Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
First mistake


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.


Terima kasih.


Ayara terbangun ketika merasakan silau di matanya akibat pantulan yang masuk dari sinar matahari yang mengenai cermin yang ada di meja rias, ia membuka matanya perlahan dan menyadari kalau hari sudah siang. Tadi malam setelah Henry berusaha untuk menyentuhnya dan gagal karena ia datang bulan sehingga membuat Henry memilih untuk tidur di kamar lain yang ada di lantai dua dan meninggalkan Ayara tidur sendiri di kamaor pengantin, Ayara merasa sedikit lega karena datang bulannya datang di waktu yang tepat.


"Maaf Henry, aku belum siap. Aku harus memastikan hatiku dulu," ucap Ayara lirih sambil menatap cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya.


Karena cacing-cacing didalam perutnya bergolak minta di isi Ayara akhirnya bangun dari ranjang yang dipenuhi kelopak mawar, ia tersenyum melihat semua kejutan yang disiapkan Henry untuknya itu. Ayara mengakui kalau Henry memiliki sisi romantis yang tinggi namun Ayara tau Henry bisa seromantis itu karena ia sudah terbiasa melakukan hal ini pada wanita-wanitanya yang terdahulu.


Ayara berjalan menuju pantry yang ada dilantai satu dengan tanpa menggunakan alas kaki, sehingga saat ia menuruni tangga ia bisa merasakan langsung jutaan kelopak mawar menyentuh kakinya. Senyum Ayara tersungging saat melihat Henry masih tidur dikamarnya dari pintu yang tak tertutup, karena tak mau mengganggu Henry yang masih tidur membelakangi pintu Ayara mempercepat langkah kakinya menuju pantry.


Karena di kulkas banyak sekali bahan makanan Ayara tak kesulitan mencari ide untuk membuat sarapan, ia akhirnya memilih membuat Pincho de tortilla yang merupakan omelet khas Spanyol yang berupa dadar kentang menumpuk dan terbuat dari telur dan kentang yang akan ia sajikan bersama garlic bread yang sudah di toast terlebih dahulu supaya renyah dan lebih terasa. Karena masih ada waktu banyak dan Henry belum bangun Ayara memutuskan untuk membuat churros juga yang akan ia sajikan bersama segelas coklat panas.


Saat semua masakan yang ia buat sudah selesai Ayara mendengar langkah kaki dari Henry mulai mendekat ke meja makan, ia memaksakan tersenyum menyambut Henry yang sudah resmi jadi suaminya kemarin.


"Morning," sapa Ayara pelan.


"Morning," jawab Henry singkat.


"Bagaimana tidurmu?" tanya Ayara tanpa sadar, ia sudah kebingungan ingin bertanya apa pada Henry sejak tadi.


"Kau tentu tau jawabannya sendiri Yara," jawab Henry lirih sambil meraih garlic bread yang ada di atas piring dan langsung memakannya dengan cepat.


Ayara langsung diam saat mendapatkan jawaban yang tak bersahabat dari Henry, ia lalu memilih diam dan ikut makan bersama Henry. Ayara meraih churros dan mencelupkannya ke coklat panas favoritnya lalu memakannya dengan lahap, ia tak memperdulikan sisa coklat yang masih menempel di sekitar bibirnya.


Melihat apa yang dilakukan Ayara membuat Henry kembali harus menahan diri, ia benar-benar tak habis pikir wanita yang sudah jadi istrinya ini masih suka menjilati tangannya yang penuh coklat tanpa malu sedikitpun dihadapannya. Apalagi dengan kondisinya yang masih belum bersahabat pasca semalam gagal melakukan hasratnya yang sudah ia tahan selama hampir satu minggu saat tinggal bersama Ayara, dengan kasar Henry membanting garlic bread ditangannya ke piring dan langsung bangun dari kursinya lalu menarik Ayara yang masih terlihat belum menyadari apa yang terjadi.

__ADS_1


"Kau kenapa...mmmmm


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena Henry sudah melahap bibirnya dan melumaattnya dengan rakus sampai membuat Ayara kesulitan bernafas, Henry yang sedang tak bisa menguasai dirinya tak memperdulikan pukulan Ayara di punggungnya. Ia terus memainkan lidahnya di dalam mulut Ayara, mengitarinya setiap inch bagian dalam mulut Ayara tanpa jijik. Belum selesai dengan bibir Ayara yang sudah resmi menjadi istrinya Henry mengarahkan tangannya ke dada Ayara dan langsung meremasss dengan kuat sepasang bukit indah milik Ayara penuh nafsu, Ayara yang masih dalam kekuasaan Henry langsung membuka kedua matanya saat menyadari aktivitas Henry di dadanya. Ia terlihat berusaha melepaskan cengkraman tangan Henry yang masih menggenggam erat tangan kanannya, sedangkan tangan dirinya dijepit Henry dengan kekuatan lengannya yang besar.


"Henn...mmmhhh...sttoopp


"Hennnn...Sssttopp akh..


Rasa panik mulai mendatangi Ayara ketika Henry tak menghentikan kegiatannya, ia merasakan sakit di dadanya akibat aktivitas Henry. Pasalnya ketika datang bulan seluruh tubuhnya pasti akan terasa sakit termasuk dadanya, jangankan di cengkram dengan kuat seperti yang Henry lakukan saat ini tersenggol sedikit saja pasti akan sakit dan ngilu. Belum lagi dengan rasa membakar di pinggangnya yang terasa seperti akan copot setiap datang bulan.


Henry baru mulai menghentikan kegiatannya saat merasakan air mata Ayara menetes dan masuk kedalam mulutnya yang sedang melahap bibir Ayara, kesadarannya langsung kembali saat menyadari bahwa Ayara sedang menangis atas apa yang ia lakukan.


Plakkk


Sebuah tamparan keras terdengar sangat keras menggema di seluruh ruangan saat tangan Ayara beradu dengan pipi Henry.


"Yara aku...


"Aku membencimu Henry, kau jahatt..kau tak sebaik yang aku pikir. Kau hanya pura-pura baik dihadapan kedua orangtuaku, kau hanya bermain peran dihadapan mereka untuk meluluhkan aku...aku benci padamu Henry...aku benci!!!" jerit Ayara penuh emosi sambil memegangi dadanya yang terasa sakit pasca aktivitas Henry, bahkan baju tidurnya pun sudah kusut masai akibat gerakan tangan Henry yang sangat bernafsu.


Setelah berkata seperti itu Ayara langsung berlari menuju kamar pengantinnya dan langsung membanting pintu dengan keras sesaat setelah ia masuk, Henry yang menyadari kesalahannya langsung berlari dan mengejar Ayara. Ia mengetuk pintu kamar pengantinnya berkali-kali namun Ayara tak kunjung membuka pintunya dari dalam, Henry akhirnya terduduk di depan pintu sambil mendengarkan dengan jelas suara tangisan Ayara yang begitu menyayat hati. Ayara menangis dengan keras seolah baru saja mendapatkan pelecehan seksual, padahal menurut Henry yang ia lakukan bukanlah sebuah hal yang patut dipermasalahkan pasalnya ia dulu biasa melakukan hal seperti itu pada wanita-wanitanya.


Bahkan diluar sana banyak wanita yang suka jika pasangannya berlaku sedikit kasar di atas ranjang, tapi kali ini ia hanya melakukan pemanasan sedikit tapi Ayara sudah sangat marah dan hal ini membuat Henry bingung.


"Aku bukan perempuan Jalaaangg Henry kau tak bisa memperlakukan aku seperti itu...hikss.." pekik Ayara dengan keras sampai terdengar oleh Henry dan ada diluar pintu.


Deg

__ADS_1


Henry langsung terdiam mendengar teriakan Ayara dan langsung menyesali apa yang sudah ia lakukan tadi dimeja makan.


Tok


Tok


Tok


"Yara...maafkan aku, aku salah Yara..aku tak bermaksud untuk melukaimu atau merendahkan mu aku tadi sedang dikuasai kegilaanku Yara...maafkan aku sayang..."ucap Henry dengan keras setelah ia mengetuk pintu meminta maaf pada Ayara.


"Pergi...aku tak mau melihatmu!!" jerit Ayara dengan keras.


"Yara...jangan seperti ini, bicaralah empat mata denganku. Jangan kunci pintu kamarmu, kita harus bicara sayang...maafkan aku Yara...


Karena tak mendapatkan jawaban Henry langsung berjalan menuju kamar tempatnya tidur tadi malam, ia memilih cara gampang untuk membuka pintu kamar mereka yang baru saja diganti dua hari yang lalu itu menggunakan pistolnya lagi.


Doooorrrr....


🌼 Bersambung 🌼


VOTE VOTE


VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2