
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk Votting.
Terima kasih.
Enam jam kemudian pesawat jet pribadi milik Henry akhirnya mendarat dengan apik di bandara Dublin, Irlandia. Penerbangan dari Sevilla-Spanyol menuju Dublin-Irlandia membutuhkan waktu sekitar tujuh sampai sembilan jam menggunakan pesawat komersil namun karena Henry dan rombongan naik pesawat jet pribadi mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 7jam 15 menit.
Ayara membuka kedua matanya dengan perlahan saat menyadari sentuhan di pipinya, ia nampak mengumpulkan kesadarannya terlebih dahulu sampai akhirnya ia tau kalau sedang ada di pesawat jet milik Henry.
"Kita sudah sampai, ayo turun. Mike dan yang lain sudah menunggu kita sayang" ucap Henry lembut sambil membantu Ayara untuk bangun, ia lalu merapikan rambut Ayara yang berantakan menggunakan jarinya.
"Jam berapa sekarang?" tanya Ayara pelan sembari mengikat asal rambut panjangnya.
"Jangan...jangan ikat seperti itu rambutmu!!!bisa rusak kalau kau ikat seperti itu Yara," hardik Henry dengan suara keras sambil menahan tangan Ayara yang sedang menggulung-gulung rambutnya.
"Gerah...
"Diam!!"ucap Henry memotong perkataan Ayara, ia lalu meminta Ayara berbalik. Dengan telaten ia mengikat rambut Ayara menggunakan jepitan berbentuk bunga.
Ayara hanya diam saja rambutnya diikat satu di tengah-tengah kepalanya, Henry mengambil setengah rambut Ayara dan mengikatnya menggunakan jepitan rambut dan membiarkan setengah rambut Ayara tergerai bebas.
"Nah kan begini jadi cantik," gumam Henry sambil tersenyum mengagumi hasil karyanya.
Ayara hanya bisa tertawa tanpa bersuara merespon perkataan Henry, ia lalu bangun dari ranjang dengan perlahan. Dengan langkah yang masih sedikit malas Ayara mengikuti Henry menuruni pesawat, angin kencang langsung menerpa wajah Ayara ketika ia menuruni anak tangga menuju landasan. Rambut panjangnya pun berkibar-kibar tertiup angin, sehingga hasil karya Henry sebelumnya langsung berantakan. Ayara pun melepaskan jepitan yang terpasang di kepalanya sambil menyipitkan matanya ke arah Henry, ia seolah sedang menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh Henry tadi adalah sebuah tindakan sia-sia.
Setelah mengikat asal rambutnya Ayara kemudian berjalan menuju sebuah Limosin super mewah berwarna hitam pekat yang menunggu dengan apik sejak tadi, senyumnya mengembang saat memasuki Limosin. Interior mobil sedan mewah yang panjang milik Henry ini benar-benar membuat Ayara berdecak kagum, walaupun sang daddy juga memiliki Limosin di Cordoba akan tetapi Limosin milik Henry terlihat jauh lebih mewah. Sebuah kursi panjang nampak terpasang di bagian dalam dan terlihat dua buah kursi super nyaman yang ada di bagian belakang. Belum lagi dengan fasilitas TV dan audio yang super keren dan sebuah mini kulkas nampak terpasang di salah satu kursi di belakang supir yang dijadikan meja bagian atasnya.
__ADS_1
"Tenang saja kaca mobil ini anti peluru, jadi kau bisa duduk dengan nyaman sayang," ucap Henry pelan sambil duduk di kursi super nyamannya di bagian paling belakang mobil.
"K-kau meminta bodyguard sebanyak itu untuk menjemput kita?" tanya Ayara tergagap mengalihkan pembicaraan.
"Safety first sayang, aku tak mau mengambil resiko sekecil apapun. Apalagi aku sedang bersamamu," jawab Henry dengan cepat sambil menatap lima mobil Jeep anti peluru berwarna hitam yang mengawal mereka menuju apartemen penthouse milik Henry.
"Jangan lupa aku juga bisa melindungi diriku sendiri Henry, aku bahkan dengan sangat mudah merakit senjata yang dibongkar. Aku juga bisa menembak dengan sangat baik dari jauh...aku bukan gadis lemah Henry," ucap Ayara ketus.
"Disini dirumahku kau tak kuperbolehkan melakukan itu!!!" sahut Henry ketus disertai tatapan tajam ke arah Ayara, ia merasa terusik saat mendengar semua perkataan Ayara
"Jangan coba-coba melakukan itu lagi Yara, kau adalah istriku. Nyonya Luke tak diperbolehkan memegang senjata tajam, kau hanya perlu menungguku pulang saja di rumah dengan baik," imbuh Henry pelan dengan nada meninggi yang mengintimidasi, sifat posesifnya langsung muncul secara tiba-tiba.
Ayara terdiam mendengar perkataan Henry, ia menyipitkan satu matanya membalas tatapan maut Henry.
"Tapi kita belum menikah Henry kau tak bisa melarangku untuk...
Ayara langsung terdiam mendengar perkataan Henry, ia menatap kedua mata Henry yang terlihat sedang menatapnya tanpa berkedip seolah ingin melahapnya hidup-hidup saat itu juga. Sosok Henry yang selama ini ia kenal sedikit bodoh dan lemah langsung menghilang saat melihat Henry yang ada dihadapannya saat ini, aura dingin yang mengintimidasi langsung menekannya ke titik terendah.
Karena tak mau mencari masalah Ayara memilih untuk diam, ia lalu memalingkan wajahnya ke arah kaca untuk melihat jalan. Ayara benar-benar kaget melihat sisi Henry yang lain, sisi yang membuatnya merasa Henry bukanlah orang sembarangan.
Michael yang sedang duduk disamping supir pun hanya bisa diam, ia melirik ke arah spion untuk melihat ke arah Henry yang terlihat masih marah pada Ayara.
"Sepertinya tuan mulai menunjukkan sifat dominasinya pada nona Ayara," ucap Michael dalam hati, ia tersenyum tipis melihat Ayara yang langsung terdiam tanpa suara.
Sifat dingin dan kejam Henry memang ia tutupi dari siapapun termasuk pada para kolega dan rekan bisnisnya, ia bergerak dengan cara yang sangat halus untuk memata-matai musuhnya termasuk apa yang sudah ia lakukan selama ini untuk mencari tahu tentang Dmitry. Henry selalu berakting bodoh di depan Ryan untuk menjaga sisi lainnya itu, karena tak mau memancing konfrontasi yang lebih besar lagi pada Ryan jika Ryan tahu bahwa dirinya bukanlah seorang pria yang lemah.
__ADS_1
Henry sudah berjanji pada sang ayah untuk tidak terlalu keras kepada Ryan, mengingat hubungan baik antara orangtua Henry dan orang tua Ryan sewaktu mereka masih hidup dulu. Dan karena janji itulah Henry terlihat lebih lembut menghadapi Ryan yang berapi-api, padahal jika Henry mau dengan mudah ia bisa menyingkirkan Ryan. Akan tetapi karena teringat janjinya pada mendiang sang ayah itulah ia berusaha sabar menghadapi teman masa kecilnya itu, belum lagi saat ini perhatian Henry harus terpecah untuk melindungi Ayara dan keluarganya dari orang yang sangat menginginkan keluarga orang tua Ayara hancur.
"Kau hanya perlu menjadi istriku yang baik Yara, biarkan aku yang bertugas melindungimu dan kedua orang tuamu dari orang itu. Dia bukanlah orang yang mudah, oleh karena itu aku harus bertindak dengan sangat hati-hati sekali. Apalagi saat ini pertaruhannya bukan hanya dirimu akan tetapi kedua orang tuamu juga yang jadi target orang itu," ucap Henry dalam hati sambil menatap Ayara yang sedang melihat ke arah jendela, ia menyesali tindakanya yang sudah berkata keras kepada Ayara sebelumnya.
"Kalau kau berusaha melukai keluarga istriku maka lawanmu adalah aku Yamashita Ryuichi...
πΌ Bersambung πΌ
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
__ADS_1
Terima kasih