
Bantu vote donk kakak-kakak supaya thor bisa update tiap hari .
Jantung Ayara terasa berdetak sangat kencang ketika melihat sosok pria yang sangat ia benci sedang berdiri dihadapannya bersama seorang wanita yang sudah merebut posisi ibunya , Ayara ingin sekali menendang dua orang itu dengan sekuat tenaga akan tetapi niatnya ia tahan karena sudah pernah berjanji dengan ibunya beberapa tahun yang lalu sebelum pergi ke Inggris .
"Ayara ." Ucap Yamashita Ryuichi yang tak lain adalah ayah kandung Ayara menyebut nama Ayara dengan bergetar karena tak menyangka akan melihat putrinya di jakarta setelah berpisah bertahun-tahun .
"Aya...
"Stop !! jangan sebut namaku dari mulut jahatmu itu penyihir !!! " Sahut Ayara dengan cepat memotong perkatan Fujita Keiko yang merupakan wanita yang sudah merebut posisi ibunya sebagai istri Yamashita Ryuichi
Mendengar perkatan Ayara membuat Keiko terkejut ,ia tak menyangka anak suaminya masih membencinya setelah bertahun-tahun lamanya , begitu juga dengan Ryuichi yang tak menyangka anak semata wayangnya akan berkata sekasar itu kepada istrinya .
"Kenapa kau ada disini sayang .? " Tanya Ryuichi sambil berjalan mendekati Ayara .
"Dont call me like that !! who do you think you are.!! " Pekik Ayara penuh emosi .
"Ayara ... im your father honey ...
"No ...my father is dead two years ago , you are the husband of that witch !! You are not my father !! " Ucap Ayara lantang memotong perkataan sang ayah dengan nada meninggi sehingga membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka .
Ryuichi dan Keiko tertegun mendengar perkataan Ayara , mereka tak menyangka kalau Ayara akan berkata seperti itu . Belum hilang rasa kaget Ryuichi ia kembali di kagetkan ketika melihat Ayara berlari dari hadapannya menuju ke ke arah parkiran , ia tak bisa mengejar sang putri karena tertahan oleh para bodyguardnya yang menjaganya karena tak ingin membuat sang tuan dalam bahaya . Ryuichi lalu memukul bodyguardnya menggunakan tinjunya sehingga membuat pengawal pribadinya itu jatuh tersungkur , melihat pelayannya jatuh Ryuichi hanya tersenyum sinis . Ia kemudian berlari mengejar ke arah Ayara pergi namun ia akhirnya kehilangan jejak karena tak melihat sosok putri semata wayangnya itu lagi , rasa rindunya kepada Ayara membuatnya hampir gila karena istrinya yang sekarang tak bisa memberikan ia anak karena rahimnya sudah diangkat .
"Papa rindu padamu Yara ." Ucap Ryuichi lirih sambil menatap nanar ke semua mobil yang lewat di depannya .
Ryuichi akhirnya pergi dari pinggir jalan setelah keiko menghampirinya dan memintanya untuk masuk ke dalam mall karena patner bisnis mereka sudah menunggu di restoran , dengan berat hati Ryuichi akhirnya mengikuti ajakan sang istri untuk masuk ke dalam mall .Walau sebenarnya ia masih ingin mencari Ayara tapi Ryuichi tau kalau saat ini ia sedang ada dinegara orang oleh karena itu ia menahan diri untuk tak berbuat lebih jauh lagi , saat sedang masuk ke dalam mall Ryuichi mengambil ponselnya dan meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan Ayara di Jakarta .
Di dalam sebuah mobil BMW i8 warna putih Ayara masih menyandarkan tubuhnya dibalik kursi sementara di bangku depan sang petugas vallet yang membawa mobilnya masih diam tak bersuara mengikuti perkataan dari Ayara sebelumnya , setelah memastikan sang ayah tak terlihat lagi Ayara kemudian mengeluarkan uang pecahan seratus dollar amerika untuk sang petugas vallet yang membantunya pergi dari mall .
"Tapi nona maaf ongkos valletnya hanya dua ratus ribu ini kebanyakan ." Ucap sang petugas vallet dengan cepat saat melihat uang seratus dollar amerika ada ditangannya .
"Sudah itu untuk mas semua , terima kasih sudah membantu saya ." Sahut Ayara dengan cepat sambil mengambil alih kemudi .
"Benarkah nona , terima kasih nona ..terima kasih , kalau begitu saya permisi ." Jawab sang petugas vallet dengan senyum lebar tersungging di wajahnya .
__ADS_1
Ayara hanya tersenyum tipis melihat petugas vallet itu berjalan kembali ke lobby mall , ia kemudian mengemudikan mobil barunya meninggalkan mall Grand Indonesia dengan kecepatan tinggi . Setelah tiga puluh menit memacu mobilnya di jalanan Jakarta yang panas Ayara akhirnya sampai di apartmennya yang ada di SCBD , dengan cepat ia memacu mobilnya menuju ke parkir bawah tanah apartmen mewah itu . Suasana hatinya benar-benar sangat kacau hari ini , melihat sang ayah kembali dengan wanita yang merusak kebahagiaan mereka membuatnya ingin sekali berteriak dengan kencang . Ayara kemudian keluar dari mobilnya setelah ia memarkirkan dengan baik mobil barunya itu dan berjalan cepat menuju lift untuk naik ke kamarnya .
Dengan kesal Ayara melempar semua barang yang ia bawa termasuk ponsel barunya ke lantai sehingga membuat ponsel Iphone 11 Pro terbarunya yang memiliki tiga kamera seharga dua puluh lima juta hancur parah dengan layar LCD yang retak , ia kemudian berjalan menuju kamar mandi dan duduk di dalam bathup dan menyalakan air hangat dari shower sehingga membuatnya langsung basah kuyup . Ayara mempunyai kebiasaan sejak dulu untuk menyembunyikan tangisnya dibawah guyuran air sehingga tak ada orang yang melihatnya menangis walaupun saat ini ia sedang sendirian di apartmen .
"Arrrghhhh.....shit !!!
"Kenapa kau muncul lagi dihadapanku Ryuichi ...kenapa kau tak mati saja Ryuichi ..."
"Aku membencimu Ryuichi , kau akan merangkak dibawah kaki mommy dan meminta maaf padanya suatu hari nanti dan aku akan memastikannya sendiri Ryuichi "
"Aku membencimu Ryuichiii...hu hu hu...aku membencimu Ryuichi "
Suara teriakan Ayara memenuhi kamar mandi dan terdengar sampai ke ruang tamu , Ayara terus mengeluarkan kekesalannya dengan terus berteriak dan mengeluarkan sumpah serapah pada ayah dan wanita yang enggan ia panggil ibu itu walau kini sudah resmi menjadi istri sang ayah . Karena bagi Ayara hanya Raisa lah ibunya satu-satunya , ia tak menerima wanita manapun menjadi ibunya lagi walau wanita yang bernama Keiko itu sudah menikah dengan sang ayah.
Bristol , Inggris
Gelas yang dipegang oleh Raisa Turner jatuh ke lantai tanpa sengaja padahal ia sedang tak melamun , ada rasa aneh bergetar di dadanya . Pikiran Raisa langsung jatuh pada Ayara sang putri tunggalnya yang kini tinggal di Jakarta seorang diri .
"Baron , siapkan pasporku aku harus pergi ke Jakarta malam ini juga . " Ucap Raisa dengan cepat memberikan perintah pada asistennya .
"Perasaanku tak enak Baron , aku takut terjadi sesuatu pada anakku hiks...aku takut Yara dalam bahaya aku ...hiks hikss..." Tangis Raisa akhirnya pecah .
Baron hanya bisa diam melihat sang nyonya menangis seperti itu , ia tahu betul kalau sang nyonya sedang merindukan putri semata wayangnya yang sudah satu bulan ini tak bertemu karena kesibukannya mengurus perusahaan baru yang sedang ia bangun bersama pengusaha asal Italia yang bernama Alfredo del Castillo yang merupakan seorang duda tanpa anak yang sudah dua tahun terakhir ini berusaha mendekati Raisa .
Setelah menangis selama hampir sepuluh menit Raisa akhirnya bisa menenangkan diri , ia kemudian meminum habis air putih yang diberikan oleh Baron , dengan menggunakan tissu Raisa mengapus air mata yang membasahi wajah cantiknya .
"Setelah urusan ini selesai kita pergi ke Indonesia Baron , siapkan semuanya . Aku harus segera mendapatkan tambahan dana ini dari Tuan Alfredo supaya perusahaan ini bisa berjalan ." Ucap Raisa pelan .
"Baik nyonya saya akan menyiapkan semuanya ." Sahut Baron dengan patuh , ia kemudian pergi meninggalkan sang nyonya yang masih duduk di ruang belajarnya sendirian .
Karena hari sudah malam Raisa akhirnya memilih pergi tidur karena besok pagi harus bertemu dengan investor pentingnya demi perusahaan barunya .
"Tunggu mommy datang sayang ,setelah semua urusan mommy selesai disini kita akan berkumpul lagi seperti dulu ." Ucap Raisa pelan sambil menutup matanya .
__ADS_1
Sementara itu Ryuichi nampak sedang meeting bersama patner bisnisnya yang baru , mereka terlibat pembicaan penting selama hampir satu jam di sebuah ruangan VIP restoran jepang terenak di mall Grand Indonesia . Sedangkan istrinya Keiko duduk di luar bersama para bodyguard menunggu Ryuichi selesai meeting . Tak lama kemudian pintu ruang VIP pun terbuka dan keluarlah Ryuichi bersama patner kerja barunya yang masih muda berjalan beriringan menuju ke tempat Keiko berada .
"Baiklah kalau begitu tuan Yamashita , saya permisi dulu karena masih ada beberapa hal yang harus saya urus ." Ucap seorang pria muda itu dengan ramah sambil menjabat tangan Ryuichi .
"Saya yang berterima kasih tuan Luke karena anda bersedia menemui saya , saya harap kerja sama ini akan berjalan lancar ." Jawab Ryuichi dengan tersenyum lebar .
"Kalau begitu saya permisi , sampai jumpa lagi tuan dan nyonya ." Sahut Henry Luke berpamitan .
Ryuichi dan Keiko tersenyum menatap kepergian Henry luke , mereka lalu melanjutkan acara makan sore mereka dengan bahagia karena kerjasama perusahaan Ryuichi dan Luke Corporation berjalan dengan baik . Henry berjalan bersama dengan Michael menuju parkiran mobil mereka menggunkan lift , Henry tak bicara sejak mereka keluar dari restoran jepang sehingga membuat Michael bingung .
"Are you ok tuan . ?" Tanya Micahel pelan .
"Im fine Mike , hanya saja aku merasa seperti pernah melihat sepasang mata yang sama persis dengan milik tuan Yamashita Ryuichi tadi . " Jawab Henry dengan suara yang hampir tak terdengar .
"Mata semua orang jepang kan hampir begitu semua tuan jadi wajar saja anda merasa pernah melihatnya ." Sahut MIchael sambil tersenyum .
Henry terdiam mendengar perkataan Michael yang masuk akal itu , ia lalu mencoba membuang sekelabat ingatan tentang pemilik mata yang terlihat mirip dengan mata Yamashita Ryuichi itu dengan meminum cofe americano miliknya dengan cepat .
Berambung
Bantu Vote dong kakak-kakak supaya thor bisa Update tiap hari , jangan lupa baca juga Faith 2
Terima kasih
__ADS_1