
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2
Terima kasih.
Henry mengajak Ayara untuk turun ke lantai satu, setelah selesai belanja di supermarket Henry sempat mampir ke sebuah restoran steak paling enak di Dublin. Ia lalu memesan dua porsi steak sapi paling enak direstoran itu untuk take away, pikiran Henry terus dipenuhi dengan Ayara yang sedang kelaparan.
"Ayo duduk aku siapkan dulu," ucap Henry pelan sambil menarik kursi di ruang makan untuk Ayara duduk.
"Kau mau apa?" tanya Ayara bingung karena melihat Henry pergi ke pantry.
Alih-alih menjawab pertanyaan dari Ayara, Henry justru hanya mengangkat tangannya membentuk simbol ok pada Ayara sehingga membuat Ayara bingung.
Tak lama kemudian Henry kembali dengan membawa dua piring yang sudah tertata rapi dengan daging steak sapi terbaik yang dilumuri saos barbeque menggoda, mencium aromanya langsung membuat Ayara menoleh tajam ke arah Henry. Daging steak itu kembali menggoda selera karena sempat Henry hangatkan kembali di microwave agar lebih nikmat dan tujuan Henry berhasil karena Ayara langsung tergoda.
Kedua mata Ayara berbinar-binar melihat Henry berjalan menuju meja makan sambil membawa dua piring besar itu, ia makin tak bisa menahan diri saat daging steak itu sudah ada dihadapannya. Ketika Henry pergi lagi ke pantry untuk mengambil garpu dan pisau Ayara nampak mengoleskan tangannya ke saus untuk mencobanya, kebetulan saat Ayara melakukan itu Henry sudah berjalan kembali menuju meja makan. Senyum Henry mengembang ketika melihat apa yang dilakukan Ayara, ia merasa makin bersalah ada Ayara.
"Jangan pakai jarimu, ini aku sudah membawakan garpu dan pisau sayang," ucap Henry pelan dengan suara parau.
Glek
Ayara yang sedang menikmati saus langsung menoleh ke arah Henry, wajahnya pun langsung merah padam seketika karena kepergok melakukan hal memalukan seperti itu. Henry pun hanya tersenyum simpul melihat Ayara tersipu, ia lalu mempercepat langkahnya dan memberikan garpu dan pisau pada Ayara agar Ayara bisa menikmati daging steak-nya dengan cepat.
Tanpa diperintah Ayara langsung mengiris daging sapi terbaik itu dengan cepat dan memasukkannya ke dalam mulut, saat menguyah daging itu kedua mata Ayara langsung membelalak karena terkejut dengan rasa daging yang ada di mulutnya.
"Aku membelinya dari restoran yang sudah berumur lebih dari 50 tahun sayang, jadi kau tak usah heran kalau rasanya sangat enak," ucap Henry pelan sambil tersenyum mencoba menjelaskan pada Ayara, seolah ia tau apa yang sedang ada dalam pikiran Ayara saat ini.
"Pantas saja enak sekali," jawab Ayara terbata dengan mulut penuh daging.
"Habiskan makananmu dan jangan bicara," sahut Henry dengan cepat.
Ayara menganggukan kepalanya penuh semangat, ia lalu kembali fokus pada makanannya kembali. Henry yang belum terlalu lapar tersenyum melihat cara makan Ayara, dalam waktu singkat daging yang ada dihadapannya Ayara tersisa sedikit karena ia makan dengan sangat lahap. Henry lalu membagi dua daging steak miliknya dan memberikan setengah potongan daging miliknya pada Ayara.
__ADS_1
"Habiskan," ucap Henry singkat sambil membelai rambut Ayara disaat Ayara kaget melihat Henry memberikan ia setengah dagingnya.
"Terima kasih," seru Ayara penuh semangat.
Henry hanya menganggukkan kepalanya perlahan, ia lalu mulai memakan daging steak miliknya yang tinggal setengah. Sesekali ia melirik ke arah Ayara yang terlihat sangat lahap sekali menikmati makanannya, tak lama kemudian Henry dan Ayara akhirnya selesai makan.
"Ayo ikut aku," ajak Henry pada Ayara yang baru saja minum air putih.
"Where?" tanya Ayara penasaran.
"Ayo nanti kau akan tau," jawab Henry singkat sambil meraih tangan Ayara agar bangun dari kursi.
Ayara kemudian bangun dari kursinya setelah menyeka mulutnya dengan sapu tangan, ia lalu berjalan pelan dibelakang Henry menuju ke ruang tamu. Langkahnya langsung berhenti ketika melihat segunung makanan kecil dihadapannya, belum juga hilang kekagetannya dengan setumpuk makanan itu Ayara kembali dikejutkan saat melihat dua kardus yang berisi ice cream ada diatas kursi.
"Ini apa Henry?" tanya Ayara terbata.
"Makanan kecilmu, aku belum tau apa kesukaanmu jadi aku belikan saja semua yang aku rasa enak," jawab Henry dengan penuh percaya diri, ia sudah tak sabar mendapat pujian dari Ayara.
"Sakit...apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya balik Henry dengan suara meninggi.
"Aku tak bisa makan snack itu, aku tak bisa makan makanan yang banyak mengandung MSG apalagi pada kripik-kripik itu Henry," jawab Ayara jujur.
"K--kau tak bisa makan makanan kecil itu?" tanya Henry kecewa.
"Huum, paling aku akan ambil coklat dan ice cream saja,"ucap Ayara tanpa rasa bersalah sambil membuka sebuah ice cream Magnum rasa coklat dan memakannya langsung dihadapan Henry.
Raut kekecewaan langsung terpancar di wajah Henry, ia kecewa karena gagal mengesankan Ayara.
"Lalu makanan sebanyak ini untuk apa kalau kau tak mau," ucap Henry lirih.
"Kita bisa berikan ke panti asuhan, aku yakin mereka akan bahagia mendapatkan makanan kecil ini,"jawab Ayara pelan sambil menjilati ice cream miliknya dihadapan Henry.
__ADS_1
Deg
Wajah Henry yang sedang kecewa langsung berubah saat melihat Ayara, darah lelakinya yang normal langsung bergolak saat melihat Ayara terus menjilati ice cream dihadapannya.
Henry mendekati Ayara dengan langkah pelan namun pasti tanpa bersuara, kedua matanya melihat Ayara tanpa berkedip seolah siap melahap Ayara bulat-bulat. Ayara yang masih menikmati ice cream-nya belum menyadari bahwa didepannya Henry sudah berubah menjadi predator yang siap menerkam mangsa, saat Henry sudah sangat dekat dengan dirinya Ayara lalu menghentikan kegiatannya.
"Yara aku ...
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Ayara sudah memasukkan ice cream yang ia pegang ke mulut Henry, alhasil saat ini mulut Henry sudah berisi ice cream yang tadi Ayara jilati.
"Habiskan ya, aku mau mencoba rasa yang lain," ucap Ayara tanpa rasa bersalah sambil mendorong Henry menjauh dari hadapannya, ia lalu duduk dilantai dan mencari ice cream didalam kardus dengan santai.
"Aku coba yang rasa vanilla sekarang, ayo sini Henry kita coba rasa yang lain juga," panggil Ayara pada Henry yang masih berdiri mematung.
Henry yang sudah on-fire langsung terdiam membatu, ia merasakan sakit yang luar biasa di tubuh bagian bawahnya yang sudah mulai bereaksi karena sikap Ayara tadi terpaksa harus menidurkan kembali juniornya.
"Kau harus sadar littlebuddy, wanita yang ada di hadapanmu itu sangat sulit dijinakkan," ucap Henry dalam hati sambil memejamkan kedua matanya berusaha untuk membuat juniornya kembali tenang.
πΌ Bersambung πΌ
VOTE VOTE VOTE
VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih
__ADS_1