
Baca novel thor lainnya yang berjudul
FAITH 2 : The return of the prince
Sejak pagi Henry sudah pergi kekantor tuan Kim Jung Soo bersama Michael dan anak buahnya, ia melakukan presentasi si hadapan tuan Kim dan pada pemegang saham. Lancar dan tanpa kesalahan sama sekali Henry menjelaskan semuanya secara detail, sehingga tuan Kim dan para pemegang saham dibuat kagum oleh CEO dari like internasional itu.
"Luar biasa tuan Luke, anda memang tak ada lawan," ucap tuan Kim pelan memuji Henry ketika para pemegang saham Soo internasional pergi.
"Anda jangan terlalu memujiku tuan, ini semua berkat bantuan anda juga. Anda yang memberitahu saya apa yang menjadi keinginan para pemegang saham itu sebelumnya," jawab Henry merendah.
"Itu bukan membantu tuan, saya hanya membocorkan sedikit saja kemauan mereka. Dan ini sudah biasa terjadi, namun anda berhasil mengeksekusi semaunya dengan baik," sahut tuan Kim jujur, ia sangat kagum dengan pola pikir CEO muda yang ada dihadapannya.
Henry tersenyum mendengar perkataan tuan Kim, karena hari sudah siang tuan Kim mengajak tamunya itu untuk makan siang bersama. Mereka akhirnya pergi ke sebuah restoran paling terkenal di Busan, saat masuk ke dalam restoran Henry terkejut ketika melihat banyak wanita cantik yang masuk ke ruangan mereka. Tuan Kim memesan sebuah ruangan khusus untuk menikmati makanan, sehingga orang lain tak bisa ikut bergabung dengan mereka.
"Tenang tuan, ini bagian dari servis mereka pada para pengunjung yang datang," ucap tuan Kim pelan mencoba menenangkan Henry yang terlihat tak nyaman ketika para wanita itu masuk ke dalam ruangan mereka.
Henry hanya tersenyum mendengar perkataan tuan Kim, sementara itu Michael hanya diam saja melihat Henry tak nyaman seperti itu. Saat sedang mulai makan tiba-tiba terdengar keributan di luar sehingga menjadi Henry bersama tuan Kim dan orang-orangnya keluar dari tempat makan mereka untuk mencari tau suara gaduh apa diluar.
Nampak di salah satu meja dua orang pria sedang saling mengacungkan pistol hanya karena salah paham, para pelayan wanita pun saling berpelukan karena takut.
"Tuan, lebih baik kita pergi sekarang juga," bisik salah satu anak buah tuan Kim pada tuan Kim dan Henry.
"Apakah tidak berbahaya kalau pergi disaat seperti ini?" tanya tuan Kim lirih, ia terlihat sangat shock melihat yang terjadi.
"Kita lewat pintu samping tuan,"jawab pria itupun kembali sambil menunjukkan sebuah pintu yang ada di samping restoran.
__ADS_1
Tuan Kim menganggukan kepalanya perlahan, ia lalu berjalan pelan mengikuti anak buahnya diikuti oleh Henry dan Michael. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba terdengar suara tembakan dilepaskan ke udara oleh salah seorang pria yang sedang bertengkar itu.
"Jangan ada yang berani keluar dari tempat ini!!!" pekik pria bersenjata ini dengan keras sambil mengacungkan senjatanya ke arah tuan Kim dan Henry.
"Maaf tuan kami hanya..."
"Berlutut!!!cepat berlutut," teriak pria itu kembali dengan keras.
Tuan Kim pun terpaksa berlutut bersama anak buahnya diikuti Henry dan Michael, Henry terlihat mencoba tenang walau sebenarnya ia sangat gugup pasalnya ia tak membawa pistol. Henry akhirnya menyadari bahwa dua orang pria yang sedang bertengkar itu sebenarnya saling mengenal satu sama lain, mereka hanya akting saja sebelumnya untuk mengelabui banyak orang.
"Keluarkan barang-barang berharga kalian, dompet, ponsel dan perhiasan kalian. Letakkan di atas topi ini," ucap salah seorang perampok itu sambil melempar topi yang ia pakai kearah pengunjung.
"Cepat isi topi itu dengan barang-barang kalian atau..."
"Atau apa?" tanya seorang wanita berkacamata hitam lebar memotong perkataan perampok itu tanpa takut.
Dari tempatnya berlutut Henry berusaha melihat secara jelas wanita yang sedang ditodong pistol itu namun usahanya sia-sia, pasalnya wanita itu duduk membelakangi dirinya ditambah ia menggunakan topi pantai yang cukup besar jadi usahanya untuk melihat wajah wanita itu tak membuahkan hasil.
"Menodongkan pistol pada seorang wanita yang lemah bukankah itu tindakan pengecut?" tanya wanita itu pelan.
"Kau..."
"Aku hanya pengunjung yang ingin makan dengan tenang, tapi malah melihat perampokan rendahan seperti ini," ucap wanita itu kembali memotong perkataan sang perampok.
Brakkk
__ADS_1
Meja yang ada dihadapan wanita berambut merah dan berkacamata hitam besar itu di pukul dengan keras sehingga membuat semua orang kaget termasuk Henry yang sedang berpikir jernih, ia merasa pernah mendengar suara wanita itu tapi tak tau dimana. Walaupun wanita itu bicara dengan bahasa Korea namun suaranya tak asing bagi dirinya.
"Kau cari mati hahhh!!!" bentak salah seorang perampok yang memiliki bekas luka di pipi kirinya pada sang wanita bertopi lebar itu kembali, ia merasa tersinggung di sebut rendahan
"Sudah Joo jangan pedulikan perempuan itu, lebih baik kita lakukan tugas kita," ucap perampok lainnya berusaha menenangkan temannya yang bernama Joo.
Sebuah senyum tersungging di wajah wanita bertopi lebar itu, logat bicara pria yang baru saja bicara itu sangat ia hafal. Wanita itu lalu menganggukan kepalanya perlahan seperti sedang memberikan kode pada seorang pria yang duduk di sampingnya, seperti bisa membaca kode yang diberikan oleh wanita bertopi lebar tersebut pria yang duduk di sebelahnya langsung memberikan sebuah pulpen kecil berwarna hitam yang langsung diterima oleh sang wanita dengan cepat.
Saat kedua perampok itu sedang menoleh ke arah tuan Kim dan Henry beserta rombongan tiba-tiba salah satu perampok yang ada di samping wanita bertopi lebar menjerit dengan keras sampai menjatuhkan pistol yang ia pegang, sehingga membuat temannya langsung menoleh ke arah pria yang bernama Joo itu secara refleks. Melihat kedua perampok itu sedang tidak fokus Michael bertindak dengan cepat, ia langsung melempar sebuah gelas ke arah salah satu perampok yang masih memegang pistol. Alhasil pistol yang dipegang oleh perampok itu pun jatuh ke lantai, sehingga membuat para pengawal Tuan Kim bergerak cepat untuk menaklukan pria yang baru saja di lempar gelas oleh Michael.
Tak begitu lama kemudian kedua perampok itu berhasil ditangani dengan baik oleh anak buah tuan Kim, sementara itu Henry yang sudah berdiri bersama tuan Kim berusaha mencari wanita bertopi besar itu yang tiba-tiba menghilang. Ia bahkan sampai ke luar restoran untuk mencari namun usahanya sia-sia karena wanita itu sudah menghilang, melihat Henry terlihat bingung tuan Kim menghampirinya.
"Apa yang anda cari tuan Luke?" tanya tuan Kim penasaran.
"Wanita itu...akh maksud saya wanita yang tadi mengalihkan perhatian kedua perampok itu tuan, saya sepertinya kenal dengan wanita itu tapi saya belum yakin" jawab Henry pelan.
"Mungkin hanya perasaan anda saja tuan, anda merasa berhutang budi padanya karena wanita itu sempat mengalihkan perhatian para perampok itu. Siapapun wanita itu kita doakan saja semoga Tuhan membalas semua perbuatan baiknya kepada kita, karena dia setidaknya kedua perampok itu berhasil ditangani dengan baik oleh anak buahku. Kalau begitu lebih baik kita segera kembali ke ke kantor saja tuan Luke, kondisi di sini sudah tidak sangat kondusif. Biarkan para perampok itu diurus anak buahku, polisi juga sedang dalam perjalanan ke tempat ini," ucap tuan Kim pelan mencoba untuk menenangkan Henry.
Henry menganggukan kepalanya mendengar perkataan Tuan Kim yang masuk akal itu, ia akhirnya mengikuti langkah kaki Tuan Kim menuju ke mobil yang sudah siap mengantar mereka kembali ke kantor Soo internasional.
Didalam sebuah mobil van bercat hitam seorang wanita yang memakai topi pantai lebar nampak melepaskan topinya, beserta rambut merah palsu yang terpasang di kepalanya. Ia menatap Henry dengan sebuah senyum kecil yang tersungging di wajah cantiknya.
"Untung saja kita bisa pergi dari tempat itu di waktu yang tepat," ucap seorang pria yang sedang melepaskan topeng sintesisnya.
"Sangat beresiko sekali muncul sedekat ini dengan Henry walau dengan penyamaran, kedepannya lebih baik kita menggunakan cara lama saja Clark," jawab wanita cantik itu dengan pelan sambil menatap ponselnya.
__ADS_1
"Baik nona bos," sahut pria yang tadi dipanggil Clark dengan cepat.
🌼 bersambung 🌼