Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Kemarahan Henry


__ADS_3

Jangan lupa klik like dan tinggalkan komentar, lalu jangan lupa juga untuk VOTE dan Baca novel thor lainnya yang berjudul FAITH 2


Terima kasih.


Saat dokter Rachel membersihkan dan mengobati luka di lengan kiri Ayara yang cukup dalam, Henry terlihat tidak tenang sama sekali. Berkali-kali Henry berjalan mondar-mandir di sekeliling dokter Rachel dan Ayara sehingga membuat kedua wanita itu merasa sedikit terganggu.


"Kalau kau tak bisa tenang lebih baik kau keluar saja Henry, melihatmu seperti itu membuatku tambah pusing," ucap Ayara ketus.


"No, aku tak akan keluar dari kamar ini sebelum dokter Rachel selesai mengobatimu," jawab Henry dengan cepat sambil berkacak pinggang.


"Kalau kau tak mau keluar lebih baik kau duduk, aku pusing melihat mu seperti itu Henry. Kau sudah mirip dengan setrika panas," sengit Ayara meringis menahan sakit saat dokter Rachel mulai menjahit lukanya.


"Maaf nyonya, sebentar lagi selesai," ucap dokter Rachel pelan, ia tau kalau Ayara sedang kesakitan karena aktivitasnya.


Ayara menganggukan kepalanya perlahan merespon perkataan dokter Rachel sambil tersenyum, ia mempersilahkan dokter Rachel untuk menyelesaikan pekerjaannya. Henry hanya terdiam ketika melihat dokter Rachel dengan perlahan memasukkan jarum jahitnya berkali-kali menembus kulit putih bersih milik Ayara yang sudah memerah karena terkena darah, ia tau kalau luka yang ada di lengan Ayara itu pasti sangat sakit melihat dari sobekannya yang dalam dan memanjang.


Tiga puluh menit kemudian luka Ayara sudah selesai dijahit dengan rapi dan sudah di perban oleh dokter Rachel dengan sangat baik, ia pun diminta untuk duduk setelah meminum obat antibiotik yang diberikan oleh dokter untuk menghindari infeksi. Henry kemudian mengajak dokter Rachel untuk keluar sebentar, ada banyak hal yang ingin ia tanyakan kepada dokter pribadinya yang sudah melayani nya selama hampir 10 tahun itu.


"Apakah istriku menderita Congential Insensitivity to pain dokter?" tanya Henry khawatir.


*Congential Insensitivity to pain \= penyakit gangguan dan kemunduran sistem saraf yang membuat penderitanya kehilangan rasa atau sensasi dari luar.


"No, istri anda tidak mengalami penyakit berbahaya itu tuan," jawab dokter Rachel dengan cepat.

__ADS_1


"Tapi tadi dia tak merasakan luka itu dok, seandainya aku tak memberitahukan luka itu mungkin dia tak akan tau sampai dia mandi," ucap Henry pelan.


"Congential Insensitivity to pain adalah penyakit turunan dan bawaan sejak lahir dan tidak bisa disembuhkan, untuk kasus yang menimpa nyonya itu tidak dapat dikategorikan dalam jenis penyakit ini tuan. Nyonya Ayara masih bisa merasakan sakit, ia bahkan tadi terlihat menggenggam tangan kanannya dengan sangat kuat ketika menahan sakit saat jarum ku menembus kulitnya tuan," sahut dokter Rachel sambil tersenyum.


Henry menghela nafas panjang mendengar perkataan dokter Rachel, ia terlihat sangat lega ketika mengetahui kalau Ayara tidak menderita penyakit berbahaya itu. Dokter Rachel yang belum mengerti sepenuhnya dengan arah pembicaraan Henry terlihat bingung.


"Sebenarnya apa yang membuat anda mengira nyonya Ayara memiliki penyakit itu tuan?" tanya Dokter Rachel dengan perlahan.


Henry kemudian menceritakan secara detail apa yang sudah terjadi dan bagaimana Ayara bisa mendapatkan luka seperti itu kepada dokter Rachel.


"Kemungkinannya ada dua tuan, yang pertama nyonya Ayara memang benar-benar tidak merasakan sakit saat itu karena sedang terbaea emosi dan yang kedua adalah dia sudah terbiasa menerima luka seperti itu sejak kecil, sehingga ketika mengalami luka yang sama otaknya menerima sensor sakit itu secara terlambat sehingga membuatnya telat merasakan sakit," ucap dokter Rachel mencoba untuk memberi penjelasan kepada Henry.


"Apa maksud anda dengan mengatakan ia terbiasa menerima luka seperti itu sejak kecil dokter?" tanya Henry dengan suara bergetar.


"Tapi tadi lukanya sedalam itu dokter...bagaimana bisa dia....ya Tuhan Yara..." ucap Henry dengan suara bergetar.


Dokter Rachel paham kalau Henry terkejut saat mengetahui kondisi Ayara, ia lalu memberikan nasehat pada Henry untuk lebih ekstra menjaga Ayara.


"Entah apa yang ia alami sewaktu kecil dulu, yang jelas trauma itu membuatnya seperti saat ini. Anda harus menjaganya dengan sepenuh hati tuan, dia mungkin terlihat kuat diluar tapi percayalah di dalam dia sangat rapuh tuan," bisik dokter Rachel mencoba untuk memberikan sedikit rahasia kecil padanya.


"Terima kasih dokter, aku pasti akan menjaganya. She is my everything," jawab Henry pelan sambil melirik ke arah ranjang dimana Ayara sedang tertidur karena efek obat yang ia terima.


"I know you love her very much, sir." ucap dokter Rachel menggoda Henry mencoba mencairkan suasana yang tegang.

__ADS_1


Henry tersenyum mendengar perkataan dokter Rachel, ia lalu memijat tengkuknya yang sedari tadi terasa tegang karena memikirkan Ayara. Tak lama kemudian dokter Rachel memberikan petunjuk kepada Henry untuk membantu Ayara meminum obat obatnya, setelah semua tugas dokter Rachel selesai ia lalu berpamitan pada Henry karena harus kembali ke rumah sakit.


Henry hanya mengantar dokter Rachel sampai tangga saja, ia tak mau meninggalkan Ayara sendirian dikamarnya. Setelah dokter Rachel masuk ke dalam lift Henry lalu kembali kekamar Ayara dan duduk di kursi yang ada disamping ranjang, menatap Ayara dengan pandangan sedih.


"Masa kecil seperti apa yang sudah kau lewati Yara," ucap Henry lembut sambil membelai wajah Ayara yang sedang terlelap.


Henry kemudian tiba-tiba teringat bagaimana Raisa memberikan nasehat kepadanya untuk menjaga Ayara dengan baik saat ia akan meninggalkan Spanyol satu hari yang lalu.


"Kalau yang menyebabkan istriku menderita sejak kecil adalah kau Ryuichi maka aku tak akan segan padamu, walaupun kau adalah ayah kandung istriku," gumam Henry pelan. Matanya berkilat mengingat apa yang sudah dilakukan oleh Yamashita Ryuichi selama ini untuk menghancurkan Alfredo, dimana selama ini pula dirinya sudah melindungi Alfredo secara diam-diam.


"Aku masih menjaga sepak terjangmu selama ini dari istriku Ryuichi, tapi kalau kau mencoba menyakiti istriku maka jangan salahkan aku jika bertindak lebih kejam padamu dibanding peringatanku kemarin," ucap Henry dalam hati.


🌼 Bersambung 🌼


VOTE VOTE VOTE


VOTE VOTE VOTE.....JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI KAKAK-KAKAK TIDAK MAU BANTU VOTE....


Dengan vote , kakak-kakak sudah membantu kami para author untuk lebih menghargai karya kami.


Berikan juga ratting bintang lima 🌟 🌟 🌟🌟🌟


Nb : Baca juga novel Thor lainnya yang berjudul Faith 2 : The return of the prince

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2