
🌸 tolong dibantu untuk Voting ya kakak-kakak 🌸
Mendengar namanya disebut oleh seorang pria yang sudah sangat ia kenal membuat Ayara terdiam , ia ingin sekali berbalik badan tapi niatnya ia batalkan karena ia baru saja sembuh . Kemampuannya untuk melindungi diri sedang lemah .
"Sampai kapan tuan akan terus menyebut nama itu dan ...
"Kau tak tahu apa-apa Josh jadi jangan banyak bicara ." Ucap Ryan penuh emosi memotong perkataan Joshua .
Joshua langsung terdiam mendengar perkataan sang tuan muda , ia hanya bisa menggeleng melihat tuan mudanya bersikap seperti itu . Sejak bertemu dengan Ayara sikap Ryan memang sudah jauh berbeda daripada sebelumnya , ia terlihat lebih pendiam dan lebih lebih banyak melamun padahal dulu Ryan sangat mudah marah .
Akan tetapi sejak bertemu Ayara sikapnya berubah jauh , kadang-kadang Joshua berpikir kalau Ryan sudah jatuh cinta kepada gadis pelayan itu akan tetapi ia masih belum yakin kalau sang tuan mudanya sudah jatuh cinta pada gadis pelayan pasalnya itu . Pasalnya selama ini selera wanita Ryan adalah para gadis high class yang mempunyai standar tinggi dan para model cantik yang sudah mempunyai nama . Oleh karena itu ia meragukan kalau sang tuan muda udah jatuh cinta kepada Ayara.
"Josh come on , what are you doing there.!!" Pekik Ryan memanggil Joshua yang sedang melamun di samping mobilnya .
( Josh ayo masuk , apa yang kau lakukan disana !!) .
"Aku datang bos ." Jawab Joshua sambil berlari ke arah Ryan yang sedang berdiri bersama seorang perawat yang sudah memegang tangannya yang terluka .
Setelah Ryan mengetahui kalau Henry merebut partner bisnisnya ia menjadi menggila di ruangannya , sampai-sampai ia memukul meja kaca yang ada di ruangan Joshua sehingga membuat tangan kanannya terluka dan akhirnya Joshua mengajak Ryan pergi ke rumah sakit karena khawatir tangan Ryan akan infeksi jika tidak segera ditangani dengan baik oleh dokter .
Ayara yang masih berdiri di depan pintu taksi dapat mendengar semua percakapan Ryan dan Joshua dengan jelas , setelah Joshua pergi menyusul Ryan masuk ke dalam rumah sakit Ayara kemudian pergi dari rumah sakit menggunakan taksi . Sepanjang perjalanan pulang menuju apartemennya Ayara memikirkan tentang luka di tangan kanan Ryan , ia menduga-duga dari mana Ryan mendapatkan luka seperti itu.
"Akhhh kenapa aku memikirkan pria menyebalkan itu ." Ucap Ayara kesal sambil menghela nafas .
"Sedang bertengkar dengan kekasih ya nona ." Tanya sang supir taksi sambil tersenyum menatap Ayara dari spion.
"Kekasih siapa pak.?" Tanya balik Ayara bingung.
"Anak muda tadi di depan rumah sakit yang tangannya terluka ." Jawab sang supir taksi terus menggoda Ayara.
"Kekasih apanya pak , dia lebih mirip seperti uncle bagiku . Lagipula kita tak saling kenal mana mungkin kami bisa menjalin kasih ." Sahut Ayara singkat sambil membuang muka ke arah jendela .
__ADS_1
Sang supir taksi langsung tertawa mendengar jawaban Ayara , ia kemudian kembali fokus membawa taksinya menuju ke alamat yang sudah disebutkan oleh Ayara sebelumnya . Tak begitu lama kemudian taksi yang membawa Ayara akhirnya sampai di apartemen mewah di kawasan SCBD , Ayara langsung turun dari taksinya setelah membayar ongkos perjalanan . Dia kemudian masuk ke dalam apartemennya untuk segera mandi dan berganti baju karena sudah tidak nyaman setelah tidak mandi selama hampir dua hari .
Setelah mandi dan berganti pakaian Ayara kemudian membuat makanan di pantry karena ia belum makan sejak keluar dari rumah sakit , Ayara menggoreng sosis dan telur maka sapi yang akan di makan bersama roti panggang bersama segelas teh hangat sebelum minum obat yang diberikan oleh dokternya . Saat berjalan menuju meja makan dengan membawa makanan yang baru saja ia buat Ayara tersenyum ketika melihat ponsel mahalnya tergeletak di lantai dengan kondisi mati .
"Setelah makan aku harus segera mencari ponsel baru , aku tak mau mommy khawatir kepadaku ." Ucap Ayara palan sambil memasukkan potongan sosis ke dalam mulutnya .
Saat jarum jam menunjukkan pukul jam sebelas siang Ayara kemudian pergi dari apartemennya setelah selesai makan , ia bergegas keluar dari apartemennya untuk mencari ponsel baru menggantikan ponsel IPhonenya yang ia rusak kemarin . Dengan menggunakan mobil baru yang ayara mengarungi panasnya jalanan ibukota Jakarta , sakit kepala dan flu yang menyiksanya kemarin sudah hilang kondisinya pun jauh lebih baik daripada kemarin .
Tiga puluh menit kemudian Ayara pun sampai di sebuah mal yang ada di daerah Jakarta pusat , ia langsung mencari parkir VIP untuk memarkirkan mobil barunya .
Bruk
"Awwww ..." Jerit seorang gadis cantik yang tak sengaja bertabrakan dengan Ayara di depan pintu utama mall .
"Maaf maaf ...
"Matamu dimana hahhh !! apa kau tahu semua barang yang aku pegang ini harganya ratusan juta , memangnya kau sanggup menggantinya kalau ada yang lecet dasar gadis miskin ." Pekik seorang gadis yang ditabrak Ayara dengan cepat memotong perkataan Ayara yang akan meminta maaf .
"Menabrak apa !! memangnya kau pikir jalan ini jalan enek moyangmu , apa kau tidak lihat aku sedang membawa belanjaan sebanyak ini !! seharusnya kalau kau melihat ada orang yang membawa belanjaan banyak kau harusnya menyingkir ke tempat lain terlebih dahulu dan memberikan orang itu jalan ."Sahut sang gadis cantik dengan kasar .
"What ...
"Isabel kau kenapa .?" Tanya seorang pria dari arah belakang dengan suara keras .
"Henry ....ya ini suara Henry !!! Shit ... kenapa aku harus selalu bertemu dengan tikus-tikus itu setiap aku pergi ." Ucap Ayara dalam hati ketika mendengar suara Henry .
"Perempuan ini Henry , ia merusak tas Gucci yang baru saja kau belikan ini." Jawab gadis yang bernama Isabel dengan manja sambil menunjuk ke arah Ayara yang sedang membuang muka .
Ayara terpundur ke belakang mendengar langkah kaki Henry semakin mendekat , ia tak mau bertemu dengan Henry saat ini . Dengan tanpa pikir panjang ia memilih berlari meninggalkan Isabel dan Henry menuju ke arah mall bagian lain , melihat Ayara lari membuat Isabel kaget ia pun berteriak dengan suara lantang meminta Ayara untuk berhenti .
"Sudahlah Isabel , jangan kau sia-siakan suara indahmu itu untuk memanggil gadis kecil tak penting seperti itu ." Ucap Henry pelan sambil merangkul Isabel yang sedang marah .
__ADS_1
"Tapi tas Gucci ku ditabrak oleh gadis itu Henry , aku tak mau memakainya kalau ada lecet di tas itu." Sahut Isabel dengan manja .
"Coba lihat dulu kalau ada lecet kita bisa ganti , apalagi kita masih ada di mall bukan." Jawab Henry sambil merapikan rambut di wajah Isabel .
"Iya Henry aku mendengarmu , aku hanya tak suka saja dengan gadis itu yang menabrak atas pemberian darimu ini ." Ucap Isabel dengan suara yang dibuat imut .
"I know my love, so let's go home there are many things I want to do with you at home. " Bisik Henry lirih .
"Akh nakal ." Pekik Isabel manja sambil memukul dada Henry dengan wajah memerah .
"Don't forget to wear that sexy lingerie. " Ucap Henry menggoda Isabel kembali .
"Henryyy akhh menyebalkan !!" Sengit Isabel sambil kembali memukul dada Henry dengan manja .
"Don't move you wake my little brother." Ucap Henry kembali sambil melirik ke arah celananya yang sudah membesar .
"Henry ....!!!!!
"Ha ha ha ha ...ayo pulang aku sudah tak tahan ." Sahut Henry pelan sambil merangkul pinggang seksi Isabel berjalan ke luar mall , beberapa bodyguardnya terlihat merapikan tas belanjaan Isabel yang jatuh di lantai.
Dari lantai dua Ayara melihat dengan jelas apa yang dilakukan Henry dan kekasih barunya itu , sebuah pun senyuman tersungging di wajah cantik Ayara .
"Dasar lelaki menjijikan ....kalian semua sama tak ada beda ." Ucap Ayara pelan sambil menatap penuh kebencian pada Henry .
🌸Bersambung 🌸
**Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting .
Terima kasih kakak-kakak** .
Love u all
__ADS_1