
Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2
Terima kasih.
Karena Ayara masih tidur Henry memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum Ayara bangun, walau sebenarnya ia tak mau untuk meninggalkan Ayara. Lima menit kemudian Henry sudah kembali lagi di kamar Ayara, ia mandi dengan sangat cepat.
"Heii Felis Nigripes wake up," ucap Henry lembut sambil menyentuh hidung Ayara dengan jari telunjuknya.
Felis Nigripes adalah kucing liar terkecil dari Afrika. Panjang tubuhnya kira-kira 36-40 cm, lebih kecil dari kucing rumahan pada umumnya. Walau kucing ini terlihat menggemaskan akan tetapi kucing liar ini termasuk dalam jenis kucing yang paling mematikan pasalnya ia selalu hampir tak pernah gagal ketika berburu mangsanya.
Henry menyebut Ayara sebagai Felis Nigripes karena menurutnya Ayara lebih liar dari kucing liar manapun yang ada di dunia, dan hanya Felis Nigripes lah yang bisa di disamakan dengan dirinya.
"Wake up heii...
"Mmmm Henry stop jangan menyentuh wajahku," sengit Ayara jengkel sambil menangkis tangan Henry yang masih bergerilya diwajahnya.
"Makanya bangun, sudah hampir jam sembilan malam. Kau harus makan dulu baru tidur lagi ya," ucap Henry lembut.
"Tapi aku mengantuk Henry, aku mau tidur," jawab Ayara pelan menolak perintah Henry sambil berusaha miring ke sebelah kiri namun tiba-tiba ia berteriak kesakitan karena luka jahitan ditangan kirinya.
Henry langsung bangun dan menarik tubuh Ayara agar terlentang, ia lalu melihat ke arah lengan kiri Ayara memastikan kalau luka jahitan Ayara tidak terluka lagi. Mengingat baru dua jam luka itu dijahit, ia langsung menghela nafas panjang ketika melihat perban yang membalut luka Ayara baik-baik saja.
"Kau ini sangat ceroboh," ucap Henry pelan sambil mencubit hidung Ayara.
"Henry...!!!
"Ha ha ha ha...im sorry im sorry, ya sudah ayo bangun. Bersihkan tubuhmu lalu makan minum obat lagi dan tidur," sahut Henry memotong perkataan Ayara.
"Aku mengantuk Henry," jawab Ayara menolak perintah Henry untuk yang kesekian kalinya.
Henry tersenyum mendengar perkataan Ayara, ia lalu membangunkan Ayara yang masih tidur dan dengan hati-hati ia meletakkan bantal dibelakang tubuh Ayara agar Ayara bisa duduk dengan nyaman.
"Lihat bajumu kotor terkena darah dan juga kotoran tadi saat kau memberi preman-preman itu pelajaran, apa kau tetap mau tidur dengan pakaian seperti ini?" tanya Henry pelan sambil menunjukkan bekas bercak darah di celana panjang dan T-SHIRT yang dipakai Ayara.
"Aku...
__ADS_1
"Ya sudah ayo mandi, ganti pakaianmu dengan pakaian tidur yang nyaman supaya tidurmu nyenyak Yara," ucap Henry lembut memotong perkataan Ayara.
"Aku mau ganti baju saja, tapi tak mau mandi," jawab Ayara dengan cepat.
"Kau yakin tak mau mandi sayang?" tanya Henry kembali dengan mata membulat tak percaya, pasalnya ia tau Ayara adalah gadis yang cinta kebersihan.
Ayara menganggukan kepalanya perlahan, kedua matanya menatap Henry dengan sayu. Seolah ia benar-benar tak mau untuk mandi, Henry menggigit bibir bawahnya melihat ekspresi wajah Ayara yang menggemaskan. Kalau Ayara tidak sakit mungkin ia sudah melakukan apa yang ingin ia lakukan sejak lama dengan Ayara.
"Ayo mandi, lukamu tak akan sakit sayang," ucap Henry lembut, ia tau Ayara tak mau mandi karena takut lukanya basah.
"Bagaimana tak sakit, kalau kena air kan pasti sakit Henry," jawab Ayara dengan suara meninggi, ia kesal sekali pada Henry yang terus memaksanya untuk mandi.
Henry menghela nafas panjang, usahanya merayu Ayara untuk mandi membutuhkan banyak waktu. Ia hanya tak mau Ayara tidur dalam keadaan tubuh yang masih kotor, ia juga tak bisa meminta bantuan orang lain saat ini karena hanya tinggal berdua saja dengan Ayara dia apartemen mewahnya. Sang asisten rumah tangga hanya datang pada saat pagi hari dan pulang di sore hari untuk membuatkan mereka makanan, dan itu pun baru akan dimulai besok pagi.
Setelah terdiam beberapa saat Henry kemudian tersenyum, ia lalu mendekati Ayara dan membelai wajah Ayara dengan perlahan.
"Kalau lukamu sakit saat mandi nanti kau bisa menghukumku apa saja," ucap Henry pelan mencoba memberikan penawaran pada Ayara.
"Apa maksudmu dengan menghukummu apa saja?" tanya Ayara dengan suara parau
Ayara terdiam beberapa saat mendengar perkataan Henry, ia merasa penawaran yang Henry berikan cukup menarik. Sebuah anggukan kecilpun akhirnya terlihat dari Ayara, ia menyetujui penawaran yang Henry berikan. Henry akhirnya tersenyum lebar melihat Ayara akhirnya mau mandi, dengan perlahan Henry membantu Ayara menuruni ranjang. Mereka lalu berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam kamar Ayara.
Dengan cekatan Henry menyalakan air hangat di bathtub, ia lalu meminta Ayara untuk membuka pakaiannya namun hal itu langsung ditolak oleh Ayara mentah-mentah.
"Aku tak akan macam-macam Yara, aku tak mungkin segila itu mengambil kesempatan dalam kesempitan," ucap Henry pelan mencoba untuk menyakinkan Ayara agar mau mandi dan membuka bajunya.
"Tapi aku tak mungkin membuka bajuku di hadapanmu Henry!!" sahut Ayara menahan emosi.
"Kalau kau tak membuka baju lalu bagaimana kau bisa mandi, apalagi tangan kirimu terluka, siapa yang akan membantumu membuka t-shirt ini ?" tanya Henry kembali dengan nada meninggi.
"Aku bisa membuka pakaianku sendiri, aku...
"Aku tak akan membuka mataku ketika aku membantumu membuka baju," ucap Henry pelan memotong perkataan Ayara.
"Benarkah??" tanya Ayara tergagap.
__ADS_1
"Huum...aku hanya mau kau mandi, setelah itu baru bisa tidur lagi sayang," jawab Henry lembut.
Ayara terdiam mendengar perkataan Henry, ia memikirkan cukup lama perkataan Henry. Setelah berfikir selama lima menit Ayara akhirnya setuju, ia lalu berbalik badan dan meminta Henry untuk melakukan tugasnya.
"Ambil gunting dan handuk bersih," ucap Ayara pelan.
"Gunting untuk apa?" tanya Henry bingung.
"Aku mau kau membuka bajuku menggunakan gunting, supaya lebih mudah membuka pakaianku," jawab Ayara menahan malu.
Henry mengerti dengan maksud perkataan Ayara, ia lalu keluar dari kamar mandi untuk mencari gunting dan sebuah handuk bersih sesuai permintaan Ayara. Tak lama kemudian Henry sudah kembali ke kamar mandi dengan dua barang yang dimaksud Ayara ditangannya, Ayara dengan cepat meraih handuk ditangan kiri Henry. Ia lalu membuka handuk itu lebar dan ia pasang didepan dadanya, lalu duduk di bathtub membelakangi Henry.
"Gunting bajuku dulu," ucap Ayara pelan.
"Termasuk...
"Ya termasuk bra-nya juga," sahut Ayara dengan cepat.
Henry menelan salivanya perlahan, ia lalu mengarahkan gunting dari bawah menuju ke atas setelah menyibak rambut Ayara kedepan. Matanya terbuka lebar saat punggung Ayara mulai terlihat, walau ia sudah sering melihat wanita seksi yang hanya menggunakan bikini saja tapi apa yang ia lakukan sekarang dengan Ayara benar-benar berbeda. Saat guntingnya hampir mengenai bra Henry terhenti.
"Do it Henry, supaya aku bisa menariknya dari depan," ucap Ayara pelan memberikan ijin pada Henry yang tak melanjutkan kegiatannya.
"Hold on, it will cool down when the scissors touch your skin, Yara." jawab Henry lirih.
πΌ Bersambung πΌ
VOTE VOTE VOTE
VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....
Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.
Berikan juga ratting bintang lima π π πππ
Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince
__ADS_1
Terima kasih