
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Perasaan Yamashita Ryuichi hancur berkeping-keping ketika melihat mantan istrinya bersama pria asing, hatinya terasa sakit melihat ibu dari anaknya itu tertawa karena pria lain. Ia hampir saja terjatuh kalau tidak berpegangan pada tiang yang ada disebelahnya, dadanya terasa sesak dengan seketika. Entah mengapa melihat wanita yang pernah mengisi hari-harinya itu bercengkrama dengan pria lain ia merasa sesakit itu, apalagi pria asing itu juga terlihat akrab dengan putri semata wayangnya. Anak kandungnya yang kelahirannya di dunia sempat ia benci karena terlahir sebagai perempuan, karena obsesinya yang menginginkan anak laki-laki sebagai penerus nama keluarga Yamashita yang sudah melegenda selama beberapa abad lalu.
"Anda tidak apa-apa tuan?" Tanya sang manager hotel yang berdiri didepan Yamashita Ryuichi tiba-tiba sehingga membuat semua orang yang ada disitu langsung mengalihkan pandangannya ke arah Yamashita Ryuichi.
Wajah Yamashita Ryuichi nampak memucat seketika seperti baru saja mengalami peristiwa yang sangat membuatnya terkejut.
"Tuan ada apa dengan anda?" Tanya Henry gugup, ia terkejut melihat perubahan air muka partner bisnisnya.
"Lebih baik anda duduk dulu tuan." Ucap Ryan pelan menimpali perkataan Henry.
"Ryu....
Alih-alih merespon perkataan semua orang yang ada disebelahnya Yamashita Ryuichi justru berjalan cepat meninggalkan tempatnya berdiri saat ini menuju ke ruangan sebelah dimana tadi ia melihat mantan istrinya, entah apa yang membuatnya segila ini. Yang jelas ia sangat tidak rela melihat Raisa bersama pria lain, Ryuichi berjalan dengan langkah tertatih dan terasa la saat mendekati ruang lobby yang sebenarnya ada disebelahnya.
"ちょっと待って!!" Teriak Yamashita Ryuichi tiba-tiba dengan suara meninggi memanggil Raisa dan Ayara yang sudah berjalan masuk ke dalam ruang restoran VIP yang sudah di booking semuanya oleh Alfredo Del Castillo.
*(chotto matte!! / tunggu )
"Maaf tuan anda tidak bisa masuk." Ucap seorang pria berbadan besar menahan Yamashita Ryuichi masuk ke dalam pintu yang baru saja di lewati Raisa dan Ayara bersama pria asing yang tak ia kenal.
"Saya kenal dengan wanita itu, saya ada perlu dengannya." Jawab Ryuichi dengan cepat.
"Maaf tuan ini adalah acara keluarga jadi anda tidak bisa masuk." Sahut sang bodyguard dengan nada dingin.
"Acara keluarga apa!!! saya ayah dari gadis itu dan ....
"Dan mantan suami dari wanita itu." Ucap Keiko memotong perkataan Ryuichi suaminya.
"Keiko.!!" Hardik Yamashita Ryuichi dengan nada meninggi.
"Bukankah yang aku katakan benar, kalian sudah bercerai tiga tahun lalu. Dan sekarang kau suamiku Ryu." Jawab Keiko dengan menggunakan bahasa Jepang, saat sedang bertengkar di luar dia dan Ryuichi akan menggunakan bahasa Jepang.
Plak
Tangan besar Ryuichi mendarat di pipi Keiko dengan keras sehingga membuat Keiko terpundur kebelakang seketika sambil menyentuh pipinya yang terasa panas.
"Jaga perkataanmu Keiko, kau hanya pengganti!!! kau tau itu bukan.!!" Hardik Yamashita Ryuichi dengan suara meninggi, kedua matanya nampak merah karena menahan amarah.
Keiko langsung diam tanpa suara dengan mata yang berkaca-kaca sambil menatap sang suami, sementara itu Henry dan Ryan beserta kedua asisten mereka masing-masing nampak sangat kaget ketika melihat Yamashita Ryuichi berani menampar istrinya ditempat umum seperti itu.
"Lebih baik kau pulang Keiko, aku sedang malas berdebat denganmu." Bentak Ryuichi kembali.
Tanpa diperintah dua kali Keiko pun langsung berbalik dan berjalan cepat ke arah lift untuk naik kekamar meninggalkan Ryuichi dan dua rekan bisnisnya. Sepeninggal Keiko kondisi Ryuichi nampak lebih tenang, ia terlihat bisa mengatur emosinya.
"Lebih baik kita duduk di sebelah sana saja tuan." Ucap Ryan tiba-tiba mencoba mencairkan suasana.
"Mari tuan." Imbuh Henry menimpali perkataan Ryan mengajak Yamashita Ryuichi duduk di sebuah mini bar yang tak jauh dari restoran tempat mereka dilarang masuk sebelumnya.
Yamashita Ryuichi berjalan pelan mengikuti langkah Henry yang sedang membimbingnya masuk ke dalam bar, pikirannya benar-benar kacau mengingat apa yang baru saja terjadi. Dimana dengan jelas ia melihat Raisa berdandan sangat cantik bertemu dengan pria yang tak ia kenal bersama Ayara anak satu-satunya yang ia miliki.
Ryan langsung berbisik pada bartender untuk membuatkan cocktail dalam tiga porsi, tak lama kemudian pesanannya pun siap dengan cepat Ryan membawa tiga gelas berisi cocktail itu ke meja dimana Henry dan Yamashita Ryuichi berada.
"Silahkan dinikmati tuan." Ucap Ryan pelan sambil tersenyum memberikan satu gelas kepada Yamashita Ryuichi.
"Terima kasih." Jawab Yamashita Ryuichi dengan cepat, ia langsung menenggak habis cocktail yang diberikan Ryan dan tak sampai disitu ia pun bahkan menghabiskan gelas kedua yang notabene adalah milik Henry.
Henry hanya tersenyum tipis melihat apa yang partner kerjanya itu lakukan, ia lalu menoleh ke arah bartender dan memintanya untuk menjauh minuman lagi. Sementara itu Ryan hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan Henry, niat awalnya ia memang tak mau memberikan minuman itu pada Henry ia sudah berniat ingin memberikan minuman itu seutuhnya pada tuan Yamashita Ryuichi.
__ADS_1
"Kedua wanita itu adalah istri dan anakku... maksudku mantan istri dan anakku satu-satunya." Ucap Ryuichi membuka percakapan sambil meletakkan gelas cocktail kedua yang ia habiskan ke atas meja.
"Dan pria itu aku tak mengenalnya." Imbuh Ryuichi dengan nafas naik turun tanda ia sedang sangat cemburu.
"Kalau anda tidak nyaman ada disini kita bisa pergi ke tempat lain tuan." Ucap Henry sambil tersenyum mencoba untuk menenangkan Ryuichi.
"Aku masih ingin disini menunggu mereka selesai makan malam , aku butuh bicara banyak dengan Raisa." Jawab Ryuichi dengan cepat menolak usulan Henry untuk pergi.
"Jadi nama mantan istrinya adalah Raisa." Batin Ryan dalam hati sambil terus berusaha terlihat tenang dihadapan Ryuichi.
"Baiklah kalau itu mau anda tuan, kita bisa menunggu mereka di sini." Sahut Henry pelan sambil mengisi gelas Ryuichi kembali dengan cocktail.
Ryuichi tersenyum tipis mendengar perkataan Henry, ia lalu meraih gelas yang baru diisi oleh Henry dan langsung menenggaknya dengan habis tanpa sisa sehingga membuat Ryan dan Henry tersenyum secara bersamaan. Mereka lalu menikmati minuman keras itu secara bersamaan dengan saling bercerita mencoba untuk mencairkan suasana hati yang sedang kacau balau.
Sementara itu di meja yang ada di dekat jendela kaca besar yang ada di dalam restoran yang sudah di booking oleh Alfredo Del Castillo nampak tiga orang sedang menikmati makanan mewah yang tersaji, cahaya lilin yang terpasang di meja membuat suasana terlihat tambah romantis apalagi sejak tadi Alfredo Del Castillo tak melepaskan tangannya dari Raisa yang duduk di sampingnya.
"Ayara bolehkah paman berbicara?" Tanya Alfredo membuka percakapan sambil meletakkan gelas wine yang baru saja ia minum ke atas meja sambil melirik kearah Raisa yang sedang ia genggam tangannya.
"Silakan paman Yara mendengarkan dengan baik." Jawab Ayara dengan cepat sambil meletakkan pisau yang baru saja ia gunakan untuk mengiris daging steak sapi terbaik yang dimasak oleh Chef hotel yang sudah dipesan sebelumnya oleh Alfredo secara khusus.
"Mungkin Yara sudah mendengar hal ini sebelumnya dari ibumu, tapi Paman ingin berbicara lagi dengan langsung kepadamu. Paman sudah mengenal ibumu selama hampir satu tahun terakhir ini walaupun tidak terlalu dekat, karena paman masih tinggal di negara Paman seperti yang kau tahu. Akan tetapi setelah paman mengenal ibumu lebih dekat dalam waktu beberapa bulan terakhir ini, paman merasa kalau ibumu sudah membuat hati paman yang gersang ini menjadi subur. Paman ingin membangun sebuah keluarga kembali bersama ibumu, oleh karena itu paman ingin meminta izin secara langsung kepadamu Yara. Apakah kau memperbolehkan ibumu menikah dengan paman?" Tanya Alfredo Del Castillo pelan dengan tatapan mata tajam ke arah Ayara.
"Apakah paman sudah tahu tentang masa lalu kami berdua." Jawab Ayara dengan cepat.
"Tentu saja paman tahu, paman sudah mengetahui bagaimana ketidakadilan menimpa kalian berdua dan paman berjanji akan membuat kalian berdua bahagia Yara. Apakah kau memberikan kesempatan itu kepada paman?" Tanya Alfredo Del Castillo kembali penuh harap.
"Lalu menurut paman, apakah paman bisa membuat mommy Yara bahagia setelah paman tahu apa yang kami dapatkan di masa lalu." Jawab Ayara dengan cepat mencoba mengalihkan pertanyaan Alfredo.
"Paman tidak bisa berjanji padamu saat ini tapi paman akan membuktikannya kepada kalian secepatnya." Sahut Alfredo dengan tegas sambil menambah tekanan kekuatannya di tangannya sehingga membuat Raisa meringis kesakitan ketika merasakan tangannya di cengkram lebih kuat oleh Alfredo.
"Maaf honey...maaf." Pekik Alfredo penuh sesal ketika menyadari bahwasanya Raisa kesakitan karena perbuatannya.
Ayara mengedipkan matanya melihat ekspresi kepanikan Alfredo, ia lalu melirik kearah sang ibu yang selalu tersenyum sejak tadi ketika masuk ke dalam restoran.
"Jadi kapan paman akan menikahi mommy?" Tanya Ayara dengan tiba-tiba.
Alfredo dan Raisa menoleh kearah Ayara dengan bersamaan sehingga membuat kepala mereka beradu satu sama lain sehingga membuat Ayara terkekeh
"Aduh honey maaf aku tak sengaja." Ucap Alfredo kembali sambil menyentuh kepala Raisa yang baru saja terkena kepalanya dengan wajah khawatir.
"Aku tak apa-apa tenanglah." Jawab Raisa dengan cepat sambil merapikan rambutnya yang disentuh oleh Alfredo.
"Syukurlah kalau begitu, aku sangat khawatir kalau kau terluka. Maafkan kepalaku yang keras ini...
"Ha ha ha......"
Tawa Ayara akhirnya meledak ketika mendengar perkataan terakhir Alfredo, ia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi di hadapan sang ibu dan calon ayah tirinya tersebut.
"Dimana-mana yang namanya kepala pasti keras paman, kalau lembek itu namanya ubur-ubur paman ha ha ha." Ucap Ayara terkekeh dengan menahan geli sambil menyeka air matanya yang yang keluar dari sepasang mata indahnya karena tertawa.
Mendengar perkataan Ayara membuat Alfredo dan Raisa tertawa bersama, suasana kaku berubah menjadi penuh tawa dan hangat setelah Alfredo berhasil mengambil hati Ayara.
"Dihadapan putrimu aku Alfredo Del Castillo memintamu Raisa Angelic Turner untuk menjadi istriku." Ucap Alfredo Del Castillo melamar Raisa sambil berjongkok dengan membawa sebuah cincin yang bertahtakan berlian kearah Raisa yang duduk di hadapannya.
"Do it mom.."Sahut Ayara tanpa suara memberi semangat pada ibunya yang sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Yes i do." Jawab Raisa dengan suara bergetar menjawab pertanyaan Alfredo.
Mendengar jawaban Raisa membuat Alfredo langsung mengambil cincin yang ada di kotak berlian yang ia bawa, ia pun langsung memasukkannya ke jari manis sebelah kiri Raisa dan menciumnya jelas perlahan. Alfredo lalu bangun dan memeluk Raisa dengan erat sambil mencium keningnya dengan penuh cinta, sementara itu di balik meja Ayara nampak mengangkat wajahnya ke langit-langit untuk menahan air matanya agar tidak turun. Ia tak mau nenangis di momen yang sangat membahagiakan dalam hidup nya itu, bisa melihat ibunya kembali tertawa.
__ADS_1
"Nak sini nak." Ucap Raisa pelan dari pelukan Alfredo sambil mengulurkan tangannya memanggil Ayara.
Ayara menggelengkan kepalanya perlahan menolak permintaan sang ibu akan tetapi Alfredo rupanya langsung bertindak cepat, ia mengulurkan tangan kanannya untuk meraih Ayara dan menariknya ke dalam pelukannya dimana ia juga sedang memeluk Raisa.
Dipeluk seperti itu membuat Atara tidak kuat menahan diri, tak lama kemudian suara tangisnya pun pecah. Ia terisak di dalam pelukan ibu dan calon ayah tirinya, untuk pertama kali dalam hidupnya Ayara menangis seperti itu. Pasalnya dulu ia sama sekali tak pernah mendapatkan kasih sayang dari sang ayah Ryuichi, karena dulu Ryuichi sangat menjaga jarak dengannya. Bahkan untuk menyentuh tangan sang ayah pun Ayara tidak pernah bisa apalagi berpelukan seperti ini, oleh karenanya Ayara saat ini tak bisa membendung tangis bahagianya.
"Aku akan menjaga kalian seumur hidupku, kita akan bahagia menjadi satu keluarga yang utuh. Aku berjanji padamu sayang." Bisik Alfredo penuh cinta kepada Raisa.
"Terima kasih sudah mencintaiku dan mencintai putriku, aku sangat bahagia Alfredo." Jawab Raisa dengan terbata-bata.
Ayara hanya tersenyum tipis mendengar percakapan sang ibu dan calon ayah tirinya itu, tak lama kemudian mereka pun akhirnya melepaskan pelukan dan kembali duduk di kursinya masing-masing sambil berpegangan tangan.
"Kalau kalian terus memegang tanganku seperti ini bagaimana aku bisa makan." Ucap Ayara pelan sambil menatap tangan kanannya yang saat ini dipegang oleh sang ibu sementara tangan kirinya dipegang oleh Alfredo calon ayah tirinya.
"Maaf honey maaf." Sahut Raisa dengan spontan dan langsung melepaskan tangannya dari tangan Ayara hal yang sama pun dilakukan oleh Alfredo.
Mereka bertiga lalu melanjutkan acara makan malam dengan menikmati hidangan penutup lainnya yang sudah mulai datang, Ayara menyantap cake yang ada di hadapannya dengan tersenyum. Ia sesekali melirik kearah sang ibu yang masih berbincang dengan Alfredo yang sebentar lagi akan menjadi ayahnya.
Karena hari mulai malam Alfredo akhirnya mengajak calon istri dan calon anaknya untuk pulang, ia ingin mengantar Raisa dan Ayara kembali ke apartemen karena ia tak bisa mengajak Raisa untuk menginap di hotelnya.
"Tunggu sebentar Yara mau ke toilet." Ucap Ayara dengan cepat sambil melepaskan pegangan tangan Alfredo dan Raisa yang menggandengnya.
"Ok jangan lama-lama mommy tunggu di depan." Jawab Raisa sambil tersenyum.
Ayara memberikan pose hormat kepada Raisa dan ia pun langsung berlari ke arah toilet karena sudah tidak tahan lagi menahan dirinya lebih lama lagi.
"Terima kasih sudah melahirkan gadis secantik dan sebaik itu sayang." Ucap Alfredo pelan kepada Raisa sambil mengeratkan pelukannya di pinggang ramping Raisa.
"Aku yang berterima kasih kepadamu karena kau mau memberikan kasih sayang seorang ayah kepadanya, Ayara tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah sejak ia kecil sampai saat ini." Jawab Raisa dengan suara bergetar.
"Hei jangan berkata seperti itu lagi, Ayara mulai saat ini adalah putriku ia akan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari kita berdua. Jadi jangan sedih lagi sayang, aku tak bisa melihatmu menangis." Sahut Alfred dengan cepat merespon perkataan Raisa sambil memeluk calon istrinya itu dengan erat.
Raisa menganggukan kepalanya pelan merespon perkataan calon suaminya, ia lalu membalas pelukan Alfredo dengan erat. Karena mobil Alfredo sudah menunggu di depan mereka akhirnya berjalan meninggalkan restoran menuju lobi sambil menunggu Ayara keluar dari toilet. Saat keluar dari restoran langkah Raisa langsung terhenti ketika melihat seorang pria sudah berdiri di hadapannya sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Ryuichi...." Ucap Raisa lirih, iya tak percaya akan bertemu lagi dengan mantan suaminya di Jakarta di restoran tempatnya baru saja menerima lamaran Alfredo yang sedang merangkulkan tangannya di pinggangnya.
"Dimana anakku?" Tanya Ryuichi dengan nada meninggi sambil menatap tajam ke arah tangan Alfredo yang memeluk pinggang Raisa.
"Anak mana yang kau maksud!! anak yang tidak pernah kau akui keberadaannya sampai saat ini, anak yang tidak pernah kau anggap sebagai anak kandungmu itu karena ia seorang perempuan iya!!!" Jawab Raisa dengan lantang.
Ryuichi langsung terdiam mendengar perkataan Raisa, ia sama sekali tak menyangka akan mendengar Raisa berkata seperti itu kepadanya. Pasalnya dulu Raisa adalah seorang wanita yang lemah lembut dan tidak pernah berbicara kasar kepadanya, selain di malam pertengkaran hebat mereka ketika ia meminta izin untuk menikahi Keiko.
"Angelica adalah putriku, jadi kau jangan mengakuinya lagi tuan Yamashita!!" Hardik Alfredo dengan suara meninggi, Alfredo menyebut Ayara dengan nama Angelica yang diambil dari nama tengah Raisa.
"Angelica katamu, namanya adalah Yamashita Ay ...
"Daddy.....!!!" Teriak Ayara dari dalam hotel sambil berjalan ke arah Alfredo dan Raisa, langkah Ayara sempat ragu ketika melihat Henry dan Ryan berdiri tidak jauh dari Yamashita Ryuichi dan sedang menatapnya.
Deg
"Kau.....
Henry dan Ryan tak dapat berbicara ketika melihat dengan jelas sosok gadis yang tadi mereka lihat punggungnya dari balik kaca, jantung mereka berdua berdetak dengan kencang ketika melihat seorang gadis cantik berdiri dihadapan mereka dengan menggunakan gaun yang sangat cantik dan menggunakan sebuah topeng masquerade warna hitam.
🌼 Bersambung 🌼
**Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Terima kasih**.
__ADS_1