Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Love in the 36000 ft


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE


Saran : Baca setelah berbuka


Pesawat jet pribadi G600 milik Henry sudah mengudara dari bandara Sevilla menuju ke pulau Fregate Island di Seychelles, perjalanan yang akan mereka tempuh adalah 12 jam setelah itu Henry dan Ayara akan menempuh perjalanan laut menuju Fregate Island yang ada di Seychelles yang terletak di timur laut Madagaskar dan sekitar 1600 km (994 mi) timur Kenya.


Di dalam pesawat jet Ayara tak banyak bicara, ia sedang bergejolak dengan pikirannya sendiri. Ia merasa apa yang dilakukan Henry padanya adalah sebuah hal yang wajar karena Henry adalah suaminya yang artinya dia memiliki kuasa penuh atas tubuhnya, namun sisi lain dalam diri Ayara memberontak ia belum siap melakukan tugas utamanya sebagai istri.


Henry tersenyum sambil menikmati wine mahalnya menatap sang istri yang sejak tadi terdiam menatap lautan dari jendela, perlahan ia menguangkan wine kedalam gelas lainnya dan ia bawa untuk diserahkan pada Ayara.


"Minum ini untuk menghangatkan tubuh, saat ini kita sedang terbang tinggi diatas permukan laut," ucap Henry pelan sambil mengulurkan gelas yang berisi wine kepada Ayara.


"Terima kasih," sahut Ayara pelan sambil meraih gelas yang diberikan Henry dan langsung menghabiskan wine mahalnya dalam sekali teguk.


"Kau peminum yang buruk sayang," ucap Henry pelan sambil menahan tawa saat melihat cara Ayara minum wine.


"Aku tak suka berlama-lama, lebih cepat lebih baik," jawab Ayara singkat.


Henry hanya tersenyum tipis tanpa suara mendengar perkataan Ayara, ia lalu berbalik dan meraih botol wine yang ada dimeja lalu menuangkan kembali ke dalam gelas yang masih dipegang Ayara dan dalam keadaan kosong tanpa sisa.


"Tapi minum wine ada aturannya sayang, kau tak bisa meminum wine seperti sedang minum air putih. Kita harus sedikit demi sedikit menghabiskan minuman ini untuk menikmati cita rasanya," ucap Henry pelan sambil mengisi penuh gelas Ayara.


"Angkat gelasmu, aku ajari minum wine," imbuh Henry lirih sambil duduk dihadapan Ayara.


Ayara mengikuti perintah Henry, ia mengangkat gelas wine dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Henry dengan menggoyang-goyangkan gelasnya terlebih dahulu dan menghirup aroma wine beberapa saat sebelum meminumnya.


"Minum sedikit demi sedikit, putar-putar wine dalam mulut selama beberapa detik setelah itu baru ditelan. Rasakan tekstur dan rasa wine-nya ketika di mulut dan setelah ditelan," ucap Henry pelan sesaat setelah menelan wine yang baru ia teguk.


Tanpa bicara Ayara kemudian mengikuti apa yang dilakukan oleh Henry, ia memutar-mutara gelasnya dan meminumnya perlahan mengikuti apa yang baru saja diajarkan oleh Henry padanya.


"Good girl, kau cepat sekali belajar," ucap Henry pelan sambil meletakkan gelas wine-nya keatas meja dan berpindah tempat duduk disamping Ayara.


Ayara menggeser posisi duduknya dan memberikan tempat pada Henry untuk duduk disampingnya.


"I love you Yara," bisik Henry pelan sambil meraih tangan Ayara dan menciumnya perlahan.


"Sebesar apa kau menyukaiku?" tanya Ayara tiba-tiba.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya balik Henry bingung.


"Entahlah aku hanya ingin tau saja," jawab Ayara singkat.


"Kalau kau tak mau menjawabnya ya sudah tak usah dijawab," ucap Ayara dengan cepat sambil meletakkan gelas wine ke atas meja dengan perlahan.


Henry tersenyum mendengar perkataan Ayara, ia lalu mengajak Ayara untuk bangun dari kursinya.

__ADS_1


"Come with me...


"No, don't do it now," ucap Ayara panik saat Henry mengajaknya untuk bangun dari kursi, ia tak mungkin bisa kabur dari pesawat yang sedang ada di ketinggian 36000 ft dari permukaan laut.


*Tidak, jangan sekarang.


"I won't do anything, trust me," sahut Henry pelan mencoba untuk menyakinkan Ayara.


*Aku tak akan melakukan apapun, percaya padaku.


"promise me," pinta Ayara cepat.


"I promise you honey, after all no one wants to make love on a plane let alone to do it the first time," jawab Henry lirih sambil mencubit hidung Ayara.


*Aku berjanji kepadamu sayang, lagipula tidak ada orang yang mau bercinta di pesawat saat melakukannya untuk pertama kali.


Blush


Wajah Ayara langsung memerah, mendengar perkataan Henry seperti itu saja membuatnya tersipu.


"Kenapa aku merasa seperti menjadi wanita murahan ini, mendengar perkataan gombal dari Henry seperti ini saja membuatku tak karuan," ucap Ayara dalam hati, ia berjalan mengikuti langkah Henry menuju ke bagian belakang pesawat dimana terdapat ranjang yang cukup besar dan nyaman.


Henry meminta Ayara untuk masuk terlebih dahulu kedalam kamar setelah itu dirinya yang masuk sembari mengunci pintunya dari dalam.


"Henry...


"Aku tak mengantuk Henry, lagipula kita baru saja minum wine. Aku tak mau gendut," jawab Ayara dengan cepat menolak ajakan Henry untuk tidur.


Henry yang baru memejamkan mata langsung membuka kembali kedua matanya dengan cepat lalu menatap Ayara dengan tajam.


"Apa hubungannya gendut dengan tidur?" tanya Henry menahan tawa.


"Bukan dengan tidur, tapi wine. Aku tak mau tidur setelah minum wine, itu yang bisa membuat gemuk pada...akhhh


Ayara terjatuh tepat diatas tubuh Henry karena tangannya ditarik oleh Henry, wajahnya sangat dekat sekali dengan Henry yang berbaring dibawahnya.


"Kau takut gemuk?" tanya Henry pelan.


"Yes, aku tak mau gemuk. Gemuk membuatku susah berlari," jawab Ayara singkat sambil berusaha bangun dari atas tubuh Henry.


"Tapi kau pasti akan gemuk sebentar lagi sayang," bisik Henry pelan ketelinga Ayara


"Henry!!!!


"Aku bicara fakta, sebentar lagi tubuhmu pasti akan berubah sayang," ucap Henry pelan memotong perkataan Ayara.

__ADS_1


Mendengar perkataan Henry membuat Ayara jengkel, ia lalu memukul dada Henry dan segara bangun dari atas tubuh suaminya dan duduk disebelahnya.


"Aku tak akan gemuk karena aku akan rajin berolahraga dan makan makanan sehat, jadi aku tak mungkin gemuk. Aku tak mau diejek lagi seperti saat aku kecil dulu," sahut Ayara pelan.


"Diejek? siapa yang berani mengejekmu?" tanya Henry dengan cepat sambil bangun dan duduk menghadap Ayara.


"Teman-temanku disekolah dasar dulu sering mengejekku karena tubuhku lebih gemuk dari mereka, setiap pulang sekolah aku pasti menangis dipelukan kakek Takeda yang menjemputmu. Kakek selalu mengatakan aku harus banyak makan supaya kuat, jadi tak heran kalau saat itu tubuhku jauh lebih besar dari teman-teman seumuranku disekolah," jawab Ayara pelan sambil menunduk, menceritakan kembali masa kecilnya membuatnya sedih.


Henry langsung memeluk Ayara dengan cepat, ia tak menyangka kalau istrinya itu pernah mengalami pembullyan semacam itu juga saat masih kecil.


"Maaf Yara aku tak tau kalau kau pernah mengalami masa-masa seperti itu," ucap Henry penuh sesal.


"Sudahlah itu sudah berlalu, lagipula sekarang aku baik-baik saja dan mmmmppphh..


Ayara tak bisa meneruskan perkataannya karena bibirnya dicium oleh Henry, kesadaran Ayara langsung datang saat Henry mulai menyentuh kancing blouse yang sedang ia pakai.


"Henry kau sudah berjanji tak akan melakukan itu sekarang," ucap Ayara terengah-engah sesaat setelah Henry melepaskan ciumannya.


"Aku memang tak akan melakukan itu saat itu, tapi aku ingin melanjutkan apa yang tadi aku lakukan di rumahmu Yara," jawab Henry lirih sambil melepas kancing kemejanya satu persatu.


"Henry jangan," pekik Ayara panik saat mengingat hal yang dilakukan Henry di ruang gantinya tadi siang di rumah kedua orangtuanya.


Karena Henry masih sibuk membuat kancing bajunya Ayara berusaha keluar dari kamar menuju ke pintu yang tertutup dari dalam, namun naas saat hampir sampai di pintu Henry berhasil menangkapnya dan membawanya lagi ke ranjang.


Dengan gerakan cepat Henry menidurkan Ayara di atas ranjang, ia lalu menahan Ayara dengan duduk diatas tubuh Ayara dan mengunci kedua tangan Ayara diatas kepalanya.


"Henry...


"I want to eat you again Yara," ucap Henry lirih sambil melepaskan kancing blouse Ayara.


"Henry jangan ini dipesawat," bisik Ayara panik, ia tak mau ada bodyguard Henry mendengar apa yang mereka lakukan di kamar.


"Kau tutup mulutmu rapat sayang dan biarkan aku mmmmpp


"Akhhh Henry..."


Erangan Ayara mengakhiri perdebatannya dengan Henry saat lidah Henry mulai menyentuh dan menyesap puncak bukit kembarnya dengan lahap, perlahan Henry melepaskan satu tangannya yang ia gunakan untuk mengunci Ayara lalu bergerilya di bukit lainnya disaat ia masih rakus menikmati kegiatannya tanpa menghiraukan Ayara yang sedang menutup mulutnya menahan suaranya agar tak keluar dengan tubuh yang menggelinjang hebat menahan sensasi kenikmatan yang belum ia rasakan sebelumnya saat Henry mulai memainkan lidahnya di puncak bukit sintalnya yang berwarna pink


Saat tangan Henry lainnya menyentuh ke tubuh bagian bawah sang istri ia dibuat kaget kembali dan semakin yakin kalau istrinya memang belum pernah melakukan hal sejauh ini dengan pria manapun.


"Kau basah Yara...


🌼bersambung 🌼


Jangan lupa Vote, ratting dan like.

__ADS_1


Lalu baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : 🌹 Faith 2 the return of the prince 🌹


__ADS_2