Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
first mission


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Karena satu minggu kedepan Alfredo dan Raisa ada acara di Itali mereka terpaksa meninggalkan Ayara sendiran di Cordoba, pasalnya mereka tak bisa mengajak Ayara pergi karena berbarengan dengan ujian akhir semester Ayara yang baru berpangkat dua hari. Alhasil mereka hanya bisa mengajak baby Ace saja ikut ke Itali yang memang belum bisa berjauhan dengan Raisa sang ibu.


"Yara yakin tak mau ikut?" Tanya Raisa berulang-ulang sambil memegang tangan Ayara dengan erat.


"Iya mom, Yara sedang ujian tak mungkin Yara pergi." Jawab Ayara dengan cepat sambil terus mencium pipi sang adik yang ada dipangkuan ibunya.


"Tapi Yara ingat, setiap pulang kampus harus langsung kembali kerumah. Kalau mau pergi ajak pengawal." Ucap Alfredo pelan menimpali pertama sang istri.


"Yes sir." Teriak Ayara dengan cepat.


Raisa hanya tersenyum kecut melihat tingkah putri kesayangannya, ia akhirnya rela berpisah dengan Ayara sementara waktu dan membiarkan Ayara tinggal di Cordoba sendirian selama beberapa hari kedepan. Ia harus menjalankan tugasnya sebagai istri menemani suaminya melakukan peresmian perusahaan di Itali, selama ini Alfredo lah yang sering bolak balik Itali-Spanyol demi mereka. Dan kini gilirannya sebagai istri menjalankan tugasnya, semua partner bisnis Alfredo tak ada yang tau tentang Raisa dan anak-anaknya karena memang selama ini ia menyembunyikan keberadaan mereka dengan tak mengatakan kalau sebenarnya anak dan istrinya tinggal di Spanyol bukan di Italia seperti berita yang simpang siur selama ini demi keamanan keluarganya.


Akhirnya pesawat jet pribadi milik Alfredo pun lepas landas meninggalkan Cordoba menuju Italia meninggalkan Ayara sendirian, saat melihat pesawat yang membawa kedua orang tuanya pergi Ayara merasa sedikit sedih akan tetapi tak lama kemudian ia tersenyum ketika mengingat bisa melakukan tugasnya.


Ayara kemudian pergi kerumahnya dengan cepat menggunakan mobil Lamborghini Aventador warna hitam miliknya yang merupakan hadiah ulang tahun dari sang ayah tahun lalu, selama dalam perjalanan Ayara terlihat sibuk berkomunikasi dengan seseorang di telepon.


"Ok, aku akan sampai kesana dengan pesawat penerbangan terakhir hari ini." Ucap Sasa lirih merespon perkataan seseorang di ujung telepon.


"Terus pantau mereka setelah sampai disana dan jangan lupa info kepadaku terus." Imbuh Ayara pelan sebelum menutup sambungan teleponnya.

__ADS_1


Setelah menutup sambungan teleponnya Ayara kemudian mempercepat laju mobilnya, ia sudah tak sabar ingin cepat sampai kerumah. Sebenarnya ujian akhir semester di kampus Ayara sudah berakhir minggu lalu karena jadwalnya dipercepat dan Ayara tak memberitahu kedua orang tuanya karena khawatir jika ia memberitahu soal ini maka rencananya akan gagal.


Sesampainya dirumah para bodyguard langsung menyambut Ayara, mereka sudah diberitugas oleh Alfredo untuk mengawasi Ayara.


"Selamat datang nona." Sapa Owen sang kepala bodyguard pada Ayara yang baru turun dari mobil Lamborghini nya.


"Masukkan mobilku ke garasi Owen, aku tak akan bawa mobil itu beberapa hari kedepan." Ucap Ayara pelan sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Owen.


"Kenapa nona?" Tanya Owen penasaran.


"Aku ada kegiatan kampus di Granada, melihat peninggalan sejarah disana dan berangkat sore ini." Jawab Ayara singkat.


"Daddy dan mommy sudah tau, lagipula ini kegiatan kampus Owen dalam rangka ujian akhir semester ku." Imbuh Ayara dengan cepat menimpali perkataannya yang sebelumnya untuk menyakinkan Owen.


Setelah bergulat dengan semua persiapan Ayara akhirnya berganti pakaian karena Owen sudah siap mengantarnya menuju ke kampus sesuai petunjuk Ayara sebelumnya, Owen pun langsung mengantarkan Ayara menuju ke kampus tanpa banyak bicara dan curiga karena ia yakin sang nona tak akan macam-macam. Mobil yang membawa Ayara akhirnya berhenti di depan kampus tempat biasa Ayara turun ketika diantar, mata Owen memicing ketika melihat beberapa buah bus yang sedang terparkir didepan kampus dan bersiap berangkat ke Granada sesuai perkataan sang nona.


"Teman-teman nona sudah banyak yang masuk bis, lebih baik nona segera masuk juga." Ucap Owen lirih sambil membantu Ayara keluar dari mobil.


"Sana kau cepat pergi Owen, aku tak mau mereka melihatku keluar dari mobil ini." Usir Ayara pada Owen.


"Baiklah nona, anda hati-hati ya nanti sesampainya di Granada kabari tuan dan nyonya supaya mereka tidak khawatir." Jawab Owen dengan cepat.

__ADS_1


"I know Owen, cepat pergi jangan sampai temanku melihatmu!!" Hardik Ayara dengan keras.


Owen kemudian memacu mobilnya dengan cepat meninggalkan ayara dipinggir jalan didepan kampus, ia tau kalau sang nona selama ini sangat menjaga citranya pasalnya setiap ia antar Ayara selalu minta diturunkan di tempat yang agak jauh dari kampus.


Setelah Owen pergi Ayara kemudian memberhentikan taksi dan meminta untuk mengantarnya ke bandara, karena jadwal keberangkatan pesawatnya tinggal tiga puluh menit lagi. Didalam taksi Ayara terlihat melihat ponselnya dengan serius, ia membaca laporan yang dikirim oleh orang kepercayaannya. Saat tiba di bandara Ayara nyaris ketinggalan pesawat kalau saja ia tak berlari saat turun dari taksi.


"Akh ini semua gara-gara harus ke kampus dulu." Ucap Ayara lirih dengan nafas tersengal-sengal saat masuk didalam pesawat, untung saja ada pramugari yang membantunya membawa tas jadi Ayara tidak terlalu kerepotan.


Tak lama y pesawat yang dinaiki Ayara pun lepas landas meninggalkan langit Cordoba menuju ke Italia tempat tujuan Ayara.


"Aku akan melindungi kalian mom, dad." Ucap Ayara lirih sambil tersenyum.


Ayara yang sedang tenang tiba-tiba dikejutkan dengan kabar yang membuatnya khawatir ketika mendengar ibunya diminta pergi ke Italia oleh rekan bisnisnya, Ayara langsung menduga ada yang tak beres. Dan dugaannya ternyata benar, ada orang yang berniat jahat pada keluarganya.


"Gerald Fabian...kau salah jika ingin mencelakai orang tuaku, aku tak akan mengampuni mu jika kau berani menyentuh satu helai rambut dari keluargaku." Batin Ayara dalam hati sambil menatap foto rekan bisnis sang ayah yang punya niat jahat itu.


"Rencana mu sudah aku baca Gerald..." Ucap Ayara lirih sambil tersenyum penuh arti.


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.

__ADS_1


Terima kasih


love U all🌹


__ADS_2