
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.
Terima kasih.
Raisa memeluk putri tunggalnya dengan hati yang teriris, ia ingin sekali membuka mulut namun rasanya sangat berat. Sehingga hanya mampu menangis dalam kesedihan dan keharuan yang menjadi satu, karena waktu janji suci akan dimulai akhirnya ia melepaskan pelukannya pada Ayara yang sudah banjir air mata. Dengan penuh cinta Raisa memperbaiki riasan Ayara yang sedikit rusak karena air mata, Ayara yang tak pernah menggunakan makeup selama hidupnya nampak sangat cantik.
Karena bulu matanya yang sudah lentik ia tak perlu memakai bulu mata palsu berlapis-lapis begitu juga dengan bedak di wajahnya, sang perias tadi hanya memakaikannya BB cushion saja bukan foundation seperti pengantin wanita kebanyakan. Pasalnya dari awal Ayarasudah berpesan untuk tak membuat wajahnya berubah seperti badut, Ayara menginginkan tampilan yang minimalis yang tak menggunakan banyak tambahan make up di wajah. Dan walau ia hanya memakai riasan tipis nyatanya tetap kecantikannya tak bisa ditutupi, dengan hati-hati Raisa memakaikan hiasan penutup kepala pada Ayara.
Mereka lalu melakukan sesi foto keluarga terlebih dahulu sebelum Ayara keluar menuju altar, setelah mengambil banyak foto akhirnya Raisa menyerahkan Ayara pada Alfredo untuk di bimbing menuju altar. Air mata yang ditahan Alfredo mengucur tanpa permisi membasahi wajah hangatnya saat Ayara merangkul tangannya, walaupun ia bukan ayah kandung dari Ayara tapi ia tetap saja tak bisa menahan rasa harunya seolah Ayara adalah darah dagingnya sendiri. Raisa pun berjalan keluar terlebih dahulu menuju kursinya yang disediakan dengan menggendong baby Ace yang sejak tadi selalu tersenyum seolah ikut bahagia karena sang kakak akan menikah.
Musik pengiring pun berbunyi di sebuah gereja indah yang dipilih oleh Henry secara khusus, geraja yang dulu dipakai kedua orang tuanya untuk mengikat janji setia. Ia berjanji akan menikah juga di gereja itu suatu saat dia akhirnya apa yang ia ucapkan puluhan tahun lalu ketika ia masih kecil terlaksana, Ayara berjalan anggun di samping Alfedro yang berkaca-kaca menahan haru. Mimpinya untuk mengantar sang putri berjalan di altar tercapai, ada rasa aneh bergulir di dadanya. Sementara itu dari kursinya Raisa menangis bahagia melihat dua orang yang ia cintai berjalan di altar, Cecar yang duduk di samping Raisa berusaha memberikan dukungan pada sang nyonya.
"Saya Henry Luke, membawamu Ayara Del Castillo untuk menjadi istri saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormatimu sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari dikehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita," ucap Henry dengan suara parau menahan tangis haru.
"Saya Ayara Del Castillo membawamu Henry menjadi suami saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita," jawab Ayara terbata.
Selesai mengucapkan janji setia sehidup semati hingga ajal memisahkan Ayara dan Henry sudah sah dinyatakan sebagai suami istri oleh pendeta, mereka lalu melakukan tukar cincin yang disambut tepuk tangan meriah dari keluarga dan orang-orang terdekat mereka.
"Sekarang kau boleh mencium istrimu tuan Luke," ucap sang pendeta.
Tanpa diperintah dua kali Henry kemudian meraih veil yang menutupi wajah Ayara dengan perlahan, ia lalu tersenyum melihat cantiknya Ayara dalam make up minimalis yang menghias wajahnya. Perlahan Henry menurunkan wajahnya dan mencium Ayara dengan mesra untuk pertama kalinya sebagai suami, Ayara yang sempat menghindar akhirnya pasrah ketika Henry meraih pinggangnya dan menariknya kearah Henry dan menciumnya dengan lembut.
Suara tepuk tangan untuk yang cukup keras akhirnya membuat Henry terpaksa menyudahi kegiatan yang ia sukai itu, senyumnya tersungging saat melihat wajah merona Ayara yang tersipu.
"Kau sangat cantik, cantik sekali jika sedang tersipu seperti itu sayang," bisik Henry lembut menggoda Ayara.
__ADS_1
"Jangan cari masalah denganku Henry, didepan kita banyak orang," jawab Ayara ketus, ia membuang wajahnya kearah lain untuk mengindari tatap mata dengan Henry.
Henry tertawa melihat sikap Ayara, karena tak mau mengganggu sang istri Henry lalu berjalan mendekati Alfredo yang sudah resmi menjadi ayah mertuanya. Ia langsung memeluk Alfredo erat dan memeluk Raisa dengan erat.
"Ingat janjimu Henry, jaga anakku seperti kau menjaga nyawamu sendiri," ucap Alfedro pelan.
"Of course dad, Ayara is everything to me," jawab Henry dengan cepat sambil tersenyum.
"Jaga Yara baik-baik, kalau dia sedih atau marah beri ia waktu untuk menyendiri nak. Jangan paksa ia berbicara saat ia sedang emosi, berikan waktu padanya,"imbuh Raisa pelan.
"Yes mom, I will remember it," sahut Henry lirih, ia tau kemana arah pembicaraan kedua mertuanya itu.
"Ok ayo kita nikmati pestanya, ini hari bahagiamu nak," ucap Alfedro pelan sambil menepuk pundak Henry.
Henry menganggukan kepalanya perlahan lalu mengajak Raisa untuk berdansa di lantai dansa, biasanya para pengantin yang baru saja mengucapkan janji sehidup semati akan melakukan dansa pertama kali sebagai sepasang suami istri. Namun Henry memilih berdansa dengan Raisa sang ibu mertua sehingga membuat Ayara tersenyum.
" Tentu saja," jawab Ayara dengan cepat.
Alfredo lalu mengajak ayah ra mendekati Henry dan sang istri yang sedang berdansa di lantai dansa kedua matanya berkaca-kaca saat berdansa dengan Sang putri tercinta yang kini sudah menjadi istri orang lain.
"Terima kasih nak, terima kasih sudah memberikan kesempatan pada daddy untuk melakukan semua hal indah ini," ucap Alfredo lirih.
"Kenapa harus berterima kasih daddy, daddy adalah ayah Ayara. Jadi hanya daddylah yang pantas menemani Ayara menuju gerbang kehidupan yang baru, jadi daddy tak perlu berterima kasih seperti itu kepadaku," jawab Ayara menahan tangis, ia tau kemana arah pembicaraan sama ayah tiri yang menyayanginya melebihi putri kandung itu
"Terima kasih sudah membuat impian daddy jadi nyata nak, Yara harus bahagia. Jangan terlalu galak pada suamimu, Henry saat ini sudah menjadi suamimu yang salah di mata negara, hukum dan agama. Jadi kau tak bisa berbuat semena-mena kepadanya seperti dulu, " bisik Alfredo mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
Ayara menganggukkan kepalanya berkali-kali sambil menggigit bibir menahan haru, air mata yang ia tahan untuk turun menerobos pertahanan Ayara. Wajah cantik Ayara kini kembali basah dengan air mata bahagia bercampur haru, melihat Ayara menangis Henry kemudian meminta ijin pada Raisa untuk mendekati istrinya itu. Raisa pun dengan senang hati mempersilahkan Henry mendekati Ayara.
"Simpan air matamu untuk nanti malam sayang, aku bahkan belum memulainya lho," bisik Henry lirih mengucapkan kalimat sensual menggoda Ayara yang sedang merebahkan wajah dadanya.
"Henry!!!" sengit Ayara kesal.
Henry tertawa lebar melihat Ayara marah, ia lalu mengeratkan pelukannya pada Ayara yang sudah berganti dengan gaun yang lebih simple dari gaun pengantinnya tadi.
Raisa memeluk Alfredo dengan erat saat melihat Henry dan Ayara tertawa.
"Kau sudah siap kan sayang?" tanya Alfredo lirih.
"Demi Ayara dan Ace aku siap, asal selalu bersamamu aku tak takut menghadapi takdir," jawab Raisa terbata.
"I love you Raisa Turner, bertemu denganmu adalah takdir terindah dari Tuhan untukku. I love you my love," sahut Alfredo penuh kasih.
"I love you to Alfredo... hidup matiku bersamamu....
πΌ Bersambung πΌ
VOTE VOTE
VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
__ADS_1
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
Terima kasih