Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Fierce competition begins


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Sudah satu bulan berlalu sejak kepergian Ayara ke luar negeri meninggalkan Indonesia tanpa diketahui keberadaannya oleh Henry, padahal dia sudah membentuk tim khusus untuk pencarian Ayara namun sampai saat ini hasilnya masih nihil. Belum ada satupun tanda-tanda keberadaan Ayara yang ia dapatkan, Henry bahkan sempat berpikir ingin menggunakan jasa interpol untuk mencari Ayara akan tetapi ia membatalkan rencananya itu. Karena takut membuat nama baik Ayara jelek jika ia menggunakan jasa interpol, apalagi saat ini Ayara mempunyai ayah yang hebat seperti Tuan Alfredo Del Castillo.


Sebenarnya Henry sudah mendapatkan profil tentang Alfredo Del Castillo yang merupakan pengusaha sukses asal Italia yang baru saja menikah dengan Raisa Turner seorang pengusaha wanita asal Inggris yang merupakan ibu Ayara, pesta pernikahan mereka sempat masuk dalam majalah bisnis akan tetapi untuk privasi Alfredo tak menunjukkan secara detail tentang wajah istri cantiknya itu. Henry pun sebenarnya sudah tahu dimana Alfredo tinggal akan tetapi ia tak berani Untuk menjangkau seorang Alfredo. Pasalnya nama Alfredo sangat disegani di Italia karena menurut gosip yang beredar ia punya hubungan baik dengan para mafia Eropa yang sangat ditakuti.


"Tuan sudah waktu makan siang sudah lewat dari tiga jam yang lalu." Ucap Michael pelan mencoba untuk menghentikan Henry yang masih fokus dengan pekerjaannya.


"Pergilah Mike kalau kau sudah lapar, aku nanti menyusul."Jawab Henry dengan cepat tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Tapi tuan tadi pagi anda juga tidak sarapan, jangan seperti ini terus tuan saya hawatir anda akan jatuh sakit." Ucap Michael khawatir.


"I'm ok Mike, aku harus mengembangkan perusahaan ini menjadi lebih besar lagi supaya aku bisa mendekati seorang Alfredo Del Castillo." Sahut Henry lirih, ia sudah lelah berusaha mendekati Alfredo namun tak menemukan titik celah karena Alfredo tak menggubris dirinya sama sekali.


"Nama besar anda di Inggris sangat dikenal tuan, beraninya dia....


"Nama ayahku Mike, Edward Luke bukan Henry Luke." Ucap Henry memotong perkataan Michael dengan cepat.


Michael langsung terdiam, ia tau bahwa selama ini di Inggris memang orang-orang sangat menghormati Henry jika ada Edward bersamanya. Pasalnya Henry dianggap sebagai si tuan muda yang hanya hobby hura-hura saja tanpa berkerja dengan baik, dia tertolong karena nama besar ayahnya Edward Luke yang merupakan pendiri perusahaan Luke Corporation.


"Aku ingin membuat namaku besar dengan caraku Mike, setidaknya dengan itu aku punya nilai lebih di mata Alfredo." Ucap Henry pelan sambil menatap tajam ke arah Michael.


"Jadi anda melakukan ini demi bisa dekat dengan Alfredo?" Tanya Michael tergagap.


"Yes, Alfredo adalah pria hebat aku juga harus punya nilai di matanya." Jawab Henry dengan cepat.


"Sangat sulit sekali mengorek informasi kehidupan pribadinya apalagi setelah ia menikah dengan ibu Ayara, hanya ini cara satu-satunya Mike. Namaku harus berkibar sampai ke telinganya Mike, supaya aku bisa mendapatkan Ayara lagi."Imbuh Henry kembali, ia sudah sangat putus asa mencari keberadaan Ayara dalam satu bulan terakhir ini.

__ADS_1


"Baiklah jika itu tujuan anda saya akan membantu anda mencapainya tuan, saya akan membantu anda sampai semua cita-cita anda terlaksana." Sahut Michael penuh semangat.


Henry tersenyum tipis mendengar perkataan Michael, ia lalu melanjutkan pekerjaannya kembali setelah menghabiskan jus mangga yang ia pesan sebelumnya pada office girls. Tanpa diketahui Henry dan Michael di balik pintu Ryan Bray mendengar semua perkataan mereka, tangan Ryan Bray terkepal erat tanda kalau sedang marah.


Dengan cepat Ryan berjalan menuju ruangannya lagi tanpa bicara apapun padahal banyak orang yang menegurnya, sesampainya didalam ruangannya Ryan menggila. Ia melempar semua benda yang ada dihadapannya ke dinding sehingga membuat ruangannya nampak seperti baru saja terkena angin tornado, Joshua yang baru masuk nampak terkejut melihat keadaan ruangan Ryan.


"Josh buat surat pengunduran diriku Josh, aku ingin berhenti dari kantor ini Josh." Ucap Ryan terbata.


"Apa maksud anda tuan!!! Anda mau menyerah begitu saja dan memberikan posisi anda pada Henry Luke itu??" Tanya Joshua kaget.


"Aku harus lebih hebat dari dia Josh, oleh karena itu aku ingin keluar dari perusahaan ini dan membuat perusahaan baru. Lagipula aku sudah banyak mempunyai banyak relasi jadi kau tak usah khawatir Josh." Sahut Ryan datar penuh keyakinan.


"Tapi tuan.....


"Ini adalah cara untuk mendapatkan Ayara lagi aku harus lebih hebat dari Henry Luke untuk bisa mendapatkan Ayara lagi....ya aku harus lebih hebat dari cecunguk satu itu Josh." Ucap Ryan bicara sendiri sambil menatap ke arah jendela yang ada di belakang meja kerjanya.


Ryan nampak sibuk merapikan berkas pribadinya, ia mengerjakan tugas terakhirnya sebagai direktur penanggung jawab sebelum akhirnya mengundurkan diri. Ryan ingin menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum keluar, setidaknya dengan itu ia bisa keluar dari kantor dengan kepala terangkat. Saat hari sudah mulai sore surat pengunduran diri Ryan dan Joshua pun sudah selesai dibuat oleh Joshua, baginya jika Ryan pergi maka dia juga harus ikut pergi.


"Semuanya sudah siap Josh?" Tanya Ryan pelan sambil tersenyum menatap empat amplop putih yang ada dihadapannya.


"Sudah tuan, tapi tuan Henry Luke sudah pulang sejak tadi tuan." Jawab Joshua dengan cepat.


"Its ok, serahkan dua amplop ini pada HR departemen sisanya letakkan di meja Henry supaya besok pagi ia melihatnya Josh." Ucap Ryan penuh percaya diri.


"Siap laksanakan tuan." Sahut Joshua dengan cepat, tak lama kemudian Joshua pun pergi meninggalkan ruangan Henry dan berjalan menuju ke HR departemen untuk menyerah surat pengunduran diri yang sudah dibuat sebelumnya.


Setelah Joshua pergi Ryan nampak tersenyum dan berdiri dengan tegap menatap ruangan kerjanya untuk terakhir kalinya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Aku berjanji padamu mom dad, aku akan menjadi seorang pria hebat setelah ini. Akan ku buktikan pada si pengecut itu bahwa Ryan Bray jauh lebih hebat darinya, tolong lihat anakmu ini dari atas mom dad." Ucap Ryan pelan sambil tersenyum untuk terakhir kalinya ada di dalam ruangan pribadinya pasca posisi sebagai direktur utama digantikan oleh Henry.


Ryan kemudian berjalan keluar menuju lift ia memilih turun ke lobby menunggu Joshua datang, para karyawan wanita yang melihat Ryan nampak tersenyum mencoba untuk mencari perhatian akan tetapi Ryan mengabaikan semua itu. Tujuan utamanya saat ini adalah Ayara, Ayara lah yang akan ia buru saat ini bersaing dengan Henry yang sejak dulu menjadi saingan terberatnya selama bertahun-tahun.


"Sudah selesai Josh?" Tanya Ryan pelan sambil tersenyum pada Joshua yang baru keluar dari lift.


"Sudah tuan, saya juga sudah menyerahkan dua amplop sisanya ke meja Henry." Jawab Joshua dengan cepat, Joshua memang selalu memanggil Henry dengan sebutan nama tanpa embel-embel tuan. Karena bagi Joshua hanya Ryan lah tuannya.


"Baguslah kalau begitu, ya sudah ayo pulang pekerjaan kita masih banyak." Ucap Ryan singkat sambil melangkahkan kakinya menuju mobil Porsche miliknya yang ada di parkiran VIP.


Tanpa bicara Joshua langsung mengikuti langkah sang majikan, ia berjalan dibelakang Ryan dan langsung mengambil alih posisi supir. Ryan pun duduk disamping Joshua tidak duduk dibelakang seperti biasanya, ia menatap untuk sekali lagi gedung Luke Corporation dari dalam mobil sambil tersenyum datar.


"Ingat aku Henry, aku akan datang kembali padamu suatu saat nanti sebagai seorang pengusaha sukses. Pada saat itu kau akan tau siapa Ryan Bray yang sebenarnya." Ucap Ryan dalam hati.


Ryan pun menutup kedua matanya ketika mobil yang membawanya sudah berjalan jauh meninggalkan perusahaan dimana masih ada sahamnya sebanyak dua puluh persen disana, Ryan sengaja meninggalkan saham itu supaya bisa merendahkan Henry suatu saat nanti.


"Tunggu aku Yara, aku akan menjemputmu dari rumah Alfredo Del Castillo dan membuatmu menjadi pengantinku yang paling cantik. Tunggu aku Yara." Batin Ryan lirih.


Sejak pertemuan terakhirnya di hotel satu bulan lalu dengan Ayara ia tak berhasil bertemu lagi dengan mantan pelayannya itu padahal ia sudah mengeluarkan segala cara untuk mencari kebenaran Ayara, saat tau kalau Ayara sebenarnya pergi dari Indonesia siang ini dari Henry secara tidak sengaja ia akhirnya berniat untuk mengejar Ayara. Nama besar Alfredo Del Castillo memang terlalu mengintimidasinya begitu ia tau siapa sebenarnya pria itu sesaat setelah ia mencari tau tentang Alfredo, saat ini tujuan Ryan hanya satu yaitu menjadi seorang pengusaha sukses yang bisa setara dengan Alfredo Del Castillo ayah tiri wanita yang sedang ia kejar.


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.


Terima kasih


love U all🌹

__ADS_1


__ADS_2