Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ayah dan anak


__ADS_3

Jangan lupa vote dan ratting bintang lima


Terima kasih


Tiga jam sudah berlalu dan Ayara masih belum sadar, para dokter pun sudah lelah menjelaskan pada Henry setiap tiga puluh menit sekali. Cecar, Michael dan Jasper pun sudah lelah meminta Henry untuk berhenti mondar-mandir didepan ruangan ICU, melihat Henry seperti itu membuat mereka bertiga lelah.


"Duduklah Tuan, apa kau tak lelah?"tanya Michael untuk yang kesekian kalinya pada Henry sambil memakan sandwich lobster.


"Ayo duduklah Tuan, makan dulu makanan anda," imbuh Jasper menimpali perkataan Michael.


"Aku tak lelah dan tak lapar...."


Krucuk! perut Henry yang kosong minta diisi langsung berbunyi.


Seketika wajah Henry memerah saat ketiga anak buahnya mendengar suara perutnya yang keroncongan, untuk menghilangkan rasa malu Henry langsung merebut sandwich yang sudah dilepas dari kertas pembungkusnya oleh Cecar. Ia langsung memakannya dalam satu gigitan, melihat apa yang dilakukan oleh Henry membuat Jasper dan Michael tertawa sementara Cecar menggerutu karena sandwich yang ia buka diambil oleh Henry. Dengan melipat wajahnya Cecar kembali membuka pembungkus sandwich lalu dengan cepat menggigitnya saat kertas pembungkusnya terbuka, ia tak mau makanannya kembali diambil Henry.


"Tenang Tuan, nyonya dalam pengawasan dokter terbaik," ucap Jasper pelan mencoba untuk menenangkan Henry yang terlihat tak mengalihkan pandangannya seincipun dari pintu ICU dimana Ayara dirawat.


"Mmmm tuan aku mau bicara sesuatu tapi kau janji tak akan marah dulu ya," celetuk Cecar tiba-tiba.


"Bicara saja Cecar," ucap Henry pelan sambil kembali menggigit sandwich yang ada ditangannya.


"Janji dulu," pinta Cecar kembali.


"Iya aku janji, ya sudah cepat katakan ada apa?"tanya Henry kembali.


"A--aku membawa Yamashita Ryuichi kerumah sakit ini" jawab Cecar lirih.


"Uhukkk uhukkk,"

__ADS_1


Henry terbatuk saat mendengar perkataan Cecar, Michael dan Jasper yang sudah bersiap langsung mengambil posisi masing-masing. Jasper melindungi Cecar dan Michael membantu Henry, ia menepuk-nepuk punggung Henry supaya Henry lekas membaik.


"Apa Cecar, coba kau ulangi!!"pekik Henry keras sembari melempar sandwich yang ada ditangannya ke lantai.


"Tadi kan kau sudah janji tak akan marah, lalu kenapa jadi marah," jawab Cecar dengan cepat sambil sembunyi dibalik tubuh Jasper yang melindunginya.


"Iya aku tau, tapi tak seperti ini juga maksudku. Kau tau kan siapa pria yang kau bawa itu!!" hardik Henry kembali.


"Dia ayah kandung nona bos," sahut Cecar tanpa rasa takut.


"Jangan bawa hubungan biologis ayah dan anak Cecar, pria itu tak berhak mendapatkan gelar ayah dari istriku," jawab Henry dengan suara meninggi.


"Aku tau tapi mereka tetaplah ayah dan anak, yang berhak membunuh Yamashita Ryuichi adalah nona bos. Bukan anda, bukan aku atau yang lain, biarkan nona bos yang menentukan mau diapakan Yamashita Ryuichi itu," ucap Cecar kembali.


"Aaarrrgggghhh...damn it!!!"


"Dia menembak istriku Cecar, di menembak anaknya sendiri. Putri kandungnya yang sedang hamil, apakah itu masih bisa disebut ayah?! bahkan harimau saja pasti akan melindungi anaknya dengan seluruh nyawanya jika anaknya dalam bahaya, tapi ini manusia makhluk yang paling sempurna. Tak punya pikiran kesana, tak punya hati, tak punya rasa penyesalan," ucap Henry lirih dengan wajah tertunduk ke lantai.


"Aku tau anda pasti akan marah tapi percayalah Tuan nona bos lebih menderita dari apa yang qnda bayangkan selama ini, karena itulah aku membawa pria itu untuk mendapatkan peradilan dari nona bos. Biarkan nona yang memutuskan semuanya, apakah nona akan menghukumnya atau membawanya polisi atau membunuhnya. Aku ingin memberikan kesempatan itu kepada nona bos untuk membalaskan rasa sakit hatinya selama ini, kalau misalkan aku membunuhnya itu sama saja aku melangkahi apa yang menjadi hak dari nona bos dan aku tak mau melakukan itu. Walau bagaimanapun nona bos mempunyai hak tertinggi untuk menentukan nasib sang ayah," jawab Cecar pelan mencoba untuk memberikan alasan yang masuk akal kepada Henry.


Mendengar perkataan Cecar membuat Henry terdiam, ia benar-benar tak menyangka kalau Cecar akan bicara seperti itu kepada dirinya. Padahal selama ini yang ia tau Cecar adalah seorang pemuda yang tak memiliki rasa sosial sama sekali, ia hanya menuruti semua perkataan Ayara baik benar maupun salah.


"Yang dikatakan Cecar benar Tuan, walau bagaimanapun Yamashita Ryuichi adalah ayah kandung istri anda dan istri anda lah yang berhak untuk menentukan nasibnya," imbuh Jasper dengan cepat.


"Iya Tuan, walaupun anda suami nona Yara akan tetapi anda adalah orang lain dalam hubungan mereka. Saya takut kalau anda terbawa emosi lalu anda membunuhnya nanti malah anda yang akan mendapatkan masalah dari nona Ayara, jadi lebih baik biarkan dia mendapatkan keadilan dari nona Ayara. Aku yakin nona pasti akan memberikan hukuman yang setimpal untuk ayah kandungnya yang gila itu," ucap Michael ikut bicara.


Mendengar perkataan Michael dan Cecar membuat Henry terdiam, ia tak bisa berkata-kata lagi karena apa yang dikatakan kedua orang itu adalah sebuah fakta yang tak bisa ia lawan. Meskipun dirinya adalah suami Ayara, namun ia adalah orang lain di dalam hubungan ayah dan anak antara Ayara dan Ryuichi. Oleh karena itu ia kini berpikir keras untuk mendamaikan dirinya, namun di sisi lain ia memiliki dendam pribadi kepada Ryuichi karena berani menyakiti Ayara yang sangat ia cintai.


Memikirkan masalah itu membuat Henry mendadak pusing, ia benar-benar tak bisa berpikir lagi untuk apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Rasanya sangat menyakitkan sekali ada dalam pilihan yang sulit seperti ini, Melihat Henry sudah lebih tenang membuat Jasper dan Michael lega, mereka pun tak menahan jarak lagi antara Henry dan Cecar.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka pun pergi ke kantin yang ada di dekat ruang ICU untuk membeli kopi, Henry sudah berpesan kepada seorang suster untuk menjaga Ayara selama mereka pergi ke kantin yang jaraknya tidak jauh dari ruang ICU.


Saat baru lima menit mereka ada di kantin tiba-tiba terdengar suara teriakan cukup keras dari arah ruang ICU tempat di mana Ayara dirawat, yang sontak membuat Henry dan yang lainnya kaget. Karena penasaran dengan apa yang terjadi di Jasper pun mencari tau dan keluar dari kantin tak begitu lama kemudian Jasper kembali ke dalam kantin dengan wajah panik, nafasnya pun nampak terputus-putus tanpa henti seperti baru saja melihat hal yang sangat mengerikan. Melihat perubahan ekspresi Jasper yang jauh berbeda itu membuat yang lainnya bingung termasuk Henry yang baru saja mulai tenang.


"Ada apa Jasper?" tanya Michael pelan sambil meletakkan gelas kopi di atas meja.


"Nyonya...nyonya Yara...dia dalam bahaya Tuan," jawab Jasper terbata.


"Apa maksudmu dalam bahaya Jasper!!" teriak Henry dengan suara meninggi.


"Yamashita Ryuichi diaa...dia masuk ke ruangan nyonya dengan membawa pistol,"


Brakkkk


Tanpa bicara Henry langsung berlari menuju ke ruang ICU seperti orang gila, ia hampir jatuh saat sampai di depan ruangan perawatan Ayara di mana banyak orang yang sudah menjaga tempat itu. Pasalnya di dalam ruangan perawatan Ayara saat ini Yamashita Ryuichi sedang mengacungkan pistolnya ke arah ranjang di mana Ayara masih belum sadar.


"Jangan gila Ryuichi...dia anakmu!!!"


"Ayara sedang hamil Ryuichi...jangan tembak diaaaa!!!"


"Ryuichi aku mohon jangan ...."


Doorrrr


🌼bersambung 🌼


☘️☘️ Siapin tissue....thor ga mau kasih spoiler hiks....terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.


JANGAN LUPA VOTE DAN BANTU BODYGUARD MASUK 10 BESAR, JANGAN HANYA KOMEN LANJUT LANJUT TANPA MAU VOTE

__ADS_1


__ADS_2