Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ayara's revenge plan


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk Votting.


Terima kasih.


Henry menyusul Ayara ke lantai dua dengan perasaan bersalah, saat sampai ke lantai dua ia melihat semua pintu kamar sudah tertutup rapat. Henry melangkahkan kakinya menuju kamarnya dimana ia bisa melihat ada jejak sepatu Ayara.


"Yara...maafkan aku," ucap Henry pelan saat berdiri didepan kamarnya dimana Ayara sedang duduk di atas ranjangnya.


"Yara...


"Pergi Henry, aku tak mau melihatmu!!" pekik Ayara keras dari dalam kamar.


Henry terdiam mendengar perkataan Ayara, tebakannya Ayara marah ternyata benar.


"Maafkan aku Yara, tadi aku...


Drrtttt


Ponsel pintar yang ada di dalam saku bajunya tiba-tiba bergetar, dengan cepat Henry meraih ponselnya itu dan terlibat pembicaraan serius dengan Michael selama beberapa menit. Wajahnya pun berubah menjadi sangat serius ketika sedang berbicara dengan Michael.


Setelah berbicara hampir dua puluh menit Henry kemudian memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku bajunya dan berjalan pelan menuju depan kamarnya kembali.


Tok


Tok


"Yara, aku ada urusan penting dikantor. Kau dirumah saja ya, nanti pulang aku bawakan makanan. Istirahat aku tau kau lelah dan maafkan aku sekali lagi Yara, aku tak bermaksud membuatmu marah...aku mencintaimu Yara. Sekali lagi aku minta maaf Yara... baik-baik dirumah ya, love you. Oh iya koper-kopermu ada dilantai satu, biarkan saja tak usah kau rapikan besok akan ada bibi yang akan merapikan. Kau istirahat saja, aku berangkat Yara," ucap Henry panjang lebar berpamitan pada Ayara yang ada didalam kamar.


Henry terdiam beberapa saat menunggu jawaban Ayara, namun ternyata setelah ia menunggu cukup lama gak terdengar apapun dari dalam kamarnya. Setelah menghela nafas panjang Henry akhirnya pergi meninggalkan Ayara, ia harus segera kekantor. Ada sedikit masalah dikantor yang harus ia selesaikan saat ini dan ia yakin ini ada hubungannya dengan Yamashita Ryuichi ayah kandung Ayara, Henry belum mau memberitahukan masalah ini pada Ayara. Ia tak mau membuat Ayara semakin membenci ayah kandungnya, Henry berusaha mencari jalan lain agar Ayara bisa dekat kembali dengan ayah kandungnya itu tanpa harus membuat Raisa dan Alfredo marah padanya.


"Kau tak perlu khawatir Yara, kedua orang tuamu akan aman di Spanyol. Aku sudah menempatkan banyak anak buahku di sana untuk menjaga kedua orang tuamu, aku yakin Ryuichi tak akan bisa menembusnya saat ini. Tapi aku takut hal ini tak akan berlangsung lama, aku takut ia akan menggunakan cara lain untuk mencelakai daddy mu. Karena itu kau perlu ikut aku ke Irlandia untuk memecah perhatian Ryuichi saat ini Yara, sembari aku menyiapkan tempat baru yang aman untuk kedua orangtuamu Yara," ucap Henry pelan saat dalam perjalan menuju kantor, ia membaca pesan yang dikirimkan oleh ahli IT nya di kantor. Dimana pesan itu berisi data yang menunjukkan serangan baru yang dilakukan oleh Yamashita Ryuichi dan orang-orangnya yang ia suruh untuk menghancurkan Alfredo.


Setelah memastikan Henry pergi Ayara kemudian bangun dari ranjang besar milik Henry, ia lalu berjalan pelan keluar dari kamar itu sambil berjingkat-jingkat. Ayara ingin memastikan kalau ia benar-benar sendirian diapartemen mewah itu, saat sudah yakin kalau ia sendirian Ayara berjalan dengan normal kembali. Ia menuju ke lantai satu dimana dua koper besarnya berada, Ayara kemudian mengeluarkan sebuah laptop canggih dan sebuah modem. Ia tak mau menggunakan internet yang ada di apartemen Henry, Ayara tak mau Henry mengetahui apa yang ia lakukan di dunia maya.


Dengan cepat Ayara naik kembali kekamar Henry sambil membawa laptop kesayangannya, sesampainya dikamar Ayara langsung menyalakan laptopnya dan mengaktifkan modemnya. Karena modem Ayara sudah diisi kuota internet Irlandia jadi ia tak kesulitan saat menggunakannya, sebelumnya berangkat ia sudah memerintahkan Cecar untuk mempersiapkan semuanya dengan baik. Tak lama kemudian Ayara akhirnya bisa mengakses internet di laptopnya ia lalu masuk kedalam program buatan Cecar, senyumnya mengembang saat melihat sesar sedang online.


Sailormoon:

__ADS_1


"Jam berapa ini kenapa masih online?"


Pahlawan bertopeng:


"He he aku baru saja selesai main game bos, ada apa? eh anda sudah sampai dirumah calon suami anda itu? bagaimana apakah rumahnya lebih besar dari rumahmu di Cordoba bos?"


Sailormoon:


"Jangan banyak tanya hal tak penting, aku punya tugas untukmu,"


Pahlawan bertopeng:


"Im sorry, tugas apa bos?"


Sailormoon:


"Carikan aku serial drama Korea atau drama Jepang atau drama apapun yang berhubungan dengan perempuan penggoda,"


Pahlawan bertopeng:


"Writing a message.....


Sailormoon:


"Kau menulis apa Cecar kenapa lama sekali....apa kau sedang menulis puisi?"


Krriiinggg krriiinggg


Kemarahan Ayara hampir meledak kembali, namun pada saat yang sama ia ponselnya berdering dengan keras. Ayara kemudian meraih ponselnya yang ada diatas tempat tidur. Senyumnya tersungging saat melihat nama Cecar muncul dilayar ponselnya.


"Kenapa kau harus menelfon, bukankah kita sedang chat," ucap Ayara dengan nada meninggi saat panggilan Cecar berhasil terhubung dengannya.


"Bos...apa anda sehat bos?" tanya Cecar dengan suara terbata.


"Tentu saja aku sehat, apa maksudmu!!" sengit Ayara, ia merasa sedikit kesal dengan perkataan Cecar.


"Lalu kenapa kau memintaku mencari drama tentang wanita penggoda, memangnya apa yang ingin kau lakukan dengan drama-drama seperti itu. Bukankah kau dulu sangat membenci itu semua?" tanya Cecar dengan cepat.

__ADS_1


Senyum Ayara merekah saat mendengar perkataan Cecar, ternyata anak buahnya itu sedang khawatir padanya.


"Aku perlu belajar pada artis-artis itu untuk memberi pelajaran pada Henry, dia tak bisa dilawan dengan cara kekerasan Cecar. Aku harus melawannya dengan cara lain, sepetinya artis-artis dalam drama perempuan penggoda itu akan memberikan aku banyak ide untuk melakukan rencanaku ini Cecar," jawab Ayara sambil tersenyum.


"Jadi anda ingin mengerjai calon suami anda itu?" tanya Cecar dengan suara meninggi.


Ayara kemudian menjelaskan secara detail apa yang ingin ia lakukan pada Henry, didalam kamar apartemennya Cecar menganggukan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum lebar. Ia bahkan sampai tertawa ketika Ayara memberitahukan rencananya itu.


"Anda mau berapa banyak bos?" tanya Cecar pelan sambil menahan tawa.


"Semakin banyak referensi semakin bagus, aku harus membuat Henry gila," jawab Ayara singkat, kedua matanya memancarkan aura permusuhan yang kuat.


"Baik bos, aku cari dulu. Setelah dapat aku akan mengirimkan padamu," pekik Cecar penuh semangat.


"Bagus ya sudah aku tutup telponmu, biaya telfon luar negri pasti mahal. Aku tunggu hasil kerjamu Cecar," ucap Ayara dengan cepat sesaat sebelum menutup teleponnya.


Ayara kemudian meletakkan ponselnya kembali diatas ranjang Henry, ia tersenyum penuh kemenangan.


"Tunggu pembalasanku Henry, kau harus tau berhadapan dengan siapa saat ini," ucap Ayara dalam hati sambil tersenyum.


🌼 Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟

__ADS_1


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih


__ADS_2