Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Memulai perang


__ADS_3

Jangan lupa bantu vote ya kakak-kakak .


 


Ayara terbangun dengan mata sembab dan hidung memerah karena menangis semalaman suntuk , ia bahkan keluar dari kamar mandi sekitar jam dua malam karena sudah menggigil kedinginan setelah berdiam di dalam bathup dengan air mengalir dari shower tanpa melepaskan pakaiannya .


"Hatchiii hatchiii... "


Ayara bersin berulang kali sambil menyeka hidungnya menggunakan tissu di atas ranjang dengan berselimut tebal karena merasa kedinginan , wajahnya pun terlihat pucat dan membuatnya mirip dengan badut karena hanya bagian hidung saja yang merah .


"Mommy akuu hatchiiii ..." Ayara tak berhasil menyelesaikan perkataannya karena air hidungnya sejak ia bangun tidur tak berhenti mengeluarkan air dan membuatnya terus bersin tanpa henti .


Kedua mata Ayara bahkan terlihat merah dan berair karena flunya  yang sangat parah , belum lagi kepalanya yang terasa sakit makin menambah penderitaannya . Ayara menyalahkan sang ayah atas apa yang menimpanya saat ini , berulang kali ia mengumpat Ryuichi dan Keiko dengan menggunakan kata-kata kasar sambil berteriak sampai membuat tenggorokannya semakin sakit .


Ayara tak mau menghubungi Pak Agustian karena tak mau membuat pengacaranya itu kesusahan karena ia sudah banyak sekali merepotkan pria setengah baya itu , Ayara tak ada pilihan lain lagi selain harus pergi sendiri ke rumah sakit karena tak mau sakitnya bertambah parah kalau tak segera di obati .


"Sial kenapa juga ponselku semalam aku banting ....akh kau bodoh Yara ." Ucap Ayara kesal saat melihat ponsel Iphone 11 max pro miliknya tergeletak begitu saja di lantai dengan layar gelap dan retak .


Dengan susah payah Ayara berjalan menuju ke lemari baju untuk berganti pakaian yang pantas untuk dipakai ke rumah sakit , akan tetapi karena ia terlalu pusing untuk berdiri dan mencari pakaian Ayara akhirnya hanya mengambil jaket yang terletak di tumpukan pakaiannya yang paling tinggi . Setelah mengumpulkan tenaga Ayara berjalan menuju pintu dengan membawa tas ransel di pundak , dengan tertatih Ayara berjalan keluar dari apartmennya menuju lift . Ketika di dalam lift banyak orang yang melihatnya karena waktu memang masih pagi jadi banyak orang yang bersiap pergi kekantor , mereka menatap Ayara dengan pandangan aneh karena melihat pakaian tidur berbentuk kanguru yang dipakai Ayara .


Ayara berusaha menahan diri supaya tak terpancing dengan omongan orang-orang yang satu lift dengan dirinya , ia lebih memilih menyimpan energinya untuk pergi ke rumah sakit daripada dipakai untuk berdebat dengan orang yang tak ia kenal itu , tak lama kemudian lift pun berhenti di lantai satu . Satu persatu orang-orang yang ada di dalam lift keluar begitupula dengan Ayara yang langsung menuju ke lobby dan menghentikan sebuah taksi , setelah Ayara masuk taksi itu segera melesat meninggalkan apartemen menuju ke rumah sakit yang letaknya tak jauh dari apartmen Ayara .


"Kita sudah sampai nona ." Ucap sang supir taksi membangunkan Ayara yang sedang menutup kedua matanya .


"Oh iya pak ....ini pak ." Sahut Ayara pelan sambil menyerahkan selembar uang seratus ribu rupiah pada sang supir taksi .


"Tapi ini kebanyakan nona , ongkosnya hanya tiga puluh ribu saja . " Ucap sang supir taksi kebingungan mencari kembalian karena baru saja keluar dari pangkalan taksi .


"Sisanya buat bapak beli sarapan ya ." Jawab Ayara pelan sambil  berusaha tersenyum padahal saat ini kepalanya sudah terasa akan pecah .


Sang supir taksi mengucapkan banyak terima kasih pada Ayara , ia dengan telaten menuntun Ayara berjalan ke dalam rumah sakit . Setelah memastikan Ayara mendapatkan perawatan di ruang IGD sang supir taksi kemudian berjalan pergi meninggalkan Ayara karena sudah melihat Ayara berada ditangan orang yang tepat . Ayara hanya tersenyum ketika melihat sang supir taksi pergi , ia beruntung karena masih dipertemukan dengan orang baik disaat kondisinya sedang sangat buruk seperti sekarang .

__ADS_1


Ayara akhirnya bisa istirahat dengan nyaman setelah dipindahkan ke ruang perawatan VVIP , pada awalnya para suster nampak keberatan ketika Ayara meminta untuk dipindahkan ke ruangan VVIP akan tetapi mereka pun akhirnya mengikuti permintaan Ayara setelah Ayara menunjukkan uang dollar yang ada di dalam dompetnya .


"Kenapa orang sakit saja harus melihat uang ,bagaimana kalau ada orang miskin yang sakit parah dan tak punya uang untuk berobat . Apakah rumah sakit ini akan menolaknya .?" Tanya Ayara pelan pada dokter dan dua orang suster yang sedang ada di dalam kamar perawatannya .


"Bukan begitu nona , ini adalah peraturan dari ...


"Peraturan segelintir orang jahat yang memanfaatkan kekuasaan ...." Ucap Ayara memotong perkataan sang dokter yang sudah memasangkan jarum inpus ditangannya .


Sang dokter langsung terdiam mendengar perkataan Ayara begitu pula dua orang suster yang ada dibelakang sang dokter , mereka lalu pergi meninggalkan Ayara sendirian di dalam kamar VVIP setelah selesai melakukan tugasnya karena Ayara sudah memejamkan kedua matanya . Ketika mendengar pintu kamarnya di tutup Ayara kemudian membuka kedua matanya dengan perlahan , ia lalu menatap sekeliling kamarnya yang memiliki fasilitas yang mewah .


"Kalau bukan karena kau aku tak akan mungkin sakit seperti ini Ryuichi ." Ucap Ayara penuh emosi sambil menatap jarum inpus yang menancap di tangan kirinya .


Bertemu kembali dengan sang ayah dan istri barunya membuat emosi Ayara memuncak sampai akhirnya ia emosi dan lupa diri sampai membuatnya sakit seperti ini karena terlalu lama duduk di dalam bathup , Ayara tersenyum penuh kebencian ketika mengingat kejadian kemarin di depan mall Grand Indonesia ketika ia melihat Keiko yang berjalan santai di samping sang ayah tanpa rasa bersalah .


"Dasar penyihir , dulu kau merayu Ryuichi dan mengatakan kalau kau sakit keras dan akan segera mati tapi buktinya kemarin kau sehat-sehat saja . Tapi kalian berdua itu memang pantas seorang penghianat memang pantas bersanding dengan seorang penggoda . !! " Ucap Ayara dalam hati sambil memejamkan kedua matanya karena rasa kantuk yang mulai datang , Ayara pun meraih kunci lemari  kecil yang ada disampingnya tempat ia meletakkan tas ranselnya dan menyimpan kunci itu di saku baju seragam rumah sakitnya .


 


Setelah Henry menyetujui proposal kerja sama dengan perusahaan milik keluarga Yamashita ia kembali disibukkan dengan segudang pekerjaan rumah yang harus segera ia selesaikan sebelum penandatanganan kerja sama itu dilakukan , pasalnya ia masih harus mengurus dan memastika kembali dokumen milik perusahaan asal Jepang itu dengan baik . Henry tak mau membuat kesalahan sekecil apapun , Michael yang tau cara kerja Henry pun terlihat setia mendampingi Henry mengecek berkas-berkas pentingnya itu .


"Ok Mike semua dokumen ini asli dan perusahaan mereka di Jepang pun stabil , kita tak perlu takut lagi ." Ucap Henry pelan sambil tersenyum ketika sudah berhasil memerikasa semua berkas pentingnya .


"Saya yakin proyek ini akan menguntungkan perusahaan kita tuan ." Sahut Michael dengan cepat .


Ceklek


Pintu ruangan Henry terbuka dari luar dan masuklah Ryan bersama Joshua asistennya dengan penuh emosi berjalan ke arah Henry yang sedang duduk di menghadap laptop dimejanya .


"Apa maumu Henry !!! " teriak Ryan sambil mendebrak meja Henry penuh emosi .


"Seharusnya aku yang tanya pada kalian berdua , kenapa masuk ke ruangan orang sambil marah-marah  .?" Tanya balik Henry tanpa rasa takut .

__ADS_1


"Yamashita adalah salah satu patnerku kenapa kau rebut Henry !!! " Pekik Ryan penuh emosi .


" Aku tak merebutnya lagipula tuan Yamashita sendiri yang menghubungi aku lebih dulu , jadi bukan salahku  bukan kalau dia akhirnya menawarkan proyek itu padaku ." Ucap Henry singkat sambil melipat tangannya di dada .


Mendengar jawaban Henry membuat Ryan naik darah , ia pun langsung melayangkan pukulannya ke perut Henry karena merasa dicurangi oleh Henry . Pasalnya ia adalah orang pertama yang menghubungi Yamashita Ryuichi beberapa bulan lalu , Ryan merasa jengkel karena di tikung oleh Henry .


"Tuan...." Pekik Michael kaget saat melihat Henry jatuh tersungkur ke lantai karena dipukul oleh Ryan , ia kemudian menunduk untuk membantu sang tuan bangun .


Ryan tersenyum sinis ketika melihat Henry kesakitan , ia kemudian mengajak Joshua untuk pergi meninggalkan ruangan Henry . Michael sebenarnya ingin membalas pukulan Ryan akan tetapi Henry menahannya sehingga ia pun menahan tangannya untuk tak memukul pria arogan yang menyebalkan itu .


"Jangan balas dia dengan tanganmu Mike , kita lakukan dengan cara cantik saja . Kita hancurkan Ryan dari dalam aku yakin ia pasti akan mati dengan perlahan kalau kita ambil semua klien yang pernah bekerja sama dengannya dan kalau hal itu terjadi dengan mudah kita bisa menyingkirkan si tikus tak tau diri itu ." Ucap Henry pelan sambil duduk di kursinya kembali .


"Jadi yang dia katakan benar tuan anda merebut proyek ini dari Ryan .?" Tanya Michael pelan .


"Yes , I am ." Jawab Henry sambil tersenyum .


"Anda benar-benar hebat tuan . " Ucap Michael memuji cara yang dilakukan oleh Henry .


"Untuk menaklukkan tikus pengerat itu kita harus menghancurkan sedikit demi sedikit sarangnya sampai akhirya ia tak punya tempat lagi untuk berpijak , pada saat itulah kita bisa menendangnya jauh . " Sahut Henry sambil tersenyum penuh percaya diri .


Henry pun akhirnya mengajak Michael pergi makan siang di luar setelah merapikan berkas-berkas pentingnya dan menyimpannya di brangkas yang ada di ruangnnya . Setelah mengunci pintu ruangan sang tuan muda Michael kemudian berlari ke arah lift dimana Henry sudah menunggunya untuk pergi bersama ke restoran favorit Henry untuk makan siang bersama .


Bersambung


 


BANTU VOTE YA KAKAK-KAKAK SUPAYA BODYGIARD CANTIK BISA MASUK SEPULUH BESAR , MAAF KALAU UPDATE SUKA LAMA KARENA HARUS MENUNGGU PROSES REVIEW DARI PIHAK MANGATOON .


Tapi thor usahakan update tiap hari kok , jangan lupa vote ya .


Terima kasih , love you all kakak-kakak .

__ADS_1


 


__ADS_2