Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Terbongkar : 2


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak.


Ayara masih memejamkan kedua matanya ketika kamar perawatannya tiba-tiba penuh dengan orang, begitu pesawat jet pribadi Alfredo mendarat di Cordoba airport beberapa orang pria berbadan besar langsung berlarian ke arah landasan pacu. Mereka bersiap menyambut kedatangan sang tuan yang baru kembali dari Italia, Alfredo keluar terlebih dahulu dari pesawat kemudian disusul oleh sang istri Raisa dan beberapa orang anak buahnya mereka lalu masuk ke sebuah mobil yang sudah menunggu di depan bandara.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit San Juan de Dios de córdoba Alfredo dan Raisa hanya terdiam membisu tak berbicara satu sama lain sehingga membuat suasana di dalam mobil terasa mencekam bagi seluruh pengawalnya, baby Ace sudah langsung dibawa pulang ke rumah oleh sang pengasuh yang ikut menemani pergi ke Itali. Alfredo memerintahkan baby Ace harus dibawa pulang karena tak baik kalau dia ikut ke rumah sakit apa lagi setelah melewati perjalanan udara dari Italia, ia tak mau anak keduanya ikut sakit.


"Bagaimana ia bisa terkilir seperti itu!!! Yara kan selalu memakai sepatu sneaker."


"Lalu lihat lengan kanannya juga tergores cukup dalam, anda yakin ini karena ia jatuh bukan karena diserang seseorang?"


"Apa anda sudah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh padanya?"


"Anda yakin kaki anakku tidak patah?"


"Organ dalamnya bagaimana?"


"Apakah ada luka memar di kepalanya?"


Raisa terus memberikan pertanyaan bertubi-tubi tanpa jeda kepada dokter Agnes yang datang ke dalam ruang perawatan Ayara, beberapa orang suster yang mendampingi dokter Agnes nampak menciut tak berani berbicara bahkan untuk sekedar mengangkat wajahnya pun mereka tak berani. Berada satu ruangan dengan Alfredo Del Castillo dan orang-orangnya memberikan tekanan yang sangat besar kepada para petugas medis itu terutama para suster yang mendampingi dokter Agnes.


"Nona Yara hanya terkilir saja nyonya, ini hasil CT-scan yang saya lakukan pada nona sebelumnya," jawab dokter Agnes ramah sambil menunjukkan hasil CT-scan yang ia lakukan sebelumnya kepada Ayara, bukan hanya di kakinya saja yang ia periksa akan tetapi semua tubuh bagian Ayara yang lain juga ia periksa dan tidak ditemukan cedera apapun hanya di kaki kanannya saja yang terluka.


"Cedera ligamen" ucap Alfredo pelan membaca tulisan dokter Agnes.


"Iya tuan sepertinya nona Yara melakukan aktivitas fisik yang cukup keras sehingga membuat kakinya tak stabil saat berpijak dan akhirnya ia terkilir, cedera yang dialami nona Yara tidak parah tuan hanya terjadi sobekan kecil saja pada ligamen oleh karena itu nona sudah bisa pulang saat ia sadar nanti dan kalau bisa tolong perhatikan aktivitas nona lainnya. Jangan perbolehkan untuk melakukan apapun terlebih dahulu terutama berlari dan....


"Pasangkan gips dikakinya dok," ucap Alfredo tiba-tiba memotong perkataan dokter Agnes.


"Gips? Anda serius tuan kaki nona bahkan tidak patah ia hanya cukup beristirahat diatas ranjang selama beberapa hari saja dan sudah bisa beraktifitas lagi seperti biasa tuan." sahut dokter Agnes dengan kaget saat mendengar perkataan Alfredo yang memintanya untuk memakaikan gips di kaki Ayara.


"Dengan memakai gips dia akan lebih banyak istirahat di kamarnya dan itu lebih menjamin dirinya untuk tidak melakukan aktivitas apapun dokter," jawab Alfredo sambil tersenyum penuh arti ke arah dokter Agnes.


"Apa maksudmu sayang,?" tanya Raisa pelan dengan bingung.


Alfredo kemudian memeluk pinggang Raisa, iya lalu menjelaskan tujuannya meminta dokter Agnes untuk memakaikan gips di kaki Ayara, walaupun sebenarnya Ayara tidak membutuhkan itu. Akan tetapi Alfredo beranggapan bahwa penyembuhan kaki Ayara akan terasa lebih cepat jika ia menggunakan gips. Sebuah senyuman akhirnya mengembang diwajah Raisa setelah hampir dua jam terlihat murung, ia setuju dengan usulan sang suami yang meminta dokter untuk memakaikan gips di kaki Ayara.


Saat suasana sudah mulai tenang karena dokter Agnes sudah memasang gips di kaki kanan Ayara tiba-tiba datanglah Delon dan beberapa orang lainnya dengan tergesa-gesa, ia terlihat khawatir dengan wajah penuh peluh karena berlari dari parkiran menuju ke lantai dua dimana ayara dirawat.


"Ada apa Delon?" tanya Owen dengan nada meninggi ketika melihat Delon masuk ke dalam ruang perawatan yang masih memejamkan kedua matanya.


"Entah apakah ini disebut kabar baik atau kabar buruk saya tidak mengerti, yang jelas saya harus mengatakan ini kepada tuan Alfredo dan nyonya secara langsung," jawab Delon terbata saat menyadari keberadaan Alfredo dan Raisa yang duduk dipinggir ranjang Ayara.


Alfredo yang penasaran dengan perkataan Delon nampak bangun dari kursinya dan berjalan pelan kearah Delon yang masih berdiri di depan pintu bersama beberapa orang Bodyguard lainnya.

__ADS_1


"Katakan apa yang kau tau Delon tanpa ada yang ditutupi sedikitpun," ucap Alfredo pelan dengan nada meninggi.


Delon nampak menelan salivanya perlahan mendengar perkataan tuannya, ia kemudian menceritakan secara detail apa yang baru saja ia ketahui setelah datang ke kampus Ayara. Saat mendengarkan cerita Delon pada awalnya Alfredo tidak percaya akan tetapi setelah Delon menunjukkan beberapa bukti kepadanya ia hampir tak bisa berkata-kata lagi, Raisa yang duduk di sebelah ranjang Ayara penasaran dengan ponsel milik Delon yang ditunjukkan kepada suaminya. Perlahan ia mendekati Alfredo dan melihat video yang ditunjukkan oleh Delon.


"Kau yakin ini anakku Delon?!" pekik Raisa tak percaya saat melihat video yang memutar rekaman dimana Ayara berjalan di kampus.


Raisa tak percaya melihat tampilan Ayara yang mirip dengan gadis tahun 90"an, belum lagi dengan gaya rambut yang dibuat aneh.


"Kau yakin ini anakku Delon?" tanya Raisa kembali dengan nada meninggi, ia merasa jengkel karena dalam tak menjawab pertanyaannya yang sebelumnya.


"Betul nyonya, itu nona Yara. Bahkan teman-teman sekampusnya pun punya julukan untuk nona Yara nyonya," jawab Delon dengan terbata.


"Apa maksudmu Delon?" tanya Alfredo tiba-tiba.


"Extranjero ...


"Delon apa maksudmu!!" hardik Alfredo dengan suara meninggi, ia merasa tersinggung dengan perkataan Delon sebelumnya.


Bruk


Delon langsung berlutut di hadapan Alfredo, ia tau kalau sang tuan sedang marah padanya saat ini. Oleh karena itu ia berlutut berusaha untuk meminta ampunan.


"Maaf tuan maaf, saya bukan bermaksud untuk berkata kasar sebelumnya," ucap Delon terbata sambil menunduk.


"Nona Ayara selama ini di kampus dikenal dengan sebutan Extranjero, dalam bahasa Spanyol artinya adalah alien. Hal ini terjadi karena mereka mengejek penampilan nona Ayara yang terlihat seperti gadis yang berasal dari abad 20 nyonya. Mereka menganggap nona sebagai alien hidup di abad 21," jawab Delon pelan sambil menunjukkan foto-foto Ayara yang ia cetak sebelumnya saat kembali dari kampus


Perlahan Raisa meraih foto foto yang diberikan oleh Delon, ia hampir jatuh kalau tidak ditahan oleh Alfredo ketika melihat foto-foto yang ada ditangannya itu. Begitu pula dengan Alfredo yang tak percaya ketika melihat foto yang dibawa oleh Delon, dalam foto itu terlihat dengan jelas bagaimana penampilan Ayara yang menggunakan pakaian ala 90-an lengkap dengan tas yang terlihat sudah sangat kusam.


"Apa maksudnya Yara berpenampilan seperti ini," ucap Raisa tak percaya sambil menatap foto-foto Ayara yang nampak seperti gadis tahun 90-an itu.


"Ada satu hal lagi yang saya perlu katakan kepada tuan dan nyonya," celetuk Delon dengan lirih.


"Katakan Delon," sahut Alfredo singkat.


"Selama tiga tahun nona Ayara kuliah di kampus ia tak memiliki teman satupun tuan, nona selalu sendirian selama tiga tahun terakhir ini. Bahkan ketika ia mengerjakan tugas kelompok pun tak ada satu orang teman pun yang mau bekerja sama dengannya dengan kata lain nona menjadi bahan bulan-bulanan di kampusnya selama ia kuliah tuan," jawab Delon dengan suara bergetar, iya takut kalau sang tuan akan marah ketika mendengar apa yang dialami oleh putrinya.


Raisa dan Alfredo langsung diam ketika mendengar perkataan Delon, mereka berdua nampak saling pandang satu sama lain selama beberapa menit sebelum akhirnya melihat kearah ranjang dimana Ayara berada. Alfredo menuntun Raisa untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangan perawatan putrinya itu, ia kemudian berjalan pelan menuju ranjang dan membelai wajah Ayara dengan lembut tanpa berbicara apapun.


"Jadi maksudmu, putriku menutupi jati dirinya dari semua teman-temannya di kampus!!! begitu maksudmu Delon?" tanya Alfredo pelan tanpa ekspresi melihat ke arah Delon yang masih berlutut.


"Betul tuan, tak ada satupun orang di kampus itu yang tahu kalau nona adalah putri anda. Meskipun nona menggunakan nama belakang anda di kartu pelajarnya akan tetapi teman-teman dan dosen dosennya di kampus tak percaya kalau nona adalah putri anda, mereka beranggapan Del Castillo yang ada di nama belakang nona Ayara adalah Del Castillo yang lain bukan anda." jawab Delon dengan cepat.


Alfredo langsung memejamkan kedua matanya dan menghadap ke langit-langit kamar VIP itu ketika mendengar perkataan Delon dalam otaknya tersimpan berjuta pertanyaan untuk Ayara saat ini. Ia penasaran dengan tujuan putrinya tidak mengekspos jati dirinya kepada orang lain apalagi sampai berpenampilan aneh di kampus di saat banyak sekali gadis-gadis di luar sana yang berlomba-lomba ingin tampil cantik.

__ADS_1


"Yara...." ucap Raisa pelan memanggil Ayara yang sudah membuka kedua matanya.


"Mom...dad...aww..." Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika merasakan kaki kanannya tak bisa digerakkan dan terasa berat.


"Jangan bangun sayang, kau harus tetap tidur." Alfredo menahan Ayara yang akan bangun dari ranjang.


"Tapi....


"Yara harus istirahat terlebih dahulu, setelah itu Yara harus menjelaskan semua ini pada kami." ucap Raisa pelan sambil menunjukkan foto-foto dirinya di kampus.


Deg


Ayara terkejut saat melihat foto-fotonya ada ditangan sang ibu, foto yang menunjukkan kalau ia memakai pakaian jaman dulu.


"Aduhhh...mati aku," ucap Ayara dalam hati.


"Kenapa sayang, kau terkejut kami mengetahui ini?" tanya Alfredo pelan sambil meraih beberapa foto yang sedang dipegang Raisa.


"Aku.....


Nb🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Baca juga novel Jino dan Kisya 2 karya Evangelin Harvey yang sudah mulai tayang.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2