Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Janji Ayara


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Ranjang yang semula rapi bersih dan cantik ini sudah tak terbentuk lagi karena aktivitas Henry yang membuat Ayara kewalahan melayaninya, setelah puas membuat Ayara menggila di kolam Henry membawa istrinya ke atas ranjang dan melanjutkan kegiatannya yang sudah ia mulai tadi malam di pesawat.


Walaupun sudah berhasil mendapatkan harta paling berharga milik sang istri namun Henry dikejutkan saat melihat ada percikan darah lagi yang keluar saat ia mulai menyatukan dirinya dengan Ayara kembali, Ayara yang benar-benar masih tabu dengan dunia barunya masih kesakitan saat Henry tak menahan diri lagi untuk mendapatkannya secara keseluruhan. Sampai akhirnya Ayara menjerit keras saat Henry berhasil melakukan apa yang menjadi keinginannya, ia berhasil sempurna menyatukan dirinya dan dikejutkan saat melihat ada tetesan darah kembali.


"Seperti inikah seorang perawan," ucap Henry dalam hati sambil melihat ke arah seprai yang kembali terkena tetesan darah,ia lalu menatap Ayara yang sedang menutup kedua matanya menahan sakit dari ekspresi wajah Ayara saja Henry tau kalau istrinya itu benar-benar kesakitan dan tidak sedang akting.


"Sayang...


"Hurry up and finish Henry I can't...akh


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya saat Henry mulai melakukan tugasnya, ia menarik seprai yang ada dibawahnya dengan kuat untuk berpegang sehingga bentuk tempat tidurnya sudah tak berwujud lagi.


Sampai akhirnya suara Henry terdengar sangat keras ketika ia mencapai puncaknya saat kegiatan yang sudah selesai, Henry langsung merebahkan tubuhnya di samping tubuh Ayara yang berkilat karena keringat. Karena haus Henry kemudian turun dari ranjang dan berjalan menuju meja untuk meneguk minuman yang ada di dalam gelas, ia menatap ke arah ranjang di mana Ayara masih dalam posisinya yang sama seperti terakhir saat terakhir ia melepaskan diri dari tubuh istrinya itu. Di samping tubuh Ayara terlihat sedikit bercak darah yang dapat dilihat dengan sangat jelas, karena kasihan dan tak tega melihat Ayara berbaring tanpa selimut Henry kemudian berjalan kembali mendekati ranjang dan meraih selimut yang sudah jatuh di bagian bawah ranjang.

__ADS_1


Dengan perlahan ia menyelimuti tubuh istrinya yang kini sudah memiliki banyak sekali tanda merah keunguan, hasil mahakarya-nya tadi. Ia benar-benar tak bisa menahan dirinya saat sedang melakukan itu, hanya Ayara yang bisa memberikan sensasi kenikmatan luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dengan wanita manapun. Walaupun dulu ia sering bercinta dengan banyak wanita namun Ayara adalah perawan pertamanya, rasa cintanya pada Ayara pun makin membuncah tinggi. Mendadak rasa ketakutan akan kehilangan Ayara menghampirinya, ia takut Ayara akan pergi darinya. Maka dari itu saat sedang bercinta tadi ia melakukannya dengan penuh kelembutan supaya Ayara tau dan mengingat atas apa yang ia lakukan dan tak akan melupakannya.


"Kau adalah milikku Yara, kau harus ingat itu," bisik Henry pelan sambil mendaratkan ciumannya di pipi Ayara yang sudah tertidur pulas.


Ayara hanya bergerak pelan saat kumis tipis Henry mengenai pipinya, Henry yang tak mau membuat Ayara bangun pun langsung menarik wajahnya dari pipi sang istri. Sebuah senyuman tersungging diwajahnya saat menyadari diwajahnya sudah tumbuh kumis dan jambang tipis, sudah dua hari ia belum bercukur. Ia melupakan hal yang paling penting itu karena terlalu bersemangat akan pergi bulan madu dengan sang istri ke Seychelles, karena tak mau membuat Ayara semakin tak nyaman dengan kumis tipisnya Henry pun akhirnya memilih untuk pergi mandi sambil bercukur. Malam ini ia sudah berniat tak akan melepaskan Ayara sedikitpun dari pelukannya, maka dari itu ia memberikan kesempatan pada Ayara untuk tidur sebelum nanti malam ia ajak bergadang sampai pagi.


Setelah selesai mandi dan bersyukur Henry mengeringkan tubuhnya dan naik ke atas ranjang tanpa memakai baju tidur yang ada di samping ranjang, ia langsung masuk dalam selimut yang sama dengan sang istri yang masih tidur.


"I love you my love, i love you so much. Maybe you say this is just a crap, but no dear this is an honesty from my heart," ucap Henry pelan sambil melingkarkan tangannya ke perut Ayara yang masih datar.


*Aku mencintaimu cintaku, aku sangat mencintaimu. Mungkin kau akan mengatakan ini hanya sebuah omong kosong semata, tetapi tidak sayang ini adalah kejujuran dari dalam hatiku.


Suara dentang jam yang berbunyi cukup keras membuat Ayara terbangun.


"Berat Henry...awas aku mau kekamar mandi," ucap Ayara pelan sambil menjauhkan tangan Henry yang melingkar di perutnya.


"Henry...

__ADS_1


"Hmmmm...


Henry akhirnya melepaskan pelukannya pada Ayara, melihat kesempatan itu untuk melarikan diri dari Henry. Saat akan turun dari ranjang Ayara meringis saat kembali merasakan sakit, ia heran kenapa masih merasakan sakit padahal ini adalah kali kedua ia bercinta dengan Henry. Dengan langkah tertatih Ayara berjalan menuju kamar mandi, ia mengisi air bath up dengan air bangat sambil duduk dipinggiran bath up.


"Darah," ucap Ayara lirih saat melihat ada tetesan darah yang sudah mengering terlihat jelas di kedua pahanya, rasa takut seketika menghampiri dirinya. Dengan menggunakan ponsel Ayara mencari tau penyebab ia masih mengeluarkan darah walau sudah dua kali bercinta, wajahnya memerah saat membaca artikel yang muncul di layar ponselnya.


"Ternyata ini normal, aku takut sekali," ucap Ayara pelan saat membaca artikel kesehatan, Ayara awalnya mengira ia mengalami pendarahan akan tetapi ternyata tidak.


Setelah yakin dirinya tak apa-apa pasca membaca artikel mengenai kondisinya, Ayara kemudian masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air hangat. Ia menggigit bibirnya saat tubuhnya menyentuh air, rasa pedih kembali datang menghampirinya saat tubuh bawahnya terkena air. Sama seperti tadi siang saat berendam di kolam air panas dengan Henry di depan kamar sebelum Henry mengambil kesempatan dan membuatnya kewalahan.


"Mom, Yara sudah menjadi seorang istri yang baik kan...Yara sudah melakukan kewajiban Yara mom. Seandainya mommy masih ada mungkin saat ini Yara akan bercerita panjang lebar tentang pengalaman Yara ini hikss...aku rindu padamu momm, aku rindu padamu mommy hu hu hu....


Ayara menangis di dalam bathtub saat mengingat sang ibu, sewaktu di pesta pernikahan ibunya selalu berpesan agar ia menjadi istri yang baik dan patuh pada suami. Oleh karena itu Ayara rela dan mau memberikan harta yang paling berharga dalam dirinya untuk Henry karena sudah berjanji pada sang ibu untuk menjadi istri yang baik.


🌼 bersambung 🌼


Jangan lupa Vote dan rating bintang 5 ya Kakak-kakak 🌺🌺

__ADS_1


Jangan hanya minta update saja kakak-kakak


bantu vote juga ya 🌹


__ADS_2