Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
unexpected 1


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting.


Mobil yang membawa Ayara dan Cecar akhirnya sampai di rumah sakit San Juan de Dios de córdoba , Ayara langsung turun dibantu oleh sesar menuju ke tempat dokter Agnes praktek ia harus memastikan bahwa kakinya saat ini sudah tidak apa-apa lagi. Beberapa orang suster yang mengenali Ayara langsung mengangguk pelan ketika Ayara melintas, hal ini membuat Ayara merasa canggung karena merasa diperlakukan istimewa padahal ia tak suka dengan perlakuan seperti itu.


"Selamat datang nona Del Castillo," sapa seorang suster di depan ruangan dokter Agnes.


"Panggil saja Ayara suster," jawab Ayara singkat.


"Maaf nona, oh iya apakah nona datang ingin berjumpa dengan dokter Agnes?" tanya suster itu kembali.


"Iya suster, aku merasa tak nyaman terus memakai gips," jawab Ayara jujur.


Sang suster tersenyum mendengar perkataan Ayara, ia lalu mencatat nama Ayara sebagai pasien selanjutnya yang akan menemui dokter Agnes. Ayara mendapat keistimewaan untuk bisa langsung masuk ke tempat praktek dokter karena ia ya sudah terdaftar sebagai pasien VIP di rumah sakit San Juan de Dios de córdoba. Tak begitu lama kemudian seorang pasien yang baru saja selesai diperiksa nampak keluar dari tempat pemeriksaan dokter Agnes, Ayara pun diminta masuk.


"Selamat siang nona Ayara," sapa dokter Agnes dengan ramah kepada Ayara.


"Siang dokter," jawab Ayara pelan.


"Ada yang bisa dibantu nona?" tanya Dokter Agnes lembut pura-pura tidak tahu dengan maksud tujuan kedatangan Ayara.


"Saya sudah merasa sangat bosan memakai gips ini dokter, saya ingin melepasnya. Lagipula ini adalah hari keempat paska saya terluka, mungkin lukanya juga sudah sembuh dokter." jawab Ayara tanpa basa-basi.


"Apa selama beberapa terakhir ini anda mengikuti instruksi yang saya berikan nona?" tanya dokter Agnes kembali sambil berjalan mendekati Ayara.


"Tentu saja dokter, saya mengikuti semua instruksi yang anda berikan. Selama tiga hari ini saya tidak pernah menggerakkan kaki kanan saya," jawab Ayara dengan cepat mencoba untuk meyakinkan dokter Agnes.


Dokter Agnes hanya tertawa mendengar perkataan Ayara, ia sebenarnya sudah tahu kalau misalkan Ayara sudah melakukan apa yang ia perintahkan. Karena selama tiga hari ini Raisa selalu mengabari perkembangan kaki Ayara kepada dirinya secara langsung. Dengan perlahan dokter Agnes melepas gips yang terpasang di kaki Ayara, ia juga membuka perban yang masih melilit di mata kaki Ayara. Senyumnya mengembang ketika sudah tidak melihat bekas memar ataupun bengkak lagi di kaki Ayara yang baru saja ia lepas dari perbannya itu.


"Bagaimana dok kaki saya sudah sembuh bukan?" tanya Ayara tidak sabar.


"Bengkak di kaki anda memang sudah hilang, akan tetapi saya hanya bisa berpesan bahwa untuk sementara ini kaki anda belum bisa dipakai untuk kegiatan yang terlalu berat seperti berlari atau melompat untuk menghindari cedera kembali." ucap dokter Agnes pelan sambil mengoleskan salep khusus ke kaki Ayara dengan perlahan.


"Tapi saya sudah tidak harus memakai gips lagi kan dokter?" tanya Ayara penuh semangat.


"Anda tidak membutuhkan gips lagi dan sudah bisa berjalan normal, akan tetapi ingat pesan saya anda belum boleh untuk melakukan kegiatan yang terlalu berat untuk dua minggu kedepan," jawab dokter Agnes sambil tersenyum.


"Yeaaa....terima kasih dokter," jerit Ayara kegirangan sambil memeluk dokter Agnes.


Dokter Agnes memeluk Ayara dengan erat sambil tersenyum, tak lama kemudian Ayara pun berpamitan pulang kepada dokter Agnes. Cecar yang sedang bermain game nampak kaget ketika melihat Ayara keluar tanpa menggunakan gips dan kursi roda, ia berkali-kali bertanya kepada Ayara apakah kakinya sudah benar-benar sembuh atau belum. Melihat tingkah Cecar membuat beberapa orang suster yang berjaga di depan ruangan dokter Agnes tersenyum geli, Ayara lalu mengajak Cecar untuk pergi meninggalkan rumah sakit.


"Antarkan aku ke alamat ini," pinta Ayara kepada Jordan sopir pribadinya.


"Baik nona," jawab Jordan dengan cepat.


"Kita mau kemana bos?" tanya Cecar setengah berbisik.

__ADS_1


"Nanti kau akan tau kalau kita sudah sampai," jawab Ayara singkat.


"Menyebalkan, selalu main rahasia," cibir Cecar dengan kesal.


Ayara hanya terkekeh mendengar perkataan Cesar, ia lalu sibuk memainkan ponselnya untuk mencari tahu apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya yang saat ini sedang pergi. Tak lama kemudian mobil yang membawa Ayara akhirnya tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup mewah, Ayara dan Cecar langsung keluar dari mobil ketika Jordan sudah memarkirkan mobilnya dengan apik di sebuah tempat parkir VIP yang ada di mall tersebut.


"Aku tidak lama, kau tak perlu ikut Jordan," ucap Ayara pelan.


"Tapi saya harus...


"Tenang saja Jordan, aku tidak akan kabur. Aku hanya ingin membeli beberapa barang saja setelah itu aku akan pulang bersamamu. " Ayara memotong perkataan Jordan dengan cepat sambil menatap tajam kedua mata supir pribadinya itu, seolah sedang menegaskan kalau ia akan baik-baik saja tanpa ia kawal.


"Baik nona, saya akan menunggu anda. Oh iya nona, kalau bisa jangan lama-lama karena saya baru saja mendapatkan info dari Owen bahwasanya tuan dan nyonya akan kembali sebelum jam delapan malam. Jadi lebih baik kita sudah ada di rumah sebelum tuan dan nyonya pulang, " pesan Jordan pada Ayara.


"Iya aku tau Jordan jangan cerewet," sahut Ayara jengkel.


Cecar hanya terkekeh melihat sang bos marah, ia tau kalau bosnya itu tidak suka diatur dan diancam seperti tadi. Setelah meyakinkan Jordan yang masih belum rela ia pergi berdua dengan Cecar yang terlihat lemah Ayara lalu masuk ke dalam mall, ia ingin membeli barang yang sudah ia incar selama beberapa bulan terakhir. Karena barang incarannya adalah barang yang harus dipesan secara khusus, Ayara akhirnya hanya bisa bersabar menunggu barang pesanannya datang dan hari ini barang yang ia inginkan itu akhirnya sampai di Cordoba.


Langkah Ayara akhirnya terhenti di sebuah toko pusat alat-alat olahraga yang ada di lantai tiga mall tersebut, ia langsung masuk ke dalam mall mengabaikan Cecar yang masih bingung kenapa ia diajak ke tempat peralatan olahraga.


"Selamat datang nona Del Castillo," sapa Mr Thomas pemilik toko peralatan olah raga menyambut Ayara.


"Terima kasih Mr Thomas, oh iya apakah barang yang sudah saya pesan sudah siap untuk saya bawa pulang?" tanya Ayara dengan cepat, ia sudah tidak sabar membawa pulang mainan barunya yang harus ia tunggu selama hampir dua bulan.


"Saya tidak terlalu suka dengan basa basi busuk Mr dan saya rasa anda sudah tahu tentang hal itu," ucap Ayara sambil tersenyum penuh arti.


"Tentu saja saya tahu, anda adalah customer toko ini yang paling loyal. Kalau begitu ayo ikut saya ke dalam dan periksa barang yang sudah anda tunggu selama hampir dua bulan itu," ajak Mr Thomas pada Ayara untuk mengikuti langkah kakinya menuju ruangan khusus yang ada dibelakang toko.


Dengan langkah bersemangat Ayara berjalan mengikuti langkah Mr Thomas, ia benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan barang yang ia tunggu selama dua bulan terakhir ini. Kedua matanya langsung menangkap sebuah benda yang ada di atas meja kerja Mr.Thomas yang ada di dalam ruangan khusus.


"Satu set alat panah istimewa untuk seorang archer terbaik," ucap Mr Thomas pelan sambil menunjukkan satu set alat panah buatan China yang dibuat langsung oleh atlet panah legendaris negara tirai bambu itu, dimana ia hanya mau membuatkan alat panah untuk orang-orang tertentu yang sesuai kriterianya.


Yang mana sewaktu Ayara akan membeli busur itu ia harus memberikan demo kepada Jack Wu sang master panah secara live melalui video call, di mana Ayara memanah sebuah apel yang jaraknya 50 meter dengan tepat tanpa meleset sedikitpun.


"Saya sangat beruntung anda mau mengenalkan saya pada tuan Jack Wu Mr Thomas," ucap Ayara dengan tulus.


"Ini semua bukanlah campur tangan saya nona tapi tuan Jack lu sendirilah yang memilih anda sebagai pemilik tanah ini," jawab Mr Thomas jujur.


Ayara tersenyum mendengar perkataan Mr Thomas, ia lalu merapikan alat-alat panahnya itu dengan cepat. Ayara sudah tidak sabar ingin mencoba mainan barunya itu, setelah berpamitan kepada Mr Thomas Ayara kemudian mengajak Cecar pulang. Ia masih ada waktu 30 menit untuk mencoba alat panahnya sebelum kedua orang tuanya pulang ke rumah.


Jordan hanya diam ketika melihat ayara membawa sebuah busur panah yang terlihat mahal di tangannya sambil menggendong beberapa arrow yang ada di tempatnya, ia lalu menyalakan mobilnya dengan cepat ketika Ayara memintanya untuk segera pulang. Saat hampir sampai di rumahnya Ayara tiba-tiba menghentikan Jordan, ia mengatakan ingin mencoba beberapa tembakan terlebih dahulu sebelum pulang. Jordan akhirnya menuruti kemauan Ayara karena memang waktu masih menunjukkan pukul empat sore, ia lalu berhenti di sebuah savana yang letaknya tidak jauh dari kediaman Alfredo Del Castillo.


Karena terlalu asyik bermain panahan Ayara sampai lupa waktu, Jordan sang supir pribadi pun sampai tidak ingat kalau mereka harus sampai di rumah sebelum jam 7 malam.


"Aduh nona bagaimana ini kalau misalkan saya dipecat oleh tuan," ucap Jordan berkali-kali.

__ADS_1


"Tenang saja ada aku, lagi pula daddy tidak akan mungkin memecat sembarang orang tanpa alasan yang jelas," jawab Ayara pelan sambil mengendurkan arm guard yang terpakai di tangan kirinya.


"Tapi nona....


"Sudahlah tenang saja Jordan, lebih baik kau konsentrasi membawa mobil supaya kita cepat sampai di rumah," ucap Ayara pelan memotong perkataan Jordan sambil melirik ke arah Cecar yang masih tak bisa berkata apa-apa setelah dijadikan target oleh Ayara dimana ia harus berdiri dengan sebuah apel di atas kepalanya.


Cecar masih nampak syok karena tak menyangka akan dijadikan alat uji coba oleh Ayara, ia tak pernah tau kalau sang bos ternyata sangat ahli menggunakan alat panah yang ia tahu hanyalah kemampuan Ayara dalam menembak saja selama ini. Setelah mengemudi selama hampir 20 menit Jordan akhirnya sampai di halaman rumah Alfredo Del Castillo dengan selamat, ia sempat kaget ketika melihat banyak mobil yang terparkir di halaman.


"Ada tamu dari mana tumben sekali banyak mobil jam segini," ucap Ayara pelan.


"Saya juga tidak tahu nona," jawab Jordan dengan cepat.


"Ya sudah aku keluar terlebih dahulu, kau urus Cecar untukku Jordan," titah Ayara singkat sambil meraih busur panahnya yang ia letakkan di kursi depan.


Jordan menganggukan kepalanya pelan merespon perintah ayahnya Ia lalu keluar dari pintu depan dan membuka pintu belakang mencoba untuk membantu Cecar berdiri, Ayara hanya tersenyum tipis melihat Cecar. Ayara kemudian masuk ke dalam rumah dengan membawa perlengkapan panahnya di kedua tangannya, ia bahkan masih masih memakai pelindung dada dan pelindung tangannya yang ia pakai untuk memanah.


Ayara berjalan masuk kedalam rumah tanpa mengetahui tamu-tamu sang ayah yang ada didalam.


"Mom dad I'm home.....


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika melihat beberapa orang pria yang ia kenal sedang berdiri di hadapannya dan saat ini mereka semua langsung menoleh kearahnya yang baru datang.


"Kalian....


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2