Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Ayara's preparations


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting.


Sudah tiga hari Ayara tidak pergi ke kampus, ia hanya bisa beraktivitas di atas kursi roda saja itu pun masih dibantu para pelayan ketika ia mau pergi kekamar mandi atau sekedar berpindah duduk di sofa. Ayara benar-benar tak boleh menggerakkan kakinya oleh kedua orang tuanya sampai dokter yang menanganinya mengatakan ia sudah sembuh.


"Cepat datang Cecar!!!" ucap Ayara dengan nada meninggi ketika berbicara dengan sang tangan kanan.


"Sepuluh menit lagi bos, " jawab Cecar santai.


"Lama sekali...kau naik taksi atau onta?!" tanya Ayara dengan berteriak.


Cecar bahkan harus menjauhkan telinganya dari ponselnya ketika mendengar sang bos berteriak seperti itu sambil tersenyum lebar tanpa rasa bersalah.


"Iya bos, sabar lah aku kan tadi sempat berhenti ke coffee shop favoritmu itu untuk memberikan coffee dan cookies kesukaanmu jadi maaf kalau aku sedikit terlambat," jawab Cecar pelan berusaha menjelaskan alasannya terlambat.


"Apa?? kau membeli coffe dan cookies favorit ku? tapi aku kan tak menyuruhmu Cecar, " ucap Ayara dengan suara melembut.


"Aku kan anak buah paling pengertian, ya sudah bos aku siap-siap dulu aku sudah hampir masuk ke daerah sekitar rumahmu...bye, " tutttt.....


Ayara tersenyum saat Cecar mematikan ponselnya, ia lalu meletakkan ponselnya di atas meja dan bersiap menunggu kedatangan sang tangan kanan yang membawakan cookies dan coffee vanilla favoritnya. Ayara lalu kembali sibuk dengan laptop miliknya yang tadi ia pakai untuk bekerja, saat sedang fokus dengan pekerjaannya tiba-tiba terdengar suara ribut dari arah luar dan masuklah Cecar dengan tersenyum lebar sambil membawa coffe dan cookies di kedua tangannya.


"I'm coming bos," ucap Cecar dengan tersenyum lebar.


"Cepat masuk, jangan seperti tamu," jawab Ayara datar.


"Terima kasih nona cantik sudah antar saya keruangan nona Ayara," bisik Cecar mengucapkan terima kasih pada pelayan dirumah Ayara yang masih muda.


"Cecar!!!


"Iya bos iya," sahut Cecar dengan cepat,ia lalu mengedipkan satu matanya ke pelayan yang mengantarnya itu sambil tersenyum tipis.


Ayara yang duduk di ranjang bisa melihat jelas pelayannya nampak tersipu diperlakukan seperti itu oleh Cecar.


"Yak ini dia vanilla coffe dan cookies almond favoritmu bos," ucap Cecar pelan sambil meletakkan belanjaannya di atas meja.


"Awwww...awwwww....."


Cecar tiba-tiba berteriak kesakitan ketika Ayara menarik rambutnya yang ia ikat di belakang.


"Bos...


"Itu hukuman untukmu karena berani menggoda pelayanku, dia masih kecil Cecar jangan kau rusak dia," sahut Ayara ketus memotong perkataan Cecar.


"He he he aku juga masih kecil bos," jawab Cecar sambil tersenyum lebar.


"Kecil apanya, ya sudah cukup bercandanya cepat buka segera laptopmu. Aku merasa ada yang aneh belakangan ini, sepertinya ada orang yang terus-menerus mencari namaku di Google, " ucap Ayara resah, ia merasa seperti sedang di mata-matai oleh seseorang yang tidak ia tahu siapa, pasalnya sudah selama beberapa minggu terakhir ini namanya sering sekali muncul di pencarian Google dan tempat pencarian namanya itu paling banyak terdeteksi dari negara Inggris, Irlandia, Spanyol dan Italia.


Cecar langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh sang bos, ia lalu sibuk dengan tiga laptop canggih miliknya yang ia letakkan di meja yang sudah disiapkan oleh Ayara di samping ranjang besarnya.


"Pasang ini dulu di pintu," ucap Ayara pelan sambil memberikan sebuah tempelan stiker kepada Cecar.


"Apa ini?" tanya Cecar bingung.


"Itu adalah stiker larangan masuk untuk orang-orang di luar supaya tidak mengganggu kita, ketika aku memasang itu semua orang tak ada yang berani masuk bahkan kedua orang tuaku pun pasti akan mengetuk pintu kamarku terlebih dahulu," jawab Ayara dengan cepat sambil memasang headset di kuping nya.

__ADS_1


Mendengar perkataan sang bos membuat Cecar penasaran, ia lalu melihat stiker yang ternyata ia pegang terbalik itu. Setelah ia bisa melihat dalam posisi yang benar senyumnya mengembang ketika membaca tulisan yang Ayara buat.


"Do not feed the bear" eja Cecar perlahan, ia tersenyum ketika melihat gambar seekor beruang yang sedang mengejar manusia yang berlari.


"Apa yang kau lakukan? cepat pasang Cecar, kau mau mulai bekerja jam berapa," ucap Ayara heran ketika melihat Cecar justru membaca stiker yang ia berikan.


Tanpa bicara Cecar langsung berjalan menuju pintu kamar Ayara yang tertutup, ia lalu memasang stiker yang diberikan oleh sang bos di bagian luar dengan cepat lalu menutup pintu kamar Ayara kembali dari dalam tanpa dikunci sesuai petunjuk sang bos. Setelah itu Cecar lalu kembali duduk di kursinya di mana Ayara sudah terlihat sibuk dengan laptopnya sendiri.


Tiga puluh menit kemudian pencarian Cecar pun berhasil, ia berhasil menemukan lokasi tempat dimana orang-orang yang mencari sang bos hanya dengan melacak melalui IP address yang ia dapatkan.


"Apa kau kenal dengan alamat ini?" tanya Cecar pelan sambil menunjukkan laptopnya pada sang bos.


"Henrietta Suites City Center, " ucap Ayara pelan mengeja alamat yang ditunjukkan oleh Cecar.


"Aku tak pernah tau alamat itu Cecar dan aku tak pernah punya temen dari Irlandia kecuali....


Deg


Ayara tak dapat menyelesaikan perkataannya karena tiba-tiba mengingat seseorang yang sangat ia kenal dan yang paling besar kemungkinannya kalau orang itulah yang mencarinya selama ini.


"Kecuali siapa bos?" tanya Cecar penasaran karena Ayara tiba-tiba berhenti bicara.


"Cari alamat Henry Philips Luke segera Cecar," jawab Ayara terbata.


"Siapa dia?" tanya Cecar penasaran, pasalnya ia belum pernah mendengar nama itu sebelumnya.


"Lakukan saja perintahku Cecar." jawab Ayara dengan suara lirih hampir tak terdengar.


Cecar pun langsung melakukan perintah sang bos, ia lalu kembali membrowsing nama Henry Philips Luke yang baru saja disebutkan oleh Ayara. Dengan kemampuannya yang tak diragukan lagi hanya butuh waktu sebentar bagi Cecar untuk mendapatkan info tentang Henry Philips Luke.


"Saat ini apa Cecar?!" tanya Ayara dengan cepat.


"Saat ini ada di Cordoba, aku berhasil mendapatkan info kalau pria ini sedang ada dikota ini untuk perjalanan bisnis, " jawab Cecar pelan membaca hasil pencariannya di laptop.


Prank


Ayara menjatuhkan gelas yang ada disampingnya saat mendengar perkataan Cecar yang mengatakan kalau Henry sedang ada di kota yang sama dengannya saat ini.


"Bos anda tak apa-apa?" tanya Cecar panik saat melihat perubahan ekspresi Ayara yang terlihat shock.


"I'm fine Cecar, coba carikan satu nama lagi untukku," jawab Ayara terbata.


"Siapa ?" tanya Cecar dengan cepat.


"Ryandro Bray," jawab Ayara pelan.


Cecar kemudian kembali mencari nama yang disebutkan oleh Ayara, saat sedang mencari nama itu ia sempat kaget karena nama yang disebutkan oleh Ayara muncul berbarengan dengan nama Henry Philips Luke dalam satu artikel bisnis yang sama.


"Sepertinya ada yang aneh bos," ucap Cecar pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Apanya yang aneh?" tanya Ayara penasaran.


"Sepertinya dua orang yang bos sebutkan ini adalah orang dekat, pasalnya aku menemukan beberapa artikel di sebuah majalah bisnis yang mengatakan kalau kedua orang ini pernah terlibat sebuah proyek besar yang sama beberapa tahun yang lalu dan saat ini Ryandro Bray pun juga ada di Cordoba," jawab Cesar sambil menunjukkan artikel yang baru saja ia temukan kepada Ayara.

__ADS_1


Kedua mata Ayara langsung membulat saat membaca artikel yang diberikan oleh Cecar, ia terlihat menelan salivanya ketika membaca bagian akhir di mana kedua orang yang yang pernah ia kenal itu saat ini sudah menjadi seorang pengusaha yang cukup disegani di Irlandia dan di Inggris.


"Apa ada yang salah bos?" tanya Cecar khawatir saat melihat Ayara hanya diam saja.


"Apa mereka berdua ini adalah musuh bisnis tuan Alfredo ? apa aku perlu menghancurkannya juga sama seperti kita menghancurkan Gerald Fabian beberapa waktu yang lalu bos?" tanya Cecar kembali.


"Bukan mereka bukanlah musuh daddy, mereka adalah dua orang yang pernah aku kenal beberapa tahun yang lalu sebelum aku pindah ke Spanyol," jawab Ayara pelan sambil menatap tajam kearah laptop yang ada di hadapannya.


"Teman lama, wah pasti sangat menyenangkan sekali jika anda bertemu dengan mereka lagi," sahut Cecar penuh semangat.


"Kau salah Cecar, justru bertemu dengan mereka lagi adalah hal yang sangat aku hindari," ucap Ayara lirih.


"Why?" tanya Cecar bingung.


Mendengar pertanyaan Cecar membuat Ayara memejamkan kedua matanya, ia lalu menarik nafas panjang sambil membuka perlahan kedua mata cantiknya dan mulai menceritakan tentang Henry dan Ryan kepada Cecar. Dya nama yang ia simpan rapat dalam hatinya dan coba ia lupa kan selama ini.


"What... jadi mereka adalah mantan bos anda?!" tanya Cecar dengan nada meninggi sesaat setelah Ayara menyelesaikan ceritanya.


"Yes, aku sekarang takut bertemu dengan mereka lagi apalagi kondisi ku sedang seperti ini Cecar," jawab Ayara singkat sambil melihat ke arah kakinya yang masih terpasang gips.


"Memangnya kenapa anda takut bertemu mereka, lagi pula kan ada tuan Alfredo jadi mereka tak bisa macam-macam pada anda. Jadi anda tidak perlu takut lagi bos," ucap Cecar pelan berusaha menenangkan Ayara.


"Mereka pasti ingin membuat perhitungan denganku Cesar, aku yakin itu kalau tidak untuk apa mereka berdua ada di Cordoba saat ini," sahut Ayara pelan merespon perkasaan Cecar.


"Perhitungan ?? memangnya anda terlibat apa dengan kedua orang itu, bukankah tadi anda bilang mereka adalah mantan bos anda jadi seharusnya bukankah tidak ada masalah ketika anda sudah tidak bekerja lagi dengan mereka?" tanya Cecar bingung.


Ayara diam dan tak menjawab pertanyaan Cecar, ia juga bingung mau mulai menjelaskan dari mana.


"Ok saat ini lebih baik kau antar aku ke rumah sakit saja Cecar, aku ingin melepas gips di kakiku ini dan melihat apakah luka di kakiku sudah sembuh. Aku harus bersiap menghadapi kemungkinan yang terjadi saat bertemu dengan dua orang itu lagi," ucap Ayara pelan sambil meraih kursi roda yang ada di sebelahnya.


"Baik bos," jawab Cecar dengan cepat, ia lalu mematikan ketiga laptopnya dan laptop milik Ayara. Ia lalu memapah Ayara naik ke kursi roda, tak lama kemudian ia keluar dari kamar sang bos menuju ke halaman depan di mana mobil mobil milik orang tua Ayara sudah terparkir dengan rapi dan siap mengantarkan mereka ke manapun.


"I'm ready to meet you guys," ucap Ayara dalam hati ketika sudah ada di mobil bersama Cecar menuju ke rumah sakit.


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2