Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Laundry room in love


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2.


Terima kasih.


Sepanjang perjalanan pulang Henry terus tersenyum di dalam mobil, ia juga membawa satu box pizza yang ia beli khusus untuk Ayara. Walaupun sudah ada pelayan yang bertugas membuat makanan namun Henry tetep membelikan pizza karena tau Ayara suka sekali makanan dari Italia itu.


"Kalian tunggu disini sebentar, aku tak lama," ucap Henry pelan pada Michael dan para bodyguard-nya saat baru turun dari mobil.


"Baik tuan, kami mengerti," jawab Michael dan para bodyguard yang lain kompak.


Henry tak menjawab lagi perkataan orang-orang terbaiknya itu, ia lalu melangkahkan kakinya menuju ke lift khusus yang akan membawanya ke apartemen penthouse miliknya yang ada di lantai paling atas yang memiliki akses helikopter pribadi. Di dalam lift Henry sudah tersenyum membayangkan ekspresi Ayara saat ia melihat pizza yang dibawanya, mendapatkan rahasia kecil kalau Ayara sangat suka makan membuatnya senang. Setidaknya Henry tak usah sudah payah lagi mencari hal lain yang membuatnya senang.


Lift akhirnya sampai dilantai tertinggi dimana apartemen Henry berada, ia langsung keluar dari lift dan melangkah masuk kedalam apartemennya. Matanya langsung memindai keberadaan Ayara, ia tak mau membuat suara terlebih dahulu dan ingin mencari Ayara untuk memberinya kejutan. Karena di ruang tamu dan di ruang makan Henry tak menemukan keberadaan Ayara ia kemudian menoleh kearah tangga yang akan membawanya ke lantai dua, namun tiba-tiba saat baru menginjakkan satu kakinya di anak tangga ia mendengar suara isakan tangis.


"Yara..." gumam Henry lirih saat berhasil mengenali si empunya suara isakan tangis samar-samar itu.


Henry langsung membuka lebar telinganya mencoba untuk konsentrasi dan mencari tahu dimana arah sumber suara tersebut, indra pendengarannya membawanya sampai ke sebuah laundry room yang ada di bagian belakang apartemen di dekat balkon. Saat akan membuka mulutnya tiba-tiba Henry terhenyak saat melihat Ayara sudah terduduk di lantai sambil menunduk, di hadapannya sudah ada dua keranjang yang berisi pakaian yang ia tidak tahu apakah itu pakaian bersih atau pakaian kotor.


"Sayang...


Ayara langsung mengangkat wajahnya ketika menyadari keberadaan Henry di dekatnya, kedua matanya yang sudah basah menatap Henry dengan pandangan marah dicampur kesal yang dibalut sendu sehingga membuatnya terlihat sangat menggemaskan di mata Henry.


"Kenapa duduk ditempat seperti ini tanya Henri perlahan sambil berlutut dihadapan Ayara.


"Lho kenapa diam? aku tanya sayang...


"Hiksss...aku benci padamu, kau menyusahkan akuuu huuu," ucap Ayara terisak.


"Aku...memang apa yang kulakukan sayang? aku anti sampai rumah ini," jawab Henry bingung karena tiba-tiba disalahkan oleh Ayara.


"Lihat ini!!!!!" sengit Ayara jengkel sambil melempar kemeja milik Henry yang sejak tadi ia pegang.


Karena bingung Henry pun akhirnya meraih kemejanya yang ada di hadapannya, saat menyentuh kemejanya ia merasa tak ada yang salah namun saat ia membuka kemeja hitam yang sudah di gulung oleh Ayara itu tiba-tiba matanya menangkap banyak noda putih menempel di kemeja warna hitamnya yang terlihat sangat kontras itu.

__ADS_1


"Ini apa?" tanya Henry bingung.


"Itu tissue!!!kau mengantongi tissue dan akhirnya ketika di cuci semua baju jadi kotor karena tissue itu...lihat dua keranjang di depanmu...itu aku tadi sudah mencucinya saat akan membilas tiba-tiba kulihat tissue e sudah hancur itu menempel ke semua baju itu hu hu huuu...." jawab Ayara sambil menangis kesal, ia adalah pertama kalinya ia mencuci baju orang lain.


Glek


Henry menelan salivanya perlahan, ia mencoba untuk mencerna perkataan Ayara yang baru saja ia dengar.


"Jadi kau mencuci pakaianku?" tanya Henry perlahan.


"Humm...tadi aku mau mencuci pakaian baru yang kau belikan itu pada awalnya, namun saat melihat bajumu banyak yang kotor aku ingin mencucinya sekalian. Tapi tapi saat aku mencuci justru itu yang terjadi hiks...aku benci padamu Henry, kau membuat pekerjaanku sia-sia hiksss...," jawab Ayara menahan tangis.


"Tapi aku tak menyuruhmu melakukan pekerjaan ini sayang, kenapa kau harus...


"Aku hanya ingin membantu akhh...aku benci padamu Henry!!kau tak menghargai usahaku," ucap Ayara jengkel sambil mendorong Henry yang berlutut dihadapannya sehingga Henry terjengkal ke belakang, setelah melihat Henry terjatuh Ayara kemudian bangun dari lantai dan segera berjalan pergi meninggalkan laundry room. Namun saat baru dua langkah ia tak bisa melanjutkan langkahnya lagi karena Henry sudah memeluknya dari belakang.


"Let me go Henry!!!...


"Im sorry Yara, im sorry. Aku tak bermaksud membuatmu marah, aku hanya tak menyangka kau mau melakukan pekerjaan ini. Kau tak perlu melakukan semua ini, aku masih mampu membayar seratus orang pelayan untuk melayanimu dirumah," bisik Henry lembut di telinga Ayara yang tertutup rambut panjangnya yang acak-acakan.


Perlahan Henry melepaskan pelukannya dari tubuh Ayara dan memutar tubuh Ayara agar menghadap ke arahnya, ia menatap wajah Ayara yang masih sembab karena menangis.


"Untuk permintaan maaf biarkan aku yang mencuci semuanya lagi ya, kau duduk saja. Setuju kan?" tanya Henry pelan sambil tersenyum.


"Benarkah?" tanya balik Ayara.


"Tentu, aku tak pernah mengingkari apa yang sudah aku ucapkan," jawab Henry penuh percaya diri.


Ayara menganggukan kepalanya perlahan merespon perkataan Henry, ia lalu menyeka air matanya yang masih tersisa di ujung mata menggunakan jari manisnya. Henry tersenyum melihat Ayara ia lalu menggandeng tangan Ayara dan berbalik menuju ke laundry room lagi. Saat sampai didepan mesin cuci besarnya Henry langsung menyentuh pinggang Ayara dan mengangkatnya tinggi laku mendudukkan Ayara diatas meja disamping beberapa botol deterjen cair khusus untuk mencuci pakaiannya.


"Nah princess duduk saja, biarkan hamba yang bekerja," ucap Henry pelan sambil meletakkan kedua tangannya di paha Ayara.


"Y-ya sudah sana bekerja kenapa harus begini?" tanya Ayara terbata sambil berusaha mendorong tangan Henry yang bertumpu di pahanya.

__ADS_1


"Give me energy to do this work princess," jawab Henry sambil tersenyum penuh arti.


"What do you mean?" tanya Ayara bingung.


"Kiss me...


"Henry!!! jangan ambil kesempatan dalam kesempitan," jerit Ayara kesal.


"A a a a a...no ini bukan ambil kesempatan dalam kesempitan, aku serius. Beri aku ciuman maka aku akan mengerjakan semua pekerjaan ini,"ucap Henry kekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah tak usah dikerjakan, biarkan saja. Tunggu asisten rumah tanggamu datang untuk melakukannya jadi kau tak perlu susah-susah melakukannya," jawab Ayara dengan cepat merespon perkataan Henry.


Henry terdiam mendengar perkataan Ayara, wajahnya tiba-tiba muram seperti sedang kecewa.


"Niat baikku tak bersambut," gumam Henry lirih sambil menunduk.


"Ya sudah lah kalau begitu aku...


Sebuah gerakan cepat dari Ayara membuat Henry tak dapat menyelesaikan perkataannya, rupanya Ayara sedang menarik wajah Henry yang tertunduk dan langsung mencium keningnya dengan cepat.


"Sudah," ucap Ayara singkat sambil menarik wajahnya dari wajah Henry.


"Itu bukan ciuman, ini yang disebut ciuman Yara," sahut Henry dengan cepat sambil meraih tengkuk Ayara dan ditariknya kebawah lalu ia mengarahkan bibirnya ke bibir Ayara yang langsung melumattt bibir Ayara dengan cepat tanpa bisa Ayara hindari.


🌼 Bersambung 🌼


VOTE VOTE


VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2