Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
The first night


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.


Terima kasih.


Mobil Limusin milik Henry berhenti disalah satu komplek apartemen milik Henry, dimana ia sudah menyiapkan satu unit kosong untuk tempat tinggal Cecar yang baru.


"Kamarmu ada dilantai 20 nomor 2081, didalam kamar sudah ada semua komputer yang kau butuhkan Cecar," ucap Henry pelan sambil memberikan key card apartemen baru Cecar.


"Terima kasih bos...


"Aku bosmu bukan dia!!" sengit Ayara ketus sambil melipat tangannya di dada memotong perkataan Cecar.


"Iya tapi kan kalian suami istri, jadi kalian berdua bosku," sahut Cecar dengan polos.


"Cecar!!!...


"Iya iya Cecar anak buah mu dan kau adalah bosnya sayang, ya sudah sana naik ke kamarmu atau bos mu ini bertambah marah," ucap Henry pelan memotong perkataan Ayara.


Cecar hanya tertawa lebar sambil menggaruk kepalanya, ia lalu langsung berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Ayara dan Henry.


"Cecar, tunggu urusan kita belum selesai," pekik Ayara dengan keras sambil berusaha mengejar Cecar namun Henry menahannya.


"Sudah-sudah jangan diteruskan...ini sudah malam, jangan membuat ribut di apartemen orang sayang," ucap Henry lembut sambil mengeratkan pelukannya di perut Ayara yang berusaha mengejar Cecar.


"Iya tapi dia harus...


"Kita punya urusan lain lebih penting malam ini," bidik Henry lirih di telinga Ayara.


Deg


Deg


Deg


Jantung Ayara berpacu dengan sangat cepat, ia paham dengan maksud perkataan Henry yang baru saja ia dengar itu.


"Tapi aku...


"Ayo pulang," ucap Henry pelan sambil menarik Ayara dan menggendongnya ke pundak seolah Ayara adalah karung beras, Henry tak menghiraukan permintaan Ayara untuk minta diturunkan.


Dari balik dinding apartemen muncullah Cecar sambil tertawa lebar, rupanya ia belum jadi naik lift.

__ADS_1


"Maafkan aku bos, berada dekat dengan harimau mu aku lama-lama tak bisa bernafas. Maafkan aku bos tak bisa menolongmu," ucap Cecar pelan sambil menatap Henry yang memasukkan Ayara kedalam mobil sedan mewah panjang miliknya.


Setelah mobil Henry dan anak buahnya tak terlihat Cecar akhirnya memutuskan masuk ke dalam lift untuk naik ke kamarnya, masih banyak pekerjaan yang harus ia urus saat ini.


Di dalam mobil Ayara yang duduk di samping Henry tak henti-hentinya mengumpat Cecar dalam hati, ia benar-benar ingin mencincang anak buahnya itu saat ini. Padahal tadi sebelumnya Cecar berjanji akan membantunya kabur dari Henry, tapi faktanya ia malah memilih naik ke apartemennya meninggalkan Ayara bersama Henry.


Henry yang tak tau rencana Ayara dan Cecar hanya tersenyum, sesekali ia mencium rambut Ayara yang wangi. Ia sudah tak sabar untuk sampai dirumah, tangan kirinya tak lepas dari pinggang Ayara. Ia benar-benar ingin menunjukkan pada Ayara bahwa dia adalah miliknya.


"Mati kau besok ditanganku Cecar...dasar penghianat..." umpat Ayara dalam hati, ia merasa makin panik saat merasakan pelukan Henry makin kuat di pinggangnya.


Perjalanan pulang menuju ke apartemen penthouse milik Henry terasa sangat cepat bagi Ayara, namun terasa begitu lambat untuk Henry ia berkali-kali melihat jam Richard Mille di tangan kirinya. Setelah 30 menit kemudian akhirnya mereka tiba di apartemen mewah milik Henry, karena apartemen Henry ada di puncak gedung tertinggi. Ia memiliki akses khusus berupa lift khusus yang hanya muat untuk 5 orang saja dan dijaga begitu ketat oleh anak buahnya yang ada di basement untuk memastikan tak ada orang lain yang menaiki apartemen itu selain Henry ataupun orang-orangnya.


Di dalam lift Henry pun tak melepaskan pelukannya dari Ayara, ia benar-benar ingin segera menyelesaikan apa yang ia inginkan selama beberapa hari ini ketika tinggal berdua bersama Ayara. Henry sudah berusaha sangat keras menahan dirinya untuk tidak menyentuh Ayara kemarin karena terikat janji dengan sang ayah mertua, namun malam ini ia sudah berjanji tak akan menunda-nunda lagi hasratnya itu.


Saat lift berhenti di lantai tertinggi Ayara tak bisa melihat apa-apa ketika melangkah masuk ke apartemennya karena seluruh ruangan itu lampunya dimatikan.


"Calm down," bisik Henry lirih ditelinga Ayara sehingga membuat Ayara kaget karena apa yang dilakukan Henry begitu tiba-tiba sampai membuat bulu kuduknya berdiri.


Belum hilang rasa kaget Ayara karena kegelapan yang ada dihadapannya tiba-tiba Henry memencet sebuah tombol yang ada di dinding sehingga membuat lampu-lampu kecil yang diatur cantik membentuk sebuah jalan yang ditengahnya terdapat ribuan kelopak mawar menyala, Ayara hanya menutup mulutnya saat melihat pemandangan dihadapannya saat ini.


"Ini adalah red carpet ala Henry Luke untuk nyonya Luke," ucap Henry pelan sambil mengulurkan tangannya kearah Ayara yang masih terpukau melihat ratusan ribu kelopak mawar dihadapannya yang diatur sedemikian rupa membentuk jalan menuju ke lantai dua dan disamping kanan kirinya terdapat deretan lampu kecil-kecil yang menjadikan suasana semakin romantis.


"Please...


Ranjang yang kemarin dipakai oleh Henry sudah diganti dengan panjang baru berukuran besar yang terbuat dari bulu angsa, yang sudah dipasang sprei warna putih metalik yang di atasnya sudah di taburi bunga mawar berbentuk hati. Di dinding tepat di atas ranjang terpasang foto pernikahan Henry dan Ayara tadi pagi di gereja, sementara itu lilin-lilin indah yang menerangi kamar itu terpasang cantik diatas nakas yang ada disamping ranjang.


"Henry ini...


"Apa kau menyukai kamar pengantin kita sayang?" tanya Henry lembut sambil mencium tengkuk Ayara yang terbuka, pasalnya Ayara menggunakan blouse model sabrina.


"Akhh Henry...awww...


Ayara yang mendesah karena kecupan lembut yang dibuat Henry langsung memekik kaget saat tubuhnya diangkat menuju ranjang pengantin oleh Henry.


Perlahan Henry menurunkan Ayara diatas ranjang yang dihiasi banyak kelopak bunga mawar, saat Ayara masih kaget dengan apa yang dilakukan sang suami ia kembali dikagetkan ketika suaminya itu mulai mencium perutnya yang masih tertutup pakaian.


"Henry...


"I want you tonight baby," bisik Henry lirih sambil menatap Ayara tanpa mengangkat wajahnya dari perut Ayara.


*Aku menginginkanmu malam ini sayang.

__ADS_1


"I've waited long enough for tonight," imbuh Henry kembali sambil meraih resleting pakaian Ayara yang ada disebelah samping.


*Aku sudah menunggu lama untuk malam ini.


"Henry im not ready yet!!!" pekik Ayara dengan cepat sambil menahan gerakan tangan Henry yang akan membuka resleting pakaiannya.


*Henry aku belum siap.


Henry tersenyum mendengar perkataan sang istri, ia lalu bangun dari atas perut Ayara dan mendekati Ayara lalu mencium kening Ayara perlahan.


"I will be very slow and gentle," bisik Henry lirih.


*Aku akan sangat pelan dan lembut.


"I'm scared...I've never done this before," jawab Ayara jujur dengan wajah bersemu merah.


*Aku takut, aku belum pernah melakukan ini sebelumnya.


"I will teach you and guide you to the new world of Yara," sahut Henry pelan sambil menyentuh bibir Ayara perlahan.


*Aku akan mengajarimu dan membawamu ke dunia yang baru Yara.


Ayara terdiam mendengar perkataan Henry, ia benar-benar takut dan belum siap. rasanya semua terlalu cepat baginya, lagipula ia merasa belum mencintai Henry 100% jadi ia belum mau melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh suami istri.


Melihat Ayara diam Henry lalu mencium Ayara dengan lembut, ia menikmati setiap inch bibir tipis Ayara. Lidahnya mulai bermain mencoba untuk mengajari Ayara cara berciuman yang benar, Ayara hanya memejamkan matanya sambil menggenggam erat tangannya didepan dada. Ia yakin Henry pasti mendengar detak jantungnya yang sangat cepat itu, saat terbuai dengan ciuman Henry yang luar biasa Ayara tak menyadari kalau satu tangan Henry sudah bergerilya ketujuhnya yang lain.


Perlahan namun pasti Henry meraba paha Ayara yang masih tertutup rok, Ayara pun tersentak ketika merasakan tangan Henry ada di pahanya. Ayara tak bisa menahan gerakan Henry karena kedua tangannya sudah digenggam erat oleh Henry menggunakan tangan satunya, tubuhnya makin menegang saat Henry sampai di bagian paling inti darinya. Bagian yang sangat ia lindungi.


Henry yang masih tak melepaskan ciumannya dari bibir Ayara tiba-tiba terdiam saat merasakan sesuatu ditangan kanannya, ia merasa kalau istrinya sudah mencapai puncak padahal ia belum melakukan apapun. Karena penasaran Henry menarik tangan kanannya keluar dari rok Ayara dan terdiam saat melihat tangannya.


"Henry it looks like I'm on my period right now," pekik Ayara dengan keras saat melihat tangan Henry berubah merah.


*Henry sepertinya aku datang bulan sekarang.


🌼 Bersambung 🌼


VOTE VOTE


VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟

__ADS_1


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih


__ADS_2