Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Pulang ke rumah "kita"


__ADS_3

Jangan lupa vote dan ratting bintang lima


Terima kasih


Tangis Ayara pecah saat kembali mendengar suara Alfredo Del Castillo ditelepon, ia semakin tak bisa menguasai dirinya saat mendengar suara sang mommy yang akhirnya ikut bicara.


"Sayang..."


"Huhuhuhu kalian jahat, kalian anggap aku anak kecil bodoh yang tak tau apa-apa. Kalian tega, kalian jahat...."


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ponsel yang ada di tangannya sudah diambil lagi oleh Henry, Henry tak tega melihat Ayara menangis histeris seperti itu. Apalagi saat ini Ayara baru saja sembuh, oleh karena itu ia memilih mengambil alih ponselnya dari tangan sang istri.


"Hallo Yara...sayang hallo,"


"Yes mom, its me Henry," jawab Henry dengan cepat menjawab panggilan sang ibu mertua yang sejak tadi memanggil nama Ayara ditelepon yang masih tersambung itu.


"Henry, dimana Yara nak?"tanya Raisa dengan cepat.


"She can't talk now, she can't control himself right now," jawab Henry pelan sambil berjalan keluar dari kamar perawatan Ayara.


*dia tak bisa bicara saat ini, dia sedang tak bisa mengontrol dirinya sekarang.


"Does Ayara cry?"tanya Raisa kembali dengan suara parau.


*apa Ayara menangis?


"Yes she cried, where are you guys right now? does it need to be picked up? " jawab Henry singkat.


*iya dia menangis, sekarang kalian dimana? apakah perlu dijemput?

__ADS_1


"Tidak usah nak, kami sedang dalam perjalanan pulang dari Sevilla menuju Cordoba. Kami sudah ada di dalam taksi, kau tak usah ngejemput lebih baik kau dirumah saja menenangkan Yara dan bersiap menunggu kami datang," jawab Raisa lembut dengan suara parau.


Henry terdiam cukup lama mendengar perkataan Raisa, ia tak menyangka kalau sang mertua kini sudah dalam perjalanan menuju Cordoba. Ia tak mungkin mengatakan semua yang terjadi saat ini di Barcelona pada Raisa yang memiliki hati lembut itu, dengan sopan Henry meminta ibu mertuanya untuk memberikan ponsel kepada sang ayah mertua. Ia ingin bicara secara langsung dengan ayah mertuanya itu karena takut membuat sang ibu mertua shock kalau ia mengatakan hal yang sebenarnya kepada dirinya.


Tak lama kemudian Henry terlibat pembicaraan cukup serius dengan Alfredo Del Castillo ditelepon, berkali-kali ia pun mengulangi perkataan yang sama karena Alfredo tak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan.


"Yara, anakku bagaimana dengan Ayara anakku?"tanya Alfredo dengan suara meninggi.


"Saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik, ia hanya mengalami sedikit trauma psikis yang menurut dokter membutuhkan sedikit waktu untuk sembuh. Namun dengan didampingi setiap hari dokter yakin Ayara akan bisa cepat kembali seperti sedia kala," jawab Henry pelan mencoba untuk menjelaskan kondisi Ayara saat ini.


"Ya kamu harus terus menemani Yara, walau bagaimanapun Yamashita Ryuichi adalah ayah kandungnya. Aku yakin dia pasti memiliki sedikit kesedihan untuk Ryuichi, oleh karena itu aku mohon padamu jangan pernah jauh sedikit pun dari Yara. Ia membutuhkanmu Henry," ucap Alfredo dengan cepat.


"Aku tau Dad, aku tak akan mungkin meninggalkan Yara. Apalagi saat ini Yara sedang mengandung anak pertama kami dad," jawab Henry lembut sambil tersenyum.


"Will i be a grandfather? I will be a grandfather? You're serious Henry, you're not lying right," jerit Alfredo Del Castillo dengan keras di telepon sehingga membaut Henry harus menjauhkan ponselnya dari telinga karena suara Alfredo yang sangat keras itu.


*Apaaa aku akan menjadi kakek? aku akan menjadi kakek? Kau serius, Henry, kau tidak berbohong bukan.


*Aku serius, usia kandungannya sudah memasuki usia lima minggu saat ini.


"Oh my God ... Henry I am very glad to hear that. Oh my God, thank you for your gift," pekik Alfredo Del Castillo kembali.


*Ya Tuhan ... Henry aku sangat senang mendengarnya. Ya Tuhan, terima kasih atas pemberianMU.


MENDENGAR ALFREDO BERTERIAK DAN MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA TUHAN BERKALI-KALI MEMBUAT


Mendengar Alfredo berteriak dan mengucapkan terima kasih berkali-kali kepada Tuhan membuat Raisa penasaran, Ia lalu bertanya kepada suaminya apa yang sebenarnya sedang terjadi. Begitu Alfredo mengatakan kalau saat ini Yara sedang hamil Raisa pun tak kalah histeris, ia berteriak sambil memeluk Alfredo dengan kuat padahal saat ini di pangkuannya sedang ada Ace yang masih belum mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Ok Henry, kau jaga Yara baik-baik. Kau tau kan Yara seperti apa, tolong pastikan dia tetep tenang dan tak melakukan kegiatan apapun," pesan Raisa berkali-kali mengatakan kalimat yang sama.

__ADS_1


"Iya mom, aku tau. Dokter sudah mengatakan semuanya kepadaku untuk menjaga Ayara dengan baik," jawab Henry sambil tersenyum.


"Oh Henry terima kasih nak, terima kasih sudah memberikan hadiah terindah ini dalam kehidupan kami. Kau luar biasa Henry, aku sangat bersyukur sekali memiliki menantu sepertimu," ucap Raisa kembali.


"Aku yang beruntung memiliki Ayara dan kalian semua dalam hidupku, aku sangat..."


Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya saat melihat Ayara sudah berdiri di depan pintu ruang perawatan dengan menatapnya tanpa berkedip.


"Mom, kita lanjutkan nanti. Aku harus pergi sebentar," ucap Henry pelan.


"Ok, see you soon. Bye,"jawab Raisa diujung telepon dengan cepat.


Setelah memutus panggilan telepon sama mertua, Henry kemudian berjalan menuju arah sang istri yang sedang berpegangan pada daun pintu tanpa bicara.


"Sayang..."


"Aku mau pulang," ucap Ayara dengan cepat memotong perkataan Henry dengan cepat.


"Iya sayang, sebentar lagi kita akan pulang ke rumah," jawab Henry sambil tersenyum.


"Go home to our own home to Dublin, I don't want to meet them," sahut Ayara dingin.


*Pulang ke rumah kita sendiri ke Dublin, aku tidak ingin bertemu dengan mereka.


🌼Bersambung🌼


Jangan lupa vote ya Kakak-kakak, bantu novel Bodyguard cantik tetap ada diranking 10 besar seperti kemarin. Sekali lagi terima kasih atas antusias kakak-kakak semua.


I love you kakak-kakak, maafkan thor kalau selama ini masih banyak kekurangan.

__ADS_1


🌹 find me on Instagram : nafadila2216


__ADS_2