
Jangan lupa vote dan ratting bintang lima
Terima kasih
Barcelona, Spanyol
Sebuah pesawat jet milik Yamashita Ryuichi nampak mendarat di Barcelona setelah menempuh perjalanan selama hampir dua jam dari Inggris, mereka sempat transit dua kali setelah terbang dari Sapporo Jepang. Tak lama setelah pesawat jet yang dinaiki Yamashita Ryuichi beserta Okada Rui dan kedua gadis malang yang di jadikan pemuas nafsu Yamashita Ryuichi selama terbang mendarat, datanglah pesawat Japan Airline yang dinaiki anak buah Yamashita Ryuichi.
"Apa semuanya sudah lengkap?" tanya Yamashita Ryuichi pelan pada Okada Rui sambil merangkul kedua gadis malang yang terlihat pucat karena kelelahan setelah menjadi korban pelampiasan Yamashita Ryuichi.
"Sudah Tuan, semuanya sudah turun dari pesawat dan sedang bersiap menuju ke tempat ini," jawab Okada Rui dengan cepat.
"Bagus, lebih baik kita naik ke mobil terlebih dahulu menuju ke hotel. Biarkan mereka menyusul kita menggunakan bis yang sudah disiapkan, aku ingin beristirahat sejenak di hotel. Kedua gadisku ini sepertinya juga sudah sangat kelelahan, aku harus memberikan mereka makan sebelum mereka bisa melayaniku kembali secepatnya,"ucap Yamashita Ryuichi tak senonoh.
"Baik tuan, aku akan memberitahu mereka untuk mengikuti kita ke hotel," sahut Okada Rui sambil tersenyum.
Setelah berkata seperti itu Okada Rui pun meninggalkan Yamashita Ryuichi menuju tempat anak buah mereka yang sedang di tempat imigrasi, tak lama kemudian Okada Rui pun terlihat menyusul Yamashita Ryuichi yang sudah masuk ke dalam mobil bersama kedua gadisnya untuk bersiap menuju hotel yang sudah ditentukan. Saat Okada Rui masuk ke dalam mobil sang driver lalu menginjak gas mobilnya dan membawanya pergi menuju ke Catalonia Magdalenes Hotel,
Catalonia Magdalenes Hotel berjarak 400 meter dari Plaça Catalunya, 600 meter dari Picasso Museum, serta 13 km dari Bandara El Prat Barcelona. Yamashita Ryuichi memilih hotel ini karena hotel ini menawarkan privasi yang sangat nyaman, pasalnya di setiap kamar yang ada di hotel ini memiliki fasilitas kedap suara yang tak mungkin bisa didengar oleh orang lain dari luar. Ia tak ingin kegiatannya bersama dua gadis cantiknya itu diganggu orang lain karenanya ia memilih hotel ini diantara hotel lainnya.
Sementara itu di kediaman Alfredo yang masih berkabung karena meninggalnya Luigi dengan cara yang sangat tragis itu tiba-tiba terdengar alarm yang sangat kencang berasal dari kamar Cecar, pada awalnya semua orang mengira itu adalah bunyi alarm kebakaran. Namun saat Cecar mengatakan itu adalah alat buatannya semua orang menjadi tenang, khususnya para pelayan yang akhirnya melanjutkan aktivitasnya kembali.
"Sepertinya aku tau tanda apa yang barusan berbunyi itu," ucap Henry lirih sambil mencengkram tangan Ayara yang sedang duduk diruang tamu yang ada di halaman belakang.
"Bukankah itu milik Cecar," jawab Ayara pelan.
__ADS_1
"Iya sayang itu memang milik Cecar, kemarin Cecar sempat mengatakan padaku bahwa ia sudah mengirimkan beberapa program ilegal di semua hotel yang ada di Barcelona untuk memberinya tanda saat Yamashita Ryuichi menginap di salah satu hotel yang ada di Barcelona. Dan kini aku yakin kalau..."
"Tuannn...tuaannnn..." suara teriakan Michael membuat Henry tak dapat menyelesaikan.
Mendengar suara teriakan Michael membuat Henry dan Ayara langsung menoleh kearah Michael yang kini berdiri dihadapan mereka dengan nafas terputus-putus karena baru saja lari.
"Ada apa Mike, kenapa kau berlari lari seperti itu didalam rumah? kenapa kau tak bergabung saja dengan Jasper dan yang lain di luar sana," hardik Henry dengan suara meninggi, entah mengapa akhir-akhir ini Michael terlihat semakin mirip dengan Cecar seperti anak kecil.
"Anda harus melihatnya sendiri di kamar Cecar sekarang juga, pasti anda tidak akan percaya jika aku yang mengatakannya secara langsung kepada anda," jawab Michael dengan penuh semangat.
"Sebenarnya ada apa Mike? kenapa kau bermain teka-teki seperti ini dengan...."
"Akhh anda terlalu lama, ya sudah cepat ayo ikut aku," sahut Michael dengan cepat memotong perkataan Henry sambil meraih tangan tuannya itu dan menariknya dengan cepat menuju kamar Cecar.
Ayara yang awalnya kaget melihat Michael menarik tangan Henry secara tiba-tiba kemudian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, sifat Michael memang sudah sangat jauh berbeda sekali dari pertama ia mengenal pria berkacamata itu tiga tahun yang lalu di Jakarta. Karena penasaran dengan apa yang terjadi di kamar Cecar yang membuat Michael heboh, Ayara kemudian bangun dari sofa dan berjalan pelan menuju kamar Cecar. Langkah Ayara terhenti di belakang Henry saat melihat layar komputer milik Cecar yang sedang menampilkan rekaman CCTV di Catalonia Magdalenes Hotel, yang mana saat ini terlihat sangat jelas Yamashita Ryuichi berdiri di lobby bersama kedua gadis yang terlihat menunduk di pelukannya. Sementara itu Okada Rui sedang di meja resepsionis untuk melakukan check in di Catalonia Magdalenes Hotel.
"Ya, ini adalah kejadian saat ini di Catalonia Magdalenes Hotel. Sepertinya Yamashita Ryuichi sudah memilih hotel itu untuk tinggal di Barcelona," ucap Cecar perlahan memotong perkataan Henry.
"Kau yakin Cecar ini bukanlah sebuah rekayasa yang dibuat oleh pria itu?" tanya Ayara lirih, ia masih khawatir dengan peristiwa bom laptop yang akhirnya menewaskan Luigi.
"Yakin nona bos, virus yang aku masukkan ke dalam sistem keamanan di hampir 1000 hotel di wilayah Barcelona dan Cordoba adalah virus yang tidak bisa dideteksi oleh sistem keamanan di hotel itu sendiri. Pasalnya virus ini langsung tersambung dengan stasiun luar angkasa, jadi mereka tak mungkin menyadarinya kalau sudah ada ada orang yang mengawasi hotel-hotel mereka," jawab Cecar mantap penuh percaya diri.
"Kalau hanya memasang virus di kamera CCTV di hotel tempat mereka menginap rasanya itu kurang maksimal Cecar, karena yang kita butuhkan saat ini adalah bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka di hotel itu. Sehingga kita bisa melakukan rencana selanjutnya," ucap Ayara pelan.
Mendengar pelayaran membuat Cecar tersenyum, ia kemudian kembali bermain-main dengan deretan huruf di keyboard miliknya. Tak lama kemudian senyum Cecar tersungging dengan sangat mengerikan dan membuat Michael merasa takut, pasalnya senyuman Cecar kali ini terlihat lain daripada sebelumnya.
__ADS_1
"Jangan panggil aku Cecar kalau tak bisa melakukan hal seperti itu nona bos," desis Cecar lirih sambil tersenyum ke arah Ayara.
"Apakah ini seperti yang aku pikirkan?" tanya Ayara kembali.
Alih-alih menjawab pertanyaan sang nona bos Cecar justru memencet tombol enter di keyboard-nya, dan tak lama kemudian layar komputer yang ada di hadapannya menjadi gelap seperti sedang mati. Namun tak lama kemudian terdengar suara hiruk pikuk dari banyak orang yang tak terlihat di layar, saat Henry akan membuka mulutnya tiba-tiba di layar komputer besar yang ada dihadapan mereka kembali muncul video di Catalonia Magdalenes Hotel.
Kalau sebelumnya hanya terlihat video saja, kali ini Cecar berhasil mendapatkan suara percakapan mereka dengan sangat jelas.
"Good job, tolong fokuskan suara Yamashita Ryuichi saja Cecar. Aku ingin mendengar apa yang sedang ia katakan dengan Okada Rui saat ini," pinta Ayara pelan.
"Got it," jawab Cecar dengan cepat sambil kembali bermain-main dengan tombol-tombol keyboard miliknya.
Setelah Cecar menekan tombol enter kembali terdengar percakapan yang cukup jelas antara Yamashita Ryuichi dan Okada Rui menggunakan bahasa Jepang, semua orang yang ada ditempat itu tak mengerti sama sekali apa yang dikatakan oleh kedua orang itu kecuali Ayara yang terlihat sangat serius mendengarkan percakapan mereka.
"Sayang..apa yang terjadi?" tanya Henry pelan pada Ayara yang terlihat sangat marah saat menatap layar monitor milik Cecar.
"B-biarkan aku ikut dalam misi ini Henry, biarkan aku yang membunuh pria menjijikan itu," jawab Ayara terbata-bata dengan kedua mata memerah.
"Sayang kau kenapa tiba-tiba ingin ikut, bukankah kita sudah sepakat kalau kau hanya akan ada dibalik layar bersama Cecar?" tanya Henry panik saat mendengar perkataan sang istri.
"Kalau kau tak mengijinkan aku ikut dalam misi ini maka aku akan mengambil pisau dan mengeluarkan setengah darah yang ada ditubuhku saat ini juga, aku ingin membuang darah Yamashita Ryuichi yang mengalir di tubuhku...aku malu menjadi anaknya...aku malu menjadi keturunan pria iblis itu Henry aku hiksss aku maluuu hu hu hu..."
🌼 bersambung 🌼
☘️☘️ Perkataan apa yang Ayara dengar sampai ia berniat membuang setengah darah dalam tubuhnya? terus ikuti Bodyguard cantik dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak.
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA BANTU VOTE, BANTU BODYGUARD CANTIK MASUK 10 BESAR!!!TERIMA KASIH