
Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.
Terima Kasih.
Sejak keluar dari kamar sang istri Henry terlihat sibuk di ruang kerja mertuanya yang kini ia gunakan sebagai tempat kerjanya, ia akhirnya memutuskan untuk tinggal sementara waktu di Cordoba sampai rumah yang ia bangun di Irlandia selesai. Henry tak mau kembali ke Irlandia sebelum rumah itu selesai dibangun, lagipula ia bisa mengurus pekerjaannya dari Cordoba. Ditambah lagi ia kini mempunyai tugas penting untuk menjaga Ayara dan bayinya, mereka berdua adalah prioritas penting di atas segala-galanya bagi Henry saat ini.
"Kau sudah mengerti bukan Mike," ucap Henry pelan saat mengakhiri meeting daruratnya bersama Michael, Cecar dan Owen.
"Sudah Tuan, aku sudah mengerti," jawab Owen dengan cepat.
"Good, kau juga sudah paham dengan tugasmu bukan Cecar?" tanya Henry pada Cecar.
"Sudah Tuan itu adalah pekerjaan gampang yang biasa aku lakukan dulu ketika sedang bersama nona bos mmmppphh..." sesar langsung menutup mulutnya ketika hampir kelepasan bicara, Henry memintanya untuk memasang beberapa kamera CCTV dan alat sadap di berbagai tempat yang ada di sekitar penjuru kediaman Alfredo dalam jarak radius 500 meter.
Melihat ekspresi kaget Cecar membuat Henry terdiam, ia merasa curiga pada tangan kanan istrinya itu.
"Apa maksudmu sering melakukan ini dengan istriku ?" tanya Henry kembali mulai curiga.
"Bukan apa-apa Tuan, dulu aku sering belajar bersama nona bos dari YouTube untuk melihat cara memasang kamera pengintai dan alat sadap. Bukan hal besar kok Tuan he he he," jawab Cecar bohong terbata-bata.
"Kau tidak sedang membohongi aku bukan," ucap Henry dingin.
"Tentu...tentu saja tidak, kalau anda tidak percaya tanya saja pada nona bos secara langsung," sahut Cecar dengan cepat.
__ADS_1
Mendengar perkataan Cecar membuat Henry terdiam, ia tak mungkin menanyakan hal seperti ini pada Ayara. Mengingat saat ini Ayara sudah hamil, ia tak mau membuat Ayara terlalu banyak berpikir karena khawatir akan mengganggu kehamilannya. Seperti yang sudah dikatakan dokter Daniela sebelumnya pada dirinya, kalau ia harus menjaga emosi Ayara tetap stabil mengingat ini adalah kehamilan pertama bagi Ayara. Apalagi usia kehamilannya yang juga masih sangat muda dan rawan, maka dari itu Henry tak mau mengambil resiko apapun.
Melihat Henry tak merespon perkataannya Cecar tersenyum, ia hampir saja kelepasan bicara dan membahas tentang kegiatannya selama ini bersama Ayara. Cecar tak mau membongkar rahasia kecilnya dengan Ayara pada siapapun kecuali, Ayara sudah bercerita terlebih dahulu. Barulah ia akan mengakuinya, namun karena Ayara masih menyimpan baik rahasianya maka ia pun memilih untuk menutup rapat mulutnya dan tak akan membongkar rahasia itu.
Henry kemudian menyudahi meeting dadakan yaitu bersama ketiga orang penting yang ada di dalam kediaman Alfredo saat ini, Owen sendiri mendapatkan tugas baru dari Henry untuk mengatur dan mengontrol semua bodyguard Henry yang akan ia datangkan Irlandia selama mereka tinggal di Cordoba. Henry belajar dari kesalahan sang ayah mertua di masa lalu dimana ia tak menyadari ada penghianat diantara para bodyguardnya hal yang pernah terjadi juga pada dirinya saat masih tinggal di Jakarta tiga tahun lalu. Oleh karena itu Henry tak mau hal itu terjadi lagi pada dirinya saat ini, apalagi kondisinya sekarang Ayara sedang hamil ia benar-benar tak mau mengambil resiko sekecil apapun.
Di dalam kamarnya Ayara nampak duduk menatap hamparan padang rumput yang terlihat dari balkon kamarnya, ia duduk sambil menatap jauh keluar mengingat perkataan Henry. Ia masih belum benar-benar siap untuk menjadi seorang ibu, semua ini terjadi sangat cepat baginya.
"Menikah, kehilangan Mommy Daddy dan Ace lalu sekarang hamil. Sebenarnya wpa yang sedang kau rencanakan untukku Tuhan, aku belum benar-benar siap untuk menjadi seorang ibu. Aku belum pantas untuk mengemban tugas berat seperti itu, aku harus membalaskan dendam kematian kedua orang tuaku pada Yamashita Ryuichi. Kalau aku hamil aku tak akan bisa melakukan itu semua, apalagi aku yakin Henry pasti akan selalu ada disini dan tak akan melepaskan aku. Lalu bagaimana aku bisa membalaskan semua rasa sakit hatiku ini Tuhan, aku benar-benar belum siap Tuhan. Bukannya aku tak mau menerima pemberian besar dariMU ini, aku hanya belum siap dan takut tidak mampu untuk menjaganya dengan baik," ucap Ayara dalam hati sambil meraba perutnya dengan perlahan.
Karena angin bertiup lumayan keras akhirnya Ayara pun memejamkan kedua matanya, ia mengingat semua hal yang sudah terjadi beberapa minggu terakhir ini. Semua kenangan manis dan menyakitkan termasuk pertengkaran-pertengkaran kecilnya dengan Henry, seperti yang terjadi tadi pagi di mana Henry mengucapkan kata cerai padanya. Semua kenangan itu seperti berputar dalam ingatan Ayara silih berganti, dari kenangan bahagia berubah menjadi kenangan sedih, berubah lagi menjadi kenangan penuh canda tawa dan berganti lagi menjadi kenangan penuh tangis. Rasanya semua yang terjadi benar-benar terasa sangat cepat baginya, ditambah lagi Ia mendapatkan informasi dari Dmitry yang mengatakan kalau kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orang tuanya adalah ulah sang ayah kandung Yamashita Ryuichi yang sangat membencinya. Memikirkan semua itu benar-benar membuat Ayara bingung harus melakukan apa dulu, ditambah lagi saat ini ia sedang hamil.
"Kenapa ujian ini silih berganti menghampiriku Tuhan," ucap Ayara dalam hati sambil membuka kedua matanya perlahan.
Pintu kamar Ayara terbuka dari luar dan masuklah Henry dengan tersenyum lebar sambil membawa segelas jus strawberry kesukaan Ayara dan beberapa buah lainnya diatas piring.
"Apa yang kau lakukan disitu sayang?" tanya Henry kaget saat melihat Ayara duduk di balkon.
Ayara hanya menoleh perlahan ke arah Henry tanpa bicara, ia lalu menatap lagi hamparan rumput didepan matanya.
Karena Ayara tak merespon perkataannya Henry kemudian berjalan mendekati balkon dimana Ayara duduk setelah ia meletakkan nampan berisi jus dan buah yang ia bawakan dari pantry, tanpa meminta izin pada sang istri terlebih dahulu Henry kemudian menggendong Ayara masuk ke dalam kamar ala bridal style secara tiba-tiba sehingga membuat Ayara kaget.
"Kenapa kau selalu bertindak semaumu sendiri Henry?" tanya Ayara pelan ketika Henry sudah menurunkannya di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Aku bukan bertindak semauku sendiri sayang, aku hanya tak mau kau sakit dengan duduk di balkon seperti tadi. Apalagi kau tau sendiri bukan tad angin sedang bertiup sangat kencang," jawab Henry dengan cepat.
"Aku hanya sedang mencari udara segar saja setelah semua yang terjadi, aku sedang memikirkan nasibku kedepannya akan seperti apa setelah kau pergi nanti," ucap Ayara tiba-tiba.
Prank
Senndok yang dibawa oleh Henry langsung jatuh ke lantai ketika mendengar perkataan Ayara yang sama sekali tak ia duga itu.
"Apa maksudmu berbicara seperti itu memangnya yang mau pergi siapa sayang?" tanya Henry kaget.
"Bukankah tadi pagi kau mengatakan ingin menceraikan aku?" tanya balik Ayara pelan tanpa rasa bersalah.
"S-sayang akuuuu..."
🌼bersambung 🌼
🍀 🍀 Saling terbuka saling jujur...pelan-pelan mereka sedang melakukannya.
Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update
__ADS_1