
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Ayara yang masih tertidur di depan TV nampak merapatkan selimutnya ketika mencium aroma masakan yang menusuk hidungnya, sementara itu di dapur Raisa nampak sedang sibuk membuat makanan pagi untuknya bersama Ayara. Akan tetapi sepuluh menit yang lalu ia membuat menu sarapan lain karena Alfredo mengabarkan kalau akan datang sarapan bersama di apartemen.
"Uhukk..uhukkk...."
Ayara terbatuk-batuk karena aroma masakan yang keluar dari pantry menusuk hidung nya.
"Mommm uhukkk...." Teriak Ayara dengan suara meninggi sambil terus terbatuk.
"Wait honey. " Sahut Raisa sambil menuangkan air dari dalam kulkas ke gelas.
"Mommm.....
"Iya Yara iya..." Ucap Raisa kembali sambil berlari ke arah Ayara yang sudah kepayahan di balik bed cover, ia sedang mencoba melindungi dirinya dari aroma masakan sang ibu yang menyengat indra penciumannya.
Ayara langsung membuka bed cover yang menutupi dirinya begitu sang mommy ada disampingnya, dengan cepat ia meneguk habis segelas air putih dingin yang dibawa oleh sang ibu dari kulkas. Seketika tenggorokannya pun langsung terasa segar saat air itu melintasi tenggorokan menuju ke ke dalam tubuhnya.
"Kamu sudah dewasa nak, masa mommy masak begitu saja batuk-batuk." Ucap Raisa lirih sambil merapikan rambut singa Ayara yang acak-acakan.
"Pasti mommy sedang membuat Full English breakfast kan ?" Tanya Ayara dingin sambil memencet hidungnya yang terasa gatal, Full English breakfast adalah sarapan lengkap ala Inggris.
Full English breakfast pada umumnya mengkombinasikan beberapa jenis makanan yang digoreng seperti bacon, telur, sosis, jamur, hash browns dan tomat.
Raisa hanya tersenyum mendengar perkataan putri kesayangannya yang protes dengan makanan yang sedang ia buat.
"Daddy Alfredo tadi menelepon mommy, dia mengatakan akan sarapan di sini jadi mommy membuatkan ini khusus untuknya. Tapi kalau Yara memang tidak suka dengan masakan yang mommy buat ya sudah mommy akan menggantinya dan meminta daddy untuk untuk sarapan di luar saja." Ucap Raisa dengan nada memelas.
"No mom, jangan seperti itu kasian daddy sudah datang jauh-jauh ke sini. Lagipula bukankah masakan mommy sudah selesai dibuat, Yara tak ada masalah mom. Ya sudah sekarang Yara mandi dulu sebelum daddt sampai ke sini." Sahut Ayara dengan cepat sambil memegang tangan sang ibu dengan kedua mata yang berbinar-binar.
Raisa tersenyum mendengar perkataan sang putri ia lalu mencium kening Ayara dengan penuh kasih sayang, Ayara pun memeluk ibunya dengan erat. Ia sudah tidak sabar ingin makan bersama dengan ayahnya, oleh karena itu dengan cepat ia bangun dari tempatnya tidur saat ini dan berlari menuju kamar untuk membersihkan diri.
"Serindu inikah kau dengan kasih sayang seorang ayah Yara."Ucap Raisa dalam hati sambil menatap putrinya yang sudah menghilang di balik pintu, Raisa sadar bahwa putrinya itu sangat merindukan sosok ayah di dalam hidupnya. Sehingga ketika tadi ia membicarakan tentang Alfredo raut wajah Ayara pun berubah, semangatnya langsung datang dengan cepat bahkan ia tak protes lagi dengan masakan yang sedang dibuatnya.
"Maafkan mommy Yara kau harus mengalami semua ini, mommy lah yang bersalah atas apa yang menimpamu selama bertahun-tahun ini." Isak Raisa lirih meratapi nasib buruk yang menimpa Ayara, yang harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.
Bunyi bel di pintu membuat Raisa harus menyeka air matanya, ia lalu merapikan tempat yang dipakai untuk tidur Ayara bersamanya tadi malam sebelum berjalan menuju pintu di mana Alfredo sudah berdiri di depan menunggunya untuk masuk.
"Kenapa lama sekali membuka pintunya sayang?" Tanya Alfredo pelan kepada Raisa ketika pintu sudah terbuka.
"Biasa harus mengurus anak gadis terlebih dahulu." Jawab Raisa sambil tersenyum.
"Dimana anak gadisku, apa dia sudah bangun?" Tanya Alfredo kembali sambil memeluk Raisa.
Raisa menuju ke arah kamar Ayara merespon perkataan Alfredo, ia lalu mengajak Alfredo untuk duduk di meja makan karena ia akan menyiapkan makanan yang sudah selesai dimasak. Alfredo lalu duduk sambil memainkan ponselnya di meja makan, sesekali ia mengambil gambar Raisa yang sedang berjalan bolak-balik ke dapur dan ke meja makan.
"Jangan terus mengambil fotoku seperti itu, aku bukan artis." Ucap Raisa pelan sambil tersenyum.
"Siapa yang memotomu, aku tidak mengambil fotomu." Jawab Alfredo mengelak.
__ADS_1
"Jangan bohong....
"Memangnya mengangumi istri sendiri tidak boleh?" Tanya Alfredo datar memotong perkataan Raisa.
Wajah Raisa langsung memerah mendengar perkataan Alfredo, ia pun mengalihkan pandangannya dan meneruskan kegiatannya merapikan pantry. Memindahkan makanan yang sudah ia buat tadi ke piring besar sebelum di sajikan.
Alfredo tertawa pelan melihat Raisa salah tingkah, entah mengapa ia terlihat sangat menikmati apa yang sedang ia lakukan pada Raisa. Tak lama kemudian pintu kamar Ayara keluar dan muncullah Ayara yang sudah mandi dan berganti pakaian, senyumnya langsung mengembang ketika melihat sosok Alfredo Del Castillo di meja makan. Dengan cepat Ayara melangkahkan kakinya menuju ke meja makan, ia sudah tak sabar ingin bergabung dengan ayah barunya itu.
Akhirnya Raisa pun selesai merapikan meja makan, semua masakan yang sudah ia buat sudah tersaji dengan cantik di atas meja. Alfredo dan Ayara mengucapkan terima kasih secara bersamaan kepada Raisa karena sudah membuat masak makanan selezat itu, mereka lalu menikmati masakan buatan Raisa dengan bersama-sama. Suasana hangat pun sangat terasa di meja makan, pujian Alfredo tak henti keluar dari bibirnya memuji makanan buatan calon istrinya itu sementara Ayara yang tak terlalu suka dengan sarapan ala Inggris nampak sekuat tenaga memaksa diri untuk menelan makanan yang sudah dibuat oleh sang ibu karena tak ingin mengecewakan ibunya.
"Akh Yara gendut....." Ucap Ayara lirih sambil memegangi perutnya yang sudah full terisi makanan.
"Gendut dari mana kau itu masih terlalu kurus sayang." Sahut Alfredo dengan cepat.
"Gendut ini dadd, lihat saja perutku sekarang yang buncit. Aduh bagaimana aku bisa berlatih Muay Thai kalau seperti ini." Jawab Ayara kembali sambil menenggak air putih yang ada di depannya.
"Berlatih apa sayang?" Tanya Raisa dengan cepat.
"Muay Thai mommy Yara kan sedang.....
Glek
Ayara menelan salivanya ketika menyadari bahwa ia sudah salah bicara, dengan perlahan ia menoleh kearah sang ibu yang sudah menatapnya dengan tatapan dingin.
"Yara masih suka berlatih seperti itu?" Tanya Raisa dingin.
"Sayang..." Ucap Alfredo pelan mencoba menenangkan Raisa sambil menyentuh tangannya dengan erat.
Raisa menganggukan kepalanya pelan merespon apa yang baru saja dilakukan oleh Alfredo, ia kemudian menarik nafas panjang dan meminum air yang ada di depannya untuk menenangkan dirinya.
"Mommy tidak marah Yara melakukan olahraga apapun asal bukan Muay Thai, mommy hanya khawatir kalau misalkan terjadi sesuatu padamu saat melakukan olahraga berbahaya seperti itu. Itu adalah olahraga ekstrem yang biasa dilakukan seorang laki-laki, kau tak perlu melakukan itu lagi untuk melindungi dirimu. Disini tak akan ada orang lagi yang berani mengejekmu seperti dulu mami akan pasang badan untukmu Yara." Ucap Raisa lirih.
"Yara bisa menjaga diri sendiri mom." Sahut Ayara dengan cepat.
"Kau tak perlu takut lagi sayang, sekarang kan sudah ada daddy. Daddy yang akan melindungimu dan menjaga mommy, kita akan bahagia dan hidup tenang saat kembali pulang ke rumah daddy di Spanyol. Di sana daddy akan menjamin keamanan mu jadi kau tak perlu lagi berlatih olah raga bela diri seperti itu lagi sayang." Imbuh Alfredo dengan cepat.
"Spanyol....
"Iya setelah mommy dan daddy menikah, kita akan pindah ke Spanyol bersama dan hidup bahagia disana." Ucap Alfredo kembali menyakinkan Ayara.
Raisa pun tersenyum mendengar perkataan calon suaminya, empat hari lagi mereka akan menikah dan dia sudah tidak sabar untuk pindah ke Spanyol kampung halaman Alfredo. Dimana mereka akan memulai hidup baru sebagai keluarga yang utuh.
Setelah selesai makan pagi Alfredo mengajak Raisa dan Ayara pergi ke sebuah toko cincin yang ada di mall Grand Indonesia ia ingin membelikan Ayara dan Raisa sepasang cincin kembar, pada awalnya Ayara menolak karena ia tak suka memakai perhiasan seperti itu. Menurutnya memakai perhiasan akan membuatnya terlihat lemah, akan tetapi karena sang ibu memaksa akhirnya Yara tak bisa menolak.
Mereka bertiga kemudian pergi menggunakan mobil anti peluru yang disewa oleh Alfredo selama dia di Indonesia, ini adalah kali pertamanya datang ke Jakarta oleh karena itu ia tak punya mobil dan rumah. Jadi dia akhirnya menyewa sebuah mobil mewah anti peluru dengan teknologi terbaik selama empat hari ini ia ada di Jakarta untuk beraktivitas bersama Raisa dan Ayara, Ayara yang diperlakukan bak putri dilarang mengendarai mobilnya sendiri dan dilarang berlatih Muay Thai membuatnya kesal. Ia tak terbiasa dilayani semanis ini.
"Kenapa rambutnya di gulung-gulung seperti itu sayang?" Tanya Raisa heran ketika melihat Ayara mengikat secara sembarangan rambut panjang cantiknya yang sudah di curly oleh dirinya sebelum pergi.
"Yara gerah mom digerai seperti ini." Jawab Ayara singkat sambil merapikan anak rambutnya yang masih tersisa.
__ADS_1
"Anak gadis kok tak begitu sayang, lihatlah mereka itu lho. Cantik-cantik kan dengan rambut panjang terurai begitu." Sahut Raisa kembali sambil menunjuk ke arah gadis-gadis sebaya Ayara yang berlalu lalang di mall.
"Yara tak suka mommy." Cicit Ayara merajuk.
"Ok ok ok kalau Yara tak suka tak usah dipaksa mom, anak kita tetap cantik dengan gaya apapun." Celetuk Alfredo melerai Raisa dan Ayara.
"Tu kan daddy saja tak masalah... wekkk." Ucap Ayara dengan cepat menggoda sang ibu sambil menjulurkan lidahnya keluar.
Setelah itu Ayara pun berjalan masuk ke dalam mall meninggalkan calon ayah barunya dan ibunya di pintu masuk, ia berjalan menuju ke tempat penjualan es krim Porong Singapore yang merupakan salah satu makanan favoritnya jika datang ke mall Grand Indonesia. Raisa menggelengkan kepalanya perlahan ketika melihat Ayara memesan es krim potong itu.
"Jangan terlalu mengekang anak kita, aku takut ia akan berontak kalau kita terlalu mengekangnya sayang." Bisik Alfredo pelan sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Raisa mengajaknya naik ke lantai tiga tempat toko perhiasan berada.
"Yes i know." Jawab Raisa dengan cepat sambil tersenyum melihat ke arah Ayara yang masih mengantri.
"Yara susul kami ke lantai tiga ya di toko perhiasan." Ucap Alfredo setengah berteriak pada Ayara.
"Yes dad I know, I'll catch you both later." Jawab Ayara dengan cepat.
Alfredo dan Raisa tersenyum mendengar perkataan Ayara, mereka lalu naik lift untuk pergi ke lantai tiga sementara itu Ayara masih antri menunggu pesanannya selesai di buat. Kedai es krim potong Singapura ini selalu ramai jika di jam makan siang, jadi wajar kalau harus menunggu lama.
Ayara memasang ear phone wireless ditelinganya untuk mengurangi rasa jenuh saat menunggu, akan tetapi ketika ia akan memutar playlist lagu yang ada di ponselnya tiba-tiba sebuah tangan besar menariknya menjauh dari tempat es krim potong.
"Let me go!!!" Ucap Ayara pelan sambil mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan yang menariknya.
"Hei let me go!!" Teriak Ayara kembali sambil berusaha melihat pria yang sedang menariknya pergi itu.
"You have to take responsibility Yara." Jawab sang pria asing tanpa menoleh sambil terus menarik Ayara ke sebuah toko pakaian pria.
"Responsible for what?" Tanya Ayara bingung.
Alih-alih menjawab pertanyaan Ayara pria itu justru memaksa Ayara masuk kekamar ganti di toko itu dengan cepat dan langsung menguncinya dengan cepat.
"responsibility to me because you stole my heart." Jawab sang pria asing sambil mendorong Ayara dan langsung melumattt bibir Ayara tanpa dapat Ayara cegah.
Kedua mata Ayara langsung membulat mendapatkan perlakuan seperti itu, kedua tangannya tak bisa bergerak karena sudah dikunci oleh sang pria yang kini sedang membuat lidahnya menari-nari didalam mulut Ayara.
"Let me go.." Ucap Ayara terbata.
"Kau milikku Yara, kau tak bisa lepas dariku." Sahut pria itu kembali sambil melepaskan lumatan nya dari bibir Ayara dan mengarahkan ciumannya ke leher Ayara.
"No...akkk...
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih.
love U all🌹.
__ADS_1