
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk Votting.
Terima kasih.
Karena tak jadi berburu Ayara kemudian mutuskan untuk pulang, hatinya masih tak karuan pasca mendengar perkataan Henry yang mengajaknya pergi ke Irlandia. Ia memilih menaiki Hexon untuk kembali ke rumah sedangkan Henry menaiki ciripa walaupun sudah tidak segila sebelumnya, namun Ciripa masih tetap membahayakan bagi siapapun yang menaikinya. Akan tetapi karena kemampuan Henry sudah di atas rata-rata ia dengan mudah menaklukan Ciripa yang sedang bergairah karena memasuki musim kawin itu.
Ayara tak menolak dan mengiyakan ajakan Henry, ia mengatakan semua keputusan ada ditangan kedua orang tuanya. Dan jika kedua orang tuanya setuju barulah ia akan mempertimbangkan ajakan Henry itu, pada awalnya Henry protes kenapa Ayara harus membuat semua terlihat rumit akan tetapi setelah ia memikirkan jawaban wanita yang sedang ia coba taklukkan itu Henry akhirnya bersedia mengikuti perkataan Ayara dengan berbicara dulu kepada Alfredo dan Raisa.
Dalam perjalanan pulang Ayara memilih berada dibelakang Henry yang sedang menaiki Ciripa, Ayara tak mengalihkan sedikitpun pandangannya dari Henry yang terlihat sangat mahir sekali mengendarai kuda. Ayara pun semakin yakin bahwa Henry selama ini sudah menyembunyikan semua kemampuan hebatnya dari orang-orang termasuk dirinya.
"Dasar menyebalkan ternyata selama ini kau hanya pura-pura lemah dan bodoh Henry," ucap Ayara dalam hati dengan jengkel, ia mereka sedang dipermainkan oleh Henry.
Sesaat setelah Henry meminta Ayara untuk ikut pulang ke Irlandia Henry menceritakan dengan jelas bagaimana ia tau bahwa Anonymous Man adalah Ayara, Henry bahkan juga tau bahwa Ayara adalah dalang utama dibalik datangnya kelima wanita penghibur waktu itu ke hotel tempatnya menginap beberapa hari yang lalu. Pada awalnya Ayara ingin mengelak, akan tetapi setelah Henry menunjukkan bukti-bukti di ponselnya yang ia kumpulkan untuk menelusuri IP address dan nomor rekening yang sudah membayar wanita-wanita penghibur itu akhirnya Ayara mengaku.
"Kenapa kau harus berpura-pura bodoh Henry," batin Ayara, ia masih tak terima dipermainkan oleh Henry.
"Henry kauu...
Nnngggiiikkkkkk
Hexon menjerit dengan keras saat Ayara menarik tali kekangnya dengan tiba-tiba, pasalnya didepan Henry juga sedang berhenti dan mengadang Ayara dengan Ciripa yang berdiri mengahalau jalan.
"Kalau sedang berkuda fokus, jangan memikirkan aku terus Yara. Aku tak akan pergi dari sini sebelum aku bisa membawamu pulang," ucap Henry menggoda Ayara dengan tersenyum lebar.
"S--siapa yang tak fokus, aku fokus," jawab Ayara berbohong.
"Iya iya iya kau memang fokus nona besar tapi dalam hati dan pikiranmu tidak bukan, kau pasti memikirkan aku ya kan?" tanya Henry kembali menggoda Ayara dengan senyum nakalnya yang mengembang di wajah tampannya
"Kalau kau terus asal bicara aku tak mau bertemu denganmu lagi Henry, cepat jalan aku sudah lapar," jawab Ayara ketus mengalihkan pembicaraan.
Henry hanya tertawa mendengar perkataan Ayara, ia kemudian memacu Ciripa kembali ke arah jalan yang benar menuju ke rumah orang tua Ayara.
"Dasar Ciripa beraninya kau tak setia padaku, aku kan majikanmu !!! kenapa kau malah menurut padanya," ucap Ayara ketus sambil memacu Hexon untuk mengikuti Ciripa yang sudah semakin menjauh darinya.
Tak lama kemudian Ayara dan Henry akhirnya tiba dikandang kedua kuda mahal itu, mereka langsung memberikan Hexon dan Ciripa pada petugas yang bertugas mengurusnya. Ayara mempercepat langkahnya untuk menghindari Henry, ia kesal pada Henry yang sudah menipunya mentah-mentah. Membuatnya terlihat hebat dihadapan Henry padahal kenyataannya Henry justru jauh lebih hebat dari dirinya. Melihat Henry dan Ayara kembali membuat Raisa mengajak mereka untuk segera bergabung di di ruang keluarga untuk menikmati camilan sore, Ayara pada awalnya ingin menolak ajakan sang mommy akan tetapi karena mommy-nya itu terus memaksa alhasil ia tak bisa menolak.
Setelah membersihkan diri di kamar tamu dan berganti dengan pakaian yang disediakan khusus untuknya Henry tak lama kemudian keluar dari kamar tamu itu dan bergabung bersama Alfredo yang sedang memangku baby Ace, karena gemas pada tuan muda Del Castilo kecil itu Henry memberanikan dirinya untuk menggendongnya setelah meminta ijin. Baby Ace yang biasanya akan langsung menangis dengan orang asing terlihat baik-baik saja di gendong Henry, ia bahkan seperti menikmati ada di gendongan Henry.
"Lho kok bisa, biasanya Ace akan menangis kalau digendong orang lain," pekik Raisa yang sedang menuruni tangga bersama Ayara tak percaya melihat putranya diam saja di gendong Henry.
"Ajaib bukan sayang," sahut Alfredo singkat mengomentari perkataan Raisa.
"Iya, sepertinya Ace tau mana orang baik dan orang jahat. Bukan begitu Yara," ucap Raisa pelan sambil menepuk pundak Ayara dengan perlahan.
"Akh biasa saja mommy, tak perlu dibesar-besarkan," jawab Ayara ketus sambil memasukkan potongan almond cake ke dalam mulutnya.
Alfredo dan Raisa tersenyum mendengar perkataan putrinya, mereka tau kalau ada sesuatu antara Ayara dan Henry Luke yang menjadi partner Alfedro. Pasalnya selama ini Ayara terlihat acuh dengan orang lain, namun ketika sedang bersama Henry emosinya bisa meledak-ledak suatu sikap yang tak biasa.
__ADS_1
Tak lama kemudian baby Ace justru tertidur saat di gendong oleh Henry yang sejak tadi mengajaknya bergurau, Raisa lalu mengambil alih putranya itu untuk ia tidurkan dikamarnya. Melihat anaknya tidur di pelukan partner bisnisnya membuat Alfredo tersenyum, ia semakin yakin ada yang berbeda dari Henry. Pasalnya seorang balita tak akan mungkin bisa tertidur semudah itu dipelukan orang asing apalagi jika orang itu punya niat tak baik.
Setelah Raisa duduk kembali di ruang tamu Henry terlihat menarik nafas panjang, setelah ia menonaktifkan ponselnya dan menyimpannya di saku pakaiannya.
"Tuan Alfredo dan nyonya saya ingin bicara sesuatu yang sangat penting apakah saya diijinkan?" tanya Henry pelan memulai percakapan seriusnya.
"Uhukkk uhukkk.."
"Yara kau ini bagaimana, masa minum saja tersedak nak," ucap Raisa kaget sambil menepuk-nepuk punggung Ayara yang tersedak saat sedang minum air putih.
"Iya mom maaf...he he Yara ke atas saja ya, sepertinya ada pembicaraan penting Yara tak mau...
"Kau duduk disini Yara," ucap Henry dengan cepat memotong perkataan Ayara yang berpamitan ingin naik ke kamarnya.
Glek
Ayara menelan salivanya perlahan ketika Henry menyebut namanya dan memintanya untuk duduk, ia terlihat memberikan kode dari kedua matanya yang dibuat melebar sambil menatap tajam ke arah Henry namun Henry mengabaikan kode yang diberikan oleh Ayara. Ia benar-benar ingin bicara serius saat ini.
"Oh silahkan saja tuan Luke, anda mau bicara apa?" tanya Alfredo pelan sambil menarik tangan Ayara agar duduk dengan tenang disebelahnya.
"Pertama mungkin anda bisa memanggil nama saya saja tuan tanpa embel-embel tuan, rasanya tidak pantas. Apalagi usia saya sangat jauh dari anda, lagipula untuk kedepannya mungkin saya akan memanggil anda dengan sebutan daddy," jawab Henry dengan suara lantang.
"Daddy what?!!!.....
Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena mulutnya sudah dibekap oleh Raisa sang ibu yang duduk disampingnya.
"Maksud anda apa nak Henry?" tanya Alfredo kembali dengan nada melembut dan merubah panggilannya pada Henry sesuai permintaan Henry.
"Menikah what...noooooo...Henry jangan gila sejak awal pembicaraan kita tak membahas tentang pernikahan ya,!!!" sahut Ayara dengan suara keras sesaat setelah ia melepaskan bekapan tangan sang ibu.
"Lho memang tadi kita membahas apa?" tanya balik Henry sambil tersenyum.
"Tadi kan kau cuma bilang aku mengajakku ikut denganmu ke Irlandia, bukan mambahas hal lain" jawab Ayara dengan suara meninggi.
"Itu sama saja Yara, ucapanku tadi adalah sebuah lamaran untuk memintamu menikah denganku," ucap Henry mencoba menjelaskan niatnya dari awal pada Ayara
"Beda Henry, kau cuma mengajakku pulang bersamamu. Coba bedakan kalimatnya, kau mengajakku pulang ke Irlandia dan dengan apa yang baru saja kau ucapkan tadi...coba bandingkan Henry," sengit Ayara mencoba mempertahankan pendapatnya.
"Itu sama saja Yara, ajakanku tadi adalah sebuah isyarat. Isyarat yang memintamu urnuk tinggal bersamaku di Irlandia, pulang bersamaku, menjadi istriku Yara," ucap Henry menahan rasa gemasnya pada Ayara yang masih gigih dengan pemahamannya.
Sementara Henry dan Ayara berdebat disofa nampak Alfredo sedang membantu membersihkan air mata Raisa yang sudah menganak sungai, ia terharu karena melihat putrinya dilamar seorang pria. Seorang pria baik yang semua layar belakangnya sudah ia tau pasca Alfredo memberitahunya tadi saat Ayara dan Henry pergi berkuda.
"Ya sudah coba tanya mommy dan daddyku, benar tidak pendapatku tadi...
Deg
Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya saat melihat ke arah sang ibu yang sedang menangis dalam pelukan sang daddy dibelakang.
__ADS_1
"Momm...kenapa mommy menangis?" tanya Ayara pelan sambil berlutut dihadapan sang mommy.
"No, mommy tak menangis sayang," jawab Raisa terbata sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya.
"Tak menangis apa, ini wajah mommy basah air mata...ini apa kalau bukan...
Ayara tak bisa menyelesaikan perkataannya karena ia sudah dipeluk sang mommy dengan erat, pelukan seorang ibu yang bahagia karena akan melepaskan putrinya pada orang lain. Ayara yang tak mengerti dengan arti pelukan ibunya pun akhirnya membalas pelukan sang ibu, sementara itu Alfredo terlihat bangun dari sofa dan berjalan perlahan mendekati Henry.
"Berjanjilah kau akan menjaga anakku dengan baik, berjanjilah kau tak akan membuatnya menangis, berjanjilah kau akan mengorbankan nyawamu untuknya, berjanjilah jangan pernah lukai perasaan anakku... berjanjilah...
Henry memeluk Alfredo dengan erat saat suara Alfredo terdengar makin tak terdengar dengan baik karena ia menangis, tangisan seorang ayah yang memberikan putrinya pada seorang pria yang akan menjadi teman hidup putrinya.
"Aku berjanji akan melakukan apapun untuk membuat Ayara bahagia tuan, aku berjanji akan membuatnya menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini," ucap Henry pelan merespon perkataan Alfedro sebelumnya.
"Apa aku bisa pegang kata-katamu nak Henry?" tanya Alfredo pelan.
"Aku berjanji tuan...
"Panggil aku daddy," ucap Alfredo pelan memotong perkataan Henry.
Henry yang tak menyangka akan diterima secepat itu oleh Alfredo nampak tertegun beberapa detik sampai akhirnya kesadarannya kembali saat merasakan pukulan lembut di punggungnya.
"Aku berjanji tak akan menyentuhnya sampai hari pernikahan tiba daddy, aku berjanji padamu dadd," jawab Henry dengan suara pelan penuh keyakinan.
Alfredo tersenyum mendengar perkataan Henry, ia kemudian mempererat pelukannya pada Henry. Tebakannya ternyata benar bahwa Ayara dan Henry punya hubungan spesial, ia sebelumnya sudah menyelidiki latar belakang Henry dan akhirnya setuju menerima lamaran Henry untuk Ayara begitupun dengan Raisa yang sangat bahagia kali ini.
Hanya Ayaralah satu-satunya orang di ruang tamu itu itu yang masih bingung dengan apa yang terjadi, ia tak tau kalau kedua orang tuanya sudah setuju menerima lamaran Henry.
"Kenapa jantungku berdetak kencang sekali, apa yang sebenarnya terjadi," ucap Ayara dalam hati.
πΌ Bersambung πΌ
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
__ADS_1
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih