Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ikan salmon


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Ayara menatap dirinya didepan kaca besar yang ada di sebuah toilet yang ada di gedung dekat tempat hotel Dmitry menginap sambil tersenyum, ia yang memiliki kulit bak orang Jepang dan mata yang sedikit sipit membuatnya benar-benar mirip dengan orang Korea saat ini apalagi dengan penampilannya yang memakai hanbok cantik yang membuatnya sangat cantik. Ayara sengaja memilih memakai hanbok karena tau hotel tempat menginap Dmitry tiap malam diadakan pesta, oleh karena itu ia ingin memanfaatkan momen itu untuk menyelinap masuk.


Semua peralatan sadap yang diberikan Cecar sudah ia simpan di paha yang ikat dengan tali khusus sehingga tak akan jatuh ketika ia pakai untuk berjalan.


"Anda yakin nona bos?" tanya Cecar kembali saat melihat Ayara keluar dari toilet.


"Tentu saja, aku tak mungkin membiarkan penyamaranku ini sia-sia. Apalagi aku sudah memakai make-up secantik ini, jadi aku tak mungkin membatalkannya," jawab Ayara dengan cepat penuh keyakinan.


Mendengar jawaban Ayara membuat Cecar diam, ia akhirnya pun pasrah karena tau niat sang bos tak bisa diganggu gugat. Ayara yakin ingin melakukan hal berbahaya seperti ini karena berhubungan dengan keselamatan Henry, ia tau kalau Dimitry bukanlah orang yang mudah. Oleh karena itu ia harus berhasil dalam misinya kali ini supaya lebih mudah untuk mengambil tindakan selanjutnya, karena menyadap melalui laptop sangat merepotkan.


Dengan penuh percaya diri Ayara berjalan menuju pintu utama, ia berhasil melewati pemeriksaan pertama karena ia dirasa cukup cantik untuk masuk ke dalam. Kedua petugas yang berjaga di pintu bahkan sempat menggoda Ayara, namun Ayara tak gubris. Ia lebih fokus untuk masuk ke dalam hotel dan mencari Dmitry Brown. Saat sudah di dalam hotel jantung Ayara berdegup kencang ketika melihat hampir di setiap sudut ada orang yang sedang memadu kasih, saling memagut madu tanpa malu di tempat umum. Darah Ayara berdesir dan langsung mengingat Henry ketika melihat adegan itu, wajahnya pun langsung memerah seketika yang membuatnya terlihat sangat cantik.


"Ada apa denganku," ucap Ayara dalam hati, ia tiba-tiba merasa panas. Padahal AC di dalam hotel itu begitu dingin, dengan cepat Ayara melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu namun baru beberapa langkah tiba-tiba ada tangan besar yang menyentuh pundaknya.


"Hei kau layani aku, aku butuh teman minum," ucap seorang pria dengan suara parau dibelakang Ayara, dari mulutnya tercium aroma alkohol yang sangat kuat.


"Maaf tuan, saya sudah diminta menemani seseorang," jawab Ayara pelan menolak permintaan pria dibelakangnya.


"Hei kau kira dirimu siapa, aku butuh wanita cantik malam ini dan kau harus menemaniku kalau tidak maka aku akan..."


"Maka aku harus menghadap tuan Brown dan meminta ijin padanya bahwa anda memintaku untuk menemani anda," ucap Ayara dengan cepat memotong perkataan pria yang ada dibelakangnya.

__ADS_1


Mendengar nama Brown disebut membuat pria itu langsung melepaskan tangannya dari pundak Ayara, ia pun langsung pergi dari Ayara tanpa bicara.


"Ada gunanya juga aku menyebut namanya," ucap Ayara dalam hati, setelah memastikan tak ada orang lagi Ayara kemudian masuk ke dalam lift menuju ke lantai 23 tempat dimana Dmitry berpesta.


Sesampainya dilantai 23 saat Ayara keluar dari lift aroma alkohol dan rokok tercium sangat kuat, Ayara menahan indra penciumannya agar terbiasa dengan semua itu. Ia melangkahkan kakinya dengan perlahan mencari ruangan Dmitry, tujuannya adalah kamar Dimitry.


Grebb


Tiba-tiba ada tangan besar kembali melingkar di pinggang Ayara yang membaut Ayara kaget.


"Kenapa lama sekali, aku kan bilang butuh teman minum kenapa pihak hotel ini lama sekali memberikan aku partner hah?" tanya pria itu dengan suara berat, Ayara yakin pria yang memeluknya dari belakang ini sudah sangat mabuk.


"Ayo jawab kenapa diam saja hah!!!" hardik pria mabuk itu kembali dengan suara keras, Dmitry Brown yang sedang duduk di ujung lorong bahkan sampai menoleh ke arah mereka yang sontak membuat Ayara panik. Ia tak boleh ketahuan secepat ini, tanpa pikir panjang Ayara segera mendorong pria yang memeluknya itu masuk ke dalam kamar yang ada dibelakang mereka.


Sang pria itu langsung tersenyum saat Ayara mengajaknya ke dalam kamar, ia langsung membuka pakaiannya dan duduk diatas ranjang. Dengan arogan ia membuka kedua kakinya lebar dan meminta Ayara untuk mendekat.


Ayara yang sedang berdiri dihadapan pria itu tersenyum, perlahan ia membuka hanbok yang membalut tubuhnya secara perlahan. Sang pria yang ada dihadapan Ayara tertawa terbahak-bahak, ia benar-benar sudah tak sabar ingin mendapatkan servis dari wanita yang ada dihadapannya tanpa tau sebenarnya dibalik hanbok yang dipakai Ayara ia masih mengenakan pakaian lengkap. Saat pria itu mengalihkan pandangannya ke arah meja untuk mengambil minuman keras, saat itu pula Ayara dengan cepat melemparkan beberapa buah jarum ke leher pria tersebut yang sontak membuat pria itu terdiam beberapa saat dan langsung terkulai lemas tak sadarkan diri.


Rupanya Ayara melemparkan jarum berisi obat bius di ujungnya, sehingga saat jarum-jarum itu terkena aliran darah sontak orang yang terkena jarum itu akan pingsan dalam hitungan detik. Melihat pria yang ada dihadapannya pingsan Ayara segara mendekati pria itu untuk mencari tau identitas pria tersebut.


"Okada Rui," ucap Ayara lirih saat membaca identitas pria yang sudah berhasil ia taklukan, Okada Rui adalah tangan kanan Yamashita Ryuichi yang ditugaskan mengawal Dmitry selama di Busan.


Tanpa pikir panjang Ayara meraih ponsel pria itu untuk melihat isinya, jantungnya berdegup kencang saat membaca semua pesan yang dikirimkan Yamashita Ryuichi padanya. Rupanya Yamashita Ryuichi meminta Okada Rui untuk mengawasi Dmitry Brown dan apabila Dmitry Brown gagal ia diminta untuk menyingkirkan Dmitry Brown dengan cepat.


"Benar-benar pria tanpa hati," ucap Ayara lirih, perlahan Ayara mamasang alat sadap dalam ponsel Okada Rui. Ia senang karena berhasil menangkap ikan salmon besar walaupun sasaran utamanya hanya seekor ikan tuna, hanya butuh waktu lima menit bagi Ayara memasang alat sadap di ponsel Okada Rui. Saat akan keluar dari kamar pria itu tiba-tiba Ayara mendengar suara gaduh dari arah lemari pakaian, karena penasaran Ayara mendekati lemari itu dan membukanya perlahan.

__ADS_1


Betapa kagetnya Ayara saat melihat dua orang gadis muda terikat didalam lemari tanpa menggunakan pakaian, mulutnya tersumpal sapu tangan sehingga mereka berdua tak bisa bicara.Hanya mata yang mengalirkan air matalah yang menunjukkan betapa ketakutannya kedua gadis malang itu. Tanpa pikir panjang Ayara melepas ikatan pada tangan kedua gadis itu, dan melepaskan sumpal yang terpasang di mulutnya.


"닥쳐, 난 악당이 아니야, " ucap Ayara pelan menggunakan bahasa Korea yang tak begitu lancar.


*dagchyeo, nan agdang-i aniya/ diam, aku bukan penjahat.


"고마워, 언니 고마워 우린 여기서 죽을 줄 알았어," jawab salah seorang gadis terisak sambil memakai pakaiannya lagi.


*gomawo, eonni gomawo ulin yeogiseo jug-eul jul al-***-eo / terima kasih, terima kasih kak, kami kira kami akan meninggal disini.


"서둘러 옷을 입고이 곳을 떠나," titah Ayara lirih sambil melepas hanbok-nya yang sudah terbuka dan menyerahkannya pada kedua gadis itu untuk dipakai.


*seodulleo os-eul ibgoi gos-eul tteona/ cepat pakai baju kalian dan pergi dari tempat ini


Tanpa bicara lagi kedua gadis itu pun meraih baju pemberian Ayara dan langsung memakainya dengan cepat, pakaian mereka sudah sobek pasca dihancurkan oleh Okada Rui sebelumnya ketika akan bercinta. Setelah memakai baju keduanya langsung keluar dari kamar Okada Rui dengan cepat meninggalkan Ayara sendirian bersama Rui yang masih pingsan, tak begitu lama kemudian Ayara keluar dari kamar Rui. Saat ia berjalan menuju ke sebuah lorong dan berhasil meletakkan beberapa alat sadap di pintu bagian dalam beberapa kamar tiba-tiba ada anak buah Dmitry yang menyadari keberadaannya, ia curiga melihat pakaian Ayara yang tak mirip wanita penghibur.


"Tunggu, siapa kau. Hentikan semua kegiatanmu atau aku akan tembak," ucap salah seorang anak buah Dmitry mengancam Ayara menggunakan pistol tepat dibelakang kepala Ayara.


"Siapa yang memerintahkan mu? jawab!!"hardik pria itu kembali.


"Aku diperintahkan oleh..."


Brukk...


🌼bersambung 🌼

__ADS_1


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹


__ADS_2