
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Setelah mengetahui semua rahasia Ayara dan Cecar yang selama ini tertutup rapat, Henry akhirnya mengantar Owen dan anak buah terbaiknya di Royal Blood untuk pergi menyambut Luigi yang 40 menit lagi sampai di pintu masuk sebelah timur kota Cordoba. Berdasarkan pantauan satelit milik Cecar terlihat jelas kalau mobil yang membawa Luigi akan masuk Cordoba melalui perbatasan sebelah timur, oleh karena itu Henry memutuskan mengirim Owen kesana karena Owen berasal dari darah perbatasan timur. Henry menganggap akan lebih bagus kalau ada orang yang sudah paham dengan medan yang akan mereka datangi sehingga akan memudahkan pergerakan mereka dalam mengintai musuh.
"Kau sudah mengerti Jasper?" tanya Henry perlahan pada Jasper sesaat setelah menjelaskan rencananya pada tangan kanannya itu ketika mereka masuk ke dalam rumah kembali setelah mengantar Owen dan 10 orang anak buahnya pergi.
"Sudah tuan, rencana yang anda jelaskan baru saja cukup dimengerti," jawab Jasper dengan cepat.
"Baguslah, sekarang kau jelaskan semuanya pada anggota yang lain. Aku tak mau ada kesalahan sedikitpun dalam operasi ini, Yamashita Ryuichi adalah orang licik yang tak bisa diajak bicara baik-baik. Setelah kita tau dimana hotel tempatnya menginap barulah kita langsung berangkat dan melakukan rencana, aku tak mau ada satupun anak buah kita terluka jadi usahakan semuanya berjalan lancar dan rapi," ucap Henry kembali.
"Siap tuan, ya sudah kalau begitu saya permisi undur diri karena ingin membicarakan rencana yang baru saja kita bahas ini kepada semua anak buah kita tuan," pamit Jasper perlahan pada Henry.
Henry menganggukkan kepalanya perlahan merespon perkataan Jasper, ia kemudian meneruskan perjalanannya lagi menuju ke dalam kamar Cecar sementara itu Jasper terlihat keluar menuju ke halaman belakang. Ia mendatangai anak buahnya sedang berlatih menggunakan senjata yang baru saja diberikan oleh Henry, mereka ingin memastikan pistol-pistol itu bisa bekerja dengan baik supaya saat gunakan nanti tidak terjadi masalah.
Sesampainya di dalam kamar Henry tersenyum tipis saat melihat Ayara dan Cecar sedang berbicara serius di depan komputer, mereka berdua sedang mengira-ngira Hotel mana yang akan dipakai oleh Yamashita Ryuichi untuk menginap. Pasalnya sampai saat ini di seluruh Barcelona belum ada satu Hotel pun yang di booking menggunakan nama Okada Rui atau Yamashita Ryuichi.
Melihat cara kerja sang istri dan tangan kanan terbaiknya membuat Henry lukisan kata-kata, ia pun pasti tak akan percaya kalau Ayara memiliki kemampuan koordinasi sebaik ini kalau tidak melihat secara langsung. Namun karena ia kini melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana cara Ayara memimpin operasi ini mau tak mau ia harus mengakui bahwa istrinya itu memiliki kemampuan di atas rata-rata dan ia sangat bangga akan kehebatan istrinya itu.
"Baik nona bos, semuanya aman. Begitu pesawat mereka mendarat aku akan mendapatkan notification dari hotel yang mereka sambangi, aku sudah berhasil masuk ke dalam 200 sistem hotel yang ada di Barcelona dan Cordoba," ucap Cecar pelan tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar komputer yang sedang ia lihat.
"Baguslah kalau begitu kita masih punya waktu 4 jam untuk menyiapkan semuanya, saat ini Owen dan beberapa anggota Royal Blood sudah menuju ke perbatasan sebelah timur Cordoba untuk menyambut kedatangan Luigi. Aku harap mereka bisa melakukan Luigi tanpa harus menumpahkan darah diantara mereka," ucap Ayara pelan sambil menepuk pundak Cecar.
"Kalau untuk itu sepertinya sulit nona, kau tau sendiri bukan orang yang sedang dibawah pengaruh emosi pasti tak bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Apalagi Luigi baru saja keluar dari tempat latihan yang dibuat oleh Yamashita Ryuichi, aku yakin Yamashita Ryuichi pasti sudah mencuci otak pria bodoh itu," sahut Cecar dengan cepat.
__ADS_1
"Aku tau hanya saja..."
"Kau tenang saja sayang, untuk Luigi aku sudah menyerahkan semuanya pada anggota Royal Blood. Mereka adalah orang-orang terbaik yang bisa aku andalkan, apalagi sudah ada Owen yang memimpin menuju ke tempat Luigi. Jadi kau tak perlu khawatir lagi, aku sudah menginstruksikan pada Owen untuk meminimalisir sekecil mungkin terjadinya konfrontasi fisik di antara mereka, namun kalau memang Luigii tak bisa diajak bicara baik-baik maka aku menyerahkan semuanya pada anak buahku untuk langsung bertindak," ucap Henry tiba-tiba memotong perkataan Ayara.
Cecar dan Ayara langsung menoleh kearah Henry yang sudah berdiri di belakang Michael yang sedang sibuk dengan laptopnya, ia diberikan tugas oleh Cecar untuk memantau pergerakan mobil Range Rover yang dinaiki Luigi. Walaupun sebenarnya tanpa diawasi oleh Michael sekalipun mereka akan tau kapan sampainya mobil hitam itu di Cordoba, namun Cecar memberikan tugas itu pada Michael untuk menyenangkan Michael yang terus merajuk ingin menjadi anak buah Ayara. Senyum Ayara merekah saat Henry berjalan mendekatinya dan memeluk perutnya dari belakang.
"Jangan khawatir semuanya akan berjalan sesuai rencana kita, Cordoba adalah rumah kita. Kita yang tau tentang seluk beluk dan medan kota ini, kita memiliki satu kelebihan diatas Yamashita Ryuichi sayang. Kau tak perlu cemas, apalagi kita memiliki orang-orang terbaik dalam hal ini. Jasper dan Royal Blood tak akan mengecewakan kita sayang," bisik Henry pelan sambil meraba-raba perut Ayara dengan lembut.
"Aku hanya tak mau saja ada orang tak bersalah yang harus menjadi korban atas keegoisan pria jahat itu, aku ingin menjalani hidup yang damai tanpa ada masalah seperti ini Henry. Apalagi kau sampai harus memanggil anak buahmu datang, aku tak mau salah satu diantara mereka ada yang terluka. Ini adalah masalah pribadiku dengan pria gila itu, aku tak mau mengorbankan orang lain dalam masalah ini," ucap Ayara lirih menahan tangis, ia sudah sangat lelah terus berurusan dengan sang ayah kandung yang sangat ia benci itu.
"Aku tau sayang bagaimana perasaanmu, aku juga tak akan mungkin membiarkan anak buahku terluka. Aku kan pastikan itu sendiri sayang, setelah ini semua berakhir kita pasti akan hidup bahagia bersama anak-anak kita sayang, aku janji padamu sayang,"sahut Henry dengan cepat.
"Huum aku percaya padamu," jawab Ayara pelan sambil menutup kedua matanya.
"Seandainya aku masih sendiri, aku akan hadapi pria itu secara terang-terangan. Namun karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah aku tak bisa berbuat seperti waktu aku masih muda dulu, aku tak mau membuat anakku lahir tanpa ayah. Aku tak mau..."
Bugg
Ayara memberikan pukulannya pada dada Henry dengan keras secara tiba-tiba sehingga membuat Henry terkaget dan melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri.
"Sakit sayang, kenapa kau memukulku?" tanya Henry pelan sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.
"Itu belum seberapa, aku bahkan bisa memukulmu lebih keras lagi kalau kau bicara macam-macam seperti itu. Memangnya kau kira aku siap membesarkan anak sendirian tanpa bantuanmu, aku tak mampu melakukan itu Henry hikss...aku tak akan mampu...hu hu hu.."
Tangis Ayara pecah seketika karena tak mampu menahan emosinya saat mendengar perkataan terakhir dari Henry, ia sangat kesal sekali Henry mengatakan hal mengerikan seperti itu. Melihat sang istri menangis membaut Henry langsung bertindak cepat, ia meraih wajah istrinya dan langsung mencium bibirnya dengan mesra di hadapan Caesar dan Michael yang sedang sibuk di depan komputernya masing-masing.
__ADS_1
"Maaf...maafkan aku, aku janji tak akan bicara seperti itu lagi. Semuanya akan baik-baik saja, aku janji padamu sayang...kita akan membesarkan anak kita dengan baik bersama-sama ok. Sekarang berhenti menangis kasihan jagoan di dalam sana yang tak tenang karena mommy-nya menangis, " ucap Henry pelan mencoba untuk menenangkan Ayara.
Ayara hanya diam saja tak merespon perkataan Henry, ia masih sedikit kesal dengan ucapan Henry yang mengerikan seperti tadi. Karena sang istri masih tak mau berhenti menangis Henry akhirnya menggendong Ayara ala bridal style keluar dari kamar Cecar menuju ke kamar mereka yang ada dilantai dua, dengan hati-hati ia menaiki anak tangga sambil menggendong sang istri yang masih ramping.
"Turunkan aku Henry," pinta Ayara pelan saat sudah sampai di lantai dua.
"Nanti dikamar sekalian aku ingin memastikan kondisi jagoan," jawab Henry dengan senyum mesumnya menggoda Ayara.
"Henry!!!!"
"Ha ha ha...."
Tawa Henry membahana hampir di seluruh rumah, ia senang karena berhasil membuat Ayara berhenti menangis. Dari lantai satu nampak Jasper tersenyum melihat kemesraan sang pimpinan tertinggi dalam organisasinya.
"Anda tenang saja tuan, kami siap berkorban nyawa untuk keluargamu," ucap Jasper penuh keyakinan dengan mata berkaca-kaca, rupanya ia mendengar percakapan Ayara dan Henry saat akan masuk ke ruangan Cecar.
Jasper terharu ternyata bukan hanya Henry saja yang peduli pada dirinya dan anggota Royal Blood, namun ternyata sang nona pun memiliki kekhawatiran yang sama seperti Henry.
"Royal Blood siap melayani kalian berdua tuan dan nyonya Luke,"imbuh Jasper dalam hati.
🌼 bersambung 🌼
☘️☘️Sumpah setia sudah terlontar dari bibir Jasper, akankah harus ada yang menjadi korban dalam masalah ini? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
JANGAN LUPA JUGA BANTU VOTE, BANTU BODYGUARD CANTIK MASUK 10 BESAR!!!TERIMA
__ADS_1