Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Benci


__ADS_3

Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Joshua langsung meminta maaf atas apa yang sudah dilakukan oleh Ryan secara tak sengaja kepada Ayara, ia minta agar Ayara tidak marah kepada sang tuan yang kondisinya saat ini sedang setengah sadar seperti itu.


"Kalau tuanmu kondisinya memang sedang tidak sehat lebih baik jangan ajak dia berkeliaran di jalan bahkan sampai berteriak-teriak seperti tadi di rumah orang, bukankah itu sangat mengganggu." Ucap Ayara ketus sambil melirik kearah Joshua dengan tatapan tajam.


"Iya tuan, maafkan majikan saya. Kalau begitu saya akan membawanya pulang untuk beristirahat." Jawab Joshua dengan cepat.


"Cepatlah pergi sebelum kesabaranku habis." Sengit Ayara dengan penuh emosi, dia masih tak terima bibirnya dicium oleh Ryan walaupun sebenarnya secara garis besar dialah yang menubruk Ryan dan akhirnya bibirnya mencium bibir Ryan. Akan tetapi hal itu tidak akan terjadi kalau Ryan tidak menariknya tadi.


Joshua dengan cepat membetulkan posisi Ryan dan memasangkan sabuk pengaman di tubuhnya, ia lalu menutup pintu dan mengambil alih kemudi. Tak lama kemudian mobil Porsche milik Ryan akhirnya meninggalkan danau, sementara itu Ayara masih berdiri sambil melipat tangannya ke dada menatap dengan tajam ke arah mobil mahal itu perlahan menghilang di balik jalan raya.


Ayara masih kesal karena kejadian yang baru saja menimpanya, ia masih tak terima ciuman pertamanya hilang dengan cara yang tidak berkesan seperti itu. Walaupun sebenarnya Ayara tidak pernah membayangkan akan memberikan ciuman pertamanya kepada siapa, akan tetapi tetaplah ia menginginkan sesuatu yang spesial sebagai seorang wanita.


"Dasar Ryan Bray seorang psychopath yang mesum, aku tidak akan pernah memaafkanmu atas kejadian yang baru saja terjadi." Ucap Ayara dalam hati sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah karena marah.


Setelah puas melampiaskan emosinya Ayara kemudian masuk ke dalam mobil dan berniat untuk pulang kembali ke rumah Henry, akan tetapi ia kembali teringat kalau sebenarnya ia juga sedang marah pada sang majikan. Oleh karena itu Ayara akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, ia ingin melihat kondisi Jelita korban perkosaan semalam yang ia tolong. Ayara akhirnya pergi meninggalkan danau menuju ke rumah sakit tempat Jelita dirawat tanpa memberitahu kepada Michael ataupun Henry.

__ADS_1


Saat sampai di rumah sakit Ayara bingung karena melihat banyak sekali orang yang nampak sedang menangis di depan ruang perawatan Jelita, ia nampak bingung ketika melihat orang-orang itu terus-menerus memanggil nama Jelita berulang-ulang.


"Ada apa sus kenapa semua orang menangis?" Tanya Ayara penasaran kepada seorang suster yang sedang melintas.


"Pasien yang menjadi korban perkosaan semalam baru saja meninggal sepuluh menit yang lalu karena pendarahan, sepertinya korban sempat mengalami kekerasan fisik terlebih dahulu sebelum diperkosa sehingga membuat organ vitalnya terluka cukup parah." Jawab sang suster dengan mata memerah.


"A---apaaa Jelita meninggal.!!!" Pekik Ayara kaget sambil menoleh ke arah kamar perawatan Jelita yang sudah penuh dengan keluarga dan kerabatnya.


Sang suster hanya mengangguk pelan tanpa berkata apapun lagi, ia kemudian berjalan pergi meninggalkan Ayara ke untuk melakukan tugasnya yang lainnya. Sementara itu Ayara nampak lemas dan terduduk dilantai tanpa bisa berkata apapun lagi, ia tak menyangka kalau gadis kecil yang semalam ya tolong saat ini sudah meninggal.


Ayara meneteskan air matanya untuk pertama kali karena orang yang tak ada hubungan darah apa pun dengan dirinya, saat sedang menyeka air mata yang keluar dan membasahi wajahnya tiba-tiba perhatian Ayara tercuri kearah lift dimana ia melihat Elang sang pelaku perkosaan bersama keluarganya nampak berjalan mendekati ruang perawatan Jelita. Nampaknya mereka ingin memberikan ucapan bela sungkawa tanpa rasa bersalah sedikitpun, Ayara sudah bisa menebak pasti ini adalah ide yang diberikan oleh pengacaranya supaya memberi kesan bahwa Elang tidak bersalah atas apa yang menimpa Jelita.


Pihak keluarga Jelita yang tahu kalau Elang berusaha mendekati Jelita kembali nampak menolak kehadiran sang penjahat, mereka bersama-sama berteriak meminta Elang untuk menjauh dari jenazah Jelita yang sudah tertutup kain putih. Mereka tak rela Jelita kembali disentuh oleh pria tak beradab seperti itu, kedua orang tua Jelita nampak tak punya tenaga untuk menangis kembali mereka hanya terduduk lesu menatap jasad sang putri yang sudah terbujur kaku di hadapannya melihat hal itu membuat Ayara merasa sakit dadanya terasa sesak.


"Kenapa kalian menolak kedatangan tuan muda kami, padahal tuan muda kami punya niat yang bagus untuk mengucapkan bela sungkawa kepada orang tua korban. Saya yakin kalau tuan muda kami tidak bersalah atas kejadian ini, dan kami akan usut tuntas kasus ini sampai ke pengadilan supaya kedua belah pihak mendapatkan keadilan yang sebenarnya." Ucap pengacara pribadi Elang kepada salah satu pihak keluarga Jelita yang menahannya untuk masuk ke dalam ruang perawatan dimana jenasah Jelita berada.


"Kalian memang orang kaya, kalian memang orang yang punya kekuasaan sehingga kalian bisa berbuat semena-mena seperti itu tapi ingat satu hal masih ada Tuhan yang memberikan keadilan kepada putri kami Jelita. Kami tak berharap apapun dengan hukum di dunia hanya saja semoga Tuhan memberikan keadilan yang sesungguhnya kepada pelaku yang berusaha menjadi korban itu dan jika saat itu tiba saya berharap Jelita akan melihatnya dari atas dan bisa tenang di alam sana." Jawab ibu Jelita dengan suara lantang tiba-tiba, kedua matanya nampak menatap tajam kearah orang yang berdiri di samping sang pengacara.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu ibu Jelita kembali jatuh pingsan sehingga membuat semua orang kembali panik, karena tak diterima masuk untuk bertemu dengan pihak keluarga untuk mengucapkan bela sungkawa Elang akhirnya mengajak semua anak buahnya pergi meninggalkan rumah sakit. Pihak polisi mengatakan Elang masih menjadi terduga belum menjadi tersangka oleh karena itu mereka membiarkan Elang untuk kembali ke rumah karena lemahnya saksi dan kurangnya bukti apalagi Jelita juga sudah meninggal dunia.


Ayara kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan seratus dollar dari dalam dompetnya dan memberikan uang itu kepada ayah Jelita dengan harapan bisa sedikit membantu meringankan pemakaman Jelita, setelah mengucapkan bela sungkawa Ayara kemudian berlari ke arah parkiran mobil berharap masih bisa menemukan keberadaan Elang. Dengan perlahan Ayara mengikuti rombongan mobil Elang meninggalkan rumah sakit menuju ke kediamannya, setelah berkendara hampir satu jam akhirnya Ayara berhenti di depan sebuah kompleks perumahan yang cukup mewah dan dijaga ketat oleh pria berbadan tegap.


"Jadi ini rumahmu penjahat kelamin." Ucap Ayara lirih sambil terus menatap Elang yang masih berdiri didepan pintu mobilnya sambil berbicara dengan orang melalui telepon.


Saat akan memacu mobilnya meninggalkan rumah sang penjahat, Ayara tiba-tiba dikejutkan ketika melihat sebuah mobil yang cukup mewah berhenti di dekat Elang. Sebuah mobil yang sangat ia kenal dan tak lama kemudian si empunya mobil nampak turun dan berjalan mendekati orang yang tersenyum lebar ke arahnya.


"Henry....jadi kalian saling mengenal." Ucap Ayara terbata penuh emosi, ketika melihat keakraban Henry dan Elang.


🌸Bersambung 🌸


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih kakak-kakak.


Love u all...🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2