Bodyguard Cantik

Bodyguard Cantik
Kecewa


__ADS_3

Baca novel thor lainnya yang berjudul


FAITH 2 : The return of the prince


Di dalam pesawat jet G600 miliknya Henry terlihat menahan kesal saat melihat ekspresi sang istri yang sangat senang, sangat bertolak belakang sekali dengan kondisi tiga hari lalu saat mereka akan pergi bulan madu.


Ayara terlihat sangat bersemangat untuk kembali ke Dublin, sebuah kondisi yang bertolak belakang dengan Henry yang sebenarnya masih ingin menikmati masa bulan madunya.


"Ini makanan anda nyonya," ucap seorang pramugara ramah meletakkan sponge cake didepan Ayara.


"Terima kasih," sahut Ayara ramah.


"Ini sudah tugas saya nyonya, apakah ada yang bisa saya bantu lagi?"tanya sang pramugara kembali.


"Oh iya aku hampir lupa, tolong buatkan aku jus mangga," jawab Ayara memelas.


"Baik nyonya, tunggu sebentar," ucap sang pramugara, setelah berkata seperti itu pramugara itu akhirnya pergi meninggalkan Ayara menuju ke belakang untuk membuatkan jus mangga.


Ayara segera menikmati sponge cake yang ada dihadapannya, ia terlihat sangat menikmati cake lembut itu seorang diri tanpa menawari Henry yang sejak tadi diam membisu. Bahkan saat diajak bicara olehnya pun Henry hanya menatapnya saja tanpa bicara, hal itu membuat Ayara senang artinya ia akan bebas dan tak diganggu Henry. Oleh karena itu ia sengaja memesan sponge cake sebagai perayaannya bisa terlepas dari kungkungan Henry selama beberapa saat.


Tak begitu lama kemudian sang pramugara datang kembali dengan membawa segelas jus mangga pesanan Ayara.


"Terima kasih, ini sangat enak," ucap Ayara jujur sesaat setelah meminum jus mangganya.


"Syukurlah kalau nyonya suka, apa ada lagi nyonya yang bisa saya bantu?" tanya sang pramugara itu kembali.


"Untuk saat tidak, terima kasih ya," jawab Ayara ramah sambil tersenyum lebar.


"Baik nyonya, silahkan dinikmati saya permisi," pamit sang pramugara pelan, setelah berkata seperti itu ia kemudian berjalan menuju ke belakang untuk beristirahat bersama para bodyguard yang lain.


Ayara kemudian menikmati jus mangga dan sponge cake miliknya seorang diri sambil bermain game, didalam pesawat jet milik suaminya ia akhirnya bisa mengakses internet. Dua hari tanpa internet membuatnya hampir gila, apalagi ditambah dengan Henry yang terus memintanya untuk tetep ada diranjang tanpa memberikannya waktu untuk istirahat.


"Ini perasaanku saja atau kau memang sangat bahagia sekali kita pulang lebih cepat Yara," ucap Henry tiba-tiba membuka suara.

__ADS_1


"Eh apa maksudmu?" tanya Ayara bingung dengan mulut penuh dengan cake.


"Sejak tadi pagi kita keluar dari resort kau terlihat sangat bahagia, ekspresimu sangat bertolak belakang dengan dua hari lalu saat kita baru sampai ke Seychelles," jawab Henry dengan cepat.


"Aakhh itu perasaanmu saja, aku biasa saja tak berlebihan kan," ucap Ayara tanpa rasa bersalah.


Henry hanya menggelengkan kepalanya perlahan melihat apa yang dilakukan oleh sang istri, ia yakin kalau istrinya sedang berkata bohong. Tiba-tiba sebuah ide terbesit di dalam otaknya, ia ingin memastikannya sendiri tentang sikap sang istri.


"Kalau begitu buktikan," sahut Henry dengan cepat.


"Buktikan bagaimana?" tanya Ayara bingung.


"Di kamar, aku ingin melihat buktinya secara langsung dikamar," jawab Henry pelan sambil tersenyum menunjuk kamar yang ada di bagian belakang pesawat.


"uhukkk uhukkk"


Ayara terbatuk-batuk saat mendengar perkataan Henry, ingatannya tentang kejadian hati kemarin langsung datang dimana Henry membuatnya kewalahan karena memaksanya bercinta sampai empat kali dari pagi sampai malam. Ayara meraih gelas yang berisi air putih dan langsung menenggaknya tanpa sisa untuk meredakan sakit di tenggorokannya.


"Jangan macam-macam Henry!!" sahut Ayara ketus.


"Jangan macam-macam Henry, kau tak bisa berbuat semaumu sendiri. Ini dipesawat Henry," pekik Ayara panik saat melihat Henry sudah membuka dua kancing kemejanya dan berjalan mendekatinya.


"I'm your husband, I can do anything with you if I want baby," jawab Henry lirih menggoda Ayara.


*Aku suamimu, aku bisa melakukan apa saja denganmu jika aku mau baby.


"Tapi kau harus tau tempat dan waktu, kau tak bisa sesuka hati memaksakan kehendakmu seperti ini Henry!!" protes Ayara dengan keras sambil menampik tangan Henry yang akan menyibak rambut panjangnya yang menutup pundak karena ia sedang memakai blose one shoulder.


"You are mine Yara, I can do anything I want with you," sahut Henry dengan suara meninggi, ia sedikit terpancing karena mendapat penolakan dari Ayara.


*Kamu milikku Yara, aku bisa melakukan apapun yang aku mau denganmu.


"Even now if I want to f . u . c . k you here you have no right to refuse because of you..."

__ADS_1


*Bahkan sekarang jika aku ingin menidurimu di sini kau tidak punya hak untuk menolak karena kau ... "


Plakkk


Ayara melayangkan tamparannya dengan keras ke wajah Henry sehingga membuat Henry terdiam membisu saat merasakan pipinya tiba-tiba panas.


"You can't be arrogant like that Henry, who do you think you are!!" pekik Ayara penuh emosi.


*Kau tidak bisa menjadi sombong seperti itu Henry, kau pikir siapa dirimu.


"I'm your husband Yara!!!" sahut Henry keras sehingga membuat semua orang yang ada di dalam pesawat mendengar suara teriakannya, namun mereka tak ada yang berani ikut campur urusan rumah tangga sang tuan.


*Aku suamimu Yara.


Ayara terdiam beberapa saat ketika mendengar perkataan Henry, ia terlihat memutar otaknya untuk menjawab perkataan suaminya itu. Melihat Ayara terdiam membuat Henry tersenyum penuh kemenangan, ia lalu mendekati Ayara dan langsung menciumnya tanpa bisa Ayara hindari. Ayara yang tak menyangka akan dicium seperti itu oleh sang suami merasa jengkel, ia sedang marah harusnya suaminya tak mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti itu.


Dengan sekuat tenaga Ayara berusaha untuk mendorong Henry menjauh darinya, ia tak mau disentuh oleh sang suami saat ini. Karena posisinya sedang tak menguntungkan bagi Henry alhasil ia bisa didorong oleh Ayara yang sedang duduk di kursinya.


"My body is mine, you can't treat me however you want like that," pekik Ayara penuh emosi sambil menyeka bibirnya yang penuh dengan air liur Henry yang baru saja menciumnya dengan paksa.


*tubuhku adalah milikku, kau tidak dapat memperlakukan aku sesuka hatimu seperti itu.


Henry terdiam mendengar perkataan Ayara, kedua matanya menatap tajam ke arah sang istri yang terlihat sangat marah padanya.


"Don't think of me as your woman Henry, I have the right to disobey your wishes," ucap Ayara penuh amarah, ia merasa direndahkan oleh Henry. Setelah berkata seperti itu Ayara berlari menuju kamar dan langsung menguncinya dengan cepat dari dalam.


*Jangan menganggapku sama dengan wanita-wanitamu dimasa lalu Henry, aku punya hak untuk tidak menaati keinginanmu.


Henry hanya terdiam melihat istrinya marah dan meninggalkannya seperti itu, ia merasa tak ada yang salah dengan semua ucapannya tadi.


Sementara itu Ayara menyembunyikan suara tangisnya dengan menenggelamkan wajahnya di bantal.


"Aku bukan wanita murahan yang bisa kau injak-injak seperti itu Henry..." isak Ayara lirih, ia merasa sangat sakit hati karena perkataan Henry sebelumnya.

__ADS_1


🌼 to be continued 🌼


__ADS_2