
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Semua orang yang ada di lapangan terkejut saat mengetahui apa yang dilakukan oleh Luigi, terutama Cecar yang baru saja menyentuh laptop yang ternyata di-setting dengan bom waktu. Henry pun masih berdiri diam mematung melihat kearah kobaran api yang masih terlihat jelas dari sisa-sisa potongan tubuh Luigi yang terbakar.
"Anda baik-baik saja Tuan?"tanya Jasper khawatir pada Henry.
"Jasper apakah yang baru saja terjadi...itu.. itu...benar-benar Luigi?" tanya balik Henry terbata-bata ia masih belum percaya melihat Luigi mengorbankan dirinya untuk semua orang yang ada di tempat itu.
"Tuan..."
"Fuuuucckkkkkkk!!!!!" jerit Henry dengan keras sambil berlari ke arah ketiga anak buah Yamashita Ryuichi.
Tak lama kemudian Henry terlihat membabi-buta memberikan pukulan demi pukulan kepada ketiga pria Jepang itu, yang ternyata salah satu diantara mereka memegang remote control yang memicu bom yang ada di dalam laptop. Rupanya mereka memang sudah mempersiapkan bom itu untuk berjaga-jaga jika rencana mereka tidak sesuai dengan harapkan, sampai akhirnya Luigi lah yang memutuskan untuk berkorban mengakhiri semuanya.
"Kalian bukan manusia kalian binatang,,"
"Lebih baik kalian mati membusuk di penjara daripada hidup di dunia tapi merugikan banyak orang,"
"Fuuuckkkk,"
"Aku salah karena mengira kalian masih memiliki hati nurani, rupanya hati kalian sudah gelap seperti Tuan kalian si badjingaaannn Yamashita Ryuichi itu,"
Kata umpatan keluar dari mulut Henry, padahal selama ini ia berusaha untuk tak mengeluarkan kata-kata kasar itu lagi setelah menikah. Karena memang ia tak mau membuat Ayara berpikir bahwa dirinya adalah pria yang tak baik, namun saat melihat Luigi mengorbankan dirinya dengan memeluk bom demi semua orang yang ada di tempat itu membuat kemarahan Henry memuncak. Ia benar-benar tak bisa menahan dirinya untuk tak berkata kasar, sosok Henry 10 tahun yang lalu kembali terlihat saat ini.
Jasper dan semua anggota Royal Blood hanya diam ketika melihat Henry masih membabi-buta memberikan tendangan dan pukulannya kepada ketiga pria Jepang yang sudah berteriak meminta ampun di tanah, mereka tak menahan sang Tuan untuk melampiaskan kemarahannya karena sudah tau kalau Henry pasti akan lebih marah lagi jika apa yang sedang ia lakukan ditahan. Sementara itu Owen sedang berusaha menenangkan Cecar yang terlihat masih sangat shock, ia seperti orang linglung karena tidak dapat memprediksi keberadaan bom laptop itu. Ia benar-benar sangat shock saat melihat Luigi merebut laptop yang baru saja ia buka seandainya Luigi tidak merebut laptopnya tentu yang meninggal saat ini adalah dirinya dan hal itu benar-benar membuat Cecar sangat terpukul.
"Jasper bawa ketiga orang ini, patahkan semua jari-jemarinya di ruang bawah tanah. Aku ingin mereka mati secara perlahan dan jangan berikan mereka makanan apapun, mereka harus mengalami kematian yang lebih tersiksa daripada apa yang dialami oleh Luigi. Aku ingin mereka mati secara perlahan," ucap Henry dengan nafas tersengal-sengal karena menahan emosi.
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab Jasper dengan cepat.
Tak lama kemudian Jasper memberikan kode kepada beberapa anak buahnya, untuk membawa ketiga pria Jepang yang sudah berlumuran darah itu menuju ruang bawah tanah yang ada di kediaman Alfredo. Sebuah ruangan yang memang dibuat untuk memberikan pelajaran kepada orang-orang yang berusaha memberontak, yang mana ruangan itu baru Henry ketahui keberadaannya beberapa apa hari yang lalu dari Ayara.
Setelah enam orang anggota Royal Blood membawa ketiga pria Jepang yang sudah tak berdaya itu pergi menuju ruangan bawah tanah, Henry masih menatap kearah kobaran api yang masih terlihat tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia melihat beberapa anak buahnya sedang berusaha mematikan beberapa titik api yang berasal dari potongan tubuh Luigi yang hancur karena bom, Henry benar-benar tak menyangka kalau Luigi akan melakukan hal sebodoh itu untuk menyelamatkan semua orang. Kedua matanya pun memerah saat melihat anak buahnya sedang berusaha mengumpulkan sisa-sisa potongan tubuh Luigi yang sudah berhasil diselamatkan dari amukan api yang berusaha untuk melahapnya.
"Berikan pemakaman yang layak untuk Luigi, Jasper," ucap Henry lirih.
"Siap Tuan saya mengerti," jawab Jasper pelan sambil menganggukkan kepalanya.
"Periksa kembali tas yang berisi laptop dan ponsel milik mereka, pasyikan apakah di sana masih ada bom lainnya atau tidak," imbuh Henry kembali.
"Sudah tuan, Owen sudah menyingkirkannya dan memastikan tak ada bom lainnya yang ada di dalam barang-barang milik mereka," sahut Jasper kembali.
Henry menganggukkan kepalanya perlahan merespon perkataan Jasper, ia kembali mengingat kata-kata terakhir yang Luigi ucapkan untuk dirinya. Dimana Luigi mengatakan ingin menjadi anak buahnya di kehidupan yang selanjutnya dan hal itu benar-benar membuat Henry merasa sakit, ia merasa kasihan kepada Luigi yang harus mengalami kematian dengan cara seperti itu. Ia kini semakin yakin bahwa Luigi adalah pemuda yang baik sama seperti Cecar, namun tak memiliki nasib yang seberuntung Cecar karena memiliki majikan seperti Ayara yang menganggapnya sebagai saudara.
"Tuan sepertinya Cecar sangat shock, sejak tadi ia tak mau berbicara. Ia hanya menatap kearah kedua tangannya sambil menunduk saja Tuan," ucap Owen tiba-tiba ikut bergabung bersama Henry dan Jasper.
Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya saat melihat kearah Cecar yang sedang terduduk di tanah sambil menatap kedua tangannya tanpa berhenti, dari kedua matanya terlihat menetes beberapa cairan bening yang membasahi pipinya. Ini adalah kali pertama Henry melihat Cecar menangis, dengan perlahan ia mendekati sang tangan kanan istrinya itu lalu menyentuh pundaknya dengan lembut.
"Cecar..."
"M-maafkan aku Tuan, ini adalah salahku. Aku yang bersalah karena tak bisa menemukan keberadaan bom itu sampai akhirnya Luigi harus... Luigi harus meninggal dengan cara seperti itu. Seandainya saja aku bisa lebih cepat menemukan keberadaan bom itu mungkin mungkin saat ini Luigi masih ada dan dan..."
Cecar tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ia menangis dengan keras, ia benar-benar sangat shock atas apa yang menimpa Luigi. Cecar menangis seperti seorang anak kecil yang tak mendapatkan apa yang ia inginkan, dengan perlahan Henry memeluk Cecar dengan erat untuk menenangkannya.
"Ini bukan salahmu Cecar, jadi jangan pernah menyalahkan dirimu seperti ini. Kita semua disini juga tidak mengetahui tentang keberadaan bom yang ada di dalam laptop itu, jadi kau jangan menyalahkan dirimu lagi. Aku tidak mau melihatmu seperti ini, aku yakin nona bosmu juga pasti tidak akan suka melihatmu terpuruk seperti ini. Apa yang terjadi pada Luigi diluar prediksi kita semua, lebih baik sekarang kita doakan saja semoga Luigi mendapatkan ketenangan di sisi Tuhan. Dan sekarang tugas kita adalah membalaskan dendam Luigi kepada ada orang-orang yang sudah memanfaatkan kebaikan hatinya, apakah kau mau melakukan itu untuk Luigi, Cecar?" tanya Henry lembut mencoba untuk menyadarkan Cecar yang masih sangat shock atas kematian Luigi.
"Aku.. aku akan melakukannya Tuan, aku akan membalaskan dendam atas kematian Luigi. Setidaknya supaya dia tenang di alam sana, aku pasti akan melakukan itu," jawab Cecar terbata-bata.
__ADS_1
"Good...ini baru anak buah kesayangan nona bos, jangan menangis lagi atau nanti posisimu akan digantikan oleh Mickey Mouse. Kau tau bukan kalau Mickey Mouse sangat ingin sekali menjadi anak buah nona bosmu itu," sahut Henry dengan cepat mencoba untuk mencairkan suasana hati Cecar.
Mendengar perkataan terakhir Henry membuat Cecar langsung melepaskan pelukan Henry, ia kemudian menatap Henry dengan tatapan tajam tanpa berkedip.
"Tak ada seorangpun yang bisa menggantikan posisiku sebagai orang kepercayaan nona bos, walaupun itu adalah Mickey Mouse sekalipun. Karena nona bos sudah mengatakan tak mau menerima orang lagi menjadi anak buahnya," jawab Cecar dengan cepat.
"Nah kalau kau sudah tau itu makanya jangan menangis lagi, tunjukkan bahwa anak buah kesayangan nona bos adalah seorang pria yang kuat, pria yang tabah dan pria yang sabar menghadapi kejadian apapun. Termasuk apa yang sudah menimpa Luigi saat ini, kau boleh bersedih tapi jangan terlalu larut meratapi kepergiannya. Kita harus memikirkan rencana selanjutnya, apalagi saat ini musuh utama kita sedang dalam perjalanan menuju ke tempat ini. Kita harus mempersiapkan semuanya sematang mungkin agar tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan," ucap Henry pelan sambil tersenyum.
"Aku mengerti Tuan," sahut Cecar kembali.
Henry tersenyum mendengar perkataan Cesar, ia lalu bangun mengajak Cecar untuk berdiri. Terlalu lama berlutut membuat kedua kaki Henry terasa sakit apa lagi banyaknya kerikil yang ada di tempat itu, saat Henry akan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tiba-tiba dari arah pintu gerbang terlihat Michael terlihat berlari lari.
"Ya Tuhan Tuan Henry....."
"Syukurlah Tuan Henry,"
"Ya Tuhan... syukurlah ternyata anda tidak apa-apa Tuan, aku benar-benar sangat ketakutan saat mendengar beberapa pelayan yang mengatakan kalau yang terkena bom adalah anda," ucap Michael dengan cepat.
"Apa maksudmu kau menduakan aku terkena bom?" tanya Henry dengan suara meninggi.
"Bukan begitu Tuan, tadi ada beberapa pelayan wanita yang berteriak-teriak kalau ada seseorang yang sudah terkena bom di lapangan. Dan salah satu diantara mereka mengatakan kalau anda ada di lapangan, jadi kami semua mengira kalau sudah terjadi hal buruk kepada Anda seperti yang nona... astaga Tuan, nona Yara Tuannn..."
"Ada apa Mike? apa yang terjadi dengan Ayara? tanya Henry dengan suara meninggi memotong perkataan Michael.
"Nona Yara pingsan tuan, dia mengira Anda yang terkena bom," jawab Michael dengan cepat.
"Whatttt..."
🌼 bersambung 🌼
__ADS_1
☘️☘️ Apa yang akan Henry lakukan selanjutnya pasca melihat kekejaman Yamashita Ryuichi didepan mata? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
JANGAN LUPA JUGA BANTU VOTE, BANTU BODYGUARD CANTIK MASUK 10 BESAR!!!TERIMA KASIH