Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Feeling yang terlatih


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Henry terdiam ketika mendengar penjelasan dokter dari laboratorium yang ia perintahkan untuk memeriksa rambut yang ia temukan di tempat kejadian perkara, raut kecewa nampak terlihat jelas di wajahnya saat mendengar perkataan dari sang dokter yang menyebutkan bahwa rambut yang ia temukan adalah rambut sintetis yang artinya itu adalah rambut palsu yang terlepas dari wig.


"Tapi bagaimana mungkin ada orang yang memakai wig di tempat seperti itu," ucap Henry berkali-kali.


"Itulah yang menjadi misteri tuan, seperti yang saya katakan sebelumnya ini adalah rambut sintesis yang kemungkinan besar terlepas dari wig si pengguna dan biasanya yang memakai wig adalah seorang wanita. Jadi kemungkinannya adalah ada orang lain di tempat itu sebelum snda datang, apa anda tak menemukan jejak lain selain rambut ini?" tanya sang dokter dengan serius.


"Jejak lain...aku tak menemukan jejak lain kecuali darah yang berceceran disekitar lantai yang yang sudah polisi tangani," jawab Henry lirih.


"Kalau kalau begitu kemungkinan untuk tahu siapa orang yang ada di sana akan sangat kecil tuan, kita tidak bisa mengira-ngira dari ini lagi pula kita tidak bisa mencari DNA dari sebuah rambut sintesis," ucap sang dokter dengan perlahan, ia tau kalau pria yang ada dihadapannya sedang kecewa.


"Baik dok terima kasih atas penjelasannya, saya cukup mengerti," jawab Henry pelan dengan wajah menahan kecewa.


Sang dokter yang bertugas di laboratorium itu pun akhirnya meninggalkan Henry yang masih mencengkram kertas hasil pemeriksaan rambut sintesis yang Henry temukan, karena tuan Kim memanggilnya akhirnya Henry pun pergi ke ruang jenazah untuk melihat kondisi mayat Dmitry dengan jelas.


Cecar baru bisa bernafas lega ketika melihat Henry pergi meninggalkan depan ruang perawatan di mana Ayara baru saja selesai operasi, ia kemudian mengunci pintu dari dalam dan berjalan mendekati ranjang dimana Ayara sudah membuka kedua matanya.


"Ada apa Cecar?" tanya Ayara pelan, rupanya ia sudah melihat sejak tadi apa yang dilakukan Cecar di depan pintu.


"Tuan Henry ada di rumah sakit ini, rupanya jenazah Dmitry dan anak buahnya dibawa ke rumah sakit ini. Suami anda baru saja melakukan pemeriksaan pada rambut palsu anda yang terjatuh di TKp nona bos," jawab Cecar setengah berbisik.

__ADS_1


Ayara terdiam mendengar perkataan Cecar, ia tak menyangka Henry akan melakukan pemeriksaan sampai seperti itu. Ia beruntung karena memilih menggunakan wig sebelumnya karena takut jika akan meninggalkan jejak seperti ini.


"Darah...darah ku Cecar...bukankah darahku tercecer di tempat itu waktu kita pergi. Bagaimana dengan darahku itu Cecar?" tanya Ayara tiba-tiba.


"Tenang saja nona, darah anda tak akan bisa diidentifikasi oleh mereka pasalnya di sana juga banyak sekali darah sebelas orang pria itu. Dan sangat sulit mengidentifikasi darah yang sudah bercampur seperti itu" jawab Cecar mencoba untuk menenangkan Ayara.


"Baguslah kalau begitu, lalu bagaimana dengan lukaku ini. Kapan lukaku bisa sembuh Cecar aku tak mungkin terus seperti ini saat Henry datang, dia pasti akan curiga ketika melihat aku terluka. Dia pasti akan tau kalau ini adalah luka tembak," ucap Ayara bingung.


"Aku sudah bertanya pada dokter nona, luka tembak seperti itu biasanya membutuhkan waktu dua belas hari untuk bisa sembuh. Jadi kemungkinannya Alanda harus bisa berakting sebaik mungkin selama dua belas hari kedepan saat tuan Henry kembali dari Busan," sahut Cecar lirih.


Ayara terdiam mendengar perkataan Cecar, ia tak mungkin berakting selama itu dari Henry. Pasalnya ia tau benar betapa Henry sangat berhasrat kepada dirinya ketika sedang berdua di kamar, memikirkan hal itu tiba-tiba wajah Ayara memerah seketika. Cecar yang tak tahu apa yang sedang dipikirkan Ayara hanya bisa diam, tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari arah pintu. Dengan cepat Cecar berlari untuk melihat siapa yang datang, senyumnya pun tersungging ketika melihat dua orang suster datang dengan membawa obat dan makan siang untuk Ayara.


Ayara kemudian makan makanan yang dibawakan oleh dua orang suster itu sebagai syarat untuk minum obat, walaupun ia tak menyukai sama sekali makanan rumah sakit namun ia harus memaksakan diri memakannya supaya bisa meminum obat yang disediakan oleh dokter untuk dirinya. Ia ingin cepat sembuh dan keluar dari rumah sakit, Ayara tak mau berlama-lama dirumah sakit. Apalagi ia tau kalau Henry ada di rumah sakit yang sama juga dengan dirinya.


"Ya nona bos," jawab Cecar dengan cepat sambil berjalan mendekati ranjang.


"Pesankan tiket pulang ke Cordoba, untuk malam ini. Aku ada urusan penting di rumah," ucap Ayara pelan sambil meletakkan sendok yang baru saja ia gunakan untuk makan di nampan yang ada di hadapannya.


"Cordoba anda ingin pulang ke Spanyol nona?" tanya Cecar bingung.


"Iya Cecar, aku harus mencari berkas penting di brankas milik Daddy," jawab Ayara singkat.


Cecar akhirnya duduk kembali di sofa dimana ia tadi sedang menatap laptopnya untuk mengawasi hotel tempat Dmitry menginap, ia masih mengawasi pergerakan Okada Rui. Tanpa diperintah dua kali Cecar lalu memesan dua buah tiket kelas bisnis tujuan Cordoba Spanyol seperti perintah Ayara sebelumnya, ia tak berani bertanya lebih detail lagi kenapa Ayara ingin pulang ke Cordoba.

__ADS_1


"sudah nona Aku sudah berhasil melakukan pemesanan untuk pembelian tiket pulang kita ke Cordoba ucap Cesar pelan sambil menunjukkan kode booking pesawat yang ia pesan ke arah Ayara.


"kalau sudah bayar bukan tanya Ayara pelan.


"sudah nona Saya sudah melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit yang Anda berikan jawab Cesar jujur.


Ayara tersenyum mendengar perkataan Cecar, tangan kanannya itu memang bisa diandalkan dalam keadaan dan situasi apapun.


Karena tak ingin terlambat sampai ke bandara Ayara akhirnya bersikeras keluar dari rumah sakit saat itu juga, ia tak memperdulikan peringatan dokter yang memintanya untuk tetap beristirahat lebih lama dirumah sakit. Yang ada di dalam pikiran Ayara saat ini adalah bisa kembali ke Cordoba secepatnya, ada hal penting yang harus ia cari tahu sendiri di brankas milik sang Deddy yang masih tersimpan apik di dalam kamarnya. Pasalnya hanya dirinya, sang Mommy dan sang Daddy sajalah yang mengetahui kode dari brankas itu, sehingga Ayara yakin informasi yang ingin ia ketahui masih tersimpan rapi di dalam brankas rahasia itu.


"Aku harus segera sampai di Cordoba untuk memeriksa sendiri apakah dari awal Daddy sudah mengetahui tentang rencana yang akan dilakukan oleh Yamashita Ryuichi ini atau tidak, kalau Daddy tau dari awal seharusnya dia juga tahu rencana konspirasi Yamashita Ryuichi yang ingin menghancurkan pesawat jet itu," batin Ayara lirih.


Entah mengapa tiba-tiba Ayara merasa kalau kedua orang tua dan adiknya masih hidup, setelah ia mendengar perkataan Dmitry sebelumnya yang mengatakan bahwa Yamashita Ryuichi adalah orang yang paling bertanggung jawab atas semua peristiwa yang menimpa keluarganya ini.


"Aku harus mencari tau ini sendiri, iya aku harus mencari tau kebenaran apa yang sebenarnya tidak aku ketahui," ucap Ayara dalam hati sambil menatap kearah Cecar yang sedang sibuk dengan laptopnya baru pertama kali ini dalam hidup Ayara ia meragukan Cecar.


🍀 Gawat Ayara mulai curiga, apa yang akan terjadi ni kalau ia tau semua kebenarannya?


Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update

__ADS_1


__ADS_2