagaimana kelanjutan lika liku kehidupan mereka?


Jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.


Jangan lupa juga untuk VOTE.


Terima

__ADS_1


__ADS_2