
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima Kasih.
Para pelayan nampak berbaris di sebelah meja makan, mereka baru saja selesai membuat makan siang untuk Ayara dan Henry. Namun tak ada satu pun di antara mereka yang berani mengganggu istirahat sepasang suami istri itu, termasuk Owen dan istrinya yang saat ini menjabat sebagai kepala pelayan di kediaman Alfredo. Cecar sendiri pun lebih memilih untuk bermain game di kamarnya, ia masih sedikit kesal pada Owen dan istrinya pasca tak diperbolehkan masuk dan berbicara dengan Ayara. Padahal sebenarnya ia masih belum rela Henry bersama sang nona, namun sepasang suami-istri itu justru melarangnya untuk mendekati kamar sang nona.
Suara mobil terdengar di halaman depan kediaman Alfredo, ternyata suara mobil itu adalah suara mobil Michael yang baru saja kembali dari rumah sakit mengantar dokter Daniela. Ia langsung masuk ke dalam rumah dan mencari Henry, namun saat melihat seisi rumah ia tak menemukan tuannya itu.
"Tuan Henry masih di kamar nona Ayara tuan," ucap Esmeralda pelan kepada Michael yang terlihat mondar-mandir di lantai satu.
"Masih di kamar nona Ayara ? memangnya nona belum sadar? "tanya Michael khawatir.
"Sepertinya mereka sedang tidur tuan, kami tak berani mengganggu waktu istirahat mereka. Apalagi seperti yang anda tau tadi malam Tuan Henry datang ke rumah dan bertengkar dengan nona Ayara, oleh karena itu kami memilih untuk memberikan waktu kepada mereka berdua untuk menyelesaikan masalahnya," jawab Owen bijaksana.
"Iya kau benar Owen, yang kau lakukan cukup bijaksana dan aku sangat mengapresiasinya. Ya sudah kalau begitu lebih baik kita tunggu mereka saja untuk bangun dan jangan ganggu waktu istirahatnya," sahut Michael pelan, ia kemudian berjalan menuju sofa besar yang ada di ruang tamu di dekat halaman belakang.
Ruang tamu tempat Michael istirahat saat ini adalah sebuah spot terbaik yang ada di kediaman Alfredo, pasalnya dari tempat itu siapapun yang duduk akan disuguhkan pemandangan yang cukup indah di mana terdapat hamparan perbukitan pribadi milik Alfredo. Beberapa hewan ternaknya bergerak dengan bebas tanpa diikat di kandang, termasuk dua ekor kuda kesayangan Alfredo dan Ayara yang berlarian kesana kemari.
Para pelayan kemudian melanjutkan pekerjaan mereka lagi, tanpa berniat mengganggu Michael atau Cecar yang sedang sibuk dengan urusan masing-masing.
"Senang sekali rasanya rumah ini kembali hidup," ucap Esmeralda pelan sambil merapikan kembali makanan yang sudah ia rapikan sebelumnya diatas meja makan.
"Iya, rasanya menyenangkan sekali mendengar suara-suara para majikan kita itu. Rasa kerinduan pada mendiang tuan Alfredo, nyonya Raisa dan tuan muda kecil sedikit terobati dengan kehadiran nona Ayara dan tuan muda Henry," jawab Owen lirih sambil menatap seluruh rumah yang terasa lebih hidup, apalagi dari kamar yang ada didekat lantai satu terdengar suara umpatan-umpatan dari Cecar yang sedang main game.
"Semoga saja tuan Henry mau pindah kemari, sehingga kita tidak kesepian lagi," imbuh Esmeralda penuh harap.
"Semoga saja istriku, walau kemungkinan itu sangat kecil. Tuan Henry punya perusahaan yang harus ia urus di Irlandia, jadi tak mungkin ia menetap di Cordoba selamanya," sahut Owen getir.
__ADS_1
Esmeralda terdiam mendengar perkataan suaminya, ia sebenarnya tau kalau apa yang diucapkan oleh suaminya itu benar. Namun tetap saja hati kecilnya masih berharap kalau kedua majikan muda nya itu akan tetap tinggal di Cordoba bersama mereka.
Sapporo, Jepang
Nampak di kediaman Yamashita Ryuichi ia sedang menggila akibat kematian Dmitry Brown, ia sangat kesal pada Okada Rui yang tak mau bekerja sama dengan Dmitry Brown sehingga akhirnya pria muda itu tewas mengenaskan. Luigi sang tangan kanan Dmitry nampak sangat sedih saat tau tuannya meninggal dengan luka tembak yang mengerikan seperti itu, ia meminta pada Yamashita Ryuichi untuk membalaskan kematian Dmitry Brown.
"Tenanglah Luigi, kematian Dmitry tak akan sia-sia. Aku akan membalaskan dendamnya," ucap Yamashita Ryuichi pelan mencoba untuk menenangkan Luigi.
"Terima kasih tuan, tolong balaskan dendam tuan Dmitry. Dia adalah orang baik tuan, majikan ku orang baik hu hu hu..." Luigi menangis tersedu-sedu dihadapan Yamashita Ryuichi.
Sementara itu Okada Rui hanya bisa diam saat melihat Yamashita Ryuichi terlihat kecewa, ia sendiri sebenarnya sudah memperingatkan Dmitry untuk tak ikut dalam operasi penyergapan pagi itu. Namun Dmitry bersikeras untuk tetap ikut, ia mengatakan ingin melenyapkan Henry dengan tangannya sendiri.
"Rupanya seorang Henry Luke bukan orang sembarangan, well well well...aku sepertinya yang harus turun tangan sendiri kali ini. Ia tak bisa diremehkan rupanya, sama-sama menyebalkan seperti Alfredo Del Castillo yang sudah jadi bangkai di laut itu rupanya anak muda itu ha ha ha,"
Tawa Yamashita Ryuichi terdengar sangat keras, ia senang karena mendapatkan lawan sepadan. Walau ia tau kalau Henry adalah suami anak kandungnya sendiri namun Yamashita Ryuichi menganggap Henry musuh, ia sakit hati pada Henry yang tak meminta ijin padanya saat menikahi Ayara. Oleh karena itu ia bernafsu sekali ingin meletakkan Henry tanpa perduli dengan nasib Ayara.
Henry yang tidur sambil memeluk Ayara dikagetkan dengan suara ponselnya yang bergetar tanpa henti di atas nakas, karena tidurnya terganggu Henry akhirnya membuka kedua matanya dan meraih ponsel pintarnya untuk melihat siapa yang menghubunginya.
"Setelah melakukan pemeriksaan darah hasilnya adalah kadar hCG dalam darah nona Ayara lebih dari 25 mIU/ml yang mana berarti saat ini nona Ayara sedang hamil, perkiraan saya usia janinnya baru sekitar dua minggu. Namun untuk hasil lebih jelas lebih baik bawa nona Ayara ke rumah sakit kita lakukan USG,"
Brakkkk
Ponsel yang dipegang Henry terjatuh ke lantai saat membaca pesan yang dikirimkan oleh dokter Daniela, wajahnya yang tadi mengantuk mendadak langsung sumringah saat selesai membaca pesan itu.
"Yara... anak...kau mengandung anakku Yara," ucap Henry terbata-bata dengan suara parau sambil menatap Ayara yang masih terlelap.
Dengan tangan bergetar Henry menyentuh perut rata Ayara yang tertutup selimut, ia meraba perut sang istri dengan perlahan dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Anakku...disini ada anakku," isak Henry penuh haru, ia tak menyangka akan mendapatkan hadiah sebesar ini dari Ayara disaat ia sudah memberikan luka pada Ayara.
Plakkk
Tangan Henry dipukul dengan keras oleh Ayara yang terbangun, ia melakukan itu secara reflek karena kaget melihat Henry meraba perutnya.
"Apa yang kau lakukan di kamarku?" tanya Ayara ketus dengan suara bergetar, ia masih saki hati dengan perkataan Henry tadi pagi.
"Sayang aku ..."
"Pergi aku tak mau kau ada di kamarku!!!" sahut Ayara dengan suara meninggi memotong perkataan Henry.
"Yara..."
"Get out ... Get out of my room Henry," jerit Ayara dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Get out Henry...get out.."
Greppp
🌼bersambung 🌼
🍀 🍀 Hamil?! bagaimana reaksi Ayara saat tau kalau dirinya sedang hamil?!
Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
__ADS_1
Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update