Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Dua kosong


__ADS_3

Jangan lupa klik Like dan tinggalkan komentar , lalu tolong juga dibantu untuk Voting.


Karena Ayara sudah libur kuliah ia akhirnya diajak oleh Alfredo pergi ke kantor dengan harapan Ayara mau sedikit belajar tentang bisnisnya, walaupun pada awalnya Ayara menolak diajak pergi akan tetapi karena sang ibu juga mendukung keputusan ayahnya untuk mengajak Ayara pergi ke kantor akhirnya Ayara tak bisa melawan dan hanya bisa pasrah ketika diajak ke kantor bersama Cecar yang ia juga paksa untuk ikut.


"Ini kan kantor ayahmu bos, kenapa kau harus mengajakku juga?" tanya Cecar berkali-kali kepada Ayara saat ada di mobil menuju kantor Alfredo.


"Kau sudah bertanya kepadaku lebih dari empat kali Cecar," jawab Ayara dengan ketus.


"Ya bagaimana aku tidak bertanya padamu bos, ini tak ada sangkut pautnya denganku," ucap Cecar mencoba membela diri.


"Tentu saja ada hubungannya denganmu Cecar, kaulah yang akan membantuku jika ada hal yang mencurigakan dikantor daddy," sahut Ayara asal bicara.


"Tapi bos...


"Diam atau kujahit mulutmu," ucap Ayara jengkel karena dari tadi mendengar rengekan Cecar yang minta pulang.


Cecar langsung menutup mulutnya seketika saat mendengar perkataan sang bos, ia tau kalau bosnya itu adalah orang yang kejam. Cecar takut kalau Ayara akan melakukan hal yang sebelumnya ia ucapkan, melihat Cecar diam membuat Ayara tersenyum sinis. Sebenarnya yang tidak suka pergi kekantor bukan hanya Cecar tapi dirinya juga tidak suka, akan tetapi karena Ayara tak punya alasan lain alhasil ia hanya bisa menurut. Ayara tidak tertarik sama sekali dengan perusahaan, ia lebih tertarik dengan acara lomba pacuan kuda yang akan diselenggarakan siang ini di salah satu stasiun TV favoritnya. Ayara sedang mengincar satu kuda tercepat yang selalu menang dalam acara lomba itu, tapi hari ini ia tak bisa ikut karena diajak pergi kekantor oleh ayahnya. Ia bahkan memakai pakaian yang sedikit rapi bukan menggunakan T-shirt dan jeans belel favoritnya.


"Ayo turun sayang kita sudah sampai dikantor daddy," ucap Alfredo pelan sambil menutup berkas-berkas pentingnya, ia sejak tadi hanya diam ketika mendengar perdebatan sengit antara Ayara dan Cecar.


"Iya daddy," jawab Ayara malas.


"Cecar ikut turun juga ayo," ajak Alfredo pada Cecar yang terlihat masih melipat wajahnya.


"I--iya tuan," sahut Cecar terbata.


Ayara hanya tertawa lebar tanpa suara ketika melihat Cecar nampak gugup ketika diajak masuk ke dalam kantor oleh daddynya, setelah merapikan ponsel dan laptopnya Ayara kemudian keluar dari mobil tepat setelah Cecar turun.


Cecar yang belum pernah diajak ke kekantor Alfredo nampak takjup ketika melihat kemegahan kantor Alfredo, kedua matanya nampak berkaca-kaca. Dulu sewaktu menjadi office boy di salah satu kantor intelijen pemerintah ia tak pernah membayangkan bisa masuk ke kantor megah lewat pintu utama, akan tetapi hari ini ia justru turun dari mobil mewah bersama sang pemilik kantor megah itu secara langsung. Mimpi dimasa kecilnya akhirnya satu persatu-satu terwujud.


"Jangan menangis, laki-laki tak ada yang menangis!!" ucap Ayara pelan sambil menyenggol bahu Cecar, ia tau kalau tangan kanannya itu sedang terpesona dengan kantor ayahnya.


"A--aku tak menangis bos," jawab Cecar terbata sambil menelan salivanya.


"Ya ya ya kau tak menangis Cecar, hanya saja kedua matamu hampir banjir ha ha ha..." sahut Ayara menggoda Cecar sambil berlari.


Cecar mengusap air yang keluar dari hidungnya, ia memang menangis tapi menangis haru karena apa yang dulu hanya ia mimpikan satu persatu bisa ia lihat dengan mata kepalanya. Cecar kemudian melangkahkan kakinya ketika dipanggil Ayara untuk masuk, saat melangkah masuk ke dalam gedung beberapa pria berbadan besar menundukkan kepalanya pada dirinya begitu pula dengan empat orang resepsionis yang tersenyum ramah menyambutnya.


Alfredo yang tau kalau Cecar adalah anak miskin hanya tersenyum ketika melihat putrinya tertawa cekikikan ketika melihat sikap Cecar yang nampak bingung, ia tau kalau putrinya itu sebenarnya tak sedang membully Cecar. Alfredo tau kalau Ayara justru memperlakukan Cecar dengan baik. Ia lalu masuk ke dalam lift saat Cecar sudah sampai, para karyawan bahkan sampai heran ketika melihat sang CEO mau menunggu seorang remaja yang kurus kering dan tampak tak mempunyai kemampuan sama sekali.

__ADS_1


"Yara tunggu di ruangan daddy bersama Cecar ya, nanti daddy ada meeting bersama tuan Brown dan...


"Kedua pria yang semalam ya dad?" tanya Ayara singkat memotong perkataan sang ayah.


"Yes," jawab Alfredo singkat.


"Ok, Yara dan Cecar menunggu diruangan daddy," jawab Ayara datar.


"Anak pintar, kalau Yara mau Yara bisa bergabung dengan daddy nanti diruang rapat." ucap Alfredo memancing Ayara agar mau belajar bisnis.


"Akh Yara tak berminat, Yara diruang daddy saja bersama Cecar," sahut Ayara menolak ajakan sang ayah untuk ikut meeting.


"Baiklah kalau begitu daddy tak memaksa," jawab Alfredo pelan, ia sudah cukup senang bisa mengajak Ayara kekantor untuk selanjutnya ia akan mengajarkan dunia bisnis kepada Ayara pelan-pelan seperti rencananya bersama Raisa.


Tak begitu lama kemudian list yang membawa mereka akhirnya sampai di lantai paling atas dimana ruangan pribadi Alfredo berada, saat keluar dari lift Ayara dan Alfredo disuguhkan pemandangan indah. Dimana langit-langit lantai itu dibuat visual hologram pemandangan bawah laut sehingga mereka seolah-olah sedang ada di bawah laut. Ayara yang suka dengan hewan-hewan laut nampak terperangah ketika melihat pemandangan itu, begitu pula dengan Cecar yang sampai tak menutup mulutnya.


"Mau sampai kapan ada disitu sayang, ayo masuk, " ajak Alfredo pelan pada Ayara.


"Iya daddy," sahut Ayara dengan cepat sambil menarik lengan Cecar yang masih melihat pemandangan hologram yang ada di langit-langit didepan ruangan Alfredo.


Alfredo pun masuk kedalam ruangan dengan tersenyum namun saat masuk kedalam ruangan ia dikejutkan saat melihat Dmitry Brown sudah datang menunggunya didalam ruangannya bersama sang asisten Luigi.


"Tidak apa-apa tuan, saya juga baru sampai," jawab Dmitry pelan sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, ayo masuk keruangan meeting sambil menunggu tuan Henry Luke dan juga tuan Ryan Bray," sahut Alfredo pelan sambil mengajak Dmitry ke ruangan meeting yang ternyata ada disebelah ruangannya.


Dmitry Brown menganggukan kepalanya perlahan merespon perkataan Alfredo, ia lalu berjalan pelan mengikuti langkah Alfredo menuju ruangan meeting. Saat berpapasan dengan Ayara ia tersenyum tipis dan Ayara balas dengan anggukan kepalanya namun saat Luigi lewat dihadapannya Ayara nampak memberikan sorot mata tajam sehingga membaut Luigi serba salah, ia tau kalau nona cantik yang ada dihadapannya sedang marah padanya pasca dirinya menyebutnya cacat.


Setelah Dmitry masuk kedalam ruang rapat Ayara kemudian duduk di sofa bersama Cecar, ia langsung mengeluarkan laptopnya dan mengaktifkannya dengan koneksi internet karena ingin bermain game kembali bersama Cecar yang juga sudah melakukan apa yang Ayara lakukan. Tak begitu lama kemudian Ayara dan Cecar pun sudah bermain game kembali, mereka selalu ada dalam team yang sama ketika bermain game dan hampir selalu menang jika sedang bermain bersama.


Saat sedang serius bermain game tiba-tiba di pintu terdengar suara ketukan dari luar, karena Ayara sedang memakai head set ia tak mendengar suara itu begitu pula dengan Cecar. Akhirnya pintu ruangan itu terbuka dari luar dan masuklah seorang resepsionis cantik yang tadi menyambut Ayara dibawah, ia mengantarkan dua orang pria yang sangat Ayara kenal.


"Apa yang terjadi tuan?" tanya Alfredo dengan kaget ketika melihat Henry dan Ryan yang baru datang.


"Saya baru saja menjadi korban kebrutalan beberapa wanita tuan yang di booking seseorang dan mereka menyerang saya tuan," jawab Ryan dengan cepat sambil menutupi lehernya yang banyak bekas cakaran.


"Ada orang yang salah masuk ke kamar saya tuan dan mereka...


"Hmmmppttt...ha ha ha...."

__ADS_1


Ayara tertawa terbahak-bahak melihat kedua mantan bosnya yang kondisinya sangat kacau di mana Ryan terlihat memiliki banyak luka cakaran di leher sedangkan Henry memiliki memar dipelipisnya.


"Yara," ucap Alfredo pelan berusaha memperingatkan Ayara supaya tak menertawakan kedua partner bisnisnya.


"Maaf daddy, mereka berdua terlalu lucu." jawab Ayara sambil menutup mulutnya dengan tangan.


Alfredo yang merasa iba pada kedua partner bisnisnya jadi serba salah karena sang putri justru menertawakan mereka, sebagai sesama lelaki ia kasian melihat kondisi kedua pria muda yang menjadi investornya itu menjadi korban salah masuk kamar.


Karena tak kuat menahan tawa Ayara akhirnya memilih keluar dari ruangan sang ayah, ia mengajak Cecar untuk berpindah tempat bermain. Saat sedang berjalan melewati kedua mantan bosnya Ayara memperlambat langkah kakinya, ia lalu menoleh ke arah dua pria malang yang sudah menjadi korban kejahilannya.


"Enjoy Cordoba sir," ucap Ayara lirih sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Yara kau..."sahut Ryan dan Henry hampir bersamaan.


Ayara hanya mengedipkan satu matanya merespon perkataan kedua mantan bosnya itu tanpa rasa bersalah.


"This is only the beginning, sir," ucap Ayara pelan tanpa suara sebelum menutup pintu ruangan sang ayah.


🌼Bersambung 🌼


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2