
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE
Henry terlihat mengantar seorang dokter Rachel untuk merawat Ayara yang jatuh pingsan saat mendengar berita tentang jatuhnya pesawat jet pribadi milik sang ayah yang jatuh di perairan sekitar pulau Ibiza, sesar terlihat duduk di sofa sambil sibuk dengan laptopnya untuk mencari tahu kebenaran berita itu. Walaupun sebenarnya ia sudah tahu dengan rencana awal namun tetap saja mendengar hal itu cukup mengagetkan untuknya.
"Bukankah awalnya kita ingin menggunakan mobil tuan, lalu kenapa jadi pesawat?" tanya bingung pada Henry.
"Pesawat jet pribadi milik Tuan Alfredo kan sangat mahal sekali," imbuh Cecar dengan polos sambil menunjukkan situs harga pesawat jet milik Alfredo yang terbakar habis di perairan Balearic Sea.
Harga pesawat gulfstream g500 milik Alfredo yang terbakar itu sekitar USD 45,5 juta atau setara dengan 659,75 miliar rupiah, jadi wajar saja kalau Cecar menyangkan pilihan Alfredo dan Henry yang memilih kapal super mewah itu yang dihancurkan.
"Uang sebanyak itu masih tak ada apa-apanya dibanding dengan kekayaan yang dimiliki oleh mertuaku Cecar, jadi kau tak usah sedih dan jangan menangis lagi sama seperti saat kau menangisi ponselmu itu," ucap Henry pelan sambil melipat tangannya di dada.
"USD 45,5 juta itu uang semua tuan, dengan uang sebanyak itu aku bisa membuat orang-orang di kampung halamanku tidak bekerja selama sisa hidupnya dan tujuh cucu keturunannya ," sahut Cecar dengan polos.
"Pantas saja istriku menjadikanmu tangan kanan, kau benar-benar menyenangkan Cecar ha ha ha," jawab Henry sambil tertawa lebar.
Cecar hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia sebenarnya sangat kesal pada keputusan Henry dan Alfredo yang memilih pesawat jet super mahal untuk dijadikan tumbal. Padahal rencana awal mereka adalah menggunakan mobil, namun pada hari yang sudah diputuskan justru pesawat jet yang dipilih untuk jadi tumbal.
"Aku kan belum pernah naik pesawat itu," gumam Cecar lirih.
Sebuah senyum tersungging diwajah Henry, ia lalu berjalan pelan ke arah Cecar dan menepuk pundak tangan kanan istrinya itu dengan lembut.
"Siapkan barang-barangmu kita akan berangkat ke Barcelona dua jam lagi saat istriku sudah bangun dengan pesawat jet pribadiku Gulfstream G600," ucap Henry pelan.
"Apaaaa...kau juga punya Gulfstream tuan?!!!! wahhhh kereennn!!!" pekik Cecar dengan keras sambil bangun dari sofa.
__ADS_1
"Ya Tuhannn Cecar, laptopmu hampir jatuh!!!" sahut Henry jengkel sambil menangkap laptop baru Cecar yang ia belikan kemarin
"He he he maaf tuan, aku terlalu senang. Aku tak menyangka ternyata anda sekaya tuan Alfredo," ucap Cecar tanpa rasa bersalah sambil meraih laptopnya dari tangan Henry.
"Jauh lebih kaya dari mertuaku lebih tepatnya Cecar!!! kau puas kan, ya sudah cepat pulang dan rapikan barang-barangmu. Itupun kalau kau mau ikut terbang ke Barcelona dengan kami," jawab Henry ketus.
"Akuuu ikut!! ya sudah aku pulang bersama tuan Mickey mouse dan anda selamat melanjutkan aksi selanjutnya tuan, aku beritahu ya tuan nona bos kalau marah mengerikan lho he he he," jawab Cecar sambil berlari ke arah lift menyusul Michael yang sudah menunggunya di lift, Michael kesal pada Cecar karena memanggilnya dengan sebutan Mickey mouse.
Setelah Cecar dan Michael pergi Henry lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang ada dilantai dua, ia berjalan dengan hati-hati sekali supaya tak membuat Ayara bangun. Perlahan Henry duduk di pinggir ranjang sambil membelai wajah Ayara yang sembab karena menangis.
Sebenarnya ia tak tega melihat kondisi Ayara seperti ini, namun ia terpaksa melakukan ini karena permintaan ayah mertuanya yang sudah berdiskusi panjang bersama ibu mertuanya pasca mengetahui Yamashita Ryuichi berkali-kali menyerang mereka melalui dunia maya. Alfredo akhirnya memutuskan untuk bersembunyi di sebuah tempat yang tak diketahui siapapun demi keselamatan Raisa dan putra mereka Ace, Ayara sendiripun tak diberitahu dimana mereka bersembunyi demi menjaga rencana ini.
Alfredo terpaksa menempuh jalan ini supaya mantan suami istrinya itu tak lagi menyerang mereka, dengan mereka pura-pura terkena kecelakaan Alfredo yakin Yamashita Ryuichi akan berhenti menganggu dan menargetkan baby Ace untuk dibunuh. Pada awalnya Alfredo ingin memberitahu Ayara mengenai masalah ini namun ia berpikir ulang pasca mengetahui rencana Yamashita Ryuichi yang ingin membunuh putranya, oleh karena itu ia terpaksa melakukan pilihan terakhir ini dengan berpura-pura mati bersama Raisa dan putranya Ace supaya Ryuichi tak mengganggu.
"Maaf sayang, kami terpaksa melakukan ini demi kebaikan adikmu. Daddy dan mommy takut kalau kau tau mereka masih hidup maka Yamashita Ryuichi bisa tau, daddy yakin kalau Yamashita Ryuichi akan memata-mataimu sayang," ucap Henry dalam hati dengan mata berkaca-kaca menatap Ayara yang masih menutup matanya rapat, airmatanya terus mengalir dari kedua matanya.
Semua harta kekayaan Alfredo dan Raisa sudah dialihkan menjadi milik Ayara, termasuk dengan tabungan yang jumlahnya sangat banyak di Bank Swiss. Alfredo yakin setelah semua uangnya dialihkan pada Ayara maka Yamashita Ryuichi akan semakin yakin dengan berita kematiannya, pada awalnya Raisa ingin memberitahukan rencana ini pada Ayara namun Alfredo melarangnya, karena jika Ayara tau maka Yamashita Ryuichi akan curiga saat melihat Ayara baik-baik saja. Alfredo yakin ada orang dekat Yamashita Ryuichi yang tinggal didekat mereka oleh karena itu ia ingin melakukan rencana ini se real mungkin, walaupun harus membuat Ayara sedih.
"Mommy... Ace...mommm....no...jangannn jangann!!!" teriak Ayara keras dengan membuka matanya lebar-lebar sambil duduk.
Teriakan Ayara membuat Henry tersadar dari lamunannya, ia langsung bertindak cepat memeluk istrinya yang sudah duduk.
"Calm down honey, calm down I'm here," ucap Henry lirih sambil memeluk Ayara.
"Katakan ini sebuah kebohongan Henry, katakan padaku mereka baik-baik saja Henry!!! katakan padakuuu mereka baik-baik saja hu hu huuu...Ace Ace adikku dia tak mungkin Henry dia tak mungkin meninggalkan aku, dia akan bermain kuda denganku saat dia besar nanti...dia tak mungkin...
__ADS_1
"Yara, heii Yara," Henry menepuk-nepuk pipi Ayara yang kembali pingsan dalam pelukannya.
Henry lalu membaringkan tubuh Ayara keranjang, ia tau istrinya itu sedang sangat tidak terkontrol emosinya saat ini. Dengan penuh kasih Henry menyeka keringat dingin yang keluar dari wajah Ayara.
"Maafkan kami Yara, kami terpaksa melakukan ini demi keselamatan adikmu," ucap Henry pelan sambil mencium tangan Ayara penuh cinta.
Sapporo, Jepang
Yamashita Ryuichi dan Dmitry duduk di depan televisi berukuran besar yang menampilkan berita internasional yang membahas kecelakaan pesawat Alfedro, mereka terlihat sangat serius mengikuti perkembangan berita.
"Kau yakin itu mereka?" tanya Ryuichi pada Luigi.
"Yakin tuan, ini adalah foto-foto terkahir Alfredo dan Raisa saat di bandara," jawab Luigi pelan sambil menunjukkan rekaman CCTV yang menangkap Alfredo yang tengah menggendong Ace bersama Raisa saat akan naik pesawat jet yang jatuh itu dibandara Barcelona.
"Dimana Ayara kenapa hanya mereka bertiga saja yang ada di bandara, bukankah seharusnya Ayara bersama mereka?" tanya Ryuichi kembali penuh curiga.
"Nona Ayara bersama suaminya di Irlandia, sebenarnya tuan Alfredo dan nyonya Raisa baru kembali dari Irlandia setelah menghadiri pesta pernikahan nona Ayara tuan," jawab Luigi dengan cepat.
"Apaaa Ayara sudah menikah?!!" pekik Ryuichi dan Dmitry bersamaan.
"Iya tuan...
"Alfredo brengseekk beraninya ia menikahkan anakku, seharusnya aku yang mengantar Ayara menikah. Alfredo kau benar-benar arrrrgghhh....
🌼 bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa Vote, ratting dan like.
Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹