Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Awal dari akhir


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Henry duduk didepan kamarnya sambil menikmati red wine, sesekali ia menoleh ke arah ranjang untuk memastikan sang istri masih tidur. Sebuah senyum tersungging diwajah tampannya, ia masih mengingat apa yang ia dan Ayara lewati hari ini. Terakhir kali Ayara turun dari ranjang adalah saat tiga pelayan datang membawakan makanan, setelah itu Henry benar-benar tak mengijinkan Ayara turun dari ranjang kecuali untuk kekamar mandi setelah itu ia harus naik keranjang lagi.


Setelah empat kali memuaskan diri diatas tubuh sang istri Henry akhirnya memutuskan untuk melepaskan istrinya dan memilih duduk di depan kamar menikmati udara malam di Seychelles sambil menikmati red wine.


Saat akan menuang red wine untuk keempat kalinya kedalam gelas tiba-tiba ponselnya berdering, karena tak mau membuat Ayara bangun Henry dengan cepat meraih ponselnya. Sebenarnya akses internet di resort itu tak diputus oleh staff IT melainkan jaringan ponsel Ayara saja yang di blok oleh staff IT resort itu atas perintah Henry, sehingga Ayara tak bisa mengakses internet. Henry juga meminta agar semua staf mengatakan kalau jaringan internet di resort itu diputus atas perintahnya agar Ayara tak lagi meminta akses internet.


"Ya Mike, ada apa?" tanya Henry pelan sambil bangun dari kursinya menuju ke sisi ujung kolam.


"Maaf menggangu waktu honeymoon anda tuan, tapi ini sangat urgent," jawab Michael dengan nafas naik turun.


"Langsung ke inti Mike," sahut Henry dingin.


"Tuan Ryan dia ada di apartemen anda, menunggu anda kembali dari bulan madu. Menurut laporan bodyguard disana dia bahkan menghancurkan foto pernikahan anda yang terpajang di dalam apartemen tanpa sisa, bahkan foto anda dan nona Ayara yang ada dikamar pun tak luput dari kemarahannya," ucap Michael lirih, ia takut kalau Henry akan marah.


Deg


Henry terdiam mendengar perkataan sang tangan kanan, matanya yang tenang berubah tajam menatap luasnya lautan yang ada dihadapannya.


"Kau bilang apa Mike?" tanya Henry dengan suara bergetar menahan emosi.

__ADS_1


Michael yang sudah menduga Henry akan marah kemudian menceritakan secara detail apa yang sebenarnya terjadi pada Henry, ia bahkan saat ini sedang ada di bandara untuk segera pulang menuju ke Dublin bersama Cecar. Henry hanya diam mendengar perkataan Michael tanpa bersuara, ia terlihat sekali menahan marah saat mendengar semua perkataan Michael tentang apa yang dilakukan oleh Ryan di apartemen yang menjadi tempat tinggalnya bersama Ayara.


"Hubungi Ali untuk segera ke Madagaskar, besok pagi aku dan Ayara akan segera pulang," ucap Henry dengan cepat.


"A--anda yakin ingin menyudahi acara bulan madu anda tuan?" tanya Michael terbata.


"Iya, tujuan Ryan adalah memancingku pulang. Aku tak mungkin bisa menikmati waktu bulan maduku saat mengetahui apa yang dilakukan orang gila itu di rumahku," jawab Henry pelan menahan amarah.


"Anda baik-baik saja kan tuan..."


"Tentu saja aku tak baik-baik saja Mike, aku baru bercinta enam kali dengan Ayara. Aku belum puas melewati masa-masa indah ini dan tiba-tiba orang gila itu datang merusak rumahku, coba kau pikir apakah aku masih bisa baik-baik saja jika dalam keadaan seperti ini Mike?" tanya Henry dingin memotong perkataan Michael.


Glek


Michael menelan salivanya perlahan, ia yakin saat ini kalau tuannya pasti sangat marah.


"Bagus, jam enam pagi aku mau pesawat itu sudah ada di bandara jadi aku bisa langsung terbang ke Madagaskar. Ya sudah Mike aku mau merapikan pakaian dulu ke koper," sahut Henry ketus menutup panggilan teleponnya dengan Michael.


Setelah berkata seperti itu Henry lalu masuk kedalam kamar, ia langsung merapikan barang-barangnya kembali kedalam koper termasuk barang-barang Ayara. ia tersenyum kecut saat menemukan sebuah lingerie seksi merk Victoria secret's yang sengaja ia beli agar bisa dipakai Ayara saat mereka akan bercinta besok, namun sepertinya ia harus menunda meminta Ayara memakai itu karena harus segera kembali ke Dublin Irlandia besok pagi. Ia tak bisa membiarkan Ryan lebih lama mengacak-acak rumahnya.


Tiga puluh menit kemudian Henry sudah selesai merapikan barang-barang miliknya dan milik sang istri, walau hari masih sangat pagi namun ia sudah tak bisa tidur lagi. Mengetahui Ryan menerobos kediamannya membuat rasa kantuk dan lelahnya pergi seketika, Henry lalu duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari ranjang. Ia menatap Ayara yang tidur pulas, ia tau kalau istrinya itu sangat kelelahan pasca mengimbangi permainannya selama empat kali sejak pagi hari.


"Aku kira kau sudah menyerah mendekati Ayara setelah aku menikahinya, tapi nyatanya tidak. Rupanya aku terlalu baik padamu Ryan," ucap Henry penuh emosi sambil mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu nanti setelah aku sampai sana Ryan," desis Henry menahan kemarahannya, ia benar-benar kehabisan kesabarannya saat ini.


Apalagi saat melihat rekaman CCTV di apartemennya yang menampilkan rekaman Ryan sedang duduk di sofa kesayangannya sambil menginjak foto pernikahannya yang sudah disobek, Ryan hanya menginjak foto Henry saja sedangkan foto ayara sudah ia ambil dan ia letakkan di atas meja. Henry tak habis pikir atas apa yang dilakukan Ryan, kenapa dan mengapa saudara angkatnya itu masih terobsesi sekali pada Ayara yang jelas-jelas sudah menjadi istrinya.


"Bukankah stok wanitamu banyak Ryan, lalu kenapa kau ingin sekali merebut apa yang sudah menjadi milikku," ucap Henry lirih sambil memijat keningnya yang tiba-tiba sakit karena memikirkan tingkah Ryan yang diluar nalar, ia sebenarnya ingin sekali menghancurkan Ryan Bray. Namun karena ia terikat perjanjian dengan sang ayah sebelum ayahnya meninggal untuk tetap menjadi saudara yang baik bagi Ryan yang tak punya siapa-siapa juga di dunia ini setelah kedua orangtuannya meninggal, membuat Henry masih sangat bersabar menghadapai seorang Ryan Bray yang sebenarnya sudah sangat keterlaluan.


Henry tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Ayara yang meminta minum, dengan cepat Henry berjalan menuju meja dan memberikan minum pada istrinya yang masih berbaring di ranjang tanpa menggunakan apapun selain selimut tebal yang menjadi pelindungnya.


"Terima kasih," ucap Ayara cepat sambil meraih gelas berisi air putih yang dibawakan oleh Henry.


"This is nothing dear," sahut Henry lembut sambil duduk disebelah Ayara yang sedang minum dengan sangat rakus seolah sudah tak minum selama dua hari.


Melihat gelas ditangan Ayara sudah kosong Henry meraih gelas itu namun tiba-tiba Ayara beringsut kebelakang sambil mencengkram kuat selimutnya.


"Jangan lagi Henry, a--ku sangat lelah," ucap Ayara terbata, ia ketakutan kalau Henry memintanya melayaninya lagi.


"No...please no, jangan takut sayang. Aku suamimu, aku tak memintamu untuk itu lagi. Aku ingin meminta maaf padamu," sahut Henry lembut.


Ayara yang tadi ketakutan mendadak tenang saat mendengar perkataan sang suami, ia lalu duduk dengan tegap sambil bersandar.


"Minta maaf kenapa?" tanya Ayara bingung.


"Kita harus menyudahi bulan madu kita sayang, besok pagi kita harus kembali ke Dublin," jawab Henry pelan.

__ADS_1


"Whattt kau serius?!!!" pekik Ayara girang penuh semangat dengan mata berbinar-binar.


🌼 bersambung 🌼


__ADS_2