Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Kehidupan pria kaya


__ADS_3

Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Ayara nampak menyeka keringatnya setelah menahan rasa sakit selama hampir satu jam sewaktu ada di rumah baru Henry, ia akhirnya bisa keluar mencari obat ke apotek setelah beralasan ingin mencari kopi di sebuah kedai yang tidak jauh dari mansion baru sang bos.


"Kenapa aku bisa bodoh sekali kalau tidak makan tadi pagi."Ucap Ayara lirih mengutuk kecerobohannya, biasanya setiap pagi Ayara selalu menyempatkan mengisi perutnya dengan sepotong roti tawar sebelum beraktivitas untuk menghindari sakit maag-nya kambuh.


Setelah meminum obat maag rasa sakit di perut nya mulai berkurang hanya saja keringat dingin masih terlihat banjiri wajahnya, tak lama kemudian Ayara meninggalkan apotek dan pergi ke ke kedai kopi untuk membeli kopi karena Henry dan Michael juga menitip kopi kepadanya. Dengan membawa satu kantong kertas yang berisi kopi pesanan Henry dan Michael di tangan kiri Ayara berjalan menuju ke mansion baru Henry setelah memarkirkan mobilnya dengan rapi di garasi.


"Kau beli kopi di mana Arial kenapa lama sekali.?" Tanya Michael cepat ketika melihat Ayara masuk ke dalam rumah.


"Antri tuan, memangnya kalian tidak tahu kalau kedai kopi seperti itu setiap sore seperti ini selalu dipenuhi oleh anak-anak muda yang nongkrong di sana." Jawab Ayara asal bicara.


"Benarkah.?" Tanya Michael kembali tidak percaya.


Ayara kemudian meletakkan kantong kertas yang berisi kopi di atas meja dengan cepat ketika mendengar perkataan Michael yang terakhir.


"Jangan bilang kau tidak pernah nongkrong di tempat seperti itu seperti anak-anak muda itu atau jangan-jangan.....


"Jangan-jangan apa.?" Tanya Michael dengan ketus memotong perkataan Ayara.


"Jangan-jangan kalian belum pernah menikmati hidup seperti para anak muda itu ya ha ha ha.....dasar orang tua!!!" jawab ayah sambil tertawa lebar menyindir Michael dan Henry, iya kemudian berjalan menuju ke kamarnya yang di lantai dua sambil membawa kopi vanilla latte di tangannya yang belum sempat ia minum meninggalkan Henry dan Michael yang ada di lantai satu tanpa rasa bersalah.


"Anak itu benar-benar....


"Sudah lah Mike, lagi pula apa yang dikatakan oleh Arial memang benar. Kita terlalu sibuk bekerja tanpa sempat menikmati hidup seperti para anak muda itu." Ucap Henry memotong perkataan Michael yang hampir terbawa emosi.


"Lagipula aku juga tidak mau nongkrong di tempat tidak berkelad seperti itu tuan, masih banyak tempat yang pantas untuk kita datangi selain kedai kopi seperti itu." Jawab Michael dingin sambil menatap Ayara yang berjalan di anak tangga.

__ADS_1


Henry hanya tersenyum mendengar Michael marah-marah, ia lalu melanjutkan pekerjaannya dengan merapikan beberapa berkas penting yang sudah dikeluarkan dari koper sebelumnya untuk ia simpan ke dalam brankas baru yang ada di rumah barunya itu. Michael pun kemudian membantu Henry untuk merapikan dokumen-dokumen penting itu karena tak tega melihat Henry mengerjakannya seorang diri.


Satu jam kemudian semua dokumen itupun sudah rapi tersusun di dalam brankas, Henry terlihat duduk di kursi belajarnya sambil memejamkan kedua matanya, ia mengingat kejadian yang baru terjadi kemarin di rumah lamanya.


"Apa yang kau pikirkan tuan.?" Tanya Michael kepada Henry.


"Aku masih memikirkan email yang ditunjukkan oleh Arial kepada kita kemarin, aku penasaran siapa orang dibalik email yang bernama Mr X itu yang sudah meminta Bambang untuk memata-matai kita selama ini." Jawab Henry sambil membuka kedua matanya.


"Tenang saja tuan, saya juga sedang berusaha mencari tahu siapa orang dibalik Mr X itu." Sahut Michael mencoba untuk menenangkan Henry.


"Baguslah Mike, aku masih belum tenang kalau orang itu belum ditemukan. Aku merasa masih seperti dimata-matai, tapi aku punya dugaan bahwa si Mister X itu adalah orang yang yang sangat mengenalku dan Ryan. Karena jika orang itu tidak mengenal kami berdua mana mungkin ia meminta Bambang untuk terus melaporkan pertikaian diantara kita berdua." Ucap Henry sambil tersenyum.


Michael pun terdiam mendengarkan perkataan Henry yang terdengar sangat masuk akal itu, selama ia menjadi asisten pribadi Henry hanya beberapa orang saja yang mengetahui kalau Ryan dan Henry terlibat perang dingin selama bertahun-tahun. jadi agak sulit baginya untuk mencari tahu siapakah orang yang yang punya potensi besar untuk melakukan semua itu.


"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya tuan.?" Tanya Michael kepada Henry.


"Aku akan merekrut seorang ahli IT yang bisa melacak dari mana email itu dikirim kan, walaupun sebenarnya kemungkinannya sangat kecil untuk mengetahui siapa orang yang mengirimkan email itu menggunakan nama Mr X." Jawab Henry dengan cepat.


Henry hanya mengangguk pelan mendengar perkataan sahabat sekaligus asisten terbaiknya itu, ia lalu keluar dari ruang belajarnya karena hari sudah mulai sore ia ingin menyegarkan diri terlebih dahulu sebelum makan malam. Melihat Henry keluar dari ruangan Michael pun tak lama juga meninggalkan ruangan belajar itu dan ikut naik ke lantai dua menuju kamarnya, aroma masakan pun sudah mulai tercium karena para pelayan di rumah Henry sudah mulai memasak makan malam.


Langkah Henry terhenti sebentar ketika mendengar suara yang cukup berisik dari kamar Ayara, karena penasaran ia pun berbelok kearah kamar di ujung lorong yang paling kecil di lantai dua itu. Karena pintu kamar Ayara tidak tertutup dengan rapat ia bisa melihat apa yang dilakukan Ayara di dalam kamarnya, senyumnya mengembang ketika melihat Ayara sedang bermain game simulasi perang di komputer dengan menggunakan headphone terpasang di telinganya.


"Dasar anak kecil." Ucap Henry dalam hati, ia tahu kalau usia Ayara masih dua puluh tahun. Walaupun sebenarnya Ayara juga memalsukan umurnya ketika melamar sebagai bodyguard dulu, karena usia Ayara yang sebenarnya masih tujuh belas tahun.


Karena tak ingin mengganggu waktu Ayara ia akhirnya meninggalkan Ayara yang masih sibuk bermain game dota, dia lalu meneruskan langkahnya menuju kamarnya untuk mandi sebelum waktu makan malam tiba.


Kediaman Ryan Bray

__ADS_1


Suara tawa para perempuan terdengar sangat jelas di halaman belakang kediaman Ryan diiringi dengan suara musik yang cukup memekakan telinga, aroma minuman keras pun tercium cukup menusuk hidung karena hampir semua orang yang sedang menikmati pesta itu memegang botol minuman keras masing-masing.


Ryan sendiri nampak sedang duduk di singgasananya bersama dengan dua orang gadis seksi yang menggunakan bikini model two peace yang memperlihatkan belahan dadanya dengan jelas sambil menenggak minuman keras yang diberikan oleh seorang gadis yang berlutut di hadapannya.


"Apalagi yang bisa kau lakukan Putri.?" Tanya Ryan berbisik kepada seorang gadis seksi yang duduk di pangkuan sebelah kirinya.


"Putri bisa memberikan tuan muda Ryan kenikmatan asal tuan muda bisa membantu karir Putri kedepannya." Jawab Putri sambil berbisik dan menjilat leher Ryan, ia adalah seorang model yang cukup terkenal di Jakarta.


"Aku bisa membuatmu terkenal sampai tingkat dunia asal kau bisa memuaskanku Putri." Sahut Ryan pelan sambil memasukkan jari tangannya ke dalam bikini yang dipakai oleh Putri.


"Tuannnn....mmmmm akh." Putri tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika merasakan jemari Ryan sudah berhasil menyelinap ke dalam celana dalamnya dan bermain disana.


"Tuan aku juga mau seperti Putri." Bisik seorang model lainnya yang bernama Lisa sambil memegang ************ Ryan yang sudah mengeras.


"Ha ha ha...."


Tawa Ryan terdengar sangat keras ketika mendengar perkataan Lisa , ia kemudian menarik keluar jemarinya dari balik celana dalam milik Putri dan memberikan jari-jarinya yang sudah terkena cairan khas milik Putri kepada Lisa. Lisa pun langsung membersihkan jemari Ryan menggunakan mulutnya tanpa rasa jijik sehingga membuat Rian tersenyum puas kepadanya.


Setelah melihat apa yang dilakukan oleh Lisa sang model yang ia sewa selama tiga hari kedepan itu Ryan kemudian mengajak Putri dan Lisa untuk pergi ke kamarnya, ia sudah tidak tahan lagi untuk menyalurkan hasratnya yang sudah bergelora sejak Putri dan Lisa meraba-raba tubuhnya .


Joshua hanya tersenyum ketika melihat Ryan masuk ke dalam rumah dengan menggandeng dua orang wanita seksi dan cantik, ia pun akhirnya menyusul Ryan masuk ke dalam rumah dengan membawa seorang gadis berwajah oriental untuk dibawa ke dalam kamar.


Tak lama kemudian dari kamar yang terdengar suara desahan dan erangan yang berasal dari dua orang wanita yang melayani permainan Ryan secara bersama, Ryan memacu dua orang model seksi itu dengan banyak gerakan sensual. Tubuh kekarnya terlihat makin seksi ketika keringatnya keluar, ia sudah bertekad ingin membuat dua model seksi itu melayaninya semalam suntuk.


🌸Bersambung 🌸


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.

__ADS_1


Terima kasih kakak-kakak.


Love u all...🌹🌹


__ADS_2