
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE.
Henry yang terpancing emosi langsung memberikan pukulannya berkali-kali pada Dmitry, ia kenal baik dengan Josephine Baurer yang baru saja muncul di video yang Ayara putar. Josephine adalah seorang gadis baik yang suka menolong orang, gadis pertama yg membuat Henry jatuh cinta dikampus dulu. Akan tetapi karena Dmitry bergerak lebih agresif dari dirinya alhasil hati Josephine pun luluh pada Dmitry dan Henry hanya bisa mengalah dan tetap memilih menjadi teman saja bagi mereka berdua.
"Pantas saja sejak lulus kuliah aku tak mendengar kabar tentang Josephine atau keluarganya, ternyata kaulah biang kerok dari kehancuran keluarganya Dmitry!!" pekik Henry menggila, ia tak berhenti melancarkan pukulan di wajah Dmitry.
"Jangan pukul dia terus tuan Luke, anda bisa berurusan dengan polisi nanti," ucap Alfredo mencoba untuk menenangkan Henry yang masih menggila dan membantu Henry untuk bangun dari tubuh Dmitry yang ia duduki.
"Dia tak pantas hidup tuan, dia ini iblis," jawab Henry penuh emosi sambil menginjak perut Dmitry.
"Biarkan pihak interpol yang mengurusnya tuan Luke," sahut Ayara pelan sambil menahan senyum.
Alfredo, Henry dan Ryan langsung menoleh ke arah Ayara dengan pandangan bingung yang langsung membuat Ayara menyadari kesalahannya karena sudah keceplosan.
"A--aku dapat info dari orang yang mengirimkan kertas-kertas yang aku bawa tadi dadd," ucap Ayara tergagap saat menyadari kebodohannya karena terlalu banyak bicara.
"Benarkah?!bagus kalau begitu jadi kita tak perlu susah-susah menelfon pihak yang berwajib," sahut Alfredo singkat.
Ayara menganggukkan kepalanya berkali-kali merespon perkataan sang daddy dengan tersenyum lebar sehingga deretan giginya yang putih terlihat jelas, melihat tingkah Ayara membuat Henry menahan tawa.
Tak lama kemudian interpol yang dimaksud pun datang, mereka datang dengan membawa Luigi terlebih dahulu yang sudah dijemput dikediaman Dmitry. Saat Dmitry dibawa ke dalam mobil polisi internasional itu Alfredo nampak berdiri disamping Ryan yang masih memegangi pengacara pribadinya Roberto Philips.
"Terima kasih tuan Del Castillo atas bantuan anda membantu kami menangkap penjahat internasional ini, banyak orang yang sudah menjadi korbannya selama ini dan jujur kami sedikit kesulitan menangkapnya karena lihainya Mr Brown di tiap aksinya," ucap Mr Jonas sang komandan interpol yang memimpin penangkapan Dmitry Brown ke rumah Alfredo.
"Sebenarnya bukan hanya saya tuan Jonas, akan tetapi ada orang lain yang membantu saya...
"Akh iya saya hampir lupa, kami juga mendapatkan info tentang aksi Mr Brown kali ini ada orang lain tuan. Orang itu memakai nama Anonymous Man, dia juga yang meminta kami datang ke tempat anda," sahut Mr Jonas memotong perkataan Alfredo.
"Anonymous Man," ucap Alfredo lirih.
"Iya tuan, coba lihat ini," jawab Mr Jonas sambil menunjukkan sebuah email dari account yang bernama Anonymous Man yang berisikan bukti-bukti kejahatan Dmitry Brown selama ini, di email itu juga ditambahkan rencana terbaru Dmitry untuk menjebak Alfredo dengan memberikan informasi palsu mengenai tempat untuk pembangunan perusahaan komunikasi yang sedang ia bangun di sebuah kawasan hutan dilindungi di daerah St Moritz, Swiss.
Alfredo nampak menganggukkan kepalanya perlahan begitu pula dengan Henry dan Ryan, hanya ayara saja yang ekspresinya datar. Namun ia tiba-tiba merubah ekspresinya karena menyadari kesalahannya lagi, ia harus terlihat antusias supaya tak ada yang curiga bahwa Anonymous Man adalah dirinya.
"Ya sudah kalau begitu tuan Del Castillo, saya permisi. Kami harus membawa penjahat ini ke mahkamah internasional untuk di proses, kejahatannya harus segera mendapatkan balasan," ucap Mr Jonas berpamitan pada Alfredo sambil mengikuti tangannya ke arah Alfredo.
"Baik tuan, semoga Mr Brown segara mendapatkan balasan yang setimpal. Terima kasih atas bantuan anda," jawab Alfredo ramah menjabat tangan Mr Jonas.
"Terima kasih bantuannya Mr Jonas, dia harus mendapatkan balasan yang setimpal atas semua kejahatannya," imbuh Henry pelan ikut menjabat tangan Mr Jonas.
"Tentu saja, seorang penjahat buruan polisi internasional pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kalau begitu kami permisi," pamit Mr Jonas ramah sambil menjabat tangan Ryan yang juga terulur kepadanya.
"Hati-hati dijalan tuan," ucap Ryan ramah.
"Sure...kami permisi dan terima kasih, sampai jumpa semuanya," sahut Mr Jonas singkat sambil menganggukan kepalanya perlahan sebagai bentuk ucapan terima kasih karena sudah membantunya menangkap Dmitry Brown.
Alfredo, Henry dan Ryan membalas anggukan kepala Mr Jonas, mereka lalu masuk ke dalam rumah setelah mobil iring-iringan polisi internasional itu tak terlihat lagi dari pandangan mereka.
Di ruang tamu Ayara pura-pura sibuk dengan membaca kertas-kertas yang tadi ia bawa, ia pura-pura belum membacanya supaya tak membuat semua orang curiga pada dirinya. Sementara itu Alfredo terlihat sedang melakukan sidang terhadap pengacara pribadinya yang ternyata berkomplot dengan Dmitry Brown dengan iming-iming sebuah pesawat jet kalau ia mau membantu menjatuhkan Alfredo Del Castillo.
"Kurang baik apa aku padamu Robert?" tanya Alfredo berkali-kalidengan suara meninggi menahan emosi dan kekecewaannya pada pengacara pribadinya itu.
"Maaf tuan," jawab Roberto Philip terbata.
__ADS_1
"Lebih baik kita serahkan saja ke pihak yang berwajib tuan," ucap Ryan memberikan pendapatnya pada Alfredo.
"Tapi bukankah lebih baik kita introgasi dia terlebih dahulu saja untuk mengetahui sejauh apa kejahatannya selama ini pada tuan Alfredo Mr Bray," sahut Henry menolak secara halus usulan Ryan.
"Itu tugas polisi Mr Luke, kita sebagai warga negara yang baik harusnya...
"Harusnya kita memberikan ia hukuman seberat mungkin terlebih dahulu sebelum diserahkan ke polisi, supaya dia jera," ucap Ayara tiba-tiba tanpa rasa bersalah.
Alfredo dan Henry langsung menoleh ke arah Ayara yang duduk dibelakang mereka dengan cepat saat mendengar perkataan Ayara yang spontan seperti itu, begitu pula dengan Ryan yang juga langsung menatap Ayara dengan tajam.
"Apa?kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Ayara dengan cepat.
"Kira-kira menurut nona Del Castillo hukuman apa yang pantas untuk seorang...
"Seorang pengkhianat ? hukuman mati aku rasa itu cukup," ucap Ayara memotong perkataan Ryan dengan cepat.
Bruk
"Ampun tuannn ampuni saya ... saya khilaf tuan," pekik Roberto Philips panik sambil berlutut dihadapan Alfredo begitu mendengar perkataan Ayara.
"Ampun tuannn...ampuni saya tolong maafkan saya tuan, saya janji tak akan mengulanginya lagi tuan. Anak saya masih kecil dan butuh biaya bagaimana nasibnya kalau saya mati tuan..." isak Roberto meminta pengampunan dari Alfredo, ia teringat dengan nasib ketiga anaknya yang masih sekolah.
"Sebelum anda menghianati daddy saya apa anda pernah berfikir ke arah sana tuan Robert ? apa anda memikirkan nasib saya dan adik saya yang masih kecil itu jika hal buruk menimpa daddy ?! apa anda memikirkan nasib mommy saya jika terjadi sesuatu pada suaminya ?! sangat egois rasanya jika sekarang anda minta maaf pada daddy saya dengan alasan anak-anak anda yang masih kecil, sebelum berbuat sesuatu pikirkan akibatnya terlebih dahulu untuk orang lain," ucap Ayara dengan suara lantang merespon perkataan Roberto Philips.
"Nonaa... saya khilaf nona, saya tergoda dengan uang yang ditawarkan oleh tuan Brown waktu itu nona," jawab Roberto Philips sambil menangis.
"Lalu kebaikan daddy ku selama ini padamu kau lupakan begitu saja karena tawaran si Dmitry itu ya, wah luar biasa sekali anda tuan Philips. Sudahlah terima saja hukuman yang akan berikan daddy padamu, aku yakin anakmu pasti akan sedih melihat ayahnya seperti ini," sahut Ayara datar dengan nada menusuk sambil menatap tajam ke arah Roberto Philips yang sedang berlutut dihadapan Alfredo.
"Tapi bagiku si tak ada kata maaf untuk seorang penghianat selain hukuman yang seberat-beratnya," imbuh Ayara singkat menambahkan perkataannya yang sebelumnya, ia kemudian berjalan pelan meninggalkan ruang tamu dimana semua orang terdiam mendengar perkataannya termasuk Raisa yang duduk di sofa tak jauh dari tempat Alfredo melakukan sidang pada Roberto Philips.
"Ternyata sesakit itu hatimu sayang, maafkan mommy kau harus mengalami semua ini," ucap Raisa dalam hati, ia tau kalau Ayara mengeluarkan sikap seperti itu karena teringat dengan pengkhianatan Ryuichi terhadap dirinya bertahun-tahun lalu.
Alfredo yang melihat ekspresi kesedihan diwajah Raisa yang duduk tak jauh darinya langsung mengerti bahwa apa yang baru saja dikatakan Ayara adalah bagian dari kemarahannya yang mengingat masa lalu, ia kemudian meminta anak buahnya untuk mengurus Roberto Philips.
Tak lama setelah Owen membawa Roberto Philips pergi ke kantor polisi Ryan pun pamit pada Alfredo karena harus mengurus beberapa berkas penting miliknya yang ada di kediaman Dmitry, ia harus segera mengamankan berkas-berkas pentingnya dimana saat ini sudah ada Joshua di kediaman Dmitry bersama beberapa orang polisi.
"Kau tak ikut pergi ketempat Dmitry?" tanya Ryan setengah berbisik pada Henry yang terlihat tak bersiap-siap pergi.
"Untuk apa? aku tak sebodoh dirimu yang dengan polosnya mempercayainya Ryan," jawab Henry sambil tersenyum lebar.
"Kau...
"Aku mengenalnya sudah lebih dari empat tahun Ryan, dia adalah teman kuliahku jadi aku tau betul sifatnya seperti apa. Jadi lebih baik kau segeralah pergi ke rumahnya dan amankan berkas-berkas perusahaan barumu itu sebelum perusahaanmu benar-benar hancur olehnya," ucap Henry memprovokasi Ryan.
Ryan terlihat menahan emosinya agar tak lepas kontrol saat ini, ia tak mau bertengkar dengan Henry dihadapan Alfredo. Ia tak mau Alfredo menilainya jelek, ia harus bisa mengambil hati Alfredo agar bisa mendekati Ayara dengan mudah. Oleh karena itu Ryan memilih untuk segera pergi dari hadapan Henry meninggalkan kediaman Alfredo.
Melihat Ryan pergi Henry tersenyum ia lega akhirnya rival terbesarnya pergi, kesempatannya untuk mendekati Ayara lebih besar saat ini.
"Terima kasih tuan Luke, saya yakin tadi anda menahan saya tanda tangan terlebih dulu karena ingin mengulur waktu bukan," ucap Alfredo pelan sambil menikmati teh yang baru saja dibawakan pelayan.
"Betul tuan, sebenarnya kalau tadi nona Del Castillo tidak turun membawa berkas-berkas bukti kejahatan Dmitry saya yang akan membongkarnya akan tetapi sepertinya putri anda langsung bertindak cepat begitu ia mendapatkan info dari...
"Anonymous Man maksud anda, " tanya Alfredo memotong perkataan Henry.
__ADS_1
"Iya betul tuan, saya penasaran dengan orang itu," jawab Henry sambil tersenyum.
"Kadang seperti itu adalah orang baik yang berbuat baik tanpa mau diketahui orang tuan, saya yakin dia baik," ucap Alfredo pelan.
"Iya tuan anda benar....
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya karena melihat Ayara turun dari lantai dua dengan membawa busur panah di pundaknya, Alfredo tersenyum ketika melihat Henry terpukau pada putrinya.
"Pergilah temani anakku berburu tuan, kemarin anda sudah akrab dengan Hexon aku rasa sekarang kudaku itu akan makin akrab dengan anda kedepannya," ucap Alfredo pelan sambil menepuk pundak Henry perlahan.
"Bolehkah saya pergi dengan...
"Pergilah, temani Ayara. Aku yakin suasana hatinya sedang buruk saat ini, pergi dan hiburlah putriku," ucap Alfredo kembali memotong perkataan Henry.
Tanpa diperintah dua kali Henry pun langsung berlari menyusul Ayara ke kandang Ciripa dan Hexon, saat Ayara memasang pelana pada punggung Ciripa dengan cepat Henry meraih pelana milik Hexon dan memasangkannya di punggung Hexon.
"Kau...ku kira kau pergi bersama...
"Ayo pergi dari sini, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Henry memotong perkataan Ayara sambil memegangi pinggang Ayara dan mengangkatnya dengan cepat naik ke atas punggung Ciripa.
"Aku bisa naik sendiri," sahut Ayara ketus dengan wajah memerah sesaat setelah Henry menyentuh pinggangnya.
"I know, I'm just trying to help you anonymous man," ucap Henry setengah berbisik.
Deg
Jantung Ayara berdetak dengan sangat cepat mendengar perkataan Henry, kedua matanya membulat sempurna seketika.
"Henry kau...
"Kejar aku baru aku mau menjawabnya...Hexon go hiyaaa..." jawab Henry setengah berteriak sambil memacu Hexon pergi dari area kandang meninggalkan Ayara yang sangat shock.
"Henry tunggu... Ciripa ayo kejar kakakmu Hexon...hiyaaa....
πΌ Bersambung πΌ
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
__ADS_1
Terima kasih