
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima kasih
Ayara masih duduk di sofa dengan baik karena tak bisa bergerak, pasalnya Henry mengunci tubuhnya dengan memeluknya sangat erat. Sementara itu Cecar duduk di hadapan Henry dengan raut wajah yang ketakutan, ia bisa merasakan aura kemarahan yang sangat besar dari sang nona bos yang sejak tadi tak berhenti menatap dirinya pasca ia menceritakan alasan Ayara sebenarnya ingin masuk ke Royal Blood dua tahun lalu.
"Kalau kau memang memiliki fotoku sejak dua tahun lampau, lalu bagaimana bisa kau tak mengenali kalau itu adalah aku. Padahal kan kita bertemu cukup lama di Jakarta sayang?" tanya Henry perlahan pada Ayara yang duduk disampingnya.
"Aku tak mengerti dengan maksud pembicaraanmu, aku tak mau menjawabnya," jawab Ayara ketus dengan wajah bersemu merah.
"Aku serius sayang kenapa kau bisa tak mengenaliku disaat kau sudah memiliki foto fotoku itu, aku penasaran sekali bagaimana bisa istriku ini sampai tak mengenali suaminya sendiri ," ucap Henry perlahan sambil meraba perut Ayara.
"Bagaimana aku bisa mengenali kalau itu adalah dirimu, sedangkan foto yang aku miliki adalah foto masa mudamu yang masih terlihat sangat arogan dan gahar. Apalagi dalam foto itu kau menggunakan kacamata hitam yang cukup tebal dan foto yang aku miliki adalah foto yang diambil dari samping, dan aku tak bisa melihat secara keseluruhan wajahmu. Jadi jangan salahkan aku kalau aku tak bisa mengingatmu walaupun kita sudah bertemu sebelumnya di Jakarta," jawab Ayara dengan cepat mencoba memberikan penjelasan kepada Henry.
__ADS_1
Mendengar perkataan Ayara yang sangat cepat itu membuat Henry membuka mulutnya lebar, ia bahkan tak memahami perkataan sang istri karena saking cepatnya Ayara berbicara dan bukan hanya Henry saja yang nampaknya tak mengerti dengan perkataan Ayara akan tetapi Cecar dan Michael pun juga memberikan ekspresi yang tak jauh berbeda dengan Henry.
"Sudah jelaskan, kalau sudah jelas ya sudah aku tak mau membahas hal itu lagi. Karena saat ini aku punya urusan yang sangat penting yang harus diselesaikan dengan Cecar," ucap Ayara pelan sambil menatap tajam kearah Cecar yang sedang duduk di hadapannya.
Merasa ada bahaya mengintai Cecar langsung berpindah tempat duduk disamping Michael, ia bahkan menyembunyikan wajahnya di punggung Michael mencoba untuk mencari perlindungan. Ayara hanya tersenyum tipis melihat apa yang dilakukan oleh Cecar, karena baginya sejauh manapun Cecar bersembunyi tetap saja tak akan bisa melarikan dari amarahnya saat ini. Melihat Cecar dalam bahaya membuat Henry bertindak, ia bangun dari sofa dan langsung meraih tubuh Ayara dengan cepat sehingga membuat Ayara tak bisa berkutik.
"Turunkan aku, aku punya urusan yang harus aku selesaikan dengan Cecar sekarang Henry," ucap Ayara pelan sambil memukul dada Henry yang sedang menggendongnya ala bridal style.
"Urusanmu dengan Cecar bisa diselesaikan nanti setelah kau menyelesaikan urusanmu denganku di kamar," jawab Henry dengan cepat sambil tersenyum penuh arti.
"Aku harus mengkonfirmasi ulang bagaimana bisa istriku tidak mengenali suaminya yang tampan dan kaya ini, aku harus benar-benar memastikan apakah laki-laki yang kau cintai dua tahun lalu itu benar aku atau bukan," jawab Henry pelan sambil mengedipkan satu matanya ke arah Ayara sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Ayara.
Jantung Ayara berdetak semakin keras mendengar perkataan Henry, wajahnya pun sudah semerah kepiting rebus saat itu. Sejak mengetahui kalau pria yang ia kagumi sejak dua tahun lalu ternyata adalah suaminya sendiri hatinya sangat kacau dan ingin sekali rasanya ia kabur dari Henry sekarang juga sejauh mungkin.
__ADS_1
"Aku lapar, lepaskan aku ya..." ucap Ayara memelas, ia merasakan Henry benar-benar akan memakannya sebentar lagi. Tatapan kedua mata Henry sama persis dengan tatapannya saat akan mengajaknya bercinta dan Ayara sudah hafal akan itu.
"Tenang saja sayang, aku akan memberimu makan melalui mulut yang lain," bisik Henry lirih.
Blush
Wajah Ayara langsung terasa panas sekali mendengar perkataan Henry, sementara itu Henry menyeringai lebar melihat ekspresi wajah sang istri yang tersipu malu.
"Akan kubuat malam ini seperti malam pertama kita di pesawat jet ku sayang," bisik Henry kembali.
🌼 bersambung 🌼
🍀🍀 Henry senang karena ternyata ia adalah cinta pertama Ayara, namun tidak dengan Cecar yang sedang diliputi ketakutan akan kemarahan sang nona bos. Bagaimana cara Cecar kabur dari kemarahan Ayara? jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk VOTE.
Terima