Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
"Kacamata" wanita


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Setelah berdiri cukup lama menatap ke arah lorong dimana ia melihat seorang wanita berambut panjang Henry kemudian meneruskan langkahnya menuju ke lantai satu untuk mengambil minum karena tenggorokannya sudah tak bisa di tolerir lagi, ia mengabaikan apa yang baru saja dilihatnya. Karena hari masih sangat pagi belum belum ada satupun pelayannya yang bekerja sehingga di lantai satu masih sangat sepi, setelah meminum habis air yang ada di dalam gelas besarnya yang ia ambil dari kulkas Henry kemudian berjalan pelan menuju ruang kerjanya dan masuk ke dalam. Rasa kantuknya sudah tak tertahankan lagi, oleh karena itu ia memilih tidur disofa yang ada dalam ruang belajar. Ia sudah tak mampu naik ke lantai dua lagi.


"Yara kenapa kau bodoh sekali !!" Umpat Ayara dalam hati saat berdiri dibalik dinding, ia hampir saja terkena serangan jantung ketika melihat Henry keluar dari kamarnya.


Karena sudah terlanjur keluar dari kamar Ayara tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa, ia khawatir kalau langsung berlari maka Henry akan makin curiga padanya. Oleh karena itu tadi Ayara berjalan pelan menuju ke tempatnya berdiri sekarang dan langsung  bersembunyi di balik dinding berharap Henry tak mendekatinya. Setelah merasa cukup yakin kalau Henry tak mendekatinya Ayara langsung berjalan cepat menuju kamarnya yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat, Ayara keluar dari kamarnya karena merasa aman pasalnya ia tahu kalau Henry dan Michael sedang pergi. Para pelayan juga mengatakan biasanya Henry tak akan pulang kalau ada pesta seperti ini maka dari itu Ayara berani keluar dengan membiarkan rambut panjangnya tergerai.


"Benar-benar menyulitkan saja si menyebalkan itu." Sengit Ayara penuh emosi dengan nafas naik turun, karena hari sudah pagi Ayara kemudian berjalan pelan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Mentari pagi pun mulai muncul dari ufuk timur menyinari bumi dan isinya membawa kehangatan bagi jiwa-jiwa yang baru terbangun dari mimpi, suasana di kediaman Henry pun sudah terlihat sibuk. Para pelayan kembali mengerjakan tugasnya masing-masing termasuk Ayara yang nampak sibuk di ruang latihan, ia terlihat sedang melatih kemampuannya merakit senjata yang sudah di lepas menjadi utuh seperti sedia kala menggunakan stopwatch.


"Pagi tuan Arial, ini minumannya." Ucap seorang pelayan yang baru saja meletakkan minuman untuk Ayara.


"Thank, oh iya apakah dua tuan muda itu sudah bangun?" Tanya Ayara pelan tanpa menoleh.


"Tuan muda Michael sudah akan tetapi tuan muda Henry belum, tadi pelayan yang membersihkan lantai dua mengatakan kalau kamar tuan muda Henry masih tertutup rapat." Jawab sang pelayan tergagap dengan wajah memerah, ia selalu malu kalau sedang berbicara dengan Ayara. Banyak pelayan muda di rumah Henry yang diam-diam membicarakan wajah Ayara yang dibilang mirip pria-pria idol korea yang cantik.


"Dia tidur si ruang kerja." Ucap Ayara dengan cepat.


"A--apa maksud anda tuan?" Tanya sang pelayan tergagap.


"Tuan Henry tidur di ruang kerjanya, tadi ketika aku mengambil senjata ini disana aku melihatnya tidur di sofa. " Jawab Ayara singkat sambil mengangkat pistol latihan yang ada ditangan kirinya ke udara.


"Oh bergitu puranya, kalau begitu saya permisi tuan silahkan lanjutkan latihan anda." Pamit sang pelayan ketakutan begitu melihat pistol yang baru saja di tunjukkan Ayara.


Tak lama kemudian terdengar bunyi pintu yang tertutup kembali dengan terburu-buru dari luar, Ayara hanya tersenyum tipis ketika tahu kalau pelayan itu keluar dari ruangan latihan. Ia sangat tak suka ada orang yang melihatnya latihan, Ayara merasa terintimidasi jika ada orang yang sedang memperhatikannya.


Drttttt


Drttttt


Ponsel Ayara yang ada di atas meja berbunyi berkali-kali sehingga membuat Ayara menghentikan latihannya, dengan langkah malas Ayara berjalan menuju ke tempat ponselnya berada. Wajahnya langsung bersinar ketika melihat nama yang muncul di layar ponselnya.

__ADS_1


"Mommm.....


"Hei anak nakal kemana saja sudah beberapa hari ini mommy tak bisa menghubungimu.!!!" Pekik Raisa ibu Ayara di telepon begitu sambungannya tersambung dengan Ayara.


"Maaf mom waktu itu ponsel Yara tak sengaja jatuh dan rusak alhasil Yara harus beli ponsel lagi." Jawab Ayara singkat.


"Mommy tak bisa menghubungimu selama hampir satu minggu lebih nak...waktu itu mommy pun hampir ke Jakarta menyusulmu akan tetapi karena ada sedikit masalah di perusahaan mommy akhirnya membatalkannya." Ucap Raisa dengan suara melembut.


"Ada masalah apa dikantor mom?" Tanya Ayara penasaran, pasalnya selama perusahaan di pimpin oleh sang ibu tak pernah ada masalah apapun.


"Bukan perusahaan itu sayang, mommy sedang mendirikan satu perusahaan lagi dengan rekan kerja mommy." Jawab Raisa dengan cepat.


"Perusahaan baru ?? wah mommy hebat." Pekik Ayara girang.


"Dasar nakal...dimana sekarang kau sayang?" Tanya Raisa kembali.


"Ada dirumah mom." Jawab Ayara berbohong, ia tak mungkin mengatakan kalau sedang ada dirumah Henry.


"Benarkan ? ini mommy sudah sampai lobby kau tak mau menyambut kedatangan mommy...


"Iya sayang, ya sudah ayo turun mommy bawa banyak sekali makanan ringan kesukaanmu didalam koper. " Ucap Raisa kembali.


"Ok mom tunggu ya..." Sahut Ayara panik, ia kemudian menutup panggilan telfonnya dengan sang ibu.


Tak lama kemudian Ayara berlari keluar dari ruang latihan tanpa merapikan ruang latihan, ia tak sempat merapikan semua itu. Pikirannya sekarang sedang panik begitu mengetahui kalau sang ibu sudah sampai di lobby apartmentnya padahal saat ini ia sedang ada dirumah Henry, dengan cepat Ayara menelfon pengacaranya pak Agustian untuk menemui sang ibu terlebih dahulu.


"Ok pak saya akan sampai rumah dalam waktu tiga puluh menit lagi, jangan bilang mommy Yara sedang latihan di studio Muay Thai ya pak." Ucap Ayara pelan pada sang pengacara ketika menutup sambungan teleponnya sambil merapikan barang-barangnya ke dalam tas ransel.


Ceklek


Pintu kamar Ayara terbuka dari luar dan masuklah Michael yang baru selesai mandi menatap dengan heran ketika melihat Ayara berkemas.


"Apa yang kau lakukan Arial?" Tanya Michael dengan cepat.

__ADS_1


"Aku ada urusan, beberapa hari ini aku cuti dulu ya... tolong sampaikan ke tuan Henry." Jawab Ayara cepat sambil menggendong tas ranselnya yang cukup berat.


"Kau mau kemana Arial? kau adalah bodyguard pribadi tuan Henry!!kau tak bisa seenaknya saja pergi dari tugasmu!!" Hardik Michael dengan suara meninggi sambil berkacak pinggang.


"Ini berhubungan dengan ibu negara, ya sudah aku pergi dulu ya Mike. Ojek onlineku sudah menunggu di luar." Sahut Ayara cepat sambil berjalan menuju pintu dimana Michael sedang berdiri.


"Arial kau tak bisa seenaknya saja ...


"Tolong Mike aku tak mau berdebat denganmu, ini berhubungan dengan hidup matiku." Ucap Ayara cepat memotong perkataan Michael dan berusaha melepaskan tangan Michael yang sedang memegang tangannya.


"Lalu bagaimana dengan nyaawa tuan Henry?! itu juga berhubungan dengan hidup matimu Arial." Sengit Michael penuh emosi.


Bruk


Tubuh Michael langsung terjatuh ke lantai karena Ayara memukul pundaknya sehingga memuat Michael terjatuh seketika karena tak menyangka akan diserang Ayara seperti itu.


"Sorry Mike." Ucap Ayara lirih sambil tersenyum penuh sesal ketika melihat Michael tersungkur di lantai.


Setelah melihat Michael tak berdaya Ayara kemudian dengan cepat berlari menuju ke tangga, ia takut kalau ibunya menunggu lama di apartemen. Dengan menggunakan ojek online Ayara pergi meninggalkan kediaman menuju ke apartemnnya di daerah SCBD.


Michael kemudian berusaha bangun dari lantai tak lama setelah Ayara bangun dari lantai, ia nampak memijat pundaknya yang masih sakit. Saat berhasil berdiri Michael memejamkan mata sejenak berusaha mengumpulkan kesadarannya kembali, setelah berhasil mengusahai diri dengan perlahan Michael membuka kedua matanya,


"Arial sialan...beraninya bocah itu kurang ajar padaku." Umpat Michael kesal, ia merasa kesal karena diserang Ayara secara tiba-tiba seperti tadi.


"Ehhh wait itu apa." Ucap Michael lirih, kedua matanya menangkap sebuah benda berbentuk gunungan kembar.


Karena penasaran Michael berjalan pelan mendekati benda itu dan mengambilnya dari bali pintu lemari pakaian Ayara.


"Ini adalah sport bra!!!" Pekik Michael keras dengan mengangkat bra yang baru ia temukan dari dalam lemari pakaian Ayara.


🌸Bersambung 🌸


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.

__ADS_1


Terima kasih kakak-kakak.


Love u all...🌹🌹


__ADS_2