
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Selama perjalanan pulang Henry tak melepaskan pelukannya pada Ayara sehingga membuat Ayara merasa risih kepada driver yang membawa mereka pulang ke apartemen.
"Turunkan aku, mau sampai kapan kau akan memangku diriku seperti ini Henry?" tanya Ayara setengah berbisik kepada Henry yang yang tak melepaskan pelukannya.
"mmmm no, aku tak akan membiarkan nyonya Luke duduk di kursi," karena Henry tanpa rasa bersalah.
"Aku malu..."
"Kenapa harus malu, kau istriku dan kita sudah menikah lalu apa yang harus membuatmu merasa malu?" tanya balik Henry.
"Iya kita memang sudah menikah, tapi kan sangat tidak pantas kita mengumbar kemesraan seperti ini didepan orang lain," jawab Ayara pelan sambil mencubit paha Henry.
"aaaww...awww,"
Jerit Henry kesakitan saat cubitan kecil Ayara bersarang di pahanya, sementara itu Ayara hanya tersenyum penuh kemenangan melihat Henry kesakitan. Supir mereka yang sejak tadi diam hanya tersenyum tipis ketika melihat sang tuan dan sang nyonya bergurau.
Tiga puluh menit kemudian mobil yang membawa Henry dan Ayara akhirnya tiba di gedung mewah tempat apartemen penthouse milik Henry berada, detak jantung Henry terasa lebih cepat dari sebelumnya namun ia berusaha untuk tenang supaya tidak membuat Ayara curiga. Henry sengaja tidak memberitahukan perihal keberadaan Rian di apartemennya kepada Ayara, ia ingin Ayara melihat langsung apa yang dilakukan oleh Ryan tanpa ia beritahu. Karena dengan begitu ia berharap Ayara akan tau orang seperti apa Ryan sebenarnya.
"Henry aku bisa berjalan, kenapa kau terus menggendongku seperti ini,"bisik Ayara pelan pada Henry ketika mereka ada di dalam lift menuju ke lantai paling atas yang merupakan tempat tinggal mereka.
"Nikmati saja nyonya Luke, karena tak setiap hari aku akan menggendong seperti ini juga kan," jawab Henry tanpa rasa bersalah sambil mengencangkan cengkramannya di paha Ayara.
"Iya aku tau, tapi kita tidak sedang berdua di dalam lift ini. Ada empat orang bodyguardmu juga itu," ucap Ayara kembali mencoba untuk menyadarkan Henry bahwa mereka tidak sedang berdua saja di dalam lift.
"Just think of them as statues," bisik Henry pelan tanpa rasa bersalah.
*Anggap saja mereka itu patung.
Ayara tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan terakhir Henry, mana mungkin ia bisa menganggap keempat pria berbadan tegap yang sedang berdiri di hadapannya sebagai patung. Melihat Ayara tertawa karena leluconnya yang sebenarnya tak lucu membuat Henry sedikit lega, ia harus membuat hati Ayara setenang mungkin sebelum menemui Ryan.
Saat sampai dilantai tertinggi lift pun berhenti, keempat bodyguard yang mengawal Henry keluar terlebih dahulu disusul Henry yang masih menggendong Ayara.
"Kenapa aku mencium bau rokok dan alkohol yang sangat kuat di..."
__ADS_1
Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya saat melihat keadaan rumahnya, yang mana saat ini di lantai berserakan pecahan kaca yang berasal dari figura foto yang dihancurkan. Ia juga bisa melihat dengan jelas foto-foto apa yang berserakan di lantai saat ini, belum hilang kekagetannya saat melihat pecahan kaca dilantai kedua mata Ayara langsung menangkap sosok pria yang sedang duduk disofa bersama dua orang wanita cantik. Seorang pria yang sangat ia kenal, namun dua wanita cantik yang duduk disamping kanan dan kirinya ia tak mengenalnya.
"Henry!!!" jerit seorang wanita lainnya yang berasal dari dapur berlari mendekati Henry dan Ayara, keempat bodyguard yang berjaga di depan Henry langsung membuat perlindungan sehingga wanita itu tidak berhasil mendekati Henry yang masih menggendong Ayara.
"Kau jahat Henry, bisa-bisanya kau menikah tanpa ijin dariku," ucap wanita cantik itu kembali sambil menangis, dari mulutnya terdiam aroma alkohol yang sangat kuat.
"Put me down," pinta Ayara lirih.
*turunkan aku.
"It's not what you think baby," ucap Henry dengan cepat, ia tak menyangka akan melihat Yuri model cantik Jepang yang ia gunakan sebagai mata-mata untuk mencari informasi tentang Yamashita Ryuichi satu tahun yang lalu.
*ini tak seperti yang kau pikir sayang.
"I know, just put me down right now Henry," sahut Ayara dengan cepat.
*aku tau, turunkan aku sekarang juga Henry.
tanpa banyak bicara Henry kemudian menurunkan sang istri dengan perlahan, walaupun Ayara sudah tak ada digendongannya namun ia tak melepaskan pelukannya pada pinggang Ayara. Sehingga Ayara tetap berada di sampingnya diantara perlindungan para bodyguard yang berjaga di hadapan mereka.
"Who are you ?" tanya Ayara pelan mencoba menahan diri.
"Kenapa kau tanya padaku, kenapa kau tak tanya pada suamimu itu tentang siapa diriku," jawab Yuri dengan aksen Jepang yang sangat kental.
"あなたは日本人ですか?" tanya Ayara menggunakan bahasa Jepang yang sangat baik
*Anata wa nihonjin desuka? / apa kau orang Jepang.
"はい、あなたは絶対に正しいです。ルークさんの奥さんは日本語が堪能だと判明," jawab Yuri sambil tersenyum sinis.
*Hai, anata wa zettai ni tadashīdesu. Rūku-san no okusan wa nihongo ga kan'nōda to hanmei / Ya, anda benar sekali. Istri tuan Luke ternyata fasih berbahasa Jepang.
Ayara tersenyum mendengar perkataan wanita yang ada di hadapannya, ia berusaha tenang agar tak memancing keributan. Ayara pernah mengingat bahwa Henry pernah mengatakan kalau ia pernah punya seorang kekasih yang berprofesi sebagai model yang berasal dari Jepang.
"流暢だけでなく、私は半分日本人です," ucap Ayara dengan lantang, ia sengaja menekankan kata setengah Jepang saat berbicara.
*Ryūchō dakedenaku, watashi wa hanbun nihonjindesu / bukan hanya fasih, tapi aku setengah jepang.
__ADS_1
Yuri yang setengah mabuk nampak tersadar beberapa saat ketika mendengar jawaban dari Ayara, ia tak menyangka kalau wanita yang kini menjadi istri dari pria yang pernah mengencaninya selama satu tahun itu ternyata berdarah Jepang dan jauh lebih cantik daripada dirinya yang murni orang Jepang asli. Walaupun Ayara memiliki ayah asli orang Jepang namun gen sang ibu yang cukup kuat membuatnya terlihat lebih cantik dari gadis Jepang asli, jadi wajar kalau secara sepintas tak ada yang tau bahwa Ayara punya keturunan Jepang. Cara bicara dan aksennya yang kuatlah yang menunjukkan kalau ia benar-benar setengah Jepang, karena biasanya para pelajar atau para ekspatriat yang tinggal di Jepang pun butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk bisa memiliki aksen yang sangat khas seperti Ayara.
"次に、私たちの家に来てあなたの目的は何ですか、ミス," tanya Ayara lantang
*Tsugini, watashitachi no ie ni kite anata no mokuteki wa nandesuka, misu / Lalu apa tujuanmu datang kerumah kami nona
Prok
Prok
Prok
Prok
"Ternyata kau memang benar-benar anak dari Yamashita Ryuichi itu Yara," ucap Ryan tiba-tiba, walau ia tak mengerti perkataan Ayara dan Yuri sebelumnya namun ia bisa menduga bahwa Yuri dalam posisi yang tidak menguntungkan.
"Apa maumu Ryan?" tanya Henry menahan emosi sambil maju satu langkah dan melindungi Ayara dari tatapan Ryan, feelingnya tak enak saat Ryan membawa nama Yamashita Ryuichi
"Tentu kau tau kemana arah pembicaraanku Henry," jawab Ryan sambil tertawa lebar dan menatap Ayara dengan tajam.
"Cepat pergi dari rumahku sebelum aku panggil polisi," hardik Henry keras mengancam Ryan.
"Ha ha ha kau mau menggunakan polisi untuk menangkap ku, bukankah kau juga tahu cara kerja polisi seperti apa. Akh iya aku hampir lupa kecelakaan pesawat...kau tau kan cara kerja polisi yang menangani kecelakaan pesawat tuan Al..
Brukkk
....
🌼 Bersambung 🌼
**JANGAN LUPA
VOTE
VOTE
VOTE
__ADS_1
VOTE
TERIMA KASIH**