Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Bayiku milikku


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan ratting bintang lima ya kakak-kakak.


Terima Kasih.


Henry langsung memeluk Ayara dengan erat, ia tak perduli dengan teriakan Ayara yang memintanya untuk keluar dari kamar.


"Maaf...maafkan aku yang bodoh ini sayang,"


"Aku berjanji tak akan mengulangi perbuatanku lagi,"


"Kau mau kan memaafkan..."


Henry tak dapat mengurangi perkataannya ketika ia merasa ada cairan basah yang yang mengenai tangannya saat ia memeluk Ayara, perlahan ia melepaskan pelukannya untuk melihat cairan apa yang menempel pada tangannya.


"Tutup matamu Henry!!!" jerit Ayara dengan keras, ia langsung menyadari kalau luka di lengan kirinya mengeluarkan darah lagi akibat ditekan kuat oleh Henry saat memeluknya tadi.


"K-kenapa aku harus menutup mataku?" tanya Henry bingung.


"Lakukan saja atau aku marah," jawab Ayara ketus sambil meraih scarf yang ada di kursi tak jauh dari ranjangnya.


"Kau kemana dan apa yang kau lakukan?" tanya Henry semakin bingung saat merasakan Ayara turun dari ranjang.


"Just shut up and wait there. Don't open your eyes, don't cheat or I'm angry," jawab Ayara dengan cepat.


Setelah berkata seperti itu Ayara kemudian turun dari ranjang, ia meraih jaket yang cukup besar dan langsung memakainya tanpa pikir panjang. Saat akan naik ke ranjang lagi Ayara melihat ada sedikit noda darah di tangan Henry, dengan cepat ia mengambil tissue basah yang ada diatas nakas.


"Kau ini tadi menyentuh apa, kenapa tanganku kotor?!" tanya Ayara ketus sambil membersihkan tangan Henry dari noda darah.


"Aku tak menyentuh apapun, aku kan tadi tidur denganmu sayang," jawab Henry bingung, aroma lavender dari tissue basah yang dipakai Ayara langsung menyeruak ke hidungnya. Kedua matanya masih tertutup rapat sehingga ia tak tau apa yang sedang Ayara lakukan pada tangannya.


Ayara hanya diam saja mendengar perkataan Henry, setelah merasa noda darah ditangan Henry bersih Ayara kemudian membuang tissue yang sudah berubah warna merah itu ketempat sampah.


"Apa aku sudah boleh membuka mata?" tanya Henry pelan.


"Yes," jawab Ayara singkat sambil merapikan jaketnya.

__ADS_1


Henry langsung membuka kedua matanya begitu mendapatkan izin dari Ayara, saat melihat Ayara memakai jaket ia merasa bingung. Pasalnya udara didalam kamar tidak terlalu dingin baginya, dengan cepat Henry turun dari ranjang dan mendekati Ayara yang berdiri didekat meja rias.


"you are sick?" tanya Henry khawatir.


"No," jawab Ayara singkat sambil menampik tangan Henry yang akan menyentuhnya, Ayara khawatir Henry akan menyentuh lukanya yang mengeluarkan darah lagi.


"Lalu kenapa menggunakan jaket?" tanya Henry kembali.


"Akhh jaket ini...i-iya aku tiba-tiba merasa singing saja," jawab Ayara tergagap.


Wajah Henry langsung berubah seketika, raut kekhawatiran nampak tergambar jelas di wajah Henry yang sedang menatap Ayara tanpa berkedip.


"Lebih baik kau istirahat ya, jangan turun dari ranjang. Aku mau menghubungi dokter dulu bertanya tentang kondisimu sayang," ucap Henry panik sambil membimbing Ayara untuk kembali ke ranjang.


"Kau mau kemana?" tanya Ayara bingung.


"Aku mau menghubungi dokter Daniela, kau tunggu sebentar ya. Ingat jangan turun dari ranjang," jawab Henry dengan suara bergetar.


Ayara menganggukkan kepalanya perlahan mendekati perkataan Henry, melihat sikap Ayara yang menurut membuat Henry tersenyum. Ia kemudian mencium kening Ayara dan segera bergegas keluar dari kamar sambil meraih ponselnya yang ada diatas nakas, sementara itu didalam kamar Ayara masih bingung dengan sikap Henry yang aneh.


"Satu setengah jam yang lalu saya baru dari rumah anda, lalu sekarang anda meminta saya datang kembali ke rumah anda. Sebenarnya apa yang terjadi?"tanya dokter Daniela bingung.


"Istriku dok, istriku... dia mengatakan kedinginan padahal AC di dalam kamar tidak terlalu dingin. Ia bahkan juga memakai jaket aku takut terjadi sesuatu pada anakku dok," jawab Henry dengan penuh khawatir.


"Kedinginan? bagaimana dengan suhu tubuhnya?" tanya dokter Daniela kembali.


"Tadi saat aku menyentuhnya aku tak merasakan apapun, suhu tubuhnya terasa normal. Namun aku tetap saja khawatir dok karena dia mengatakan kedinginan, aku benar-benar takut kalau terjadi sesuatu pada bayiku. Aku mohon cepatlah datang dokter," jawab Henry dengan suara bergetar.


Semua orang pelayan yang ada di lantai satu nampak menutup mulutnya ketika mendengar perkataan Henry, mereka tak percaya ketika mendengar Henry menyebut bayi. Tak lama kemudian Henry pun menutup sambungan teleponnya ketika dokter Daniela menyanggupi permintaan yang untuk datang kembali ke rumah.


"Tuan.."


"Iya Esmeralda istriku hamil dan untuk itu aku ingin minta bantuan kalian," ucap Henry dengan cepat memotong perkataan Esmeralda.


"Wahhh tuan muda selamat!!!!" pekik Esmeralda keras, ia sangat senang mendengar berita bahagia itu dari Henry.

__ADS_1


"Ssttt jangan keras-keras, nanti istriku dengar. Dia belum tau kabar ini, aku ingin memberitahunya saat waktunya tepat nanti. Oleh karena itu aku meminta kerjasama kalian untuk tetap merahasiakan hal ini dari Ayara, biarkan aku yang memberitahukan perihal kehamilannya secara langsung," ucap Henry lirih sambil meletakkan ibu jarinya didepan mulut meminta Esmeralda untuk diam.


"Baik Tuan kami mengerti, lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya Owen dengan senyum tersungging.


"Aku minta kalian semua untuk bersikap biasa saja dihadapannya dan jangan tunjukan kekhawatiran kalian yang berlebih atas kehamilannya, namun aku minta kalian tetap mengawasinya agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan menimpa istriku. Aku juga akan memerintahkan para bodyguard untuk membuat penjagaan lebih ketat lagi di sekitar kediaman ini, aku tak mau ada orang lain mencelakai anakku oleh karena itu aku minta tolong pada kalian agar ikut menjaga Ayara dan bayi kami ketika aku sedang tak ada rumah," jawab Henry dengan cepat.


"Lho memangnya tuan muda mau kemana?" tanya Esmeralda pelan.


"Aku tidak kemana-mana Esmeralda, aku hanya ingin memastikan saja agar istriku baik-baik saja. Di luar sana masih banyak orang yang ingin menyakiti kami, oleh karena itu aku meminta bantuan kalian untuk ikut menjaga Ayara dan bayiku. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada mereka, aku takut musuhku akan mencelakai Ayara ketika mereka tau kalau Ayara sedang hamil. Aku yakin mereka pasti menggunakan kelemahanku ini untuk menyerangku dan aku tidak mau jika hal itu terjadi, maka dari itu aku meminta tolong kepada kalian semua untuk ikut menjaga keselamatan Ayara dan bayiku. Dan untuk sementara waktu rahasiakan kehamilan ini dari Ayara, dia pasti akan sangat shock ketika tahu dirinya hamil dan aku tak mau jika hal itu terjadi," jawab Henry panjang lebar.


Owen, Esmeralda dan beberapa orang pelayan lainnya nampak menganggukan kepalanya perlahan mendengar perkataan Henry. Mereka mengerti dengan arah perkataan sang tuan muda, mereka juga tau sebagai seorang pengusaha sukses seperti Henry pasti banyak musuh yang akan mencari titik lemahnya. Oleh karena itu mereka paham dengan sifat protektif yang ditunjukkan oleh Henry saat ini, terutama Owen yang merupakan seorang bodyguard.


"Anda tak usah khawatir Tuan, mengenai keselamatan nona Ayara dan bayinya akan menjadi tanggung jawab kami semua di sini ketika anda sedang tidak ada di rumah. Bahkan aku rela melindungi nona dan bayinya dengan nyawaku sendiri," ucap Owen dengan penuh tanggung jawab.


"Aku tahu kau memang bisa diandalkan Owen, kalau begitu sekarang kau beritahu kepada bodyguard yang berjaga di luar untuk lebih waspada. Aku ingin naik ke atas menunggu dokter Daniela datang," sahut Henry pelan sambil menepuk pundak Owen.


"Siap tuan," sahut Owen singkat sambil menundukkan kepalanya.


Setelah berkata seperti itu Henry kemudian naik menuju lantai dua dengan tersenyum lebar, ia merasa sangat tenang setelah berbicara dengan para pelayan di rumah.


"Kau tenang saja Yara, tak akan kubiarkan siapapun mencelakai anak kita. Sekalipun itu Yamashita Ryuichi," ucap Henry lirih, entah mengapa tiba-tiba ia teringat dengan Yakuza tua itu.


Henry takut kejadian yang menimpa sang mertua terulang padanya, ia takut kalau Yamashita Ryuichi tau Ayara hamil pria itu akan merebut bayinya apalagi jika bayinya itu terlahir sebagai seorang laki-laki. Walau badai Ayara adalah penerus terakhir keluarga Yamashita yang secara otomatis bayinya nanti akan membawa darah Yamashita pula, memikirkan hal itu benar-benar membuat Henry hampir gila.


"Bayiku adalah milikku Ryuichi, tak akan kubiarkan kau merebutnya!!!"


🌼bersambung 🌼


🍀 🍀 Henry sudah berpikir jauh, dia sudah melakukan antisipasi sejak awal. Akankah Yamashita Ryuichi tau bahwa saat ini akan ada penerus klan Yamashita di dalam rahim Ayara?


Terus baca bodyguard cantik dan temukan jawabannya. Jangan ketinggalan satu episode pun ya Kakak-kakak.


Jangan lupa Vote, ratting dan like.


Bantu vote untuk mendukung author lebih rajin update

__ADS_1


__ADS_2