
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
Mentari pagi pun akhirnya datang membangunkan jiwa-jiwa yang terlelap dalam alam mimpinya sehingga membuat suasana kota Napoli kembali hidup, banyak orang yang sudah beraktifitas. Ayara yang sudah tidak sabar menanti pagi sudah bangun dari jam lima pagi, padahal ia baru tidur jam dua dini hari. Ayara terlihat memeriksa persiapan terakhir sebelum melakukan aksinya disaat tangan kanannya baru bangun.
"Kau sudah bangun bos," ucap Cecar pelan sambil menarik selimutnya kembali.
"Sudah dari satu jam yang lalu Cecar, bangun dan bersiaplah Cecar.!!" titah Ayara dengan keras.
"Acara mereka baru dimulai jam sembilan bos dan ini baru jam enam pagi,"jawab Cecar mencoba mengingatkan jadwal pertemuan Gerald Fabian dan Alfredo ayah Ayara.
Mendengar perkataan Cecar membuat Ayara langsung menghentikan aktivitasnya, ia meletakkan teropong yang ia pakai untuk memantau keadaan restoran yang akan dipakai oleh kedua orang tuanya untuk makan pagi bersama.
"Bangun dan mandi atau ku siram kau dengan susu ini.!!" ucap Ayara singkat sambil mengangkat susu cair kesukaan Cecar yang masih banyak ke atas kepala Cecar.
"I wake up boss .... please don't do that.!!" teriak Cecar panik, ia langsung melompat dari ranjangnya dan berlari ke kamar mandi dengan membawa jubah mandinya.
Ayara tersenyum tipis melihat apa yang dilakukan oleh Cecar, ia tahu bahwa susu adalah salah satu kelemahan tangan kanannya itu. Pasalnya Cecar adalah penggemar susu, karena menurut pengakuannya saat pertama kali ia diberikan susu oleh Ayara beberapa tahun lalu itu adalah kali pertama ia minum susu. Oleh karena itu ia tidak akan pernah menyia-nyiakan susu satu tetes pun.
Setelah Cecar pergi kekamar mandi Ayara duduk diranjangnya yang terletak disebelah ranjang Cecar, setiap melakukan misi bersama Cecar yang mengharuskannya menginap di hotel atau hostel ia selalu minta kamar dengan dua ranjang. Walaupun Cecar tak perduli dengan dirinya akan tetapi Cecar tetaplah laki-laki dan Ayara berjaga-jaga untuk itu.
Sepuluh menit kemudian Cecar pun sudah selesai mandi dan berganti pakaian bersih, ia lalu memakai earpiece yang juga dipakai oleh Ayara sebagai alat komunikasi mereka selama menjalankan misi. Cecar membawa satu laptop tipis yang ia gunakan untuk mengontrol semua kamera dan sistem keamanam hotel Vesuvio yang sudah ia bakak tadi malam, jadi jika sewaktu-waktu Gerald berbuat nekat ia bisa langsung melindungi keluarga Ayara sebagai prioritas utama dalam misi ini.
"Kau yakin akan memakai pakaian itu bos?" tanya Cecar tak percaya ketika melihat Ayara memakai baju ala pengusaha muda lengkap dengan kacamata cantik yang terpasang diwajahnya.
"Yes, aku harus terlihat seperti seorang bisnis woman juga nanti dibawah. Supaya Gerald tak curiga," jawab Ayara pelan sambil merapikan rambut palsunya yang berwarna blonde.
"Benar-benar keren anda bos." celetuk Cecar memuji Ayara, ia selalu kagum jika melihat Ayara sudah menyamar.
"Jangan berlebihan Cecar, kita sudah melakukan ini selama satu tahun terakhir.!!" jawab Ayara ketus sambil melirik ke arah Cecar.
Cecar langsung memberikan pose menyerah dengan mengangkat kedua tangannya ke udara tanda menyerah ketika melihat Ayara menatap tajam ke arahnya. Ayara kemudian mengangkat satu alisnya ke atas ketika tiba-tiba mendengar percakapan di earpiece yang terpasang di telinganya, ia langsung memerintahkan Cecar untuk memperjelas percakapan yang tertangkap oleh alat penyadap yang dipasang di ruangan anak buah Gerald itu.
"Target sudah keluar makan pagi bersama istrinya akan tetapi anaknya tak diajak, tadi menurut Roger anak lelakinya dibawa pergi asisten pribadi Alfredo menggunakan mobil."
"Siap tuan...semua aman, kita hanya tinggal menunggu anda setelah itu kita bisa langsung menaklukkan orang sombong itu."
"Baik tuan laksanakan."
Titt....
Ayara langsung melepaskan earpiece nya karena terdengar bunyi yang cukup keras tertangkap di telinganya.
"What happen?"
"Sepertinya ada orang yang meletakkan ponselnya didekat alat penyadap yang aku pasang itu, alhasil membuat kita bentrok frekuensi seperti ini bos." jawab Cecar dengan cepat sambil menyentuh telinganya yang juga terasa sakit akibat bunyi yang keras tadi.
"Kurasa kau perlu membeli alat penyadap yang baru lagi Cecar, " ucap Ayara dingin sambil menatap anak buah satu-satunya itu.
__ADS_1
Cecar memberikan pose hormat pada Ayara tanda mengerti atas perintah yang baru saja diberikan padanya itu, mereka berdua akhirnya keluar dari kamar mengingat anak buah Gerald sudah bergerak. Ayara tersenyum ketika mengetahui Ace tersayangnya sudah diamankan, ternyata ayahnya memikirkan keselamatan Ace terlebih dahulu.
Ayara dan Cecar pergi ke restoran untuk sarapan bersama, karena penampilannya yang berbeda kedua orang tuanya tak ada yang menyadari keberadaannya di restoran dan ia cukup bangga akan kemampuan berkamuflasenya itu. Cecar terlihat memberikan kode pada Ayara ketika melihat Gerald masuk ke restoran dengan menendang kaki sang bos yang ada dibawah meja.
"Ternyata melihat pria itu secara langsung membuatku jijik, " ucap Ayara lirih, ia langsung membuang wajahnya ketika melihat wajah Gerald Fabian secara langsung untuk beberapa detik.
"Tapi dia kaya bos, wanita jaman sekarang tak perduli wajah yang penting laki-laki itu kaya dan mapan ia akan kejar tak perduli si laki-laki itu sudah punya anak istri." celetuk Cecar mengomentari perkataan Ayara sebelumnya sambil tersenyum lebar.
"Iya itu hanya wanita yang bodoh dan tak punya harga diri saja yang bisa melakukan itu, padahal mereka tak tau ada karma yang mengintai dibelakang." sahut Ayara dengan cepat, membahas karma ia tiba-tiba teringat dengan Hasegawa Keiko satu-satunya wanita yang ia benci sampai saat ini.
Cecar yang mengerti arah pembicaraan sang bos hanya tersenyum tipis, tak lama kemudian seorang petugas hotel mendatangi meja Ayara dan Cecar dia mengatakan bahwa restoran sebentar lagi akan di tutup karena sudah di booking. Ayara dan Cecar menganggukkan kepalanya perlahan, mereka berdua lalu pura-pura sudah menyelesaikan makannya. Cecar kemudian berjalan menuju ke tempat minum untuk mengambil minum sementara Ayara berjalan ke toilet yang letaknya tak jauh dari meja tempat kedua orang tuanya makan bersama Gerald, Ayara sempat hampir memukul kepala Gerald saat ia melihat Gerald menatap ibunya seperti singa kelaparan sesaat sebelum sang ayah Alfred bertukar posisi tempat duduk dengan Raisa.
"Bagaimana?" tanya Ayara setengah berbisik pada Cecar ketika berjalan keluar dari restoran.
"Clear." jawab Cecar dengan cepat.
"Good, langsung keposisi." ucap Ayara lirih.
Setelah keluar dari restoran keduanya pun berpisah, Cecar ke sebuah ruangan kecil didekat toilet karyawan yang tempatnya sudah ia amankan kemarin sementara Ayara naik ke lantai dua. Dia siap mendengarkan semua percakapan Gerald dan kedua orang tuanya karena sudah berhasil meletakkan alat penyadap di baju Gerald tadi sebelum ia pergi ke toilet.
"Kenapa anda jadi seperti ini tuan Fabian, bukankah kesepakatan kita kemarin sudah deal bahwa hasil keuntungan proyek ini kita bagi 60 40." ucap Alfredo dengan suara meninggi, ia merasa ditipu oleh Gerald.
"Jangan begitu tuan Del Castillo, ini adalah proyek kita bersama mana mungkin saya mencurangi anda seperti tuduhan anda barusan. Kesepakatan 30 untuk anda dan 70 untuk saya sudah jalan terbaik untuk kita tuan, bukan begitu nyonya Turner...
"Nyonya Del Castillo tuan... dia istriku !!" sengit Alfredo memotong perkataan Gerald Fabian yang mencoba menghinanya dengan memanggil nama belakang Raisa.
"Ha ha ha anda kenapa sangat emosi tuan, lagipula ini hanya bisnis kecil bukan jadi anda tak usah terlalu dipikirkan. Saya tau anda adalah pengusaha kaya jadi anda tentu tak khawatir kan kalau saya sedikit mengambil keuntungan dari proyek ini." ucap Gerald Fabian dengan tertawa penuh kemenangan, ia yakin akan bisa menaklukkan seorang Alfredo Del Castillo saat ini.
"Jangan gila Fabian, kau tak akan bisa melakukan itu selama aku belum menandatangani berkas itu.!!" hardik Alfredo yang mulai terpancing emosi.
Gerald Fabian bertepuk tangan seperti memanggil seseorang dan tak lama kemudian masuklah seorang pria yang sangat Alfredo dan Raisa kenal berjalan dengan angkuh ke arah Gerald.
"Damian...." desis Alfredo penuh emosi.
"Iya Damian Juarez salah seorang manager kepercayaanmu yang sudah menjadi anak buahku, dia sudah mendapatkan tanda tanganmu untuk proyek ini jadi mau tak mau kau harus setuju dengan semuanya Alfredo ha ha ha..." tawa Gerald Fabian penuh kemenangan, ia yakin berhasil merebut kekuasaan dan kekayaan Alfredo Del Castillo saat ini.
"Tak mungkin." ucap Raisa lirih.
"Tak mungkin apanya nyonya cantik, asal anda tau suami anda sudah kehilangan seluruh hartanya saat ini dan aku akan dengan senang hati menerimamu jika kau jadi janda lagi nyonya....
"Gerald Fabian jaga ucapan mu,!!!" teriak Alfredo penuh emosi, ia benar-benar tak bisa menahan diri lagi saat ini.
Melihat Alfredo bangun dan marah seluruh anak buahnya langsung bersiap akan tetapi tiba-tiba langkah mereka terhenti karena anak buah Gerald Fabian sudah menodongkan senjata dibelakang mereka saat ini. Alfredo kaget ketika melihat dirinya ternyata dijebak oleh orang kepercayaannya, manager terbaiknya ternyata sudah mengkhianati dirinya.
Raisa sontak berdiri dan berjalan kearah Alfredo dengan ketakutan, ia bergidik ngeri melihat tatapan menjijikan Gerald Fabian yang seperti ingin memakannya hidup-hidup.
"Ha ha ha....ternyata gosip itu benar, anda memang wanita cantik yang mempesona nyonya. Pantas saja Alfredo Del Castillo mengejar anda dan...
__ADS_1
Drrtttt
Ponsel yang ada di saku Gerald Fabian bergetar dengan hebat sehingga membuatnya tak dapat menyelesaikan perkataannya, ia lalu meraih ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya.
Kedua matanya langsung membelalak seketika ketika melihat pesan masuk itu, ia langsung terduduk lemas. Saat dalam kondisi seperti itu anak buah Alfredo bertindak cepat, mereka langsung bisa membalikkan keadaan dan si pengkhianat Damian Juarez bisa ditangkap sendiri oleh Alfredo.
"Ini tak mungkin...."ucap Gerald Fabian terbata.
Tangan kanan Gerald Fabian langsung melindungi sang tuan karena Alfredo berhasil mengambil semua dokumen yang tadi ia sempat tandatangani dan langsung merobeknya dengan cepat, sehingga kesepakatan kerja batal.
"Lindungi tuan...ayo cepat!!" pekik tangan kanan Gerald Fabian yang nampak sangat shock, ditangannya sedang memegang ponsel yang menampilkan artikel tentang dirinya yang sudah tersebar luas beserta video skandal perselingkuhannya saat ia melakukan pesta sekss dengan enam wanita penghibur.
"Apa yang terjadi?" Raisa berbisik pelan pada Alfredo terbata, ia masih shock atas apa yang baru saja terjadi.
"Entahlah aku...
"Mungkin gara-gara ini tuan." ucap Baron dengan cepat sambil menunjukkan artikel tentang Gerald Fabian yang sudah menyebar, harga saham perusahaan nya pun langsung anjlok dan banyak bank yang menagih hutang padanya secara serentak sehingga membuatnya langsung jatuh miskin seketika.
Alfredo yang sedang menatap layar ponsel milk Baron dengan tajam, instingnya mengatakan ada orang lain yang ada dibalik hancurnya Gerald Fabian karena semuanya seperti sudah tersusun rapi.
"Sayang ayo ke tempat Ace, aku khawatir padanya." ucap Raisa pelan membuyarkan lamunan sang suami.
"Oh iya ayo kita pergi, Baron kuserahkan pengkhianat ini padamu." sahut Alfredo dingin sambil menatap tajam ke arah Damian yang sudah babak belur di hajar bodyguard Alfredo yang geram padanya.
"Ampun tuan saya akkk...
Bug
Bug
Bug
Damian Juarez tak dapat menyelesaikan masalah karena ia sudah jatuh tersungkur dilantai akibat pukulan terakhir yang diberikan oleh Baron, ia melampiaskan kekesalannya pada pria itu yang sudah hampir membuat majikannya bangkrut.
Sementara itu dikamar yang ada dilantai dua tepat diatas restoran Ayara nampak tersenyum tipis ketika melihat layar laptopnya yang menunjukkan Gerald Fabian jatuh pingsan di lobby hotel, di laptop sebelahnya ia nampak sedang mengunggah semua aib dan skandal Gerald Fabian ke berbagai situs.
Cecar yang baru masuk kedalam kamar nampak terdiam ketika melihat ekspresi kemarahan Ayara yang sangat terlihat jelas.
"Dia sudah melampaui batasannya Cecar, dia berani menggoda ibuku jadi hukuman ini pantas untuknya." ucap Ayara dingin tanpa menoleh kearah Cecar yang berisi dibelakangnya.
"Yes i know boss." sahut Cecar lirih, ia mundur kebelakang dua langkah ketika merasakan hawa kemarahan sang bos sangat terasa.
"Siapapun yang berani menyentuh orang tuaku berarti dia cari mati denganku..
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting supaya Bodyguard cantik bisa masuk 10 besar. Jangan hanya minta update saja ya Kakak-kakak tapi tak mau vote.
__ADS_1
Terima kasih
love U all🌹